NovelToon NovelToon
Jiwa Modern Sang Agen Rahasia : Pembalasan Permaisuri Lin

Jiwa Modern Sang Agen Rahasia : Pembalasan Permaisuri Lin

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Agen Wanita / Time Travel
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Amber Mist

Lin Meilin adalah agen intelijen modern papan atas yang ditakuti karena keahliannya dalam taktik pertempuran dan racun mematikan. Namun, sebuah misi rahasia untuk merebut kembali Giok Dinasti Long yang hilang di luar negeri justru berakhir tragis. Meilin dikhianati oleh rekan seperjuangannya sendiri hingga sekarat.Saat tetesan darah Meilin menyentuh permukaan giok kuno tersebut, keajaiban mistis terjadi. Jiwanya terlempar melintasi waktu dan terbangun di dalam tubuh Permaisuri Lin—seorang wanita berkedudukan tinggi namun memiliki kepribadian yang sangat lemah dan penakut. Di dunia kuno ini, Permaisuri Lin baru saja diracun oleh selir kesayangan kaisar dan dibuang hingga terabaikan di Istana Dingin yang sunyi.Kini, tidak ada lagi permaisuri lemah yang bisa ditindas! Dengan jiwa agen rahasia yang haus akan keadilan, Meilin bangkit untuk mengacak-acak seisi istana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amber Mist, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10: Jeratan di Balkon Toko Obat

Ketegangan instan melingkupi balkon lantai dua yang sunyi. Angin malam musim dingin berembus kencang, memainkan ujung lampion merah yang tergantung di sudut bangunan, melemparkan siluet bayangan yang menari-nari di atas lantai kayu. Meskipun tubuhnya terkunci rapat oleh pelukan kokoh dari belakang, Lin Meilin tidak membiarkan riak kepanikan merusak ketenangannya. Otaknya yang terbiasa bekerja di bawah tekanan ekstrem langsung memproses situasi dalam hitungan milidetik.

Ia menahan gerakan belati peraknya yang tersembunyi di balik lengan baju abu-abunya. Meilin menyadari bahwa pria yang mendekapnya memiliki kekuatan dalam (Qi) yang jauh lebih tinggi dan matang dibanding saat mereka pertama kali bertemu di Istana Dingin. Jika ia memaksakan benturan fisik atau mencoba melakukan serangan balik taktis sekarang, tubuh kuno ini—yang baru pulih sekitar empat puluh persen—akan berada dalam posisi merugikan dan berisiko mengalami cedera otot internal.

Dalam dunia spionase modern, ketika kekuatan fisik tidak berimbang, senjata terbaik yang bisa digunakan adalah manipulasi psikologis dan tipu daya.

Meilin perlahan merilekskan seluruh otot tubuhnya. Ia sengaja melemaskan pundaknya, membiarkan punggung rampingnya bersandar sepenuhnya pada dada bidang Long Feng yang keras bagai batu karang. Ia bertingkah seolah dekapan erat ini tidak lebih dari sekadar gangguan angin malam yang tidak berarti.

"Tuan Misterius, apakah ini hobi barumu? Menyelinap ke tempat kediaman seorang wanita di tengah malam dan memeluknya dari belakang seperti pencuri amatir?" suara Meilin terdengar malas, diiringi helaan napas yang sengaja dibuat terdengar pasrah namun sarat akan nada menggoda.

Kaisar Long Feng—yang saat ini menyamar dengan jubah sutra bulu hitam tanpa lencana naga—sedikit terkejut dengan reaksi santai Meilin. Biasanya, wanita mana pun di kekaisaran ini, baik putri bangsawan maupun pelayan istana, akan menangis ketakutan, berteriak histris, atau pingsan jika mendadak disergap oleh auranya yang mengintimidasi. Namun, wanita di pelukannya ini justru bersikap seolah-olah dekapan seorang pria asing di kamarnya adalah hal paling biasa di dunia.

Rasa penasaran dan gairah berburu di dalam diri sang penguasa tertinggi Dinasti Long semakin membumbung tinggi. Long Feng perlahan melonggarkan cengkeraman lengannya di pinggang Meilin, namun ia tidak mundur setapak pun. Ia justru memajukan kedua tangannya untuk bertumpu pada pagar pembatas balkon, mengurung tubuh ramping Meilin di antara kedua lengannya yang kekar.

