NovelToon NovelToon
Antagonis Hamil Duluan

Antagonis Hamil Duluan

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Reinkarnasi / CEO / Tamat
Popularitas:213.4k
Nilai: 5
Nama Author: supyani

transmigrasi jadi tokoh yang harusnya mati mengenaskan? tidak, Terima kasih.
saat suami CEO-ku meminta cerai, aku pastikan 2 garis biru muncul terlebih dahulu. permainan baru saja dimulai, sayang.

#jadi antagonis#ceo#hamil anak ceo#transmigrasi#ubah nasib#komedi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon supyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kode malam ganjil

Vivian sekarang duduk di tepi ranjang king size. Matanya nyapu seisi kamar dengan teliti.

Ruangan ini luas banget. Lantai marmer, gorden sutra, kasur empuk kayak awan. Bahkan ada kamar mandi dalam dengan bathtub. Ini kamar Vivian dan Eric. Kamar pengantin, tapi berasa kayak kamar hotel sama musuh.

Gak tahan, Vivian bangkit. Dibuka satu-satu laci nakas. Matanya langsung silau. Gelang emas, kalung berlian, jam tangan. Semua ditata rapi di kotak beludru.

Tangan Vivian gemeteran buka lemari terakhir. Dan dia mau nangis.

Tas. Branded semua. Hermes, Chanel, Dior. Barang yang di dunia nyata cuma bisa dia liatin di majalah sambil ngiler.

Sekarang? Bisa dia peluk. Bisa dia cium.

"Vivian bodoh," serunya sambil terjun ke kasur, tas Chanel warna beige masih didekap erat. "Kalau gak mau, semua ini buatku saja!"

Dia jingkrak-jingkrak di kasur kayak anak TK dapet permen. Senyumnya lebar sampe gigi kelihatan semua.

"Kau masih pusing?"

Suaranya dingin. Ngejleb. Bubar semua kegirangan Vivian.

Di ambang pintu, Eric berdiri. Udah ganti piyama satin warna navy. Rambutnya agak basah, abis mandi. Dada bidangnya nyetak dari balik kancing yang kebuka dua.

Wajah Eric ngernyit heran. Dia natap Vivian yang lagi cium-cium tas. Tas yang tiap minggu dia kasih. Tas yang biasanya Vivian lempar ke lantai atau kasih ke ART.

"Eh, tidak. Apa... apa suamiku mau tidur?" Sahut Vivian cepet-cepet alihin perhatian. Buru-buru dia sembunyiin tas di belakang punggung. Kayak maling ketangkep.

Vivian lari ke meja rias, naruh tas hati-hati kayak naruh bayi. Terus balik lagi ke kasur, sok sibuk nepuk-nepuk bantal dan guling.

"Biar aku bereskan sebentar," ucapnya sambil senyum kaku.

Eric makin ngernyit. Istrinya ini emang agak gila. Pagi ngancam bundir minta cerai, malemnya ciumin tas pemberian dia.

"Tak usah," ucapnya dingin. Dia jalan ke kasur, ngambil satu bantal. "Aku tidur di kamar tamu malam ini."

Vivian langsung freeze.

Eric mau pergi? Ibaratnya kayak duit jalan kaki. Gimana cara naklukin hati Eric dalam 3 hari kalau mereka tidur pisah? Misi gagal sebelum mulai.

"Suamiku," panggil Vivian selembut mungkin. Dia maju, narik ujung lengan piyama Eric. "Bukankah aku masih punya dua setengah hari kesempatan lagi? Tidakkah kau tidur di sini malam ini saja?"

Eric ngelepas tangannya kasar. "Untuk apa? Biar kamu bisa teriak-teriak lagi minta cerai jam 3 pagi?"

"Enggak!" Vivian geleng cepet. Terus dia inget satu hal penting. "Eh, omong-omong... kalau boleh tahu ini tanggal berapa?"

Eric tersentak. Dia balik badan, natap Vivian dengan tatapan sedingin es. Curiga banget.

"Pentingkah menanyakan tanggal hari ini?"

Vivian mengangguk polos. "Tentu saja. Lebih cepat tahu lebih baik."

