NovelToon NovelToon
Jeritan Dendam Sang Ibu Susu

Jeritan Dendam Sang Ibu Susu

Status: tamat
Genre:Ibu susu / Balas Dendam / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:129.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Sejak SMA, Amelia Hartono diam-diam mencintai Evan Cristian. Ketika takdir mempertemukan mereka kembali setelah lulus kuliah, Amelia mengira Tuhan akhirnya mengabulkan cintanya. Sebagai pewaris tunggal keluarga Hartono, Amelia yang polos dan kesepian menyerahkan seluruh kepercayaan kepada pria yang dicintainya.

Namun, cinta itu ternyata hanyalah jebakan.
Satu per satu aset perusahaan berpindah tangan. Pernikahan yang selama ini diyakininya sah ternyata palsu. Bahkan, bayi yang dikandung dan dilahirkannya dengan taruhan nyawa ternyata bukan darah dagingnya. Amelia hanyalah seorang ibu pengganti yang ditipu.

Di balik semua itu berdiri Evan Cristian dan istri sahnya, Carolin Baskara, model papan atas sekaligus putri keluarga konglomerat Baskara. Namun, saat semuanya hancur, Elang Anderson teman lamanya muncul kembali, pria yang diam-diam pernah jatuh cinta padanya kini membantunya.

"Kau boleh menangis hari ini, Amelia. Tapi besok, aku akan memastikan mereka yang menangis di hadapanmu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

02

Perlahan Amelia mengangkat kepala. Matanya membelalak.

"Elang..." Pria itu berjongkok di hadapannya.

Tatapannya penuh amarah saat melihat kondisi Amelia yang berantakan.

"Aku terlambat." Kalimat sederhana itu membuat pertahanan Amelia runtuh.

Ia langsung memeluk Elang sambil menangis histeris.

"Elang ... mereka menipuku. Mereka merebut bayiku..."

Air mata Amelia terus mengalir tanpa henti. Tubuhnya gemetar hebat di dalam pelukan Elang. Rasa sakit yang memenuhi dadanya seolah tidak memberinya kesempatan untuk bernapas. Bayinya telah dirampas, perusahaannya telah dicuri. Kehidupan yang selama ini dia impikan menjadi menjadi mimpi buruk.

"Anakku..." lirih Amelia. "Bayiku..."

Tubuhnya semakin lemas. Pandangannya mulai kabur. Suara-suara di sekelilingnya terdengar semakin jauh.

"Amelia!" Elang langsung menangkap tubuh wanita itu sebelum terjatuh ke lantai. Wajah pria itu berubah panik.

"Dokter!"

Beberapa saat kemudian. Amelia telah kembali berada di ruang rawatnya. Dokter yang memeriksanya menghela napas pelan sambil menuliskan sesuatu di papan medis.

"Bagaimana kondisinya?" tanya Elang.

Dokter menatap wanita yang masih tidak sadarkan diri itu.

"Secara fisik tidak ada masalah serius."

"Lalu?"

"Dia mengalami syok berat."

Elang mengatupkan rahangnya. Dokter melanjutkan.

"Dalam waktu singkat pasien mengalami tekanan emosional yang luar biasa. Kehilangan bayi, stres pasca persalinan, dan trauma psikologis."

Dokter menggeleng pelan.

"Kondisi seperti ini tidak bisa pulih dalam satu atau dua hari. Mungkin membutuhkan waktu lama. Pastikan ada orang yang mendampinginya."

Setelah mengatakan itu, dokter meninggalkan ruangan. Keheningan menyelimuti ruang inap tersebut. Elang berdiri di dekat ranjang. Tatapannya tidak pernah lepas dari Amelia. Wajah wanita itu terlihat pucat. Kelopak matanya sembab akibat terlalu banyak menangis. Tangannya mengepal dia mengambil ponselnya. Lalu menghubungi seseorang.

[Halo, Tuan Elang.]

"Aku ingin semua informasi tentang Evan Cristian." Suara Elang terdengar dingin. "Termasuk seluruh transaksi bisnisnya."

