NovelToon NovelToon
Selamanya Milik Sang Adiguna

Selamanya Milik Sang Adiguna

Status: tamat
Genre:Dokter / CEO / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:205.8k
Nilai: 5
Nama Author: Elis Hasibuan

"Menikah denganku."
Risya Wicaksono, berusia 27 tahun.
Atau lebih di kenal dengan panggilan Icha, melotot terkejut, saat kalimat itu terlontar dari mulut lelaki yang sangat tidak ia sangka.
Arnold Adiguna.
Lelaki berusia 33 tahun. Yang juga masih merupakan salah satu kakak sepupunya.
Lelaki itu mengajaknya menikah. Semudah lelaki itu mengajak para sepupunya makan malam.
Icha tidak menyangka, jika lelaki itu akan nekat mendatanginya. Meminta menikah dengannya. Hanya karena permintaan omanya yang sudah berusia senja.
Dan yang lebih gilanya. Ia tidak diberikan kesempatan untuk menolak.
Bagaimanakah Icha menjalani pernikahan mereka yang sama sekali tidak terduga itu?
Mampukah ia bertahan hidup sebagai istri sang Adiguna? Lelaki yang dikenal sebagai CEO sekaligus Billionaire dingin nan kejam itu.
Mampukah mereka mengarungi pernikahan tanpa saling cinta?...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elis Hasibuan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anjuran menikah

"Kondisi oma sudah lebih baik." Rafael memberitahu Arnold.

Lelaki berusia 33 tahun, yang juga menjadi CEO Adiguna Corp. Sepupunya yang paling pendiam.

Arnold baru tina dari Thailand beberapa menit yang lalu. Ia langsung dari negara itu, begitu mendengar kondisi oma mereka yang harus di rawat di rumah sakit.

"Apa yang menjadi penyebabnya?" Arnold menatap El dengan mata tajamnya yang bak elang.

"Tidak ada alasan khusus. Usia oma juga sudah lanjut. Jadi hal yang wajar jika seusia ini rentan dengan penyakit." El menepuk lengan Arnold.

Rafael berada di ruang rawat inap oma mereka. Tapi suasana lumayan sepi karena saat ini sedang siang. Dan Rafael menyuruh mereka keluar makan siang. Ia yang akan menjaga bersama Arnold yang baru tiba.

"Sepertinya kamu terburu - buru." El berkomentar.

Melihat penampilan Arnold yang terlihat cukup berantakan. Lelaki ini jelas meninggalkan pekerjaannya yang teramat penting.

"Bagaimana dengan oma Alex dan tante Queen?" El juga menanyakan keberadaan orang tua Arnold.

"Mereka juga sedang dalam perjalanan pulang. Terakhir aku dapat info, mama dan papa sedang berada di Milan." Arnold menghela nafas mengingat orangtuanya yang sedang liburan.

"Saranku untuk sementara ini, jangan terlalu lama berada di luar negeri. Kondisi oma harus membuat kita siap dengan situasi yang tiba - tiba." Nasehat Rafael.

"Aku harap tidak ada kabar buruk."

Arnold menekan pelipisnya yang berdenyut. Ia masih sedikit jetlag. Begitu tiba di bandara langsung bergerak ke rumah sakit. Ia bahkan belum sempat istirahat selama 12 jam ini.

"Mungkin kabar baik darimu bisa memberikan semangat untuk oma." Rafel akhirnya berbicara setelah menimbang ini cukup lama.

"Apa maksudmu?" Mata tajam yang defensif menyambut ucapan Rafael.

"Kamu tahu. Vina bercerita padaku jika oma belakangan ini sering melamun. Ia ingin sekali melihatmu menikah."

Kepala Arnold semakin berdenyut mendengar kalimat El. Ia susah terlalu sering di minta menikah oleh keluarganya.

Dan ini bukan hal baru baginya. Ia jelas menolak keinginan itu. Buka karena tidak mau menikah. Tapi sampai sekarang, ia belum menemukan wanita yang tepat untuk menjadi istrinya.