Di dunia asli, Vivian punya kebiasaan lulur malam tiap tanggal ganjil. Ritual wajib biar kulit mulus. Ini hari pertama dia di dunia novel, dia blank ini tanggal berapa. Kalau kelewat lulur, bisa jerawatan. Padahal sekarang dia istri konglomerat, masa kulitnya kusam.

Eric ngira Vivian nanya tanggal karena alasan lain. Alasan yang bikin rahangnya mengeras.

Dia buang bantal yang tadi dipegang ke kasur. Brak.

Terus tangannya naik, ngebuka kancing piyama satu-satu. Jalan ke arah Vivian dengan tatapan campur antara muak, benci, tapi... terpaksa.

Vivian melotot. Otot dada Eric kebuka. Perut kotak-kotak. Astaga. Ini bukan ilusi majalah. Ini 3D 8K.

"Eh, suamiku kau mau apa?" tanyanya gugup. Jarak mereka tinggal sejengkal. Bau sabun Eric kecium jelas.

Eric berhenti tepat di depan Vivian. Dia nunduk, bikin Vivian harus dongak.

"Bukankah ini yang harus aku lakukan tiap tanggal ganjil?" Suara Eric rendah, nusuk. "Kode 'masa subur' kamu, kan?"

DOR.

Vivian langsung inget. Di novel, Vivian asli punya "kode". Tiap tanggal ganjil, dia maksa Eric HB. Tapi diam-diam dia minum pil pencegah hamil. Tujuannya? Biar setelah 2 tahun gak hamil, dia bisa sebar rumor kalau Eric mandul. Biar keluarga Wijaya muak dan setuju ceraikan dia.

Busuk. Busuk banget Vivian yang asli.

Detik berikutnya, Eric dorong bahu Vivian. Tubuh Vivian jatuh ke kasur. Eric menindih sebelah tangannya di samping kepala Vivian.

"Kamu mau permalukan aku lagi?" Suara Eric sesak tepat di atas Vivian. Matanya merah. Bukan nafsu. Tapi luka.

Vivian sesak napas. Bukan karena takut. Tapi karena nyesek.

Kejam sekali pemilik tubuh ini. Sampai bikin mental suaminya sehancur ini. Dua tahun direndahin, dijadiin bahan taruhan, dibilang mandul.

"Tidak, kamu salah paham," Vivian cepet-cepet dorong dada Eric. Tangannya gemeter. Dada Eric keras banget, panas. "Aku... aku nanya tanggal karena mau lulur. Lulur! Bukan yang itu!"

Eric diem. Alisnya naik sebelah. Gak percaya.

Vivian panik. Dia gak bisa biarin Eric lanjut. Pertama, dia bukan Vivian asli. Dia masih perawan. Kedua, dia lagi hamil muda. Kalau kenapa-kenapa, kartu AS dia buat batal cerai hangus.

"Tidur saja ya, sudah malam," ucap Vivian buru-buru. Dia langsung muter badan, ngambil selimut, terus menggulung dirinya kayak kepompong. Cuma kepalanya yang nongol. "Aku juga mau tidur. Capek. Pusing. Efek guna-guna masih ada."

Hening.

Vivian bisa ngerasain tatapan Eric ngebakar punggungnya lewat selimut. Satu detik. Dua detik. Lima detik.

Terus kasur di sebelahnya amblas.

Eric gak jadi ke kamar tamu. Dia tidur di sisi satunya. Membelakangi Vivian. Jarak mereka sejauh ujung ke ujung kasur.

Tapi gak apa-apa. Ini progress.

Vivian pelan-pelan ngelus perutnya di balik selimut. "Tenang ya, Nak," bisiknya. "Mama hampir aja bikin kamu gak jadi lahir."

