NovelToon NovelToon
Pacar Onlineku

Pacar Onlineku

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Kencan Online / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.5
Nama Author: m anha

Ayu, seorang gadis desa yang bekerja sebagai perawat di sebuah puskesma di daerahnya, tak sengaja mengenal seorang yang tinggal di Jakarta, hanya karena ia salah mengirim pesan.

Hanya karena berbeda satu angka dibelakang nomor ponsel temannya. Membuat Ayu mengenal Sosok Ardi, pria kesepian yang di tinggal menikah oleh kekasihnya.

Bagaimana kisah mereka?
Akankah hanya sebatas pacar online saja atau mereka akan bertemu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon m anha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fakta Salah Sambung.

Keesokan harinya, Ayu dan Nasya mendapat giliran jaga malam bersama.

"Kak Ayu," ujar Nasya menghampiri Ayu yang sedang memeriksa pasien.

"Iya, ada apa?" tanya Ayu.

"Kemarin Kak Ayu mengirim pesan ya ke aku? Kok nggak sampai sih? Kemarin aku telat dan dimarahi dokter Rumi," ucap Nasya dan kini mereka berjalan keluar untuk menuju ke ruangan lainnya.

"Emangnya pesanku nggak masuk, ya? Tapi, jelas-jelas pesanku centeng biru kok, kamu juga membacanya."

"Nggak ada, Kak. Aku nggak mendapat pesan dari Kakak," jawab Nasya.

"Jadi kamu pikir aku ngebohongin kamu, ya?" ucap Ayu menghentikan langkahnya dan melihat ke arah Nasya.

"Ya memang nggak ada, Kak. Coba Kakak periksa," ucap Nasya memperlihatkan ponselnya dan memperlihatkan pesan dari kontak Ayu, di sana tak ada pesan apapun. Pesan terakhir yang dikirim Ayu padanya dua minggu yang lalu.

"Masa sih?" Ayu memperlihatkan pesan tersebut di ponselnya pada Nasya.

Nasya yang melihat pesan tersebut memang ada, menjadi bingung. Pasalnya tak ada pesan masuk di ponselnya, padahal terlihat jelas di ponsel Ayu tertulis dikirim ke kontak atas namanya. Nasya memeriksa nomor ponselnya yang ada di ponsel Ayu.

"Pantas aja, Kak. Pesan kakak nggak masuk ke nomorku, ini bukan nomorku. Akhiran nomorku 3, tapi kak menulisnya 4, hanya beda satu nomor, Kak," ucap Nasya.

"Maksud kamu aku salah kirim pesan?" ucap Ayu kemudian mengambil ponselnya dan kemudian mengganti nomor ponsel tersebut sesuai dengan nomor yang benar ke nomor Nasya, kemudian mengirim pesan dan pesannya masuk ke nomor Nasya.

"Ini pesan Kakak baru masuk," ucap Nasya memperlihatkan pesan yang baru masuk di ponselnya atas nama Ayu.

"Terus, kemarin aku kirim pesan pada siapa?" tanya Ayu melihat Nasya. Nasya mengangkat bahunya, tanda ia tak tahu.

"Oh iya, aku baru ingat kemarin aku menelponmu dan yang mengangkatnya laki-laki. Apa pesanku masuk ke nomor seorang laki-laki, ya? Mana aku kemarin langsung marah-marah lagi, aku pikir itu kamu."

"Orangnya nggak pernah nelpon atau SMS Kakak balik kan?" tanya Nasya membuat Ayu pun menggeleng.

"Nggak, kok. Syukurlah semoga saja dia tidak terganggu dengan pesan dan juga teleponku, semoga saja diabailannya. Ya sudah, maaf ya aku jadi marah sama kamu, padahal aku yang salah," ucap Ayu membuat Nasya pun mengangguk dan kemudian mereka pun kembali bekerja ke bagian mereka masing-masing.

Ayu, seperti biasa selalu membantu Dokter anak, Dokter Siti, untuk menangani anak-anak yang di larikan ke rumah sakit tersebut, sedangkan Nasya yang memilih langsung menuju ke UGD, membantu Dokter Rumi.

Begitu sampai di ruangan anak, Ayu bertemu dengan Pipit dan menceritakan kejadian ia salah nomor.

"Makanya, lain kali lebih hati-hati lagi," ucap Pipit memperingati, membuat Ayu pun hanya mengangguk dan mereka mulai melanjutkan pekerjaan mereka.

