NovelToon NovelToon
My Favorite Customer

My Favorite Customer

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:774
Nilai: 5
Nama Author: Rygobii_15

Gimana rasanya suka sama customer sendiri?
Kalau customer-nya jomblo, oke lah... masih bisa dideketin pelan-pelan.

Lah, aku?

Aku ajah kerja di toko bunga.

Yang artinya, sebagian besar customer-ku datang buat beli bunga untuk pacarnya, calon istrinya, atau bahkan istrinya beneran.

Sial banget nggak sih?

Gini nih kalau kelamaan jomblo. Sekalinya suka sama cowok, malah suka sama cowok yang kemungkinan besar udah ada yang punya.

Huhuhu.

Tapi tenang, aku tahu diri kok.

Aku cuma mengaguminya dari jauh.

Lagian, mana mungkin ada kisah cinta antara karyawan toko bunga biasa sepertiku dengan customer yang cuma datang sesekali?

...kan?

Atau jangan-jangan, semesta memang sedang menyiapkan sesuatu yang nggak pernah aku duga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rygobii_15, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31 langkah kecil

Pagi itu, langit masih sedikit mendung ketika motor Siwi berhenti di depan Ibusya Flower Studio.

"Hati-hati kerjanya."

"Iya." Wulanlan melepas helmnya pelan lalu menyerahkannya kepada Siwi.

Siwi memperhatikan wajah sahabatnya beberapa detik.

" Bentar lo kenapa?"

"Hah?"

"Dari tadi diem."

Wulan menggeleng kecil. "Nggak kenapa-kenapa."

"Yakin?"

"Iya."

Siwi menyipitkan mata."Bohong."

Wulan hanya tertawa hambar.

"Nanti sore aja deh ceritanya "

" Oke " Siwi tidak memaksa Ia sudah terlalu mengenal Wulan. Kalau sahabatnya berkata "nanti", berarti sekarang memang belum ingin membahasnya.

"Yaudah. Gue berangkat dulu."

"Hati-hati."

"Lo juga." Setelah memastikan Wulan masuk ke dalam toko, Siwi kembali menyalakan motornya dan berangkat menuju tempat kerjanya.

"Pagi, Lan."

"Pagi, Kak Sarah."

Sarah sudah lebih dulu datang dan sedang mengecek bunga yang baru dikirim supplier. "Coba bantu aku hitung stok mawar putih, ya."

"Oke." Wulan langsung mengenakan apron lalu mulai bekerja.

Tangannya bergerak lincah seperti biasa Namun senyumnya tak lagi sesering kemarin.

Sarah beberapa kali melirik sekilas. "Kamu kurang tidur?"

"Dikit."

"Jangan kebanyakan begadang."

"Iya, Kak."

Sarah mengangguk pelan, lalu kembali fokus bekerja.

Sekitar satu jam kemudian, bel pintu berbunyi.

"Ting..."

Wulan refleks menoleh, Saka.

Pria itu datang seperti biasanya, mengenakan kemeja biru tua dengan map hitam di tangannya.

"Selamat pagi."

"Pagi, Kak." Jawaban Wulan tetap ramah Namun setelah itu ia langsung kembali menata bunga di depannya.

Tidak seperti biasanya Saka sempat memperhatikan hal itu.

"Pagi. Ada revisi dari venue?" Tanya sarah

"Iya." Saka menyerahkan map tersebut. "Pihak hotel minta ukuran backdrop digeser sekitar lima puluh sentimeter."

Sarah membuka dokumen itu.

"Oke, kita cek."

Mereka mulai berdiskusi, Sesekali Sarah memanggil Wulan untuk memastikan ukuran rangkaian bunga yang sudah direncanakan.

"Lan, menurut kamu kalau backdrop-nya maju dikit, rangkaian standing flower tetap muat?"

Wulan mendekat melihat denah.

"Masih, Kak. Tapi jalur masuk tamunya jadi agak sempit."

Saka mengangguk."Saya juga kepikirannya begitu."

Percakapan kembali berjalan Tetapi setiap selesai membahas pekerjaan, Wulan selalu mengambil langkah kecil menjauh.

Entah merapikan bunga, Entah mengambil gunting, Entah mengecek stok pita, Saka mulai menyadari pola itu.

Bukan kebetulan Wulan benar-benar sedang menjaga jarak.

