NovelToon NovelToon
Wanita Cadar Milik Tuan Mafia Season2

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia Season2

Status: tamat
Genre:Obsesi / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Roman-Angst Mafia / Persaingan Mafia / Tamat
Popularitas:154k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Jordan Lucifer, pria yang memiliki tempramen buruk, dan juga arogan. Hidup di Italia negara yang bebas membuat Jordan kerap di panggil pria iblis, apalagi lahir dari keluarga mafia, padahal ayahnya telah lama pensiun dari dunia hitam itu.

Jordan, berniat untuk mengunjungi adiknya yang ada di Indonesia. Karena, orang tua Jordan memisahkan mereka sejak kecil, lantaran sang ibu tak ingin anak perempuannya hidup bebas di negara Italia. Namun, suatu kejadian di pagi hari tepatnya di negara Indonesia, membuat Jordan tak sengaja bertemu dengan sosok wanita muslimah yang bernampilan agamis memakai cadar menarik perhatian Jordan.

Ibarat pepatah lama mengatakan, buah takkan jauh jatuh dari pohonnya. Begitu juga dengan Jordan, dia menyukai wanita yang agamis bercadar, seperti Tiger ayahnya yang menyukai Fatimah, wanita agamis bercadar, yang lahir dari keluarga mafia juga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 2

Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.

Jordan ditemani oleh Neo, kini telah tiba di Indonesia. Jordan sengaja membawa Neo bersama dengannya, karena bahasa Indonesia Neo lebih bagus dari bahasa Indonesia Jordan.

Sebuah mobil sport, datang menjemput Jordan di bandar udara, hal itu membuat Neo membulatkan matanya. Siapa yang datang menjemput? Sedangkan, Neo tidak membuat janji dengan siapapun.

Jordan meninggalkan Neo sendiri dan dia menghampiri mobil sport yang sudah terparkir dengan indah diparkiran.

Seseorang keluar dan menunjukkan sebuah kertas untuk ditanda tangani oleh Jordan. Neo langsung menghampiri anak bosnya itu.

"Tuan, ini mobil siapa?" Tanya, Neo penasaran.

"Tentu mobil kita, tidak mungkin kita harus jalan kaki mencari rumah Maryam," tukas pria itu yang langsung masuk ke dalam mobil, dengan posisi Neo yang masih melongo.

"Sampai kapan, paman akan berdiri di situ?" Mobil sport sudah menyala, Neo segera masuk ke dalam mobil, dan duduk di samping Jordan. Sembari menggelengkan kepalanya, kalau Jordan memang tak pernah berubah.

Jordan mengendarai mobil tersebut sesuka hatinya, bahkan Neo sempat memperingati Jordan kalau ini Indonesia bukan negaranya yang bisa Jordan buat semaunya. Jordan, tak menghiraukan ucapan Neo, dia terus saja menaikan kecepatan laju mobil sportnya.

Google maps menunjukkan jalan arah ke tempat tinggal Putri Maryam, adik satu-satunya Jordan.

"Tuan muda, Anda tidak boleh mengendarai mobil seperti ini, tolong lebih pelan jika tidak kita akan menabrak orang," Neo, kembali memperingati pria itu, tetapi Jordan tak menghiraukannya.

Jordan langsung menyalip beberapa mobil yang ada di jalan, yang bahkan cukup mepet dengan mobilnya.

"Agrh! papa, hati-hati." Ucap seorang wanita yang duduk di samping papanya yang sedang menyetir, tetapi terlihat pria dewasa itu memperlambat jalannya ketika mereka hampir saja di tabrak oleh mobil sport milik Jordan.

"Siapa sih, yang bawa mobil begitu ngebut, tidak tahu apa bisa membahayakan orang lain di jalan,"gerutu Fairuz, yang nampak kesal apalagi melihat sang anak yang masih takut, karena mereka hampir saja menabrak dan terjadi kecelakaan.

Tepat di lampu mereka, jalan cukup macet. Jordan berulang kali membunyikan klakson mobilnya sehingga membuat Neo menyuruhnya untuk tenang.

"Tuan muda, ini masih lampu merah. Anda harus lebih tenang, tidak boleh seperti ini,"tukas Neo, Jordan tak mendengar karena dia tak suka di nasehati.

