NovelToon NovelToon
BALAS DENDAM ISTRI YANG TERSAKITI

BALAS DENDAM ISTRI YANG TERSAKITI

Status: sedang berlangsung
Genre:Janda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Fantasi Wanita
Popularitas:23.4k
Nilai: 5
Nama Author: Kinly Secret

"Aku tampan dan memiliki banyak harta. Semua wanita akan sangat tertarik pada pria seperti ku. Sebaiknya kamu jangan terlalu curiga dan mengekang ku Adara. Cukup jadi wanita penurut dan tak banyak menuntut!" Ucap Arkan dengan penuh kesombongan. Ia yang tak terima dengan pertanyaan dari sang istri yang meminta kejelasan hubungannya bersama sang sekretaris sekaligus sepupu yang dulu merupakan mantan kekasihnya,mencoba berdalih agar wanita itu diam dan tak lagi bertanya. Namun satu hal yang tak ia sadari,bahwa perkataan nya itu justru menjadi sebuah motivasi bagi Adara untuk kembali bangkit menjadi wanita yang cerdas serta kembali terjun ke dunia bisnis. Adara diam-diam menyusun rencana untuk membalas dendam pada Arkan sang suami yang selama ini selalu mempermainkannya.

Karya ini sangat menarik,bagi readers yang menginginkan hiburan yang tak membosankan,silahkan simak cerita ini hingga selesai. Terima kasih and happy reading 🤗🌹

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kinly Secret, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2 Kebohongan Arkan

   Pagi-pagi sekali Arkan sudah berpenampilan rapi. Terlihat bahwa pria itu berpakaian santai bukan menggunakan jas kerja seperti biasanya. Arkan menjabat sebagai seorang manager di sebuah perusahaan yang cukup terkenal di kota mereka. Biasanya sangat jarang untuk bolos kerja.Hal ini membuat Adara sang istri yang sedang menyiapkan sarapan merasa heran dan langsung bertanya pada suaminya.

   "Mas nggak kerja hari ini ?"

   "Ah,iya sayang. Mas lupa bilang sama kamu semalam,soalnya kamu udah nyenyak duluan tidurnya. Jadi....hari ini Mas diminta sama ayah dan ibu buat jemput kely." Jawab Arkan dengan santai sambil menarik piring yang sudah ada nasi dan lauknya.

   "Oh,harus Mas ya ? Kenapa bukan Pak Tomi saja yang jemput ?" Tanya Adara masih dengan sikap tenang meskipun sebenarnya ia ingin marah karena untuk pertama kalinya sang suami melakukan sesuatu tanpa memberitahunya terlebih dulu. Pak Tomi adalah sopir pribadi kedua mertuanya. Jadi,untuk hal seperti ini tak seharusnya dilakukan oleh sang suami.

   "Katanya Pak Tomi sedang pulang kampung sayang. Makanya Mas dimintain tolong." Arkan begitu lancar mengucapkan setiap kata-katanya,seolah-olah sudah menyediakan alasan dari jauh-jauh hari.

   "Oh,baiklah Mas." Suara Adara terdengar pelan dan wanita itu mulai sibuk menikmati sarapannya.

   "Kenapa sayang ? Kamu takut aku macam-macam ?" Arkan tersenyum jahil pada sang istri. Mencoba mencairkan suasana yang sebenarnya mulai terasa tegang. Ia sadar bahwa mulai melakukan sesuatu hal tanpa memberitahu istrinya. Namun egonya sebagai seorang pria menekannya bahwa apa yang sedang ia lakukan adalah hal kecil yang tak begitu berpengaruh.

   "Lagi pula,Ayah dan ibu ikut kok. Jadi kamu nggak usah kuatir oke ?"

   "Iya Mas. Hati-hati di jalan. Satu pesan ku,jangan pernah mencobai setan. Kamu nggak akan kuat." Setelah mengucapkan kalimat menyindir bercampur sebuah peringatan keras pada sang suami,Adara segera meletakkan sendok. Perutnya tiba-tiba saja terasa kenyang. Dan hal ini tak luput dari pandangan Arkan.

   "Kamu itu kenapa sih ? Kayak nggak suka .Aku nggak ada hubungan lagi bersama kely." Ucap Arkan dengan nada marah. Dan Adara langsung merasa suaminya telah berubah. menyudutkannya tanpa ingin mengerti perasaannya sebagai istri.

   Tak ingin diam dengan perkataan suaminya yang mulai terdengar kasar,Adara pun langsung membalas.