Ia berhenti sejenak. "Dan selidiki juga Carolin Baskara."

[Artis itu?]

"Ya."

"Aku ingin tahu semuanya. Tidak peduli berapa biaya yang dibutuhkan."

[Baik, Tuan.]

Sambungan telepon berakhir. Elang kembali menatap Amelia. Kali ini dengan tatapan yang jauh lebih gelap.

Malam mulai larut.

Ruangan itu hanya diterangi lampu redup di sudut kamar. Amelia masih tertidur, namun tidurnya tidak tenang. Air mata kembali mengalir dari sudut matanya.

Kepalanya bergerak pelan di atas bantal.

"Jangan..." Suara lirih itu membuat Elang langsung menoleh. "Jangan bawa dia pergi..."

Hati Elang terasa sesak. "Amelia..."

Wanita itu menggeleng dalam tidurnya.

"Evan ... jangan ambil bayiku ... tolong..."

Elang menggenggam tangan Amelia. Tangannya terasa dingin.

"Amelia." Suara Elang terdengar lembut. "Aku di sini."

Namun, Amelia terus mengigau. Air matanya semakin banyak mengalir.

"Bayiku ... tolong kembalikan bayiku..."

Elang menundukkan kepala. Ia bisa membeli rumah sakit ini. Ia bisa menghancurkan perusahaan siapa pun. Tetapi ia tidak bisa menghapus rasa sakit Amelia.

"Bangunlah." Elang menggenggam tangannya lebih erat. "Amelia..."

Perlahan kelopak mata wanita itu bergerak. Beberapa detik kemudian terbuka. Pandangan kosongnya langsung bertemu dengan Elang.

"Elang..."

"Ya."

Air mata kembali memenuhi mata Amelia. Seolah semua kejadian itu kembali terulang di kepalanya. Tubuhnya bergerak hendak duduk. Namun, rasa sakit membuatnya meringis.

"Pelan-pelan," Elang membantu menopang tubuhnya. Lalu menaruh bantal di belakang punggungnya. Amelia menundukkan kepala. Beberapa saat hanya terdengar suara isak tangis pelan.

Sampai akhirnya ia mulai bercerita. Tentang pertemuannya dengan Evan. Tentang perasaan yang dipendam sejak SMA. Tentang perusahaan yang perlahan diambil alih. Tentang buku nikah palsu. Tentang kebohongan yang selama ini dipercayainya. Tentang bayi yang dikandungnya selama sembilan bulan.

Semakin lama Elang mendengar. Semakin keras rahangnya mengatup. Urat-urat di tangannya mulai menegang. Amarah yang ia tahan sejak tadi hampir meledak. Namun, ia tetap diam. Membiarkan Amelia mengeluarkan seluruh rasa sakitnya.

Saat cerita itu berakhir. Amelia menatap Elang dengan mata merah dan sembab.

"Tolong aku..." Suara wanita itu terdengar pecah.

Elang langsung menatapnya.

"Aku ingin membalas semua pengkhianatan Evan." Air mata kembali jatuh.

"Aku ingin membuatnya menerima akibat dari semua yang dia lakukan. Tolong bantu aku, Elang."

Pria itu terdiam. Beberapa saat kemudian ia bertanya pelan.

"Bagaimana aku bisa membantumu?"

Amelia mengangkat wajahnya. Ada sesuatu yang berbeda dalam sorot matanya.

"Aku ingin masuk ke keluarga itu."

Elang mengernyit. "Masuk?"

"Aku ingin berada di dekat putriku. Sebagai pengasuhnya..."

Elang langsung menggeleng. "Itu mustahil, Evan mengenalmu. Bahkan, Carolin juga. Mereka tidak akan pernah menerima keberadaanmu di dekat bayi itu."

Namun, Amelia sudah memikirkan semuanya. Ia menggenggam erat selimut di atas pangkuannya.

"Aku akan melakukan operasi plastik."