***

Hari ini Ayu pulang saat jam sudah menunjukkan pukul 03.00 sore, dia pulang menggunakan sepeda motornya. Saat di jalan, ponselnya berdering.

Ayu menepikan motornya dan melihat siapa yang menelponnya, ia mengerutkan kening saat melihat jika itu nomor yang kemarin ditulis atas nama Nasya. Tadi dia sudah mengganti nomor Nasya dengan nomor yang benar.

"Kenapa orang ini menelpon? Apa jangan-jangan dia mau memarahiku?" gumam Ayu, dengan ragu-ragu ia pun mengangkat panggilannya.

"Ha-halo," jawab Ayu gugup mengangkat panggilan tersebut, karena ia sudah tahu pemilik nomor itu adalah seorang laki-laki.

"Halo, Anda siapa? Sepertinya kemarin Anda salah mengirim pesan," tanya orang tersebut.

"Iya, Pak. Maaf, saya ingin mengirim pesan kepada teman saya, tapi saya salah Pak, nomornya beda satu nomor dengan Bapak. Tadi saya sudah membenarkannya, saya tidak akan mengganggu Bapak lagi, maaf sekali lagi ya, Pak," ucap Ayu sopan. Ia merasa takut jika sampai orang tersebut marah karena kemarin telah diganggu oleh panggilan dan juga pesannya.

"Oh ya sudah, nggak apa-apa. Saya matikan dulu, maaf saya lagi sedang sibuk. Saya pikir Anda punya urusan penting dengan saya, makanya saya menelpon," ucap orang tersebut.

"Iya, Pak. Sekali lagi saya minta maaf ya, Pak," ucap Ayu kemudian mereka mematikan panggilan mereka.

Ayu bernafas lega, urusannya dengan orang tersebut kini sudah selesai. Ia pun memasukkan kembali ponsel di sakunya dan menghidupkan mesin motor dan menarik gas motornya melaju kembali menuju ke kediamannya.

Ayu terlahir di keluarga yang sederhana, hidup bersama ayah, ibu dan juga adik perempuannya yang masih duduk di bangku SMA, sedangkan ia sendiri bekerja sebagai seorang perawat di sebuah puskesmas. Ayahnya seorang guru PNS, sedangkan ibunya hanya ibu rumah tangga biasa yang mengurus keluarganya.

Malam hari setelah makan malam, Ayu menceritakan kejadian tersebut kepada Chika adiknya.

"Untung saja orangnya gak marah, Kak," ucap Chika membuat Ayu pun mengangguk.

"Kakak sampai nggak enak sama Nasya, soalnya dia juga kena marah sama dokter karena terlambat datang."

"Itu kan juga sepenuhnya bukan kesalahan Kakak, Kakak nggak bermaksud membuat Nasya terlambat datang," ujar Chika.

Di saat mereka sedang mengobrol mengenai telepon dan sebuah pesan masuk di ponsel Ayu.

"Bawa berkas itu sekarang juga ke ruanganku, aku sangat membutuhkannya," tulis pesan tersebut membuat Ayu langsung memperlihatkan pesannya pada Chika adiknya.

"Ini nomor yang kemarin Kakak salah kirim, apa dia juga salah kirim ya?" tanya Ayu.

Chika membaca pesan tersebut. "Eh iya, Kak, sepertinya dia juga salah kirim. Coba Kakak balas, katakan kalau dia salah kirim, takutnya dia juga seperti Kakak berharap pesannya sampai pada orang yang dituju dan ternyata tidak. Terlebih lagi dari kata-kata pesannya, itu pesan yang sangat penting," ucap Chika membuat Ayu membalas pesan tersebut.

"Maaf, Pak. Anda salah kirim pesan, aku Ayu orang yang kemarin juga salah kirim pesan kepada Bapak," tulis Ayu. Pesan pun terkirim, terlihat centang biru di sana menandakan jika pesannya telah dibaca oleh si penerima pesan.

"Ya ampun, maaf ya. Aku menyimpan nomormu dengan nama Nasya dan orang yang aku ingin kirim juga bernama Nasya asisten pribadiku, maaf. Terima kasih sudah menginformasikan jika aku salah kirim, aku akan mengganti nomormu dengan nama Ayu," balas pesan tersebut.

Ayu memperlihatkan pesan itu lagi pada Chika.

"Ayo, Kak. Bales, tanyakan siapa namanya," ucap Chika.

