NovelToon NovelToon
Seikhlas Cinta Afifa

Seikhlas Cinta Afifa

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:4.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: rahma khusnul

Sesungguhnya mencintai seseorang dengan setulus hati itu sangatlah sederhana, tak ada alasan, tak ada tuntutan, juga tak berharap balasan, cukup melihatnya tersenyum bahagia maka hatimu akan merasa bahagia.
Seseorang yang memiliki ketulusan dalam cintanya akan terus berusaha agar orang yang di cintainya merasa bahagia, meskipun terkadang tanpa sadar telah menyakiti dirinya sendiri.
Seperti dalam kisah ini.
Seorang gadis yang setia menunggu cinta pertamanya yang hampir 3 tahun tak ada berita, tiba tiba saja di lamar oleh seorang pria yang sudah dia anggap seperti kakaknya di masa lalu. kebimbangan menimpanya,sampai akhirnya mereka menikah atas permintaan orangtuanya, perlahan diapun mulai menyukai suaminya.
Namun entah apa yang terjadi, setelah hampir satu tahun berumah tangga, suaminya merasa dirinya tak mampu membahagiakan istri yang sangat ia cintai, dia pun berusaha untuk mempersatukan kembali istrinya dengan cinta pertamanya. Apa yang terjadi?...
yuk readers ikuti kisah serunya 😉

❤❤❤

happy reading.... 😊🤗👏
=====================================

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rahma khusnul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Tamu

Suara azan Maghrib sayup-sayup terdengar di sepanjang jalan yang dilalui Afifa. Senja sudah hampir habis, langit jingga perlahan berubah kelam. Semilir angin sore menusuk, mengibas jilbabnya di balik helm yang menutupi kepala. Jantungnya berdetak sedikit lebih cepat.

“Waktu Maghrib sebentar lagi habis,” batinnya cemas. Ia melajukan motornya, berharap bisa sampai rumah sebelum waktu salat benar-benar sempit.

“Ah, dosen killer… jam enam baru bubar,” gerutunya dalam hati, mengeraskan sedikit tarikan gas. Perjalanan tiga puluh menit terasa begitu panjang.

Begitu sampai di halaman rumah, Afifa mendadak mengerem motornya. Matanya langsung tertuju pada mobil hitam yang terparkir rapi di depan rumah. Jantungnya berdetak sedikit lebih kencang.

“Siapa ya? Ada tamu?” pikirnya, sedikit heran.

Ia masuk lewat pintu depan yang terbuka lebar.

“Assalamualaikum,” sapanya pelan. Suaranya terdengar lelah, seperti tubuhnya yang sudah habis oleh seharian aktivitas.

“Waalaikumussalam,” jawab semua orang di ruang tamu hampir bersamaan. Senyum ramah menghias wajah mereka.

Afifa mencoba membalas senyum itu. Meski begitu, ada gurat bingung di wajahnya. Ia menunduk, mencium punggung tangan Umi dan Abinya, merasakan kehangatan yang selalu menenangkannya setiap kali pulang ke rumah.

“Sini, Nak,” panggil Umi, suaranya lembut. “Ini Paman Sanusi dan Tante Rani. Masih ingat, kan? Ayo, kasih salam.”

“Oh…” Afifa mengangguk pelan. Wajahnya mulai mengingat. Tentu, itu adik sepupu Uminya. Sudah tiga tahun lebih mereka tidak bertemu, terakhir kali saat pemakaman kakeknya.

Ia bersalaman, mencium punggung tangan paman dan tantenya dengan sopan. Sekilas, matanya menangkap sosok pria tampan duduk di samping Paman Sanusi. Ada sesuatu di wajah itu. Sesuatu yang terasa… familiar.

“Ini keponakan Paman, namanya Fauzi,” jelas Paman Sanusi, seolah tahu isi hati Afifa.

Pria itu hanya tersenyum. Sebuah senyum yang entah mengapa membuat Afifa sedikit salah tingkah.

Ia mengangguk pelan, melipat kedua tangannya di dada.

“Kok seperti kenal, ya… tapi siapa?” pikirnya, mencoba menggali memori. Namun ia segera menggeleng pelan. “Sudahlah. Yang penting salat dulu,” batinnya.

“Afifa ke belakang dulu ya, Mi,” pamitnya. Uminya hanya mengangguk, memberi izin.

Di kamar, ia bergegas mengambil air wudhu. Setiap tetes air yang membasuh wajahnya membawa ketenangan, seolah menghapus lelah dan rasa penat di dadanya. Salat Maghrib ia tunaikan dengan khusyuk, berusaha menenangkan hati yang entah kenapa terasa sedikit berdebar.

Usai berdoa, Afifa keluar kamar sambil membawa handuk. Baru saja berniat membersihkan diri, suara Umi memanggil.

“Afifa…”

“Iya, Mi…” sahutnya, sedikit terkejut.

“Kemari, Nak.”

Afifa meletakkan handuknya, lalu melangkah ke ruang tamu. Ia duduk di kursi kosong di samping Umi, berusaha menjaga ekspresi meski hatinya dipenuhi tanda tanya.

“Paman dan Tantenmu sengaja datang untuk bertemu kamu, lho,” kata Umi sambil menatap putrinya dengan senyum lembut.