Menjelang siang, Sarah pergi ke wc

"Sebentar ya, ada panggilan alam "

Kini area depan toko kembali sedikit sepi.

Saka berdiri di dekat meja konsultasi sambil melihat contoh bunga yang tersusun rapi. "Wulan."

"Iya, Kak?"

"Baby's breath yang kemarin ternyata tahan lebih lama dari perkiraan."

"Oh ya?"

"Iya."

Wulan tersenyum tipis. "Berarti kakak nyimpenya bener "

"Iya."

Hening lagi, Biasanya mereka sudah membahas banyak hal.

Hari ini justru terasa canggung Saka akhirnya memandang Wulan.

"Saya masih kepikiran."

Wulan mengangkat kepala. "Kepikiran apa?"

"Yang kemarin, Dari kemarin rasanya kamu berubah."

Wulan menggenggam pelan ujung apronnya Ia sudah menduga pembicaraan ini akan datang.

Namun tetap saja, jantungnya berdegup lebih cepat Belum sempat wulan menjawab

suara Sarah terdengar saat menuju ke ruangannya. "Lan, tolong ke sini sebentar!"

Wulan refleks menoleh."Iya, Kak!"

Ia kembali memandang Saka sekilas."Maaf ya, Kak."

Saka mengangguk pelan."Nggak apa-apa."

Wulan segera berjalan menyusul sarah yang udah sampai duluan di ruangnya,  Sementara Saka tetap berdiri di tempatnya.

Percakapan mereka kembali tertunda.Namun kali ini, ia semakin yakin.

Perubahan sikap Wulan bukan hanya perasaannya semata, Ada sesuatu yang sedang dipikirkan gadis itu.

Dan Saka memutuskan ia tidak akan berhenti mencari tahu, sampai Wulan mau kembali tersenyum seperti biasanya.

Suasana Ibusya Flower Studio mulai lengang menjelang sore, saka juga sudah pergi sedari siang jadi wulan agak tenang.

Pesanan terakhir hari itu baru saja diambil pelanggan, sementara Sarah masih sibuk membereskan beberapa dokumen revisi dekorasi di ruang kerjanya.

Wulan melepas apron yang dikenakannya, lalu mulai merapikan meja kerja.

"Ting..."

Bel pintu berbunyi.

Siwi masuk sambil melepas helmnya. "Soreee bestii."

Wulan langsung menoleh." soree"

"Udah kelar?"

"Hampir."

Siwi meletakkan helmnya di kursi tunggu, lalu melipat kedua tangan di depan dada sambil menatap Wulan dengan senyum penuh arti.

"Nah."

Wulan langsung mengernyit.

"Apaan?"

" gue mau nagih janji lo tadi pagi katanya nanti sore cerita" Siwi menirukan nada bicara Wulan sambil terkekeh. "Ini udah sore Ayo gue dah ngga sabar banget nihhh"

Wulan langsung menepuk pelan lengan sahabatnya."Ih... baru dateng juga "

"Makanya itu Biar lo nggak kabur."

Wulan cuma bisa geleng-geleng kepala sambil tertawa kecil, Dasar.

Sarah keluar dari ruang kerja membawa sebuah map.

"eh ada Siwi, bentar ya. Wulan tinggal beres-beres dikit."

"Iya, Kak."

Sarah kembali membuka map itu sambil berjalan ke ruang belakang, Beberapa detik kemudian, dahinya mengernyit.

"Lho, Flashdisk revisinya mana?"

Ia kembali membolak-balik map tersebut.

"Tadi kayaknya masih ada."Tak ingin mengganggu Wulan yang sedang bersiap pulang, Sarah mengambil ponselnya dan menghubungi Saka yang sudah pulang.

Sementara itu mereka Di area dalam toko.

Siwi masih menunggu jawaban Wulan."Nah Sekarang nggak ada alasan buat ngeles."

Wulan mengembuskan napas pelan. " jujur yaa kemaren gue lihat notif di hp babang saka ga sengaja itu yah terus ada chat"

" Chat siapa?" Siwi mengangkat alis.

Wulan terdiam beberapa saat.

" namanya sih alya."

Siwi ikut terdiam. "Alya siapa emangnya?"

Wulan menggeleng pelan." Mana gue tau."

