NovelToon NovelToon
Belenggu Pernikahan Semu

Belenggu Pernikahan Semu

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Poligami / Angst / Romansa / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: teh ijo

~Pernikahan tanpa cinta, tak selamanya berakhir dengan bahagia~

Zahra terpaksa harus menikah dengan Alzam, pria asing pilihan ibunya. Pernikahan tanpa cinta membuat Zahra harus menerima perihnya kenyataan. Terlebih saat dia mengetahui jika Alzam telah memiliki seorang tunangan.

Selama pernikahan Alzam tak pernah sedikitpun menganggap Zahra sebagai seorang istri meskipun mereka berada dalam satu ranjang yang sama. Bahkan Zahra harus berlapang dada ketika Alzam memutuskan untuk menikahi Aira. Mampukah Zahra mempertahankan rumah tangganya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon teh ijo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

02 | Dinginnya Suamiku

Malam semakin larut. Pikiranku masih tertuju pada mas Alzam yang belum juga pulang. Meskipun dia sudah menitipkan pesan pada mbok Inah akan pulang larut, tetapi aku masih tetap menunggunya. Hatiku semakin kalut saat mengingat sosok Aira yang ternyata adalah tunangan mas Alzam.

"Non Ara, masih menunggu den Al?" tanya mbok Inah yang melihatku masih termenung di ruang tengah.

Aku mendongak. Meskipun sudah tahu jika mas Alzam akan pulang larut, tapi aku masih bersikeras untuk menunggu mas Alzam.

"Iya Mbok," jawabku singkat.

Mbok Inah berjalan pelan dan duduk di sampingku. "Non Ara tidur saja. Tadi pagi 'kan udah Mbok bilang kalau beliau akan pulang larut."

"Tapi aku ingin menunggunya, Mbok," jawabku penuh harap.

"Non Ara jangan memaksakan diri. Sekarang tidurlah!"

Meskipun berat, aku tetap mengikuti saran mbok Inah. Didalam kamar, hatiku gelisah tak menentu. Bayangan mas Alzam dan Aira terus memenuhi kepalaku hingga akhirnya aku mendengar suara mobil masuk ke garasi.

Ku pandangi jarum jam yang menggantung di dinding, ternyata sudah pukul 11 malam. Tiba-tiba detak jantung ini semakin bergerumuh saat suara pintu dibuka. Aku mencoba untuk memejamkan mata, berpura-pura untuk tidur.

Tak berselang lama, aku merasakan ada sentuhan lembut di tubuhku. Jelas itu adalah tangan mas Alzam.

"Aku tahu kamu hanya berpura-pura tidur saja," bisik mas Alzam di telingaku sambil digigitnya pelan.

Perlahan kubuka mataku. Dengan sigap Mas Alzam mengunci tanganku. Garis tegas di wajahnya terlihat sedikit sayu. Aku mencoba untuk memberontak, tapi lagi-lagi kekuatan Mas Alzam lebih kuat.

"Mas, kamu mau ngapain?" Aku bertanya meskipun aku tahu apa yang sedang diinginkan oleh mas Alzam.

"Kamu jangan pernah lupa dengan tugas dan kewajiban mu! Aku sudah membeli mu, Ra!" kata mas Alzam dengan tatapan tajam.

"Tapi Mas .... "

Tak bisa terelakkan lagi. Ini adalah malam kedua mas Alzam menjamah ku. Meskipun dengan perlakuan yang lembut, tatap saja tindakan mas Alzam sangat menyakiti hatiku. Percuma saja jika air mata ini terus mengalir, karena mas Alzam takkan pernah sedikitpun peduli. Dia hanya menginginkan hasratnya terpenuhi.

Setelah melakukan penyatuan, mas Alzam langsung bergegas untuk membersihkan tubuhnya. Sedangkan aku masih terisak dalam tangisku.

"Lain kali tidak usah menungguku pulang, karena aku pasti akan pulang larut," kata mas Alzam yang sudah merebahkan tubuhnya disampingku.

"Jangan menangis! Karena aku tidak menyukai air mata!" ujarnya lagi.

Ku usap jejak air mataku dan ku beranikan diri untuk menatap pria yang berstatus sebagai suamiku. Setelah seharian aku menunggu kedatangannya, tetapi apa yang dia lakukan padaku?

"Mas, aku tahu kamu hanya terpaksa menikahiku. Jika memang tidak ada cinta diantara kita, tolong lepaskan aku."