   "Sekarang aku tanya kamu Mas. Apa kamu akan biasa saja dan tak marah ketika tanpa memberitahu mu aku menjemput Dustin mantan kekasih yang juga sepupu aku ?" Kalimat Adara sontak membuat Arkan terdiam. Akan tetapi pria itu tetap saja tak ingin mengakui kesalahannya dan tak meminta maaf.

   "Ah,sudahlah. Masalah menjemput saja di buat ribet sama kamu. Lagi pula aku nggak selingkuh. Terserah kamu. Aku berangkat dulu." Tanpa mengucap salam,Arkan langsung berjalan meninggalkan sang istri.

   Adara menghembuskan nafas kasar. Mencoba menetralkan rasa sesak di dada. Untuk pertama kalinya pria yang dicintainya sepenuh hati selama beberapa tahun ini tega dan berani melukai perasaannya. Dulu, Arkan tak pernah berbicara dengan nada tinggi apalagi langsung meninggalkannya begitu saja setelah terjadi pertengkaran. Pria itu biasanya akan langsung menenangkannya dan membahas akar pokok penyebab pertengkaran hingga keduanya kembali berdamai. Suaminya itu tak akan pernah tenang bekerja jika keduanya sedang bertengkar. Dan kini,semuanya telah berubah. Entah ke mana kebiasaan yang dulu selalu membuat Adara merasa nyaman,hingga membuatnya luput dari tekanan batin.

   Adara benar-benar sadar bahwa suaminya perlahan-lahan mulai berubah. Dirinya harus segera menyiapkan mental demi menghadapi kemungkinan yang lebih buruk dari ini.

   "Baiklah Mas,jika dirimu tak mampu mengendalikan diri dan berpikir jernih,maka aku akan menghadapi perubahan mu. Dan jangan pernah salahkan aku jika harus berubah mengikuti mu." Gumam Adara sambil melangkahkan kaki menuju kamar. Tujuannya saat ini adalah kembali menekuni hobinya yang sebentar lagi akan menghasilkan banyak uang. Hobi yang sangat menguntungkan dan tak pernah diketahui oleh sang suami dan keluarganya. Hanya dirinya seorang.

   Kini tinggallah Adara sendirian di kamar. Berkutat dengan laptop hingga lupa dengan masalah yang kini membuatnya sakit hati. Beruntung Arkan sang suami menyewa satu ART paruh baya bernama Bibi Ani untuk membantu Adara,serta dua orang tukang kebun dan penata halaman. Hal ini semakin mempermudah Adara untuk fokus melakukan apa yang ia inginkan hingga tak perlu repot-repot memikirkan pekerjaan rumah tangga. Ia hanya perlu menyiapkan makanan bagi Arkan,melaksanakan kewajibannya sebagai seorang istri.

   Saat sedang serius dan tenggelam dalam pikirannya, tiba-tiba handpone Adara berbunyi,menyebabkan pekerjaan wanita itu sedikit terganggu. Dengan segera ia meraih benda pipih tersebut dan mengernyitkan dahi saat melihat siapa yang kini menghubunginya.

Mama mertua. Itulah nama kontak si pemanggil yang kini tertera di layar handpone Adara. Entah ada apa sebenarnya sang mertua menghubunginya. Apalagi Adara sangat tahu jika wanita itu hanya akan membicarakan sesuatu yang penting setiap kali menghubunginya. Hubungan keduanya tak begitu dekat apalagi akrab seperti mertua dan menantu di luaran sana,yang sangat kompak.

Tak ingin merasa penasaran terlalu lama,Adara segera mengangkat telfon.

"Adara! Mana Arkan ? Jam segini kok belum datang ? Apa kamu sengaja menahan anak ku ?" Suara keras dengan nada menuduh langsung terdengar dari seberang. Adara hanya bisa menarik nafas pelan agar emosinya tak ikut terpancing. Bagaimana pun ia tak ingin mencari masalah dengan ibu mertuanya. Bu Ratih nama nya. Wanita sosialita yang tak sedikit pun ingin tersaingi.

"Mas Arkan sudah berangkat Bu. Mungkin setengah jam yang lalu." Jawab Adara.

"Oh,syukurlah. Aku pikir Arkan masih di rumah." Jawab Ratih tanpa merasa bersalah meskipun telah menuduh sang menantu.

"Iya Bu. Ayah sama ibu bukannya ikut Mas Arkan ?" Adara yang tiba-tiba teringat akan perkataan sang suami spontan bertanya.

"Nggak! Kenapa ?" Jawab Ratih dengan nada ketus.