Afifa menunduk, sesekali tersenyum kikuk. Ada rasa gugup yang tak bisa ia jelaskan. “Kenapa, ya? Kok sampai jauh-jauh ke sini? Kita kan nggak terlalu dekat. Atau jangan-jangan…” pikirnya, jantungnya makin berdebar.

“Afifa,” suara Tante Rani yang lembut memecah lamunannya. “Sebenarnya Tante ke sini ingin mengenalkan kamu dengan keponakannya Paman Sanusi ini. Namanya Fauzi—tepatnya, Fauzi Rahman Ramadhan.”

“Deg…” Seolah ada sesuatu yang mengetuk memorinya. Nama itu. Wajah itu. Semua terasa familiar.

Lalu, seperti kilasan film, bayangan masa SMP muncul. Sosok kakak kelas yang sering ia lihat di pesantren, dengan senyum teduh dan sikap ramah.

“Ah! Kak Aji…?!” serunya refleks, matanya membesar penuh semangat. “Kak Aji kan? Yang pernah mondok dulu?”

Tanpa sadar, ia memetik jari, mengarahkan pandangan cerah ke Fauzi dengan ekspresi sumringah, seolah baru menemukan teman lama.

“Eh, udah lama banget nggak ketemu, ya, Kak… sekitar lima tahun… eh, enam tahun malah. Kakak kok beda sekarang? Lebih…”

Ucapan itu menggantung di udara. Afifa baru sadar semua mata kini tertuju padanya, seolah menunggu lanjutan kata-katanya. Pipinya memanas.

“Ups…” ia buru-buru menutup mulut dengan kedua tangannya. “Maaf…” ucapnya malu, menunduk dalam-dalam. Hatinya berdegup hebat, antara malu dan tak percaya deNgan ucapannya sendiri.

Suasana yang tadinya tegang mendadak mencair ketika Fauzi tersenyum hangat dan berkata, suaranya tenang,

“Ternyata Afifa baru ingat, ya.”

“Wah, wah…” Paman Sanusi ikut tertawa lebar. “Rupanya kalian sudah saling kenal. Kenapa nggak bilang dari awal?”

Tawa kecil terdengar di seisi ruang tamu, membuat suasana mendadak terasa hangat dan akrab. Afifa melirik ke sekeliling, sedikit heran dengan kebahagiaan yang tergambar di wajah mereka. “Kenapa semua terlihat bahagia, ya?” gumamnya dalam hati.

“Saya juga baru tahu, Paman,” jawab Fauzi singkat, tetap dengan senyum yang sama.

“Bagus, dong,” ucap Paman Sanusi sambil menatap Abi Afifa. “Kalau sudah saling kenal, ini awal yang baik. Iya, kan, Kak?”

Abi hanya mengangguk pelan, senyumnya tipis namun penuh arti. Beliau memang bukan orang yang banyak bicara, tapi sorot matanya hangat, seolah mengiyakan harapan yang tengah tumbuh di ruang tamu itu.

Bersambung… ❤

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

salam readers... maaf ya kalau banyak salah... mohon masukannya 😊

1
Rahma Husnul
Luar biasa
ZystaNurrahmi
jangan lupa mampir ya kak di karya aku "SUDAHI ATAU NIKAHI" minta dukungan dan masukannya ya kak, 🙏❤️
ZystaNurrahmi
jangan lupa mampir ya kak di karya aku "SUDAHI ATAU NIKAHI" minta dukungan dan masukannya ya kak, 🙏
Maryana Fiqa
terimakasih banyak Thor bagus banget ceritanya 👍👍👍
Maryana Fiqa
😭😭😭😭
Maryana Fiqa
visualnya cocok bagus semua 👍👍
Fitri cakradonya ishak
tp tetep aja. takut wulan jadi duri d antara hubungan fifa ma aji
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
Terima kasih kak Rahma
InsyaAllah dibaca SCA 2 nya, semakin menarik sepertinya dan bikin penasaran dengan kisah Fauzi dan Afifa, Farid dan Wulan bagaimana ya 🤔🤔🤔
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
sangat menarik cerita SCA ini, banyak pelajaran yang dapat kita ambil, sabar, ikhlas dan selalu bersyukur dengan apa yg kita punya.
Semangat kak Rahma dan teruslah berkarya
👍👍👍🤗🤗🤗
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
Wah hamil barengan nich Afifa dan Sofi
😊😊😊
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
wah cetak adonan donat terus nich
🤣🤣🤣
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
Selamat ulang tahun kak Rahma, udah telat ya hehehehe 13 April 😊😊
Doa terbaik buat kak Rahma dan keluarga, sehat sehat dan sukses selalu 🤗🤗
Rahma Husnul: terimakasih sayang. sebentar lagi saya ulang tahun lagi 🤭
total 1 replies
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
lega rasanya mendengar semua penjelasan Wulan 🤗🤗
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
huuuffttt 🤧🤧🤧
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
kasihan Afifa 🤧🤧
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
Semoga Afifa bisa dan kuat menjalaninya walaupun itu sangat berat 🤧🤧🤧
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
Semoga ada jalan terbaik untuk semuanya
🤗🤗🤗
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
Bagai disambar petir disiang bolong saat baca part ini 🤧🤧🤧
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
Pasti berat sekali Afifa menjalani ini semua
🤧🤧🤧
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
Apakah Talita anaknya Fauzi dengan Wulan
🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!