Bagaimana tiba tiba nama mereka tidak terdaftar di asrama ?
Sebuah kampus memiliki asrama . Setiap Maba . Sebagai anak Rantau wajib tinggal Asrama
Tetapi harus mendaftar lebih dulu . Karena setiap kamar sudah di perhitungkan
" Atas nama Zero Alfa Pratama "
" Saya atas nama Soraya Arawinda "
Keduanya saling tatapan satu sama lain ketika nama yang di sebutkan tidak ada di daftar tempat tinggal asrama
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dineefff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Satu Apartemen
2 minggu sudah Soraya tinggal di hotel yang sama . Terakhir ia ketemu Zero di kampus . Pria itu sudah pindah ke kostan teman nya
Dan masih sampai saat ini mencari kost kostan . Bisa di katakan Soraya seorang wanita yang high class tapi ia tidak mau mencari kost kostan yang sangat murah
Bahkan dalam 2 minggu ini sudah habis 3 juta untuk urusan penginapan selama di hotel ini
Ia merasa sangat boros sekali . Tapi Soraya malas untuk pindah hotel karena barang barang nya
Siang ini Soraya ada mata kuliah . Sampai saat ini juga ia mencari saran dari teman teman nya kostan kosong
Beberapa jam kemudian saat Soraya selesai kelas . Di depan kelas nya sudah ada Zero
" Mbak... saya ada saran kost kostan bagus . Em gimana kalo kita ke kantin dulu . Minum sekalian ngebahas "
" Yaudah boleh . Sekarang gak mikirin tempat kostan nya bagus atau engak deh . Udah habis banget ini uang nya buat sewa hotel " kata Soraya
Di kantin Soraya juga memesan makanan dan minuman. Zero mulai membahasnya
" Jadi semacam apartemen . Ada 4 kamar. Perantara nya itu sewa satu kamar gitu . Semacam ngekost tapi perkamar. Paham gak sih maksudnya? " Tanya Zero
" Paham kok . Yaudah kita langsung kesana aja . Sekarang. Eh habis makan maksudnya " kata Soraya tidak sabar
" Okey . Saya hubungi dulu kakak tingkat kita . Dia juga tinggal disana " Jawab Zero
Sehabis makan , Mereka segera pergi ke apartemen . Jujur sedikit agak takut . Ia takut di apa apain oleh Zero
Bisa saja kan ? Mereka baru kenal beberapa hari yang lalu . Ada kemungkinan niat jahat
Soraya di belakang itu sudah menekan nomor kantor polisi , jika apa yang ua pikirkan kenyataan . Soraya langsung menghubungi nya
Mereka sampai di lantai 5 . Zero menghubungi teman nya kemudian salah satu teman nya itu menemui mereka di depan lift
" Kenalin . Ini Soraya . Yang mau ngekost juga . Katanya ada 4 kamar terus mau di sewa satu satu kamar ya ? " Tanya Zero kepada kakak tingkat
" Iya . Biasanya apartemen disini begitu . Jadi dalam satu unit ada 2 atau 3 . Paling banyak sih 4 . Tapi coba deh yang 4 dulu . Kemaren dua kosong kamar nya " kata Alex kakak tingkat mereka
Beberapa menit . Alex menghubungi seseorang dan mereka bertemu dengan perantara unit yang di sewa
Alex yang bicara kepada perantara itu mengenai kamar . Setelah di cek jadwal kamar nya
" Zer ... ada satu unit tapi kamar nya cuma dua . Gimana ? Kalian berdua gapapa ? " Tanya Alex
Zero menatap soraya . Dirinya tidak masak . Cuma Soraya bagaimana ?