"Aku bukan pencuri, Rubah Kecil. Aku hanya datang untuk menengok tabib jenius yang telah berbaik hati menjahit dadaku dan menyelamatkan nyawaku beberapa minggu lalu," ujar Long Feng, suara baritonnya yang berat bergema rendah di dekat pelipis Meilin.

Mata elang Long Feng yang tajam mengunci wajah Meilin dari samping. Di bawah temaram cahaya lampion merah, gubahan pakaian pria yang dikenakan Meilin justru membuat fitur wajahnya tampak tegas, eksotis, dan memiliki daya pikat yang tidak biasa. Ada kecantikan yang berbahaya, tipe kecantikan yang bisa memicu perang antar kerajaan.

"Atau... haruskah aku memanggilmu Tuan Muda Toko Obat sekarang?" tambah Long Feng dengan nada menyindir yang geli.

Meilin berbalik perlahan di dalam kurungan lengan Long Feng. Ia menyandarkan kedua siku tangannya pada pagar balkon di belakangnya, membuat posisi mereka kini berhadapan langsung dengan jarak kurang dari sepuluh sentimeter. Napas hangat Long Feng yang beraroma samar kayu cendana merasuk ke indra penciuman Meilin, menciptakan kontras yang aneh di antara mereka.

"Panggil aku sesukamu," balas Meilin. Sepasang mata elangnya menatap lurus ke dalam manik mata hitam pekat milik Long Feng tanpa ada rasa gentar sedikit pun. Keberaniannya yang mutlak membuat Long Feng terpaku sejenak. "Namun, aku tidak menyangka seorang pria yang dikejar oleh pembunuh beracun hingga sekarat beberapa minggu lalu, memiliki begitu banyak waktu luang untuk berjalan-jalan di pasar bawah ibukota. Siapa kau sebenarnya?"

Long Feng menundukkan kepalanya sedikit, menantang tatapan mata Meilin yang menembus jiwanya. "Jika kukatakan aku adalah seseorang yang bisa meruntuhkan toko obat kecilmu ini menjadi abu dalam satu jentikan jari, apakah kau akan mulai menunjukkan rasa takut, Lin Meilin?"

Mendengar ancaman itu, Meilin tidak mundur ataupun memalingkan wajah. Ia justru mengulurkan tangan kanannya yang ramping. Dengan gerakan yang sangat berani dan terukur, ujung jari-jari lenturnya menyentuh dada kiri Long Feng—tepat di atas bekas luka tusukan beracun yang pernah ia rawat. Ia mengetuk-ngetuk pelan detak jantung pria itu melalui kain jubah sutranya yang tebal.

"Seseorang yang detak jantungnya pernah berada di bawah kendali ujung jarum perakku tidak akan pernah bisa menakutiku, Tuan," bisik Meilin, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis yang sarat akan provokasi mematikan. "Detak jantungmu saat ini sangat stabil, lukamu sudah sembuh total tanpa infeksi. Namun, aura membunuh dan aroma darah di tubuhmu terlalu pekat untuk seorang pedagang kaya atau bangsawan manja. Kau... bekerja untuk lingkaran dalam istana?"

Long Feng menurunkan pandangannya, menatap tangan ramping Meilin yang masih bersandar di dadanya. Sentuhan jemari wanita itu terasa hangat di tengah dinginnya malam, namun Long Feng tahu betul bahwa di balik kelembutan jemari tersebut, tersembunyi kecepatan eksekusi yang bisa memotong urat nadinya dalam sekejap mata. Sang Kaisar tersenyum misterius, merasa sangat menikmati permainan adu kecerdasan dan topeng ini.

