NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Untuk Lebih Mencintaimu

Terlahir Kembali Untuk Lebih Mencintaimu

Status: tamat
Genre:Time Travel / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Cinta Murni / Romansa / Fantasi Wanita / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:119.7k
Nilai: 5
Nama Author: cerryblosoom

Lily yang baru saja mengalami kecelakaan terlahir kembali ke-15 tahun yang Lalu dimana ia masih remaja. Satu hal yang paling dia ingat adalah kata-katanya, "Aku mencintaimu untuk setiap kehidupan dan aku akan pastikan kita akan selalu bersama."

Dengan penuh kelembutan ia memelukku dengan hangat dan melindungi ku dari kerasnya dunia.

Satu hal yang aku sesali adalah terlambat mengatakan aku juga mencintainya. Kini setelah kelahiran kembali aku akan mencintainya lebih dulu dan memberi cinta yang paling manis yang belum pernah kuberi.

Alion yang memiliki kepribadian dingin dan acuh atas segala hal memiliki pengecualian pada gadis kecil yang selalu ada di hatinya. Tanpa Lily sadari Alion telah mencintainya jauh sebelum ia mengenalnya.

Ini kisah tentang seorang gadis yang mengejar kekasihnya dalam kehidupan kedua nya. Tanpa dia ketahui sang kekasih telah jatuh bahkan sebelum dia mengejarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cerryblosoom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2 ALION

Tettt...tetttt

Bell istirahat berbunyi, segara semua siswa pun berhamburan keluar dari kelas. Lily pun juga keluar bersama teman-temannya menuju ke kantin sekolah.

"Kalian ingin pesan apa biar aku yang memesannya," ucap Lily pada ke-2 teman nya.

"Wahh emang Lily paling baik deh, kalau begitu aku mau bakso sama jus jeruk," balas Febi salah satu teman Lily.

"Kalau begitu samakan saja biar kamu nggak kerepotan," ucap Rena.

"Baiklah," ucap Lily sambil lalu.

Segera Lily beranjak mengantri di tempat bakso langganan nya. Tanpa Lily sadari ada sepasang mata yang menatapnya sedari ia di kantin sampai dia pergi. Tatapan tajam seolah menetapkan kepemilikan akan mangsa buruannya.

Lily yang telah usai memesan makanan pun kembali ke tempat teman temannya. Sembari menunggu pesanan diantar, mereka pun saling bersenda gurau. Bahkan saat makanan sampai obrolan mereka pun masih terus berlanjut.

"Apa kalian tau besok di final basket, Alion beserta teman temannya yang akan turun langsung kelapangan. Itu pasti akan sangat seru, bagaimana jika kita menonton?" ajak Rena pada ke-2 temannya.

"Wahh bernakah!? Lalu ayo kita pergi," seru Febi.

"Bagaimana ly, kau ikut kan?" tanya Rena pada Lily.

"Ya, baiklah aku ikut," balas Lily lembut.

Pembicaraan mereka pun terus berlanjut hingga makanan habis dan bunyi bell terdengar. Mereka pun bergegas kembali ke kelas bersama sama. Tepat setelah Lily pergi ada diskusi mengenai ia tanpa sepengetahuannya.

Diskusi itu tidak lain dilakukan oleh teman teman Alion. Mereka tidak memperdulikan meskipun bell telah berbunyi dan malah asikk dengan obrolan mereka.

****

"Ahh, apa kalian tahu. Ehem tadi pagi ada kejadian yang menarik," kata Agas sembari melirik ke arahku.

Aku pun hanya memutar bola mata malas, sudah tertebak apa yang akan ia katakan.

"Iya itu benar benar kejadian yang sangat sangat langka sekali," timpal Alvaro berlebih.

"Ada apa sih, jangan bikin kepo deh," tanya Alvano penasaran.

"Ada si bos tiba-tiba nyamperin cewek cantik di pinggir lapangan. Hehehe aku bahkan melihat cewek itu terlihat merona saat pergi, entah apa yang dikatakan bos sampai dia begitu," kata Agas ambigu.

"Hahhh!!" seru mereka serentak.

Terlihat mereka sangat terkejut seolah tidak percaya. Agas dengan mulut embernya memang menyebalkan.

"Berisik," tukasku ketus.