"Nggak kenapa-napa Bu. Aku hanya bertanya saja." Balas Adara dengan nada lembut.

"Ya sudah. kalau memang Arkan sudah berangkat bagus. Ibu mau siap-siap dulu. Tut!" Tanpa menunggu jawaban sang menantu,Ratih langsung memutuskan sambungan telpon.

Adara saat ini tak perduli tentang jawaban ketus dari sang mertua. Pikirannya saat ini justru terganggu akan suaminya yang kini mulai berbohong. Mengatakan bahwa akan pergi bersama kedua orang tuanya,ternyata pria yang dicintainya itu berangkat sendiri untuk menjemput sang mantan kekasih sekaligus sepupunya.

"sikap mu mulai berubah Mas. Dan kini kamu mulai berbohong. Baiklah,aku akan mengimbangi mu serta berpura-pura bodoh Mas. Tapi apa yang telah kamu lakukan pada ku,akan ku perhitungkan. Rasa sakit yang ku alami saat ini,akan aku balas." Gumam Adara dalam hati dengan tatapan tajam penuh dendam.

1
Sunaryati
Menyesal pun tidak ada gunanya lagi, Arkan.
Kok lama tidak up Thoor, jangan berhenti, sayang ceritanya bagus, jika diputus di tengah jalan
Sunaryati
Semoga Devan dan Acara berjodoh
Nurlela Nurlela
pulang?
mrk tinggal serumah Kan?
kinly secret: maksud ku,kembali ke kamar 😁
total 1 replies
Nurlela Nurlela
relai >>> lerai
kinly secret: oke say
total 1 replies
Nurlela Nurlela
melemparkan tersenyum >>> melemparkan senyum
kinly secret: oke say ...
total 1 replies
Sunaryati
Besan ikut anak yang masih menumpang di rumah mertua, akan timbul banyak masalah, apalagi orang seperti Bu Ratih dia tidak akan rela hasil kerja putranya dinikmati orang lain, dulu sama Adara gaji Arkan dia yang memegang
Sunaryati
Namun ekspetasi kamu tak akan jadi kenyataan, dengan kedatangan ibumu, malah memperburuk keadaan.
S
bagus
Sunaryati
Semangat Adara, emak berharap segera lihat kehancuran Arkan, Kelly dan mantan ibu mertuamu. Bagaimana kabar ayah mertuamu ya. 💪💪💪 upnya Thoot jangan terlalu lama, entar lupa alurnya
kinly secret: siap Say ... mksih atas suportnya 😇
total 1 replies
S
heran aja ama kelly lakinya orang itu selain pas pasan juga pelit di belain sampe menghilangkan 2 nyawa meski smua gagal tp.yg di tuju(obsesinya) g sebanding lah dg usaha yg cukup rumit dan beresiko besar🤭
kinly secret: makasih sudah mampir .... semoga selalu suka dengan karya ini 😇
total 1 replies
S
suka devan dan jodi yg peka dg keselamatan Andara
Sunaryati
Ya namanya menginginkan sesuatu ya berusaha walau dengan sikap manipulatif, setelah keinginan tercapai ya kembali ke aslinya Nyonya
S
sifat arkan ternyata turunan dr mamanya .suka meremehkan orang dan menilai sesuatu dr materi
S
smoga papa Andre baik baik sj dan buat menyesal anak dan ibu yg tolol itu.kurang ajar banget anaknya klo di nasehati kayak nantang gitu
S
wanita yg cerdas ada berubahan dg suami dia langsung peka dan bersikap tenang.bertindak dan berencana.Smuanya jelas dia tahu akan ke mana akhirnya hubungan ini yg ia rasa sdh mulai retak.
S
wanita pintarr g usah lemah ngadepin laki sialan spt iru.hancur klo gak tegas dan kuat.
𝑸𝒖𝒊𝒏𝒂
baru nyadar mpok smua itu hy kamuflase & sekrg kelihatan asli'y
𝑸𝒖𝒊𝒏𝒂
syokorrr makan tuh bangga²in😏
Sunaryati
Syukurin kamu kan yang terobsesi menjadi istri sampai melakukan hal licik untuk menyingkirkan Adara, sejak menikah hanya pertengkaran yang kalian dan kau tidak akan disentuh, sudah bukan gadis to🤭
Sunaryati
Berarti salah satu dari kalian harus siap keluar dari pekerjaan karena secara tidak sengaja dibongkar sendiri, asyiik ini yang emak tunggu, pengkhianat mendapatkan karmanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!