NovelToon NovelToon
Pembalasan Dendam Mantan Istri Ceo

Pembalasan Dendam Mantan Istri Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Finus Ina

Lima tahun lalu, Adeline Wijaya dijebak oleh adik tirinya sendiri hingga keguguran dan diusir oleh suaminya, Bramantara, dalam kondisi sekarat. Semua orang mengira Adeline telah tewas di dasar jurang.Lima tahun kemudian, ia kembali ke Kota Jakarta dengan identitas baru sebagai Elena Vance, seorang desainer perhiasan kelas dunia yang genius dan kejam. Tujuannya hanya satu: menghancurkan mereka yang telah merebut kebahagiaannya.Demi melancarkan aksinya, Elena mendekati Nicholas Syailendra, CEO tertinggi di balik konglomerat nomor satu sekaligus musuh bebuyutan mantan suaminya.

Nicholas menawarkan kesepakatan: "Jadilah istriku, dan aku akan memberikan dunia untukmu membalas dendam." Namun, Elena tidak tahu bahwa di balik pernikahan kontrak itu, ada rahasia masa lalu yang jauh lebih besar yang siap menguji hatinya sekali lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Finus Ina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 17

happy reading guys

BAB 17: Posesif Sang Penguasa Kota

Suasana Ballroom Ritz-Carlton Jakarta malam itu dipenuhi oleh kilau lampu kristal dan aroma parfum mahal dari kalangan konglomerat kelas atas.

Elena Vance melangkah anggun di antara kerumunan tamu, mengenakan gaun malam model slit dress berbahan satin merah marun yang mengekspos kaki jenjangnya setiap kali ia melangkah.

Malam ini, ia sengaja menghadiri pesta bisnis eksklusif ini sendirian karena Nicholas harus menyelesaikan rapat darurat pasca penangkapan Ardi siang tadi.

Tujuan Elena malam ini hanya satu: menemui Mr. Pierre, seorang kolega lama dari Prancis yang memegang kunci jaringan pasokan berlian mentah baru untuk menggantikan De Beers.

"Nona Elena Vance? Sungguh sebuah kebetulan yang sangat indah bisa bertemu dengan desainer tercantik di Asia di tempat seperti ini," sebuah suara bernada genit mendadak memotong langkah Elena.

Elena menghentikan langkahnya, menoleh perlahan dengan tatapan dinginnya yang khas.

Di hadapannya, berdiri Jonathan Utama—seorang pewaris muda dari Utama Group yang terkenal dengan reputasinya sebagai pria playboy yang kerap bergonta-ganti wanita di kalangan jetset.

Jonathan menatap Elena dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan pandangan mata yang dipenuhi gairah lapar yang menjijikkan.

"Tuan Jonathan, saya rasa saya sedang sibuk," jawab Elena datar, hendak melangkah pergi melewati pria itu.

Namun, Jonathan dengan cepat menggeser tubuhnya, menghadang jalur jalan Elena sembari mengacungkan segelas sampanye.

"Ayolah, Elena. Jangan sedingin itu. Pernikahan kontrakmu dengan Nicholas Syailendra itu... seluruh Jakarta juga tahu kalau itu cuma sandiwara bisnis demi takhta CEO-nya, kan?"

Jonathan melangkah maju satu tapak lagi, memangkas jarak di antara mereka hingga Elena bisa mencium bau alkohol yang pekat dari napas pria itu.

Dengan lancang, tangan kanan Jonathan bergerak naik, mencoba menyentuh bahu mulus Elena yang terbuka.

"Daripada menjadi boneka pajangan di rumah Nicholas yang kaku, bagaimana kalau malam ini kamu menghabiskan waktu bersamaku? Utama Group punya segalanya untuk memanjakan wanita sepertimu."

"Singkirkan tangan kotormu sebelum aku menghancurkan wajahmu dengan sepatu hak tinggiku, Tuan Utama,"

desis Elena, suaranya merendah penuh ancaman berbahaya, matanya berkilat memancarkan api kemarahan.

Ia hendak membalikkan tangan Jonathan, namun pria yang sudah setengah mabuk itu justru mencengkeram pergelangan tangan Elena dengan sangat erat.

"Jangan munafik, jalang murahan! Kamu—"

Bugh!

Satu hantaman pukulan mentah yang sangat keras mendarat tepat di rahang kanan Jonathan hingga terdengar bunyi retakan tulang yang mengerikan.

Tubuh pria playboy itu seketika terkapar kasar di atas lantai marmer, menyeret beberapa meja dekorasi hingga belasan gelas kristal pecah berkeping-keping.

Prang!

Seluruh ballroom yang riuh mendadak sunyi senyap seketika.

Ratusan pasang mata tamu undangan terbelalak horor menatap sosok pria tegap yang baru saja melayangkan pukulan maut tersebut.

