"Saya akan berikan kamu satu milyar, jika kamu bisa melahirkan anak laki-laki untuk saya!"
Demi kesembuhan sang ibu, malam itu Aluna mengambil keputusan yang begitu besar dalam hidupnya
Arjuna Bimantara, pengusaha ternama yang ingin mencari seorang wanita untuk melahirkan penerus bagi Bimantara sebab istrinya yang super model menolak memberikan anak
Akankah kesepakatan Arjuna dan gadis muda itu menghadirkan cinta? Atau selamanya Aluna hanya akan menjadi istri rahasia pria bernama Arjuna?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ENAM
Keduanya saling melempar tatapan tajam, Aluna tidak gentar sedikitpun karena ia merasa dirinya tidak bersalah
"Kamu ingin tahu kenapa saya menikahi kamu?" Aluna tak menjawab
"Kamu pikir saya akan membiarkan anak saya lahir diluar pernikahan? Walaupun kamu tidak menjadi ibunya, dia tidak akan mendapat cap sebagai anak haram'
Arjuna kembali melihat kearah sang asisten "Bawa dia! Dan ingat ini nona! Jangan pernah sekalipun berpikir untuk menanyakan keputusan saya!"
"Mari Nona!" Sekali lagi Joseph memanggil istri dari majikannya itu
Aluna tidak lagi bertanya, ia masuk dan duduk dengan tenang di kursi penumpang
"Mau kemana dia?" Tanya Aluna
"Mengunjungi rumah utama, tuan harus berpamitan pada nyonya Zoya"
"Siapa nyonya Zoya?"
"Dia istri tuan Arjuna"
Aluna terkejut, apa lagi ini? Jika pria itu memiliki istri, lalu kenapa ia ada disini?
"Jika dia memang sudah memiliki istri? Lalu kenapa meminta saya untuk melahirkan anak? Kenapa tidak minta pada istrinya?"
Aluna sudah menangis, ia tidak pernah membayangkan akan menjadi seorang wanita yang merebut suami wanita lain
"Nyonya Zoya seorang model, mereka sudah menikah selama lima tahun, akan tetapi nyonya Zoya menolak untuk mengandung karena tidak ingin bentuk tubuhnya berubah karena hamil"
"Sialan!" Aluna mengumpat, ia merasa telah dibohongi saat ini
"Jika didepan tuan, nona sebaiknya tidak mengatakan itu, karena itu akan membahayakan nyawa nona sendiri"
Aluna tidak peduli, ia kesal karena tiba-tiba saja dirinya menjadi istri seseorang. Apa yang akan ia katakan pada ibunya jika dirinya akan menjadi seorang janda diusia yang masih sangat muda
Setibanya di rumah, gadis cantik itu belum juga bicara. Aluna bahkan mengabaikan semua orang yang menyambutnya
"Panggil nona saat makan malam! Sekarang biarkan dia sendiri!" Ujar Joseph pada pelayan
"Baik tuan"
Sementara itu dirumah besar keluarga Bimantara, Arjuna baru saja tiba dan sangat kebetulan istri cantiknya berada di kamar mereka
"Hay beib" Sapa Zoya, wanita cantik bertubuh indah itu mendekat lalu mengecup bibir tebal suaminya
"Kamu dari mana aja sih?"
"Kenapa kamu ada dirumah? Tumben" Arjuna mendekat kearah lemari lalu mengeluarkan beberapa pakaian yang ia masukkan kedalam koper
"Kamu mau kemana?" Tanya Zoya
"Saya ada pekerjaan penting, saya akan ke Malaysia selama satu Minggu" Ujar Arjuna tanpa menatap kearah sang istri
"Kok lama banget? Aku pasti kangen sama kamu"
Arjuna muak mendengar rengekan sang istri, pria itu menurunkan koper lalu melangkah keluar kamar
"Baby.." Zoya memeluk tubuh sang suami dari belakang
"Lepas Zoya! Saya mau mengejar penerbangan!"
"Aku itu kurang perhatian tau gak? Kamu terlalu sibuk sama pekerjaan kamu dan lupa kalau kamu punya istri!" Kesal wanita bertubuh tinggi itu
"Bahkan kamu tidak pernah menyentuh aku lagi!"