Di luar, suara jangkrik malam kedengeran. Di dalam kamar, dua orang sama-sama melek, mikirin hal beda, dengan jarak satu kasur yang berasa sejauh satu benua.

like, komen ya besty🥰❤

1
ayu cantik
suka
wikha Sandra
kykny seru ini.
Choirun Nisa
bagus
Devi..
cerita yg bagus thor..terimakasihh😊
mama indah
cerita nya bagus lucu,tapi knpa bahasa nya ,gak masuk ya🫠
imoe nawar
👍
A.R
ceritanx happy ending,,,
Ra~~~~~
ceritanya keren 😍
dome🌬️🌀🌀🌀
terima kasih Thor udah kasih cerita yg menarik dan ending yg bener2 bahagia, ending yg beda tapi tetap bahagia. selanjutnya cussss kenovel Silvi. seru kali yaaa sama kelakuan Silvi. secara sisi karakter Silvi dinovel ini kan hanya selingan. kalau dinovel dia gimana yaa sisi karakter nya😁😁😁
cusss baca yooookkkkk😁😁🤗💪
semangat 💪💪💪
dome🌬️🌀🌀🌀
duhhhh,,, jadi ga mau selesai deh ceritanya. pengen liat Rayyan besar, pengen kisah Cika dan percintaannya. pengen liat Cindy bahagia dengan kluarga kecilnya... aaakhhh pengen lihat kebahagian mereka lebih lamaaaaa🥰🥰🥰🥰
dome🌬️🌀🌀🌀
sangat menarik alurnya sangat bagus, aku ga nyangka bakal sebagus ini ceritanya. kerennn author penulis yg walaupun mungkin banyak halangan tapi berhasil sampai tamat. tamat yg memuaskan para pembaca.
semangat berkarya selanjutnya yaa Thor😁😁😁😁👍👍
dome🌬️🌀🌀🌀
akhirnyaaa thorrrrr,,, happy ending bangettttt. aku baca maraton dr kemarin sampe pagi ini. pertengahan baca kayak mau nyerah tapi penasaran kelanjutannya endingnya bagaimana. ada penasaran ada deg degan nya ada harunya ,mau nangis, sedih bahagia jadi satu.. good job buat authornya udah bikin alur cerita yg sangat sangat menarik.
semoga ada cerita Silvi yaa. kayaknya seru nih😁😁😁
semangat menciptakan karya baru thorrrr🤗🤗🤗💞
dome🌬️🌀🌀🌀
akhirnyaaaaa, kirain bakalan susah lawan Kevin karna tokoh utama villain. tapi syukur dehhh. semua baik. tinggal nunggu sang ibu yg sadar dan siuman after happy ending bangettt sihh setelahnyaa
dome🌬️🌀🌀🌀
iya sihhh seru kayanya.. soalnya Silvi badasssaa😁😁😁

lanjuttt kak
dome🌬️🌀🌀🌀
karena disaat Erik dan Vivian masih fokus ke percintaan Cindy Kevin udah ngelancarin serangannya. sudah memasang jebakan sedari awal. jadi Cika kurang pengawasan. yaahhhh... beraatttt
dome🌬️🌀🌀🌀
gawattt... Cika suda mulai main rasa.. pling berat kayaknya ngadepin Kevin nih. secara dendamnya dah dari orok.
Vivian bakal kuwalahan takutnya karena Cika yg sudah ada rasa duluan padahal jebakan
dome🌬️🌀🌀🌀
tinggal rubah arah kisah tragis Cika nih Vivian. mungkin,,,, jika akhir kebahagian seluruh kluarga Wijaya mungkin Bu Ratna akan sadar sebagai penutup kebahagiaan yg lengkap.
semangat Vivi merubah takdir bukan hanya untukmu sendiri tapi seluruh kluarga Wijaya 😁🤗🤗🤗💪
dome🌬️🌀🌀🌀
semangat yaaa kak lanjutkan 😁😁💪💪💪
dome🌬️🌀🌀🌀
bagaimana Vivian akan memutar arah kejadian yg akan datang, sehingga kejadian tragis berubah menjadi kebahagiaan. keras keras kau viii 🤗🤗
dome🌬️🌀🌀🌀
haduuhh si leak malah bebas berkeliaran lagi. gara2 obsesi JD istri tajir malah merusak masa depannya. lki yg kaya juga banyaaakkk kalau lu mau mah.lu nya aja mentok otaknya berkeyakinan kalau Erik bisa direbut astagaaa 😤😤😤
kpokmu kapan lee
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!