Nicholas Syailendra berdiri tegap di samping Elena dengan dada yang naik turun karena deru napas yang memburu penuh amarah yang meledak-ledak.

Setelan jas hitam mahalnya tampak sedikit berantakan.

Sepasang mata elangnya yang biasanya sedingin es, kini menyala merah laksana kobaran api neraka—memancarkan aura membunuh yang sangat pekat dan pekat, sanggup membekukan atmosfer seluruh ruangan.

Nicholas yang menyelesaikan rapatnya lebih cepat ternyata langsung menyusul Elena karena rasa khawatir yang tidak bisa ia jelaskan sendiri.

"Nicholas... kamu..." Jonathan meringis kesakitan di atas lantai, memegangi rahangnya yang kini mengucurkan darah segar dengan wajah yang pucat pasi karena ketakutan.

Nicholas tidak memedulikan rintihan pria di bawahnya. Dengan gerakan yang sangat cepat dan posesif, ia langsung menarik tubuh ramping Elena masuk ke dalam dekapan dada bidangnya yang hangat dan kokoh.

Lengan kekar Nicholas mengunci pinggang Elena begitu erat, seolah ingin meremukkan tubuh wanita itu agar menyatu dengan dirinya di depan publik.

"Yan, hubungi komite hukum Utama Group. Sampaikan pada ayah Jonathan, mulai malam ini Syailendra Group resmi mengobarkan perang bisnis terbuka dengan mereka," suara berat Nicholas berdesis rendah namun bergaung kejam di dalam ruangan yang sunyi.

"Dan pastikan pria menjijikkan ini mendekam di sel penjara atas tuduhan pelecehan terhadap istri saya."

"Nicholas! Ini cuma kesalahpahaman! Ampun!"

jerit Jonathan ketakutan saat dua pengawal pribadi berbadan besar dari Syailendra Group langsung maju dan menyeret tubuhnya keluar dari ballroom laksana menyeret tumpukan sampah yang membusuk.

Nicholas tidak memedulikan pandangan takjub bercampur ngeri dari ratusan tamu undangan kelas atas di sekitarnya.

Tanpa melepaskan dekapannya pada pinggang Elena, ia menundukkan kepalanya, menatap langsung ke dalam manik mata indah wanita di pelukannya.

Sifat posesif dan kegilaan kepemilikan yang selama satu bulan ini ia kunci rapat di balik draf kertas emas mereka, kini pecah total tanpa sisa.

Nicholas meremas pelat pinggang Elena, suaranya merendah hingga hanya bisa didengar oleh mereka berdua.

"Sudah kubilang jangan pernah menghadiri pesta tanpa aku di sampingmu, Elena. Melihat pria lain menyentuh kulitmu... rasanya sanggup membuatku ingin membakar seluruh kota ini."

Elena tertegun, mendongak menatap ketegasan dan kilat kecemburuan yang begitu nyata di sepasang mata elang Nicholas.

Jantungnya berdegup kencang secara tidak teratur, mengirimkan sengatan listrik aneh yang membuat seluruh urat saraf tubuhnya melemas.

"Sandiwara yang sangat totalitas, Tuan Nicholas," bisik Elena dengan suara yang sedikit bergetar, mencoba menyembunyikan rasa debaran aneh yang mendadak meletup di dalam hatinya.

"Kamu membuat semua orang percaya kalau kamu benar-benar cemburu karena mencintaiku."

Nicholas tidak membalas kalimat sinis Elena dengan kata-kata.

Ia justru tersenyum miring—sebuah senyuman kejam namun penuh pesona maskulin yang luar biasa memikat.

Pria itu menundukkan kepalanya lebih dalam, lalu mengecup bibir merah merona Elena dalam sebuah kecupan yang singkat namun sangat menuntut dan posesif di depan kilatan kamera media yang mendadak menyala liar.

Cup.

"Ini bukan lagi sekadar sandiwara di atas kertas emas, Elena," bisik Nicholas tepat di depan bibir Elena setelah melepaskan tautan mereka, tatapan matanya mengunci manik mata Elena dengan penuh tirani cinta yang mutlak.

"Kamu adalah milikku. Dan tidak akan ada satu pun manusia di dunia ini yang boleh menyentuh apa yang sudah menjadi hak milik seorang Nicholas Syailendra."

Nicholas menggandeng erat telapak tangan Elena yang mungil ke dalam genggaman tangannya yang besar dan hangat, membimbingnya berjalan keluar meninggalkan ballroom menembus badai jepretan kamera wartawan.

Aliansi maut mereka kini telah resmi bergeser, mengikis batas kontrak pernikahan palsu menjadi sebuah ikatan posesif yang nyata, siap untuk menggulung habis siapa saja yang berani mengusik ketenangan Nyonya Muda Syailendra yang baru.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!