"Wahhh-wahhh ini sih bener-bener kejadian luar biasa. Bos kita yang dingin sedingin kutub utara, yang gak pernah deket sama cewek. Yang kalau disamperin cewek jarak 1 meter aja udah keluar aura gelapnya. Siapa sih yang bisa buat bos sampe terpesona," kata Nando bertele-tele.

Aku akui aku memang tidak dekat dengan cewek manapun. Mereka hanya segerombolan pengganggu yang menjijikan. Bagaimana bisa ia samakan dengan gadisku. Yah gadisku aku sudah mengklaimnya sebagai milikku.

"Kalian tau Lily anak MIPA 1 yang terkenal cantik dan pintar itu kan." Balas Agas makin membuat riuh.

"Duhh, si bos pinter juga milih cewek nya, hahaha," kata Alvaro mengejek.

"Kapan nih pajak jadiannya,’’ kata Alvano menimpali ucapan kembaran nya Alvaro.

"Segera," balas ku singkat sembari beranjak menuju gerbang belakang.

"Hah! Itu bos kita kan," gumam mereka tak percaya yang masih bisa aku dengar jelas.

****

Sekolah pun berakhir aku pun berpamitan dengan kedua temanku. Dan beranjak menuju ke kelas kak Zay untuk pulang bersama.

Kelas kakakku tepat berada di seberang gedung tempat kelasku berada. Tetapi aku tidak perlu turun ke lantai bawah karena terdapat jalan penghubung di antara gedung kita.

Aku berjalan dan tepat melewati lorong dimana ada Alion dan teman temannya menghalangi jalan.

Aku terdiam tidak jauh dari sana dan menatap tepat pada Alion yang sedang memainkan ponselnya. Seolah merasakan tatapanku Lio menoleh ke arahku dan mata kami pun saling menatap.

Lio berdiri tanpa mengalihkan pandangannya padaku dan berjalan menuju ke arahku. Suara siulan teman-teman Lio pun membuatku malu dan menundukkan kepala.

Tepat sesaat setelah aku menunduk, Lio telah sampai tepat di depanku, dan akupun mendongak kan kepala menatapnya.

Terlihat tatapan yang tajam mengintimidasi kearahku. Hingga membuat ku kembali mengingat kenangan terburuk saat ia dengan berlumuran darah tidak membiarkan aku terluka sedikitpun. Hingga tak terasa membuat mataku berkaca-kaca.

Lio pun nampak terkejut dan gugup melihat reaksiku. Aku tidak bisa mengendalikan rasa sedih menyeruak dari dalam hatiku.

Tanpa sadar isak tangis ku pun mulai terdengar.

"Aku begitu merindukanmu, Lio. Syukurlah kamu masih hidup," batinku menahan sesak di hati.

Lio pasti tidak menyangka aku akan menangis dia terlihat diam mematung. Aku memilih berbalik dan pergi dari sana untuk menenangkan diri.

Tepat saat aku baru saja berbalik ada tangan yang menarikku dan membuatku jatuh pada pelukan hangat.

"Hei ... Merasa takut. Bukankah sedari tadi tau kamu curi pandang ke arahku. Mana keberanianmu tadi," ejeknya padaku.

Entah kenapa aku merasakan bahwa nadanya melembut, mendengar suaranya membuat hatiku merasa tenang dan tangisku pun mereda.

Kita terdiam dan masih dalam posisi yang sama, sampai akhirnya dengan enggan aku melepas pelukan itu.

"Aku tidak takut padamu," ucapku pada Lio pelan.

"Hah, benarkah? Lalu siapa yang baru saja menangis," goda Lio padaku.

"Tidakk akuu...."

Sanggah ku tidak selesai, karena tidak mungkin aku bilang bahwa aku mengingat kehidupan yang lalu.

"Sudahlah mengaku saja, kelinci penakut," ejek Lio padaku.

Pipiku memerah mendengar ejekannya.

Aku semakin menundukkan kepala karena malu akan tindakanku yang tiba tiba menangis. Sungguh memalukan!!

"Baiklah-baiklah kau tidak takut. Lalu katakan kenapa sedari tadi kau menatapku, hmm," tanya Lio penasaran.

"Apakah kamu percaya jika aku katakan, aku hanya ingin lewat, dan tidak sengaja menatap kearahmu," jawabku dengan hati-hati.