"Untuk apa?" tanya Ayu melihat ke arah adiknya.

"Yah kita kenalan aja, siapa tahu orangnya tampan," ucap Chika menaik turunkan alisnya.

Mereka berdua sedang tak ada kerjaan dan hanya bersantai di kamar, membuat Ayu pun menuruti apa yang dikatakan oleh Chika. Ia membalas kembali pesan tersebut, untuk seru-seruan.

"Kalau boleh tahu, nama Anda siapa dan tinggal di mana?" pesan terkirim dan juga langsung dibaca, terlihat orang di seberang sana sedang mengetik pesan, membuat Ayu dan Chika dengan tak sabar ingin menunggu balasan dari orang tersebut.

"Aku, Ardy dari Jakarta," balas pesan tersebut membuat Chika dan Ayu saling melihat kemudian saling tertawa.

"Ayo, Kak balas lagi tuh. Dia tinggal di Jakarta, sangat jauh dengan kita nggak apa-apa kita jadikan hiburan," ucap Chika yang membuat Ayu pun menuruti apa yang adiknya itu katakan.

Akhirnya malam itu mereka terus saling berkirim pesan, saling mengenalkan diri masing-masing. Ayu mengenalkan diri sebagai Ayu yang bekerja sebagai pelayan restoran, sedangkan Ardy memperkenalkan diri sebagai seorang karyawan di sebuah kantor.

Mereka terus berkirim pesan sampai pesan Ardy tak lagi terbalaskan oleh Ayu, di mana Ayu dan Chika kini sudah tertidur pulas. Perbedaan jam mereka beda 1 jam, saat mereka melakukan pesan terakhir di tempat Ardy sudah jam 10.00 malam sedangkan di tempat Ayu sudah jam 11.00 malam.

"Kamu tinggal di mana?" satu pesan lagi masuk di nomor Ayu dan pesan itu masih belum dibaca.

1
DIBAI
saya dan almarhum suami
juga pacaran online
suami dari medan saya dari pekanbaru
kami cuma telpon2an tampa jumpa dan hanya bisa lihat foto dr FB
karna hp masih jadul
jodoh tak tau kita yang mana dan dari mana
semangat nulis nya
jadi ingat 10th lalu saat baru kenalan sama alm suami
Saya Sayekti
bagus ceritanya
Cca Awh
sayang?
Aghasusanto
jangan sampai lupa ingatan ya.. 😭😭
Ani Kurniati
bagus
Sita Aryanti
waduuh sekali dpt no nyasar mlh ke CEO .
Ikah Kartini
maksih ya thor ceritanya seruuuu👍
Ardi
seru jga pacaran lewat online
Dandelion
jd baper 😂😁
Dandelion
masih manis di awal part 😁😂
Dandelion
era hp android blm ada sptnya 😁😂
Dandelion
sayangnya cuma ada di dunia halu...😁😂
🤧 dia banget
wah dari jakarta juga😄
Ellya Muchdiana
Sudah beberapa tahun yg lalu tas branded itu diproduksi di China, karena di China kaya akan SDA maupun SDM nya, tas kremes yg di Eropa harganya ratusan juta, padahal biaya produksinya di China cuma puluhan ga sampe 50jt, aneh orang2 kaya mau aja dibodohi oleh tas bermerk, masa harga tas seharga harga mobil atau rumah, ga masuk diakal, sekarang harga tas branded jatuh harganya karena sudah tau rahasianya
Arumi Rara
lha ayu Pradipta jadi Rahayu gimana sih Thor???
Novi Puspita Sari
baca novel kk teringat jodoh aku sekarang.kami kenal pun Krn selah sambung, Alhamdulillah rumah tangga kami sudah berjalan 14 tahun😍
Desmira Sharini
malas khan bacanya kl o kejadiannya udah kyk gini
Errna Errna Errna
dion keren
rahmawaty
𝒊𝒏𝒈𝒆𝒕 𝒚𝒖 𝒔𝒕𝒆𝒍𝒂𝒉 𝒊𝒏𝒊 𝒋𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒕𝒆𝒓𝒍𝒂𝒍𝒖 𝒊𝒌𝒖𝒕𝒊𝒏 𝒌𝒂𝒌𝒂𝒌2 𝒊𝒑𝒂𝒓𝒎𝒖.. 𝒔𝒆𝒘𝒂𝒋𝒂𝒓𝒏𝒚𝒂 𝒂𝒋𝒂..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!