"Kamu pikir mudah untuk melepaskan mu begitu saja? Tidak, Ra! 100 juta bukanlah uang yang sedikit. Kamu pikir jika kamu dijual ke tempat pelacuran bisa tembus 100 juta meskipun kamu masih perawan? Tidak, Ra!"

Kata-kata mas Alzam begitu menusuk hatiku. Aku hanya bisa menahan air mata agar tak berjatuhan. Saat bibirku menganga hendak membahas Aira, ternyata mas Alzam sudah beranjak dengan sebuah bantal yang berada ditangannya.

"Kamu mau kemana, Mas?" tanyaku bingung.

"Sebaiknya kamu tidur. Aku akan tidur di kamar sebelah."

Ku tatap punggung kekar itu hingga tenggelam. Tak bisa lagi ku tahan air mata yang sudah mulai merembes jatuh begitu saja.

"Aku harus kuat, meskipun menyakitkan," lirihku sambil meremas selimut yang membungkus tubuhku.

****

Alarm telah membangunkan tidurku. Aku tak ingin mengulang kesalahan yang sama, dimana aku tidak bisa menyambut mas Alzam pagi ini. Meskipun sikap mas Alzam terlalu dingin kepadaku, tetapi aku ingin berusaha mencairkannya. Bukankah batu karang di laut akan terkikis oleh deburan ombak yang setiap hari menerjangnya? Lalu mengapa hati manusia tidak bisa? Semua akan bisa jika ada udah yang kuat dibelakangnya.

"Lho, kok udah bangun, Non?" tanya mbok Inah yang melihatku menghampirinya.

"Iya Mbok, habis sholat subuh kan gak baik kalau tidur lagi," jawabku dengan memberikan sebuah senyuman kepada Mbok Inah.

"Aku bantuin ya, Mbok," tawar ku padanya.

"Gak usah, Non. Nanti den Al marah."

Aku tak menghiraukan lagi larangan mbok Inah untuk menyiapkan sarapan pagi. Karena hanya untuk sarapan kami berdua, mbok Inah tidak masak banyak yang penting ada sayur hijaunya.

"Mbok, kira-kira makanan yang disukai oleh mas Alzam itu apa ya?" tanyaku di tengah kegiatan memasak.

"Semua jenis makanan disukai sama den Al, kecuali terong, Non," jelas mbok Inah. "Masa terong makan terong," kelekar mbok Inah.

Aku pun ikut tertawa. Ternyata mbok Inah bisa diajak bergurau. Aku pikir dia adalah orang yang selalu serius. Namun nyatanya dia bisa membuatku tertawa.

"Oh iya mbok, orang tua mas Alzam tinggal dimana ya? Soalnya aku tidak melihat kehadiran orang tua mas Alzam saat hari pernikahan. Dan mas Alzam juga tidak memberitahu kami tentang keberadaan orang tuanya.

Tiba-tiba mbok Inah membeku untuk beberapa saat. Bahkan gorengan yang ada di teplon pun hampir saja Gosong. Aku tidak tahu apakah ada yang salah dengan pertanyaanku.

"Mbok, tempenya mau gosong!" ujarku sambil menyenggol bahunya. Ketika wanita tengah baya itu tersadar dari diamnya.

"Mbok, kenapa?" tanyaku heran saat melihat perubahan wajah Inah yang tertekuk.

"Berjanjilah kepada Mbok, kalau Non Ara tidak akan pernah menanyakan pertanyaan seperti ini kepada den Al. Mbok berjanji akan memberitahu Non Ara, tapi tidak untuk sekarang."

Aku mengerti dengan ucapan mbok Inah yang sepertinya sedang menyimpan sesuatu mengenai orang tua mas Alzam.

Tak berapa lama mas Alzam sudah rapi dengan pakaian kerjanya. Jika dilihat dari dekat, wajah mas Alzam terlihat tampan den berwibawa. Namun, sikapnya tidak bisa ditebak.

"Sepertinya ada masakan baru. Apakah ini kamu yang memasaknya?" tanya mas Alzam padaku.

Aku mengangguk pelan. "Iya Mas. Cobain ya," tawarku sedikit ragu.

Tak ada penolakan dari mas Alzam. Jelas saja aku menarik kedua garis bibirku dengan penuh bahagia.

Namun, senyumku harus pudar manakala mas Alzam mengangkat sebuah panggilan telepon dengan wajah yang berbinar.

"Kamu tunggu saja, setelah sarapan aku jemput kamu."

Aku sudah bisa memastikan jika yang menelepon adalah Aira. "Siapa Mas?" tanyaku pura-pura.