"Jika aku menyentuh kamu, apa kamu mau memberiku seorang putra?" Tanya Arjuna dengan tatapan tajam menusuk
Zoya melepas pelukannya, wanita cantik itu berdecak sambil menjauh dari tubuh suaminya
"Kita sudah membahas ini, aku tidak ingin bentuk tubuhku berubah, Arjuna"
"Kalau begitu berhenti merengek!" Arjuna berlalu sambil menyerukan nama pelayan rumah untuk membawakan kopernya
"Mau kemana kamu Arjuna!" Suara seorang pria terdengar membuat pria tinggi bertubuh tegap itu menghentikan langkahnya
Dia adalah tuan William Chandra, pengusaha ternama yang saat ini menduduki peringkat pertama didunia bisnis
Wajahnya kerap terpampang di majalah bisnis
"Saya memiliki pekerjaan penting selama satu Minggu, dan saya harus pergi sekarang"
"Kamu akan meninggalkan istri kamu?" Tanya tuan William
"Zoya memiliki pekerjaan, saya tidak ingin mengganggu"
"Arjuna" Tuan William mendekat, berdiri dihadapan semata wayangnya itu
"Papa hanya ingin kalian menjalani rumah tangga pada umumnya, Papa sudah tua dan sudah seharusnya papa melepas semuanya pada kamu"
"Lalu kenapa tidak anda berikan saja sekarang?" Arjuna muak melihat wajah pria lima puluh tahun ini
"Opa sudah mengatakan jika kamu akan mendapatkan setelah kamu mendapat seorang penerus"
"Zoya menolak untuk mengandung, jika papa ingin aku memiliki penerus maka izinkan aku menceraikan dia"
Tuan William melotot, bagaimana bisa putranya memiliki pikiran seperti ini
"Perceraian tidak akan pernah terjadi di keluarga Bimantara, Arjuna!" Tegasnya
"Karena hal itulah Mama sampai mati tertekan karena tidak bisa lepas dari laki-laki tukang selingkuh seperti anda"
Setelah mengatakan itu, Arjuna berlalu meninggalkan rumah
Bukan ia tidak bisa berpisah dari Zoya istrinya, ia hanya tidak ingin sang ayah menolak memberikan perusahaan padanya
Arjuna hanya bertahan agar perusahaan itu tidak dipindah namakan pada Zoya karena kasih sayang sang ayah
Perusahaan itu adalah milik ibu Arjuna, namun sebelum ia memiliki keturunan, tuan Ronald menolak memberikan perusahaan itu padanya dan membiarkannya dikelolah oleh sang menantu yaitu tuan William
Jika Arjuna memiliki anak laki-laki dari Aluna, maka ia bisa mengambil alih perusahaan milik sang ibu lalu membuang dua orang itu ke jalanan
Ya, Arjuna menyimpan dendam pada ayah serta istrinya. Dua orang itu adalah penyebab sang ibu meninggalkan dirinya untuk selamanya
Malam itu, Rose Bimantara memergoki suaminya berada dikamar pribadi mereka bersama seorang wanita muda dan itu adalah menantunya sendiri
Rose mengalami serangan jantung dan ia dinyatakan meninggal tanpa bisa mengungkapkan kebusukan suaminya pada semua keluarga
Arjuna mengepal kuat setir kemudi, mengingat bagaimana sang ibu memintanya untuk membalaskan dendam dan mengambil kembali apa yang menjadi miliknya sebelum Rose menghembuskan nafas terakhirnya
"Saya akan hancurkan kalian berdua! Itu janji saya"
Dua jam perjalanan barulah mobil mewah mengkilap itu tiba dirumah yanh didiami oleh calon ibu dari Putranya
Kedatangan Arjuna jelas membuat semua penghuni rumah terkejut, para pelayan berbaris menyambut kedatangan sang tuan besar
"Selamat datang tuan!" Sapa Joseph yang berdiri dihadapan atasannya itu
"Dimana dia?" Arjuna bertanya tentang keberadaan gadisnya
"Nona Aluna ada didalam kamar! Beliau tidak keluar sejak tadi"
Arjuna mengerutkan keningnya "Apa dia belum makan malam?"
"Nona belum makan sejak siang"
Mendengar itu tentu saja menyulut amarah Arjuna "Bagaimana bisa kalian tidak becus mengurus satu gadis kecil seperti dia!"
Suaranya menggema, tak ada yang berani untuk mengangkat kepalanya
"Bangunkan dia!"
"Nona mengunci pintunya"
"Kamu bahkan tidak bisa mengurus ini Joseph?" Suara Arjuna rendah dan itu menandakan kekecewaan "Dia itu akan melahirkan penerus keluarga Bimantara! Kamu tau betapa pentingnya itu bagi saya!"
Pria berdarah eropa itu menunduk, ia merasa bersalah karena telah membiarkan ini terjadi
"Bawakan saya kunci serepnya!" Kepala pelayan mengangguk
Arjuna melangkah dengan tegap menuju kamar gadis tawanan nya. Bisa-bisanya ada gadis yang melakukan ini padanya
Brak
Pintu dibuka dengan kasar, membuat seorang gadis yang tengah duduk diatas ranjang terkejut
"Tu-tuan"