Tit! Tit! Tit!

Suara itu semakin terdengar, sehingga membuat pengendara motor lainnya risih dan merasa cukup mengganggu.

"Woi, sesak berak ya!" teriak pengendara motor ketika melihat mobil Jordan yang terus terdengar bunyi klakson.

Tit! Tit! Tit!

"Sialan! kau menganggu sekali, cepat hentikan itu!"teriak orang lain lagi, tetapi Jordan akhrinya sadar jika dia baru saja dimaki oleh orang lain, yang membuat Jordan marah.

"Tuan muda, Anda mau apa?"tanya Neo, di saat Jordan akan turun dari mobil.

"Tentu mau memberi pelajaran untuk mulut sampah orang itu,"jawab Jordan, yang segera turun dari mobil, Neo menggelengkan kepala karena dia tahu kalau Jordan tak suka jika ada yang memarahinya biarpun dia bersalah.

Jordan turun dari dalam mobil sportnya, semua orang memperhatikan Jordan, bukan hanya itu bahkan ada banyak orang yang kagum akan ketampanan pria itu, apalagi kaca mata hitam yang masih melekat di tempat membuat aura Jordan begitu memikat siapapun yang melihatnya.

Ada beberapa orang yang mengambil foto dan vidio Jordan tanpa pria itu sadari karena tingkahnya sudah membuat orang lain cukup penasaran, siapa yang berjalan di tengah-tangah lampu merah menyala.

Plak!

Satu tamparan melayang di pipi pengendara motor yang tadi memaki Jordan, sehingga membuat orang lain menatap ke arah Jordan tak suka dengan sikap kasarnya.

"Kenapa kau memukulku?"Pengendara motor itu yang nampak bingung ketika melihat Jordan yang tiba-tiba sudah memukulnya.

"Kenapa kau memakiku?Apa salahku?"tanya Jordan, yang kembali menampar pria itu.

"Di depan lampu merah, apa kamu tidak bisa melihatnya?"Pria itu terus membela diri, sampai Fairuz melihat aksi kekerasan itu, Beliau tak membenarkan hal itu terjadi di depan matanya.

"Kenapa kalau memangnya lampu merah? kau bisa memakiku? kau bisa berteriak padaku?"tanya Jordan sembari memukul pria itu, dan membuat Neo segera menarik Jordan untuk memisahkan mereka berdua.

"Tuan muda, cukup."Ucap Neo, yang berusaha menarik tangan Jordan, tetapi Jordan kembali menepis tangan Neo, ketika melihat pria itu yang masih menatapnya hal itu membuat Jordan tak puas menghajarnya.

"Aku takkan membiarkan sampah manapun boleh memakiku,"sekali lagi Jordan melayangkan bogemnya ke arah pria itu sehingga membuat pria tersebut tersungkur ke aspal.

Fairuz, memperhatikan Jordan yang sedang memukul pengendara motor, Fairuz langsung sadar jika itu adalah orang yang sama.

"Masyitah, bukankah itu orang yang sama yang hampir menabrak kita tadi?"seru Fairuz, Masyitah membenarkan pertanyaan papanya.

Setelah memastikan itu adalah orang yang sama, Fairuz, turun dari mobil dan menghampiri Jordan yang masih memukul orang, Neo sedang berusaha untuk memisahkan dua orang itu, tetapi dia tidak berhasil karena Jordan tak suka dirinya di halangi dan urusannya dicampuri oleh orang lain.

"Papa akan pergi untuk melihatnya,"tukas Fairuz tetapi Masyitah melarangnya karena tak ingin sesuatu terjadi dengan papanya.

"Jangan papa, biarkan saja."

Fairuz telah turun dari mobil dan menghampiri Jordan dan pengendara yang selisih dengan Jordan. Terlihat Jordan yang masih memukul dan bahkan memaki pengendara tersebut. Fairuz berdiri tepat di belakang Jordan.

"Apa yang kamu lakukan? Tidakkah kamu berhenti untuk memukulnya? Apa ini caramu untuk menyelesaikan masalah? Kamu baru saja hampir menabrakku, dan sekarang ingin membunuh pria ini?"tanya Fairuz berulang kali, sehingga membuat Jordan semakin marah, pria ini berbalik dan langsung menodong senjata ke arah Fairuz tepat di depan kepalanya.