Lio terdiam menatap tepat di mataku, dan aku hanya bisa memberi tatapan polos yang terlihat jernih agar dia percaya.

Karna Lio hanya terdiam, aku pun berinisiatif mengatakan tujuanku.

"Aku ingin pergi ke kelas kakakku, tepat di gedung sebelah," ucapku malu malu.

Lio akhirnya bereaksi dan memalingkan mukanya.

"Hmm, ikuti aku," ucapnya padaku.

Aku terdiam dan hanya menatap punggungnya dengan pandangan kosong. Apa maksudnya tadi, kulihat Lio berhenti dan berbalik.

"Kenapa belum berjalan, huh," ucap Lio sambil menarik tanganku tidak sabar.

Aku pun hanya bisa mengikuti langkahnya dengan terseok-seok karna langkah kakinya yang lebar.

Tapi tidak lama karena sepertinya Lio memahami kesulitanku. Dia menelan dan menyamakan langkahnya denganku.

Dengan mudah kita berjalan beriringan melewati teman-teman Lio, walaupun dengan godaan teman teman Lio yang membuatku malu. Tapi aku tak menghiraukannya karena segera setelah melewati mereka. Aku melepas genggaman Lio dan berlari menjauh.

Jantungku berdebar dan nafas ku terengah-engah, aku berhenti setelah dirasa telah jauh.

Aku bingung dengan perlakuan lio, seingatku kita tak pernah bicara di kehidupan yang lalu. Saat SMA kami tak pernah saling mengenal. Aku bahkan baru tahu bahwa kita satu alumni yang sama setelah di perguruan tinggi. Lalu apa yang terjadi dalam kehidupan ini, kenapa semua berubah.

Apakah aku melakukan kesalahan. Seingatku aku hanya tidak sengaja ketahuan menatapnya lamat di lapangan waktu itu. Mungkinkah itu penyebabnya. Apapun itu biarlah aku senang ini awal yang bagus bukan.

1
Diah Al Khalifi
smpi sini aku suka ceritanya,GK bertele2 jelas🥰
Anaknya Baba: coba baca novel Poppen kak, siapa tahu sesuai selera kakak.
total 1 replies
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Ni Ketut Patmiari
mantap👍
Ni Ketut Patmiari
lio kuat banget ya
Ni Ketut Patmiari
😍😍😍
Ni Ketut Patmiari
👍👍👍
Ni Ketut Patmiari
wah kenangan buruk apa tuh
Ni Ketut Patmiari
siapa tuh yg merhatiin
Ni Ketut Patmiari
kirain alion kk kelas
Kania Rahman
semangat berkarya nya thor, selalu jaga kesehatan 👍👍🙏🙏
cerry: Terima kasih, kamu juga jaga kesehatan okey😊
total 1 replies
Nur Hayati
sayangnya mungkin karakter Lio hanya satu banding sejuta di kehidupan nyata 🥲
Месяц™
season 2 lanjut disini apa ganti judul lgi Thor?
cerry: Tunggu pengumuman selanjutnya ya. Author mau up karya lain dulu🙏🏻
total 1 replies
Kania Rahman
masih banyak rahasia,, tetap jaga kesehatan Thor 💪💪👍👍
cerry: Iyaa..
total 1 replies
Kania Rahman
kalau yang di buly nya model ular burik aku setuju,,pura pura gak lihat dan dengar 💪💪👍👍
ᴍɪss_dew
diiihhh Ending nya banyak misterius...
kayak author nya... /Sweat//Sweat//Sweat/
cerry: Uhh, sereemm mainnya santet bun🤧
total 3 replies
Rohimah
kalo cwoknya g bisa tegas , mending lilinnya cri cwok lain
cerry: Gaboleh dong.
total 1 replies
Nurul Shafinas
rasain tu lucia...
Rohimah
masa lionya g bisa tegas Ama ulat bulu sih, masih tegassan teman2 lili,, klo cwoknya kyak gtu , huuuffffffff
ᴍɪss_dew
Lio, devinisi co sempurna, ganteng, baik, setia , pengertian dan PEKA itu yg penting /Applaud//Applaud//Applaud//Applaud/
Kania Rahman
dasar ular burik, semangat 👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!