NovelToon NovelToon
LUKA YANG MENGANTARKAN KU PULANG

LUKA YANG MENGANTARKAN KU PULANG

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / CEO / Tamat
Popularitas:506
Nilai: 5
Nama Author: NATstory

Tika, seorang wanita yang tumbuh ditengah keluarga yg tidak harmonis,sejak kecil,ia terbiasa hidup dlm kekurangan,menyaksikan Ibunya berjuang sendirian, sementara sang ayah lebih sibuk mengejar gengsi dari pada memperhatikan keluarga nya.
Demi bertahan Hidup&membantu sang Ibu,Tika bekerja sebagai penyanyi Cafe sambil menyelesaikan Pendidikan nya.
ditengah kerasnya kehidupan,hadir Dika,seorang Pria Mapan yg memberikan Perhatian&kehangatan yg selama ini ia tidak pernah rasakan,namun cinta mereka terhalang oleh kenyataan yg Rumit karena perbedaan Dunia serta status Dika yg telah memiliki keluarga.
saat hubungan mereka mulai retak,karena kesalahan pahaman dan luka yang tak kunjung sembuh,Andre,cinta pertama yg pernah meninggalkan nya kembali Hadir,dengan kesabaran dan ketulusan, andre berusaha perbaiki kesalahan masa lalu dan membuktikan bahwa cinta nya masih sama.
Antara luka,keluarga, penghianatan, harapan dan pilihan yang sulit, tika harus menentukan jalan hidupnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NATstory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PRIA DISUDUT BAR

Sore itu, aku kedatangan tamu.Betapa terkejutnya aku saat melihat sosok yang sudah lama tak kujumpai. Dia adalah Kak Abi.😯

Dari depan pintu, ia menebarkan senyum lebar. Tanpa berpikir panjang,aku langsung memeluknya erat."Kak Abi! Senang banget Kakak ke sini.Kakak sehat? Tahu dari mana alamat rumahku?" tanyaku antusias sambil mempersilakannya duduk.😊

"Apa sih yang Kakak nggak tahu tentang kamu?" jawabnya sambil tersenyum lebar Aku tersenyum bahagia. Kehadirannya terasa seperti kejutan terindah di tengah hari yang berat.

"Kak, tunggu bentar ya. Aku suruh Bibik bikinin minum," kataku sambil berlari ke dapur,lama kemudian, kudengar mobil Papa memasuki halaman rumah.Sopir pribadi Papa turun membawa tas kerja dan membukakan pintu untuknya,kusambut papa dengan wajah ceria.

"Pa, lihat deh siapa yang datang," kataku penuh semangat.☺papa menatap Kak Abi dari atas sampai bawah,Penampilannya yang sederhana tampaknya membuat Papa bersikap berbeda. Tanpa senyum dan tanpa menyambut uluran tangan Kak Abi, Papa langsung melangkah masuk ke dalam rumah,Respons itu terasa begitu tidak mengenakkan.

Aku melirik Kak Abi. Ia hanya tertunduk diam, berusaha menyembunyikan rasa canggung yang jelas terlihat di wajahnya.😟

"Ng... Dek, maaf. Kakak ke sini cuma mau nengok kondisi kamu,senang lihat kamu baik-baik aja," ucapnya pelan,Aku mengangguk sambil tersenyum, meski dalam hati merasa tidak enak atas sikap Papa.

tak lama,kak abi pun pamit,Aku hanya bisa tertunduk, lalu mengantarnya sampai ke pintu luar.

“Tika,bukannya tadi ada tamu ya?” tanya Mama yang tiba-tiba muncul.

“Iya, Ma.tadi itu Kak Abi,Mama masih ingat?” jelasku.

"Abi ? oh Iya, Mama ingat. lantas Sekarang dimana?”

“Sudah pulang, Ma.Respons Papa nggak enak sama Kak Abi,Padahal dia datang dari jauh cuma mau ketemu Tika” ucapku kecewa, lalu masuk ke kamar.🥺Sejak saat itu, aku semakin merasa tidak cocok dengan Papa.Suasana rumah terasa panas dan jauh dari kata damai.Kak Antoni sudah diusir Papa dan kini tinggal bersama istri serta anaknya di rumah dinas,Sementara Kak Rico, setelah menyelesaikan pendidikannya, juga semakin sibuk dan jarang ada di rumah.

Aku semakin kesepian,aku mulai mencari kedamaianku sendiri.aku juga sering bolos sekolah dan menghabiskan waktu di berbagai tempat hiburan bersama teman-teman,Bagiku, mungkin inilah yang disebut kebebasan tanpa aturan,meski menjalani masa remaja yang penuh gejolak,syukurlah,aku masih mampu menyelesaikan SMA dengan prestasi yang cukup baik.