"Siapa kamu berani ikut campur urusanku?"tanya Jordan yang kini senjatanya sudah berada tepat di depan kepala Fairuz.

"Tidak, Tuan muda jangan lakukan itu,"seru Neo, tetapi pria ini tak mendengarkan hal itu. Dia terus menatap Fairuz, dengan pandangan tak suka.

"Tolong, hentikan. Jangan menembak papa saya, jangan lakukan itu. Kami mengaku salah, biarkan kami pergi!"ucap Masyitah yang sudah turun dari mobil, menarik Fairuz untuk pergi dari tempat itu, tetapi hal itu malah menarik perhatian Jordan, pria ini terus saja menatap wanita yang memakai pakaian muslimah serta menutup wajahnya seperti yang di lakukan Fatimah. Masyitah memakai cadar, hal itu membuat Jordan tertarik dan terus saja menatap wanita tersebut, yang sedang membawa papanya pergi dari sana.

Neo, juga ikut menarik lengan Jordan agar menghentikan pria itu untuk membuat ulah.

"Tuan muda, kamu sudah membuat semua orang menatap kita, ayo kita pergi!"Neo terus saja menarik lengan Jordan hingga ke mobil, tetapi Jordan tak mengalihkan pandangannya yang terus menatap Masyitah hingga wanita bercadar itu masuk ke dalam mobil.

Entah kenapa Jordan tersenyum saat melihat wanita itu, Neo mendorong tubuh Jordan hingga masuk mobil, dan kini dia yang mengambil alih kemudi, setelah lampu hijau semua pengendara segera melaju dengan tenang meninggalkan tempat itu. Tetapi, berbeda dengan Jordan yang terus saja menatap mobil yang dinaiki oleh Masyitah melewati mobil sportnya.

"Tuan muda, pakai safety belt, Anda." Neo, segera melajukan mobilnya meninggalkan tempat tersebut.

Bersambung....

1
ayu cantik
suka
ayu cantik
suka
Eka Pengestu
masih loding thor..lupa2 inget alurnya. soalnya lama gk baca.mo koreksi lg dr awal udah letoyy...dilanjut aj lah ntar ingt sendiri.
Lotus Merah
Luar biasa
siti maisyaroh
cinta pandangan pertama😊
Nur Aliyah Zainal
sbg warga Makassar, langsung mikir rumahnya Jordan di mana yaaa wkwkwk....paling sesuai yaaa Mall Nipah hahahaha
Aisyah Alfatih: 😆😆😆 coba cari mbak biar bisa ke rumah nya 🤭
total 1 replies
Mama Jihan
🥳🥰 semuanya kumpul d'sini...ikut seneng aja kak Author 🤭😍😊
Mama Jihan
tukeran jadinya 🤭😁
Mama Jihan
wah.....saya terkejut mendengarnya kak Author 🤭🤗
Mama Jihan
saya jadi geram dengan sikapnya Jordan seperti itu 😔
Mama Jihan
seperti teman nya putri Maryam itu adalah Masyitah 🤭🤔
Ari Ani
semangat Jordan 💪💪💪jgn marah trus
Alexa Juliana
Rompi loreng
pasti itu Albert
Alexa Juliana
Ditangisi ---> menangisi
Alexa Juliana
Sepertinya kisah ini akan berlanjut niihh..Reno akan jadi menantu Jordan 🤭😁😁
Alexa Juliana
Hasil didikan Carolin tuh..dasar nenek tua sdh meracuni cucu sendiri dgn didikan yg salah..
Alexa Juliana
Desa Gelap, desa mertuanya Satria..
Alexa Juliana
Iya bnr kau tak seharusnya ikut campur masalah pribadi cucumu apalagi perusahaan cucumu Carolin, kau diem aja di rumah menikmati masa tuamu
Alexa Juliana
Jgn² Maryam dan Aiman dibawa pergi oleh Al..sang kakek..
Alexa Juliana
Nenek Carolin bukannya diem aja menikmati masa tua malah ikut campur kedalam perusahaan..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!