Soraya terdiam . Apakah dia harus menerima nya ? Masalah nya satu unit berdua . Gimana kalo nanti ada apa apa dan menimbulkan fitnah
" Berapa Bang ? " Tanya Zero
Alex membisiki Zero untuk harga perbulan nya . Dan sang cocok bagi Zero
Melihat Soraya tidak menjawab . Ia meminta Alex untuk melihat unit nya lebih dulu . Cuma unit yang akan menjadi tinggal mereka di lantai atas . Lantai 10
Mereka berempat pun menuju lantai 10 . Dan untuk unit sendiri sangat cowok untuk Zero apalagi ada balkon dan sudah lengkap fasilitas nya
" Gimana Zer ? Kalo mau deal. Soalnya masih banyak lagi yang mau ambil " Tanya Alex
Zero menatap Soraya . Kebetulan wanita itu keluar balkon. Ada baiknya Zero mendekati Soraya menanyakan nya
" Gimana Mbak ? Harganya aman kan . Apalagi ada fasilitasnya " kata Zero
" Masalahnya kita berdua doang . Nanti Gimana kalo orang lain tahu "
Zero menghela nafas . Kenapa mikir kesana ? Dirinya juga tidak berniat aneh aneh kepada Soraya
" Mau cari yang lain lagi ? Gapapa kita cancel aja " kata Zero
" Tunggu sebentar . Kasih aku waktu buat berfikir " jawabnya
Zero menganggukan kepalanya. Ia juga menanyakan tentang listrik dan air untuk sehari hari sambil menunggu keputusan Soraya
Beberapa jam kemudian akhirnya soraya mengirim pesan kepada Zero untuk menawarkan harganya lebih rendah lagi
Zero menawarkan harganya lagi . Sebulan mereka berdua 1 juta . Apalagi mereka tinggal berdua dan cukup bebas mau masak atau melakukan sesuatu
Pada akhirnya Soraya tidak ada pilihan lain . Ia setuju dengan apartemen ini . Uang nya sudah mau habis untuk menyewa kamar hotel . Lebih baik ia buru buru mengambil unit ini
Unit ini atas nama Zero . Karena suatu saat nanti Zero yang akan bertanggung jawab . Kemudian sore ini juga mereka akan langsung pindah kesini
" Besok aku kesini nya . Kamu mau pindahan sekarang . Pindah aja " kata Zero
" Okey. Mana kuncinya " pinta Soraya
Kunci unit nya sudah ada di tangan Soraya . Sebelum mereka pulang . Soraya memberi syarat dan batasan kepada Zero Selama mereka tinggal berdua di apartemen
" Oke, Setuju ! " Kata Zero pada akhirnya
Lagi pula mereka juga tidak terlalu akrab , berhubung butuh kost kostan aja mereka jadi dekat seperti ini
" Ayo saya antar ke hotel , habis itu saya berangkat ke kampus lagi " ajak Zero
Soraya menolak karena Zero terlalu baik . Takut nya merepotkan . Tapi Zero tetap menawarkan . Karena bagaimanapun kampus dan juga hotel Soraya satu arah
" Pakai helm nya . Takut ada polisi di depan " ucap Zero lagi
Beberapa menit kemudian tiba di hotel tempat soraya tinggal
" Nanti naik taksi online aja buat bawa barang barang ke apartemen " ucap Zero
" Iya lah . Masa pakai becak . Barang sebanyak itu . Btw . Makasih ya mas "
" Sama sama .... yaudah ... saya duluan ya" jawab Zero mengakhiri
Ia tidak mau lama lama . Karena sebentar lagi kelas siang nya akan segera di mulai . Soraya menghela nafas setelah sampai di kamar hotel nya
" yang bikin malas pindahan , ya begini ! Packing barang ! Ada sih jasa packing barang keliling gitu ? Hmmm.... ya tuhan ... mana pada kotor semua . Pisahin dulu deh yang buat ke laundry sama buat ganti " gumam nya
Butuh waktu berjam jam untuk packing semua barang pindah ke apartemen baru
Di apartemen ada 2 kamar . Soraya memilih kamar yang ada jendela nya supaya ia bisa menenangkan diri ketika stres dengan kehidupan yang penuh tipu tipu ini
Keesokan harinya ternyata pagi pagi sekali. Zero datang mengetuk pintu . Mana Pas banget Soraya lagi masak buat sarapan
" Em ... Mas disana ya . Aku gak jadi disana karena engak ada jendela "
" Ya gapapa " jawab nya santai
Zero meletakkan barang barang di kamar nya . Setelah itu ia keluar kamar
" Kamu mau nitip keluar gak ? Aku mau beli sarapan "
Soraya membalikan tubuhnya ia menggeleng kepalanya
" Aku masih ada nasi goreng sisa . Cukup dua porsi. Gimana kalo makan nasi goreng aja ? Mubazir kalo di buang "
Zero menatap tak enak . Apakah ia harus menerima nya ? Tapi bener juga sih . Nasi goreng nya takut mubazir kalo tidak di makan
" Yaudah boleh. Nanti aku ambil sendiri. Sebelumnya makasih ya mbak " kata Zero
Soraya mengambil minum di kulkas lalu ia masuk kedalam kamar . Entah perasaan nya sekarang ini . Soraya merasa tidak enak ketika berhadapan dengan Zero dalam keadaan seperti ini
" Agak ngeri ya tinggal sama cowok apalagi baru kenal " batin nya
-
Alex