"Bisa dikatakan begitu. Aku mengurus beberapa 'masalah kotor' dan membersihkan tikus-tikus politik untuk Yang Mulia Kaisar," jawab Long Feng, memilih untuk tetap menyembunyikan identitas aslinya. Ia ingin melihat seberapa jauh permaisurinya yang "baru" ini akan melangkah dengan bidak-bidak catur yang ia miliki. "Dan bicara tentang masalah kotor... aku melihat sebuah pertunjukan malam yang sangat menarik di jalur perbukitan luar kota kemarin malam. Seorang pencuri misterius bertopeng hitam memporak-porandakan karavan logistik Menteri Hua dengan teknik beladiri yang sangat... aneh, namun sangat efisien."

Mata Long Feng berkilat tajam, menanti adanya perubahan riak mikro-ekspresi, detak nadi, atau kepanikan di wajah Meilin.

Namun, Meilin adalah seorang agen elit didikan organisasi modern. Mengontrol emosi dan ekspresi wajah adalah makanan sehari-harinya. Wajah cantiknya tetap tenang, datar, dan sedingin es, tanpa ada indikasi rasa bersalah atau keterkejutan sedikit pun. Ia menarik kembali tangannya dari dada Long Feng dengan santai, lalu melipat kedua tangannya di depan dada.

"Oh? Menteri Hua yang terkenal korup dan tamak itu dirampok?" Meilin menaikkan satu alisnya, berpura-pura terkejut. "Sungguh sebuah berita yang sangat menggembirakan bagi rakyat jelata di ibukota ini. Siapa pun pencuri bertopeng hitam itu, dia pasti seorang pahlawan yang dikirim oleh Langit untuk menghukum orang jahat."

"Pahlawan?" Long Feng terkekeh dingin, tubuhnya semakin condong mendekati Meilin hingga jarak mereka terkikis habis. "Pahlawan yang saat ini menggunakan kepingan uang perak murni hasil rampokan tersebut untuk mendanai pembelian dan renovasi bangunan toko obat dua lantai ini, bukan?" tembak Long Feng langsung tanpa basa-basi, matanya berkilat penuh kemenangan.

1
sasa adzka
cerita makin keren ey 😍😍
semangat up nya kak, Terima kasih sdh up beberapa bab kak😍😍.. utk jam berapa nya kau up terserah aja ya.. aku selalu menantikan kelanjutan cerita mu ini.. semoga sampai tamat 😍😍😍
Amber Mist: 😍 baik lah terima kasih
total 1 replies
Lina Hibanika
jangan kasih ampun pelayan calutak seperti itu mah
sasa adzka
wahhh sebentar lagi bucin neh si kaisar long sama meilin🤭🤭🤭
Amber Mist: Siap2, ya Yang Mulia. Lebih suka upload jam brp kak?
total 1 replies
Lina Hibanika
hadiah perkenalan,, segelas kopi buat author ☕
Amber Mist: 😍 terima kasih Yang Mulia
total 1 replies
sasa adzka
I like it permaisuri meilin😍😍😍 aku suka karakter nya... pertahan kan kak.. pokok nya harus kuat mah MC cewek nya😍😍😍😍
semangat ya
Amber Mist: wahhh, makasi Yang Mulia, dukung aku terusnya "follow" dan jangan lupa "bintang5nya"
total 1 replies
sasa adzka
hallo baru mampir kak othor...
semoga sampai tamat ya😍😍
semangat up nya💪💪
Amber Mist
Yang Mulia Datu Zahra, bagian mana ya yg fisiknya brubah? coba dibaca ulang, karena Meilin ahli racun kak, itu bukan fisik yg brubah tapi jiwanya uda ganti kak
Datu Zahra
Dibab sebelumnya disebutin udah lewat seminggu, tambah dua hari seudha kaisar pergi sampe fisik berubah, ya kali nyebut racun semalam. ngaco
Amber Mist: Yang Mulia, sepertinya harus baca ulang ya
total 1 replies
Amber Mist
Halo Yang Mulia Ratu pembaca setia Permaisuri Lin, Salam Kenal.

Yuk, voting, kalian lebih suka aku upload di jam brp?

Yang setia ikutin, pencet " ikuti" + kasih 💫 bintangmu ya.

Hamba butuh dukungan kalian
Alia Chans
suka.... like + bunga😉
semangat thor nulisnya nya🤭




kalo berkenan mampir thor😉
Amber Mist: 😍👍 siap kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!