Bagaimana jadinya jika kalian baru saja lulus SMA dan ingin melanjutkan kuliah, Namun dengan syarat menikah dengan lelaki pilihan orang tuanya, itu lah yang di alami oleh Lavanya.
Lavanya harus menikah dengan laki- laki yang tidak ia kenal dan juga tidak pernah ia temui sama sekali dan ternyata laki- laki tersebut adalah seorang presiden mahasiswa di kampus yang akan menjadi kampus Lavanya.
bagaimana kisah Lavanya selanjutnya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Kusumaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
2. SEMARANG
Keesokan harinya Lavanya dan juga Sambara serta kedua keluarga pergi ke salah satu tempat wisata yang berada di semarang.
Sedari tadi orang tua Sambara memperhatikan anak dan menantunya yang sama sekali tidak ada berinteraksi sama sekali, Menantunya sibuk dengan cucunya dan juga adik Lavanya, sedangkan anak keduanya tersebut sibuk dengan ponselnya
" Bar... mama liatin dari tadi kamu sibuk banget sama ponsel kamu, istrinya di anggurin " tegur Mama Zoya menujuk ke arah Lavanya yang sedang bermain dengan Olivia anak Freya Kakak Sambara .
Kakak Sambara sudah menikah dan memiliki satu anak otw dua, yahh karena Freya sedang hamil empat bulan dan Olivia kini berusia lima tahun.
" Oliv turun dong, kasian aunty vanya gendong kamu,kamu itu berat" ujar Freya yang sedang duduk di kursi roda dan di dorong oleh suaminya.
" Oliv belat tidak aunty ?" tanya Oliv pada Lavanya.
" Enggak kok , oliv ringan" Jawab Vanya bohong, karena jujur berat pada oliv hampir setengah berat badannya.
" Sini sama uncle kiran saja oliv" ujar Kiran yang sedari tadi memperhatikan Kakak iparnya yang keberatan menggendong keponakannya.
" ndak mau... oliv mau cama onty nyanya dan onty luna" jawab Olivia.
" Gapapa kok kak, oliv biar sama kita saja" jawab Lavanya.
Sedangkan di tempat Sambara, ia memperhatikan interaksi sang istri dengan keluarganya terlebih dengan keponakannya,.
" lihat, keponakan mu yang susah dekat dengan orang kini gampang sekali nempel dengan istri, pertanda istri mu itu penyayang dan tulus , yang terpenting setara dengan kita" Bisik Mama zoya pada anak keduanya tersebut.
Sambara melirik ke arah sang mama yang berada tepat di sampingnya ," kenapa sih mama selalu lihat orang dari kekayaannya?" tanya Sambara, namun belum mendapatkan jawaban ia sudah pergi begitu saja meninggalkan mamanya.
Sedangkan Kiran Asiyk menatap Lavanya yang tampak akrab dengan Olivia yang di kenal sulit dekat dengan orang baru.
Namun tidak berlaku pada Vanya dan juga Aruna, yang tampak sekali mudah dekat dengan Oliv bahkan saat baru bertemu ,Vanya memiliki daya tarik sendiri baginya.
...***************...
Setelah puas bermain mereka lanjut makan bersama, Sambara dan Lavanya duduk bersebelahan namun rasanya tembok di antara keduanya tampak sekali begitu tinggi, tidak ada percakapan atau pun saling melirik.
" Van ambilkan suami makan dulu " pinta Bunda Paramita.
Baru ingin protes Lavanya sudah di beri tatapan tajam oleh bundanya, jujur ia masih bingung harus bersikap bagaimana dengan orang yang kini sedang duduk di sebelahnya yang tak lain adalah suaminya.
" Sambara juga bisa ngambil sendiri kok jeng, enggak perlu minta Vanya ambilkan" ucap Mama Zoya.
" Gapapa jeng, itu sudah ke wajibnya Vanya untuk melayani suaminya" jawab Bunda Paramita.
Lavanya mulai berdiri dan mengambil alih piring kosong di depan suaminya yang kini sedang sibuk bermain ponselnya.
" Mau pakai apa?" tanya Lavanya ketus.
" Vanya masak sama suaminya ketus sih " tegur Ayah Vanya.
" Iya Yah maaf, Kak Bara mau makan apa?" tanya Vanya kembali dengan nada sedikit ramah.
" Apa saja" jawab Sambara.
" Bar" tegur Mama Zoya namun tak di gubris oleh Sambara.