Elang membeku. "Apa?"

"Aku akan mengubah wajahku. Aku akan mengubah identitasku. Aku akan menjadi orang yang sama sekali berbeda."

Mata Amelia mulai dipenuhi kebencian. "Kali ini mereka yang akan tertipu. Aku akan masuk ke rumah mereka. Mendapatkan kepercayaan mereka. Lalu menghancurkan semuanya."

Elang menatapnya lama. Ia ingin menolak. Ingin menghentikan rencana gila itu. Karena operasi plastik bukan keputusan kecil. Karena jalan balas dendam yang dipilih Amelia akan penuh bahaya. Namun, ketika melihat sorot mata wanita itu, dia tahu Amelia tidak akan mundur.

"Amelia..." Suara Elang terdengar berat. "Apakah kamu yakin?"

"Aku sangat yakin."

"Tidak ada jalan kembali setelah ini."

"Aku tidak ingin kembali." Amelia menjawab tanpa ragu. "Aku hanya ingin mereka membayar semuanya."

Keheningan kembali memenuhi ruangan. Beberapa saat kemudian Elang mengembuskan napas panjang.

Lalu mengangguk. "Baik."

Mata Amelia langsung membesar.

"Aku akan membantumu."

Air mata kembali mengalir di wajah wanita itu.

Elang berdiri dari kursinya. Tatapannya menjadi tegas. "Aku akan mengurus semuanya. Termasuk keberangkatanmu ke Berlin. Dan setelah kamu kembali..."

Pria itu menatap Amelia dalam-dalam.

"Kita akan membuat mereka menyesali hari ketika mereka menghancurkan hidupmu."

Amelia tersenyum, sorot matanya tajam.

1
Ummee
beneran tamat kak?
nggantung kak😭
masih pensaran siapa yg bikin Elang celaka
Ummee: insyaAllah kalo ada rezeki lebih ya kak, maafff🙏
ini lagi fokus kebutuhan anak.
semoga kakak di lancarkan rezeki nya oleh Allah, Aamiin🤲
total 4 replies
Ummee
malang benar nasib Elang, kak author...
Ummee
kenapa merasa bersalah? kan yg salah bapak nya evan krn menggambil uang perusahaan
Ummee
apa Laras tdk pakai seragam baby sitter?
Ummee
ya iyalah, Aurora takut sama kamu mak lampir, u uppss🤭
Ummee
penasaran, misal ada di dunia nyata, si bayi DNA nya ikut siapa ya? 🙏
Ummee: oke kak, mkasih infonya🥰🙏
total 2 replies
Alfin Jambak
krnapa tidak ada sambungan dari kisah si elang
siska bejo
untuk cerita elang sudah selesai sampai disini kak
Aditya hp/ bunda Lia
nama grup wa nya apa aku cari gak ada
Aisyah Alfatih: DM aja wa ku kak nantinaku undang ke grup
total 3 replies
Keinara Leticia
mau banget kak
Keinara Leticia
mau kak
Aisyah Alfatih: gabung ke grup yang ada di sini ya nanti ada Wanya
total 1 replies
Yani
Ka, mau gabung link
Aisyah Alfatih: boleh kak langsung masuk grup kak
total 1 replies
tenny
seruu
xuer jinghao
kak lanjut semangat terus kak 💪🥰🥰🥰
Si Memeh
karya mu emang selalu bagus dn seru thooooorrrr 👍👍👍
Woro Septi
tamat ya ga jelas
Aisyah Alfatih: untung di lanjut sampai tamat kak,karna gagal retensi 🫣
total 1 replies
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
karya hebat! tapi masih misterius
Dewi Ansyari
Astaga Elang kasihan celaka😭😭😭,semoga bisa selamat
Dewi Ansyari
Kasihan Elang cinta yg tidak pernah terbalaskan 😭😭
Dewi Ansyari
Tunghulah kehancuran kamu Evan,Carolin dan tuan baskara,sebentar lagi kalian akan mendapatkan ganjarannya 😡😡😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!