_________________________________________________

Lulus SMA, aku lebih banyak menghabiskan waktu di rumah,ingin lanjut kuliah,Papa mengatakan itu tidak perlu.Menurutnya,pendidikan yang kumiliki sudah cukup,Ucapan yang membuatku kecewa.Untuk pertama kalinya,aku merasa masa depanku seperti sedang ditentukan oleh orang lain, bukan oleh diriku sendiri.😠

Setahun berlalu. Aku mulai sering keluyuran,awalnya,aku cuma coba coba,bergaul dengan teman Alumni yang kulihat,hidup bebas, dugem, rokok, sering pulang malam,selalu tampil cantik dengan pakaian bagus dan riasan mahal,minta apa aja, dikasih sama orang tua.

aku pulang dengan langkah terburu-buru,lalu menemui Papa.

"Pa, Tika beliin skincare dong,Boleh ya?” senyumku lebar.🙂Dengan wajah datar Papa menatapku.

“Buat apa? Nggak usah aneh-aneh.natural aja,” balasnya sambil melanjutkan membaca koran.

rasanya kecewa banget,padahal Selama ini Papa tak pernah membelikan kebutuhanku,bahkan untuk sekadar pembalut,Mama mengajariku menggunakan kain bersih yang digunting helai demi helai.🥺

“Sabar ya,kalau Mama ada uang, Mama beliin,” ujar Mama menenangkanku.

“Kenapa Ma,Papa begitu?Tika juga pengin seperti anak-anak lain,Kemarin di depan Tika,Papa beliin baju 700 rb buat tetangga.tapi Anak sendiri minta beli skincare aja nggak dikasih,buat apa Papa baik sama orang lain tapi nggak mengutamakan keluarga kita?” tangisku pecah sambil memeluk Mama.

“Sudah, jangan keras-keras.Nanti Papa dengar,” bisik Mama sambil memelukku.

Kupikir, aku tak bisa diam saja.Aku harus kerja.Aku harus punya uang untuk kebutuhanku sendiri,kebetulan ada tawaran dari seorang teman jadi singer di sebuah cafe hotel bintang 5 Jakarta,aku yakin,dengan uang itu,aku bisa beli apapun yang aku mau,perlengkapan melamar kerja, kumpulin uang buat biaya kuliah,dan keluar dari rumah ini untuk hidup mandiri di kos.

akhirnya aku menerima tawaran itu,Aku sering diam-diam keluar malam,Untungnya Papa acuh,sibuk dengan dunianya,nongkrong,main tenis ke luar kota, menghabiskan uang demi gengsi.💰

Aku menikmati pekerjaanku dicafe itu,hasilnya bisa kupakai beli sembako dirumah,selebihnya,kugunakan untuk membeli baju,makeup,serta kebutuhan lain.lambat laun,melihat perubahanku,Papa mulai sering mengajakku menghadiri undangan pesta pernikahan, malam itu.

“Kita mau ke mana si Pa?” tanyaku heran.

"Sudah saatnya Papa kenalin kamu ke teman-teman Papa.Siapa tahu kamu berjodoh dengan anak mereka,kamu tau,Yang undang kita ini pejabat Angkatan Laut,tamu pentingnya banyak,” senyum Papa lebar.

“Masih zaman Pa, dijodoh-jodohin,”😒

liriku sambil tersenyum masam di samping Mama.

setibanya di lokasi,mobil kami memasuki sebuah markas besar yang dijaga ketat oleh para prajurit.Aku menatap sekeliling dengan kagum.Namun, beberapa saat kemudian,pandanganku tertuju pada sosok yang terasa begitu familiar,Betapa terkejutnya aku saat menyadari siapa orang itu.

"Ma... itu bukannya Kak Abi?" tanyaku ragu.

Mama mengikuti arah pandanganku.

"Astaga, sepertinya iya. Pah, coba lihat. Itu Abi, kan? Kakak kelas Tika di asrama yang pernah datang ke rumah kita," ujar Mama sambil menarik lengan Papa.

Dari kejauhan, tampak jelas Abi sedang memimpin upacara pedang pora,Dengan seragam perwira yang dikenakannya,ia terlihat gagah dan berwibawa,Sulit dipercaya bahwa pemuda sederhana yang pernah datang ke rumah kami,kini berdiri di sana dengan penuh kehormatan.

"Abi!" panggil Papa.

Abi menoleh.Begitu melihat kami,ia segera menghampiri.

"Tika? Tante? Om?" sapanya dengan wajah terkejut,Aku hanya tersenyum sambil mengangguk,Yang membuatku lebih terkejut adalah sikap Papa.Tanpa ragu,beliau merangkul Abi dengan akrab.