Lavanya kemudian menaru beberapa lauk ke piring sang suami, lalu ia kembali duduk dan mengambil untuk dirinya.
Sambara sekilas melihat sang istri dengan rambutnya kini sudah di cepol memperlihatkan leher jenjang sang istri.
" Sumpah mulus banget" batin Sambara.
" ckk Apasih Bar, loe udah punya Aurora, loe enggak boleh jatuh cinta sama cewek ini" imbuh Sambara.
Sedangkan Lavanya lebih memilih menikmati makannya sambil bercanda dengan Olivia dan juga Freya tanpa memedulikan sang suami.
...****************...
Malam harinya Sambara menginap di kediaman mertuanya, besok pagi mereka akan kembali ke jakarta, karena Sambara memiliki banyak agenda sebelum penerimaan mahasiswa baru di kampusnya.
Sedangkan Lavanya masih ingin menetap di semarang, namun hal itu mustahil bagi Lavanya karena kedua orang tuanya meminta agar dirinya mendampingi sang suami.
Di Kamar Lavanya dengan nuansa pink, Sambara menatap layar tab nya dan duduk di kursi pojok yang berada di kamar sang istri.
kringkkkk.....
kringk.......
Dering ponsel Sambara berbunyi, bertepatan dengan Lavnya yang baru saja keluar dari kamar mandi, setelah membersihkan badannya.
Sambara kemudian keluar ke balkon dan mengangkat telfonnya di balkon, Lavanya yang masa bodoh,ia memilih mengeringkan rambutnya dan ingin packing untuk besok.
Sedangkan di balkon Sambara mendapatkan telfon dari Aurora yang terus menanyakan dirinya.
" Sayang, aku lagi traktir teman aku, tapi uang aku kurang,terus kamu tau gak tas yang ku mau dan aku pernah tujukin ke kamu, udah keluar sayang, beliin aku dong" Suara dari sebrang membuat Sambara yang sepertinya bucin hanya tersenyum.
Aurora memang tidak menuntut Sambara untuk bertemu dan meluangkan waktu banyak untuk dirinya, Namun yang sebagai gantinya Aurora selalu meminta barang branded keluaran terbaru.
Tampak sekali jika Aurora memanfaatkan Sambara, Namun Sambara sendiri yang terlalu sibuk dan terlalu cinta, menjadi buta akan hal itu dan tutup mata dan telinganya.
" Iya sayang ak transfer ke rekening kamu ya..." jawab Sambara lembut.
" Kamu masih lama di semarang? ada acara apasih?" tanya Aurora yang terlihat basa basi
" Besok aku udah balik sayang, emmm Ada acara keluarga " jawab Sambara berdusta.
" Ya sudah kalau begitu aku ke teman- temen dulu ya... good night sayang" sahut Aurora.
" Night sayang, have fun" balas Sambara kemudian panggilan di matikan.
Sambara kembali ke kamar Lavanya ia melihat Sang istri yang sedang mengeringkan rambutnya yang sudah setengah kering.
Leher jenjang Lavanya membuat Sambara menelan ludahnya, entah mengapa hasratnya meminta agar di penuhi, namun ia juga tidak mungkin melakukan itu.
" Shittt dia beneran goda gue" pekik Sambara dalam hatinya ketika melihat Kaki Lavanya di turunkan dan ia hanya mengenakan celana pendek di atas Paha, yang membuat Kaki mulus dan bersih itu terlihat jelas oleh Sambara.
Dan yang membuat Sambara tersiksa dimana sofa yang di duduki sambara dan meja rias jaraknya tidak begitu jauh, yang membuat Sambara mencium Wangi tubuh sang istri yang begitu harum dan yang pasti ia suka dengan bau itu.
" Kak, Kakak tidur di kasur saja ,biar aku tidur di sofa itu" Ujar Lavanya yang menujuk sofa yang ada di depan kasurnya.
Kamar Lavanya memang luas, namun ia tidak memiliki wardrobe khusus untuk menyimpan baju dan segala koleksi tas nya.
" hmm" jawaban singkat dari Sambara.
Lavanya kemudian beralih ke sofa dan menyalakan tv,menonton drama kesukaannya hingga tertidur.
Sambara yang juga baru selesai mengerjakan tugasnya ia kemudian beralih ke meja depan sang istri untuk mengambil remote dan mematikan Tv.
Namun Sambara gagal fokus karena ternyata istrinya begitu cantik walau pun tertidur dengan gaya anehnya.
" cuppp"