Arnold bukanlah lelaki yang akan asal mencari wanita untuk ia nikahi.

Tapi kondisinya sekarang semakin memaksa ia untuk berpikir. Kenapa harus ia yang terjepit dengan kondisi oma mereka?

"Usiamu sudah 33 tahun. Dan kamu tidak memiliki kekasih satupun. Jadi hal yang wajar jika oma selalu memikirkanmu. Di antara kita semua, hanya kamu yang belum menikah." Rafael menjelaskan.

"Menikah bukan ajang perlombaan El. Kamu tahu itu." Ia melirik Rafael dengan tajam.

"Kamu benar. Tapi di antara kita semua. Kamu lebih dewasa Ar. Cucu pertama yang oma sayangi." Rafael terkekeh kecil melihat Arnold yang meliriknya semakin tajam.

"Aku tidak memaksa atau menekanmu. Tapi pikirkanlah. Mungkin sebenarnya kamu bisa menikah. Hanya kamu terlalu sibuk bekerja, dan bepergian ke sana kemari. Jadi pernikahan selalu kamu tempatkan di urutan terakhir hidupmu." Ia memukul pundak Arnold sekali lagi.

"Apa Icha sibuk saat ini?" Arnold bertanya soal sepupu mereka, yang juga bekerja sebagai dokter di rumah sakit ini.

"Setahuku saat ini ia sedang off. Icha akan masuk malam. Tapi keadaan oma membuatnya berada di rumah sakit sebelum waktunya." Rafael menjelaskan Icha yang ditanya Arnold.

"Kenapa kamu bertanya?" Ia sedikit penasaran.

"Aku ingin istirahat sebentar. Selama 12 jam, aku tidak pernah tidur sedikitpun. Ditambah perjalanan ini membuatku sangat lelah. Aku ingin tidur sebentar, dan tidak ingin di ganggu." Arnold menjawab.

"Jika aku di ruangan ini, mereka tidak akan membiarkan aku tidur dengan nyaman." Arnold menyinggung sepupunya yang lain.

"Yah, kamu benar."

Rafael sependapat dengan Arnold. Devan, Vina dan Nial beserta Nina dan Aluna, jelas akan mengusik Arnold. Rafael melihat raut lelah di wajah Arnold. Dan ia paham niat lelaki ini.

"Sepertinya tidur di ruangan Icha memang lebih baik untukmu." Rafael mengangguk perlahan.

"Berada di sana, mereka tidak akan membuat keributan. Icha akan memarahi mereka bukan?" Arnold sesikit terkekeh mengingat Icha, sepupu jauh mereka.

"Yah, siapa sangka jika Icha yang memiliki usia jauh lebih muda dari,kita semua, bisa lebih menyeramkan saat marah." Rafael ikut terkekeh mengingat Icha.

"Aku akan pergi ke ruangan Icha, sebelum mereka ke ruangan ini." Arnold meminta.

"Tentu saja. Aku akan mengabarimu jika ada perkembangan soal keadaan oma."

"Oke. Icha juga akan membangunkanku jika ada sesuatu." Arnold setuju dengan ucapan Rafael.

Sekali lagi Arnold melangkah menuju brankar. Menunduk dan mencium kening omanya.

"Cepat sehat oma."

Ia bergumam dan memandangi omanya cukup lama.

Arnold kemudian melangkah dan menepuk pundak Rafael sebentar, sebelum meninggalkan ruangan itu.

"Ar."

Panggilan Rafael menghentikan gerakan Arnold yang berniat membuka pintu. Ia berbalik sedikit mengernyit melihat Rafael yang tersenyum misterius.

"Jika ingin menikah, Icha adalah kandidat terbaik." Rafael tersenyum melihat perubahan tatapan yang memicing tajam itu.

"Seperti yang kamu tahu. Di keluarga kita bukan hal yang tabu menikah dengan sepupu. Yang penting bukan bukan sepupu sedarah. Buktinya aku dan juga Vina. Kami bahagia dengan pernikahan ini. Dan kami saling mencintai." Rafael tersenyum mengingat istrinya.