"Luar biasa bi, Kamu terlihat gagah sekali.Apa kabar? Sekarang sudah jadi perwira ya?"anya Papa hangat.😃

"Baik, Om. Saya juga tidak menyangka bisa bertemu di sini," jawab Abi sopan.

"Main-mainlah ke rumah,Tika juga sudah lama lulus.Sekarang dia lebih sering di rumah jagain Mamanya," kata Papa.

Aku terdiam memperhatikan mereka.Rasanya aneh melihat perubahan sikap Papa yang begitu drastis.

Dulu, saat Abi datang ke rumah dengan penampilan sederhana,Papa bersikap dingin nyaris tak menghiraukannya.Kini,setelah Abi menjadi seorang perwira,sambutannya begitu hangat,kejanggalan yg tidak masuk akal.

angin jenis apa yang membuat Papa berubah.😞untuk pertama kalinya,aku mulai memahami bahwa dunia orang dewasa terkadang tidak sesederhana yg kubayangkan.

acara berjalan lancar.Saat kami sedang menikmati hidangan,Abi menyempatkan diri mencariku di tengah keramaian.

"Tika..." sapa Abi sambil menggandeng tanganku menuju tempat yang lebih sepi.

"Kak..." senyumku mengembang.🙂

Abi tersenyum menyodorkan sepotong kue untukku.

"kk gak nyangka bisa bertemu kamu disini,mana cantik banget lagi 💕," godanya.

"Ah, Kak Abi bisa aja,ngerayu ya," tawaku lepas.

Kami mengobrol hangat tentang banyak hal. Tanpa terasa,waktu berlalu begitu cepat hingga acara pun hampir usai.

"Kak, Papa nunggu di luar. Aku pulang dulu ya,"

Abi mengangguk pelan.Sebelum aku pergi,ia menyerahkan sebuah kartu nama.

"Kalau ada apa-apa, hubungi Kakak," ujarnya singkat,aku menerima kartu itu dan menyimpannya baik-baik. Seolah ada pesan yang tak terucapkan di balik pemberiannya. Setelah itu, aku pun bergegas menyusul Papa, dan hilang dari pandangan Abi.

Suatu pagi, saat aku sedang berbaring di kamar, Mama masuk dan duduk di sampingku.

"Nggak kerja,Nak?" tanyanya lembut.🙂

"Tika libur,Ma," jawabku sambil merebahkan kepala di pangkuannya.

Mama mengelus rambutku perlahan,Aku memejamkan mata,menikmati kebersamaan sederhana yang semakin jarang kami miliki di tengah berbagai masalah yang terus mengelilingi keluarga kami.

"Gimana kabar Abi? Kalau mama lihat,Sepertinya Abi suka sama kamu,dia orangnya baik.Siapa tahu berjodoh,” senyum Mama.

“Tika rasa,kita nggak perlu lagi menghubungi dia Ma.Tika nggak mau di mata keluarganya dia diterima karena sekarang dia sudah sukses,

"mama ingat gak, dulu perlakuan Papa waktu dia ke rumah,jahat banget kan,begitu tahu dia sekarang,Papa langsung berubah,” jelasku.😟

“Iya, Mama mengerti. Tapi apa kamu nggak menaruh hati juga?” tanya Mama lembut.

“Kak Abi itu uda seperti kakak sendiri ma, tenang aja” ujarku sambil tersenyum.🙂

_________________________________________________

sekarang kita Lupakan Abi, Mungkin saat ini ia sudah bahagia,itulah yang Tika harapkan.Karena itu,ia sengaja memutus semua kontak agar Abi tak lagi menaruh harapan padanya.

Malam itu,Jakarta tampak lengang,mungkin karena sudah larut.Di sudut kota lain,dengan langkah tergesa,seorang pria masuk ke dalam mobilnya,melaju tanpa tujuan yang jelas.

Sepanjang perjalanan,wajahnya menunjukkan kebingungan.Hingga akhirnya ia menepi di sebuah café & bar area hotel bintang lima di pusat kota.

Segelas wine diteguknya perlahan,duduk sendiri, diam tanpa kata.🍷

Tika memperhatikannya sekilas.Ia yakin pria itu pendatang baru,setiap malam aku di tempat ini, tak pernah sekalipun aku melihatnya.🧐

Alunan musik menghentak langkah kakinya,menjauhkan diri dari tempat duduk pria itu.Ah,sudahlah,Apa peduliku.🎼

Tika tak menyadari,tatapan pria itu justru tertuju padanya.Rambut panjang yang terurai, senyum manis nan anggun,serta gaun minimalis yang dikenakannya malam itu tampak sederhana,namun cukup membuat perhatian Andika tertambat.💃

Seorang pramusaji menghampiri Tika,menyerahkan secarik kertas kecil.Tika menoleh ke arah pria itu,mematikan puntung rokoknya,lalu mendekat,Sebagai pria, Andika tak pernah seberani ini,namun jika tak dicoba,kesempatan ini mungkin takkan pernah terulang.