" ohh jadi karna itu muka lu jadi kusut kaya begini "

Wulan tertawa kecil, meski terdengar hambar. " kayaknya deh  Pokoknya tuh paas lihat nama itu rasanya langsung aneh."

Siwi menghela napas panjang.

" lu tuh yaaa overthinking nya ga ketulungan Bisa aja kan itu temennya."

"Iya."

"siapa tau sodaranya atau urusan kerja atau apa kek."

"Iya."

"Terus kenapa langsung nyerah duluan?"

Wulan menunduk sambil memainkan tali tasnya.

"gue cuma takut aja."

"Takut apaan?"

" kalau ternyata dia emang orang spesial nya babang saka terus gue yang udah berharap duluan gimna  nnyesek jirrr "

Siwi langsung menepuk pelan kepala Wulan.

"Au! Sakit, setann."

"Biar sadar."

Wulan langsung manyun. "Ih."

"Belum juga tahu siapa si alya alaya itu lo udah bikin cerita sendiri di kepala loo."

Wulan tertawa kecil.

"Iya sih tapi susah wii namanya juga perasaan."

Siwi menggeleng pelan.

"Lo nggak sadar?"

"Dari yang gue liat pas kita ketemu babang tuh beberapa kali ngelihatin lo, terus lo bilang dia sempat nanya kan ke lo."

"'Kamu capek?'"

"'Kamu kenapa diem?'"

"Itu tandanya dia sadar lo berubah."

Wulan menggigit pelan bibir bawahnya. " gue ngga mau geer wi"

Siwi menghela napas.

"Terus gimna?"

Wulan menatap lantai beberapa saat sebelum akhirnya berkata pelan,"kayanya gue mending jaga jarak dulu deh dari pada gue makin berharap "

Di luar toko Sebuah mobil berhenti tepat di depan Ibusya Flower Studio.

Saka turun sambil membawa kunci mobil di tangannya, Beberapa menit yang lalu Sarah menghubunginya karena flashdisk revisi dekorasi tertinggal di toko.

Baru beberapa langkah menuju pintu, Langkahnya perlahan terhenti.

Suara Wulan terdengar samar dari dalam.

"gue ga mau geer wii."

Saka tanpa sadar menoleh ke arah pintu kaca,lalu...

" Kayaknya gue mending jaga jarak dulu deh."

kalimat itu yang berhasil sampai ke telinganya Sisanya tertelan oleh suara kendaraan yang melintas di depan toko.

Saka terdiam, Tatapannya perlahan menunduk Ia tidak tahu apa yang sedang dibicarakan Ia juga tidak tahu kenapa Wulan berkata seperti itu.

Yang ia tahu Beberapa hari terakhir Wulan memang berubah.

Lebih pendiam Lebih sering menghindar Dan kini, Kalimat itu seolah menguatkan semua dugaannya.

Perlahan, Saka mengembuskan napas. Alih-alih masuk, ia justru mundur beberapa langkah.

Rasanya tidak enak jika harus memotong percakapan mereka Ia kembali masuk ke dalam mobil dan menunggu dengan tenang.

Beberapa menit kemudian, Pintu toko terbuka.

Siwi mengenakan helmnya lebih dulu."Yuk."

"Iya." Wulan berpamitan kepada Sarah yang baru keluar dari ruang kerja. "Kak Sarah, aku pulang dulu ya."

"Iya, hati-hati kalian."

"Makasih, Kak." Motor Siwi perlahan meninggalkan halaman toko.

Saka memperhatikan sebentar hingga motor itu menghilang di tikungan, Barulah ia turun dari mobil.

"Ting..."

Bel pintu kembali berbunyi.

Sarah yang sedang memegang flashdisk langsung menoleh.

" eh sudah datang "

Saka tersenyum tipis. " Iya ini flashdisk yang ketinggalan."

"Terima kasih." sarah menerima nya.

Sesaka pamit pergi pada sarah lalu keluar sebum kembali keluar, pandangannya sempat mengarah ke meja kerja tempat Wulan biasa merangkai bunga.

Kosong. Namun entah kenapa...

Ucapan Wulan tadi masih terus terngiang di kepalanya.

" Kayaknya mending gue jaga jarak dulu deh dari pada gue makin berharap"

Untuk pertama kalinya...

Saka benar-benar ingin tahu. Apa sebenarnya yang membuat Wulan berubah sejauh itu?

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!