"Mengingat tidak akan ada larangan dari para orang tua. Dan Icha adalah sepupu jauh kita.Yah, hanya opa Rama dan omaku yang sepupu dengan omanya. Jadi itu tidak masalah bukan?"

Tangan Arnold terkepal mendengar semua ocehan Rafael.

"Meski usianya jauh lebih muda. Tapi ia adalah wanita dewasa, yang sudah legal menikah." Rafael kembali bersuara.

"Icha hanya anak kecil El. Jadi jaga mulutmu!" Arnold memperingatkan dengan tajam.

"Yah, anak kecil yang bisa membuatmu terdiam, jika ia sudah marah." Rafael mengangguk dan terkekeh melihat Arnold yang akan meledak.

"Lagian Icha adalah gadis yang cantik. Ia juga sayang pada kita semua. Terlebih ia seorang dokter dengan karir yang cemerlang. Jadi apa lagi yang kurang?" Rafael menambahkan.

"Yang kurang hanya satu." Arnold mengatupkan rahang mendengar semua ide gila Rafael.

"Di sini tidak berdetak kecang saat bersamanya." Arnold menunjuk dadanya dengan telunjuk.

Hal yang membuat Rafael menghela nafas. Jika seperti ini, akan sangat susa untuk mencari wanita yang sesuai keinginan Arnold.

"Dan sekali lagi kamu mengatakan hal gila seperti ini. Aku akan membungkam mulutmu dengan kepalan tanganku. Aku sudah lama tidak latihan tinju. Jadi kamu bisa menjadi samsak nanti." Penuh ancaman, tapi tentu saja tidak membuat Rafael takut.

"Yah. Dan kamu akan menghadapi Vina nanti. Aku akan lihat, bagaimana kamu akan lari jika Vina memarahimu." Rafael menjawab dengan santai.

"Aku pergi. Tidak ada gunanya meladeni pembicaraan konyolmu."

 Arnold langsung membuka pintu dan keluar dari ruangan itu.

Menikah dengan Icha?

Hell No!

Itu tidak pernah melintas dalam benaknya. Icha hanya sepupunya.

That's it.

...................................

1
Wayan Suryani
dokter kok bodoh TDK msk akal
Asha Zhafira
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻🥰
Asha Zhafira
🤭🤣
Kikin
bagus
Qaisaa Nazarudin
Kalau dia gak sempat bukak ponsel,Terus siapa yg membaca chatnya Icha yang katanya cuman dibaca doang tapi tak dibalas..hantu kali ya..🤔🤔
Fatimah Ima
Ceritanya sangat bagus kak aku suka
fanny tedjo pramono
ceritanya sdh tamat tgp. depan ada tulisan berlanjut gimana sy tunggu. jawaban
Lisa Halik
terima kasih thor happy ending.....bonus chapter thor😄😄
Titi Roni
lanjut autour
Elis Hasibuan: Semangat
total 1 replies
Lisa Halik
lahi thor yang semangat
Marsyia Kermatio
semangat up thot
Marsyia Kermatio
up Thor 🙏
Lisa Halik
no komen thor...yang semangat updatenya
Lisa Halik
lagi thor
Marsyia Kermatio
kak please up
Sri Udaningsih Widjaya
Luar biasa kak
Lisa Halik
terus terang saja robert bahawa semua itu rencana tania
Lisa Halik
bodoh kau icha..rasakanlah baru kenal robert terus terima ajakan makan siang...
Lisa Halik
no komen thor...huhuhuh
Elis Hasibuan: it's okey readers
total 1 replies
shabiru Al
waaahhh berat banget masalah nya,, fitnahnya benar2 dahsyat,, akankah arnold tetap percaya pada icha,, akan kah icha tetap bisa berdiri d samping arnold....
shabiru Al: degdeg an thor baca bab selanjutnya takutnya reaksi arnold meledak hebat dan icha d tinggalin sesuai apa yang d mau sama robert dan adiknya
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!