“Hai… boleh duduk?” sapa Tika ramah.

“Oh, silakan,” balas pria itu,sedikit canggung, sambil menggeser kursi.

Ia mengulurkan tangan. “Sa..saya Dika. Andika.”

Musik yang keras memaksanya menaikkan suaranya,dari jarak sedekat ini,wajah tika terlihat semakin cantik,bahkan dalam cahaya bar yang redup,Gugup itu perlahan hilang.Tika yang ceria,lucu, dan berkali-kali berhasil membuat Dika tertawa.

Sepuluh menit berlalu,tika menarik tangan Dika dan mengajaknya berdansa.Segala penat,urusan rumah,tekanan kantor,lenyap seketika.

"Capek,😃Kita duduk yuk,” bisik Tika, melingkarkan kedua tangannya ke leher Dika.

Dika menggandeng tangannya menuju pintu keluar.Mereka tertawa lepas hingga ke area valet, lalu masuk ke mobil.🚗

Ekspresi Tika berubah."Wah… mobilnya keren banget. Seleranya bagus juga,kulihat,Tangannya tampak rapi,seperti tak pernah bekerja kasar.Tika menyalakan musik,mencoba menikmati suasana,Sesekali ia melirik.Dika ketahuan mencuri pandang.

"ngapain sih liatin aku? Ada yang aneh ya?” goda Tika.😌

Dika hanya tersenyum,dalam perjalanan,Dika sempat bingung hendak ke mana.Tadinya ingin mampir makan,namun Tika tertidur lelap.Ia tak tega membangunkan.dan Tanpa banyak pikir,ia membawa Tika ke rumahnya.

Tubuh mungil itu dibopong dengan hati-hati, direbahkan di atas ranjang empuk berselimut hangat.Dika meninggalkan kamar itu,Nuansa Eropa yang mewah membuat Tika seolah bermimpi.

Sementara di ruang tamu,Dika tersenyum sendiri,☕Secangkir kopi hangat menemaninya membaca buku,meski pikirannya melayang pada pertemuan barusan,Malam ini terasa begitu berkesan,dika berharap pagi segera datang.

TibaPukul lima pagi, ponsel Tika berdering“Hoam…” Tika menguap.🥱“Iya, Ma. Tika ngantuk banget semalam, ini nginep di rumah Hilda.Habis ini pulang kok, tunggu ya"

Aku membuka mata,dan terbelalak diRuangan asing.

Kamar siapa ini? Aku di mana?😳

Ia memeriksa tubuhnya,pakaiannya masih utuh. Napasnya pun lega,Saat keluar kamar, langkahnya terhenti,melihat Dika tertidur di sofa.

“Ehm…”lalu Dika terbangun.

“eh sudah bangun? gimana? Tidurnya nyaman?Maaf ya, kamu ketiduran,saya bingung dan nggak enak bangunin.”

“Gak apa-apa.Makasih Mas,maaf Aku harus pulang,Mama telepon,” jawab Tika.

Dika mengangguk mengambil sebuah amplop cokelat dari laci meja kerjanya,lalu ia berikan itu padaku,dalam hati berkata,”yakin dia memberikan amplop tebal itu untukku yang baru ia kenal semalam!?” bagaimana tidak,rumahnya semewah ini,apakah dia seorang sultan!?”

“Senang ketemu kamu Tika 🙂,Kalau di izinkan,sy minta nomer hp kamu,agar kita bisa komunikasi lebih lanjut,”ujarnya dengan sopan memberikan hp nya kepadaku untuk mengetik sendiri di daftar panggilan teleponnya.

”ng.. ini uang apa?”tanyaku pura pura polos.

”Itu milikmu,bawa saja,tolong kabari aku setibanya dirumah.”balas dika berjalan mengiringiku menuju pintu depan.

"maaf,jadi ngerepotin,sekali lagi terimakasih!”🙂

Pamitku memasuki mobil yang siap mengantar ku lengkap dengan supir pribadi,Sepanjang perjalanan,ku cek kembali isi dalam amplop cokelat pemberian mas dika",gila,ini uang gak sedikit,mimpi apa gua semalam,ketemu sultan tajir.😯

Aku bersandar,sambil berfikir, Di satu sisi aku merasa senang karena masalah keuanganku untuk sementara bisa teratasi,namun di sisi lain, ada rasa tidak enak yang perlahan muncul.

Bagaimanapun juga, aku dan Mas Dika baru saling mengenal. Tapi pria itu sudah membantuku sejauh ini tanpa banyak bertanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!