Fina adalah gadis yang ceria dan mandiri. Dia anak ke 2 dari 4 bersaudara. Fina mendapatkan beasiswa ke sekolah elit ternama di ibukota yang mengharuskan dia pindah tempat dari kampung halamannya ke kota. Fina berasal dari keluarga yang sangat sederhana, saking sederhananya dia harus sekolah di pagi hari dan bekerja pada sore hari. Semua itu untuk memenuhi kebutuhan nya selama tinggal dikota, dan membantu biaya ibu dan adik-adiknya di kampung. Sementara kakak pertamanya bernama herman tinggal bersama fina 1 atap di kontrakan kecil, dia(herman) berkata akan menjaga fina selama di kota dan membantu meringankan biaya fina dengan bekerja juga. Padahal kakak fina kerjaannya mabuk-mabukan berjudi dan meminjam duit, yang nantinya tentu finalah yang harus membayar hutang-hutang kakak nya yang menyusahkan itu. Kehidupan fina yang sungguh jauh dari kata layak. Sampai dia bertemu dengan pangeran yang bisa menyelamatkan kehidupannya beserta keluarganya.Tapi, malang nasib Fina yang di jadikan jaminan bayaran hutang oleh kakaknya ke tuan muda yang tidak Fina ketahui asal usulnya. Bagaimana kisah kehidupan Fina dan cintanya tuan muda?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rizkianda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Awal pertemuan
Seperti biasa, Fina bangun dari jam 5 pagi untuk membereskan kekacuan yang ada dirumah dan menyiapkan sarapan pagi untuknya dan kakaknya yang masih tidur karena semalam kakaknya herman pulang sangat larut dan tentu saja sambil mabuk. Fina sangat bersemangat sekaligus berdebar saat hari pertama dia harus memasuki sekolah SMA bergengsi wijaya. Ada perasaan bangga haru campur aduk, karena dia bisa masuk ke sekolah elit ini walau lewat beasiswa. Dia tersenyum bangga melihat diri sendiri memakai pakaian sekolah elit itu.
"aku sangat beruntung bisa masuk ke sekolah elit dan bergengsi ini"Sambil berkaca merapihkan baju nya.
Di usap-usapnya dengan hati-hati pakaian mahal itu. bagaimana tidak, untuk bisa membeli pakaian itu orang-orang harus merogoh kocek yang tidak sedikit. Bisa untuk biaya dia makan 1bulan. Tapi, untung Fina mendapatkannya dengan gratis,karna bonus beasiswa yang dia dapat
*****
Sesampainya digerbang sekolah, Fina berdecak kagum dengan mulut terbuka dan muka yang melongo, melihat sekolahan elit itu. Gerbangnya yang berwarna emas tinggi dan megah, berukirkan ukiran yang indah.Matanya tidak berkedip saking kagumnya, sampai ada salah satu murid menyenggolnya hingga dia tersadar akan lamunannya.
"ma, maaf, maafkan saya," fina menundukan kepalanya tanda minta maaf.Orang itu hanya melengos sambil meruncingkan sisi mulutnya tanda jijik.
"Seharusnya orang tadi yang meminta maaf tapi kenapa malah saya," Gumamnya sambil masuk berlalu setelah murid tadi masuk.
"Teng, teng, teng,"Suara lonceng membahana keras di area sekolahan.Membuat Fina kaget terperanjak dari lamunannya melihat keindahan halaman sekolah nya."kepada murid baru harap berkumpul di aula gor basket begitu sebutan gor adalah tempat bermain basket para murid". Dari pengeras suara memperingati.
"Ah, suara lonceng berbunyi aku harus cepat-cepat berkumpul di aula."sampai dia berkeliling, tapi dia tidak menemukan sekumpulan anak, dan tidak tau harus jalan kemana. Sampai dia menemukan tukang bersih-bersih sekolah. Fina memberanikan diri untuk bertanya.
" maaf pak saya mau tanya dimana aula gor tempat para murid baru berkumpul yah?" tanya fina.
Kakek tua itu tersenyum dan memberi arahan kemana ia harus pergi.
10 menit sudah, tapi Fina tidak menemukan dimana aula gor itu.bukan maen bingungnya fina sampe dia ingin menangis tidak mendapati gor itu. Tiba-tiba ada yang berbisik di belakangnya.
"kenapa seorang murid masih berkeliaran di area sekolah?" tanya pria itu
Fina terperanjat kaget dan langsung memalingkan badan kearah yang sama ingin tau siapa yang berbicara.
"ah, oh itu, mohon maaf saya tidak tau dimana aula tempat para murid berkumpul di sekolah ini."
"hemm," balas pria itu sambil berfikir
Pria itu sungguh tampan, dengan matanya yang bersinar dengan kacamata bening. Badan yang tinggi semampai dan pundak yang lebar,rambut hitam yang sedikit panjang sampai menutupi kupingnya ditambah memakai jas hitam dan dasi hitam. Menambah kesan kharismatiknya.
"Ikut saya," jawabnya.
"ah, iya maaf merepotkan," Fina buru-buru sadar akan kekagumannya.
Setelah selesai mengantar cukup jauh dan cukup membuat Fina pusing dengan jalan-jalan yang harus dilewati fina sebelum sampai ke gor itu. Pria itu menunjuk ke arah depan tanda bahwa itu adalah aula yang di tuju.
"ah, terima kasih atas bantuannya maaf sudah merepotkan anda," fina menundukan kepala tanda berterima kasih.
"kamu murid baru?" pria itu mendekatkan wajahnya ke Fina, sampai membuat nya kaget.
"I, iya..hehhe," senyum canggung yang Fina berikan dengan hati tak karuan karna kaget.
"hmm," gumam pria itu. "Lain kali jangan sampai terlambat, atau?" Pria itu mendekatkan wajahnya ke fina,lagi-lagi membuat fina kaget. Dia berkata.. "atau kau akan tau akibatnya."
Entah kenapa tiba-tiba seluruh tubuh fina merinding melihat tatapan pria itu.Lalu pria itu berlalu begitu saja. Dan Fina masuk ke dalam aula yang ditunjuk pria tadi,
"Siapa pria tadi ya?, apa dia guru disekolah ini?, ah tidak mungkin ada guru setampan dia." gumamnya dengan pelan sambil berfikir, sambil berlalu menghampiri barisan murid-murid baru yang berjejer rapi.
Bersambung...