Sorot mata tajam itu seakan menusuk mataku. "Jangan melewati batas! Meskipun kamu adalah istriku, tapi aku tidak mencintaimu. Kedepannya jangan pernah mencampuri urusan pribadiku!"

Setelah mengucapkan kata-kata itu, mas Alzam berlalu tanpa berpamitan kepadaku. Aku hanya bisa mengelus dadaku dengan pelan seraya berdoa agar Tuhan tetap menguatkan hati ini.

Mbok Inah yang melihat segera mengelus lenganku. "Yang sabar ya, Non. Teruslah berdoa kepada Gusti Allah, semoga den Al bisa luluh kepada non Ara."

Ku anggukan kepalaku dan mencoba untuk biasa saja. Ternyata pernikahan yang baru berjalan dua hari ini terasa amat menyakitkan.

"Iya Mbok, aku gak papa, kok."

...~BERSAMBUNG~...

TERIMA KASIH ATAS KEHADIRAN KALIAN UNTUK MERAMAIKAN NOVEL INI 🙏

1
Siti Maulidah
ceritanya baguss skli /Good//Good//Heart//Heart/
Qaisaa Nazarudin
Jadi malas bacanya dari awal hanya ada Kebodohan Zahra, mengorban kan Kanna orang yang sangat mencintai nya,demi menukar dengan Denna,Biarkan saja Denna sama bapaknya,karena dari awal kamu yg Bodoh fan gak tegas...🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Baru sadar kan kamu??
Qaisaa Nazarudin
Terima aja KEBODOHAN kamu dari awal,Alzam kan udah milih kekasihnya dari kamu,juga memilih anaknya utk kekasih/isteri nya,Dan bukan kamu pilihannya,Kamu aja yg Gamon dan Bego..
Qaisaa Nazarudin
Rasain Zahra BODOH..
Qaisaa Nazarudin
Dari awal udah ku nilang Zahra ini mmg BEGO,saat keluar dari rumah Alzam pertamakalinya,Harusnya dia langsung gugat Cerai,setelah itu oergi kemanapun yg penting Alzam tdk bisa menemukan kalian kembali,Tapi dengan Bodoh nya dia mau2 aja kembali dan bodohnya lagi sampai Alzam tau dia Hamil..
Dan udah bagus menghindar bertahun2 tapi hujung2 nya balik lagi kesana, udah pasti lah Alzam akan menemukan mereka kembali dan mengambil anaknya..Udah 5 Tahun juga berlalu tapi tetap aja BODOH di simpan,padahal Kanna katanya Dosen tapi Oon,kan dia bisa bersikap Tegas menguruskan perceraian Zahra,tapi gak dia lakukan.. Ckkk KEBANYAKAN DRAMA..
Qaisaa Nazarudin
Astaga KENAPA LELET BANGET SIH? UDAH 5 TAHUN TANPA NAFKAH LAHIR BATHIN UDAH KIRA CERAI YA,APALAGI SI ISTRI YG KELUAR RUMAH APAPUN ALASANNYA DIKIRA NUSYUZ LHO..MAAF THOR KALO SALAH..
Qaisaa Nazarudin
Udah 5 tahun berlalu,Jangan sampai kalo harus pulang ke kota,yang Ada Alzam akan menemukan anaknya,dan mengambilnya..Kenapa Kanna tdk menikahi Zahra aja,atau Kanna udah ada pujaan hatinya,gak kan..ini pasti zahra yg gak mau..ckk
Qaisaa Nazarudin
wah berarti Kanna denganZahra masih di Villa ini ya selama 5 tahun ini..
Qaisaa Nazarudin
Pasti ini Kanna dengan anaknya Zahra..Apakah Kanna dan Zahra udah Nikah? moga aja ya?
Qaisaa Nazarudin
Definisi Lelaki gak Tegas,Tamak..sana mau sini mau,ya tanggung aja..
Qaisaa Nazarudin
BEGO kamu pikir Alzam akan melepaskan mu saat dia tau kamu hamil anak nya? Harusnya sebelum dia tau kamu hamil,kamu gugat dia ckk kesel aku..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Sekarang aja harusnya kamu SADAR,dalam keadaan gini aja dia masih menomor satu kan Aira dari kamu..
Qaisaa Nazarudin
Astaga kamu aja yang BODOH,DATI AWAL JUGA DIA MEMILIH KEKASIHNYA DARI KAMU,KALO GAK,NGAPAIN DI NIKAHIN PACARNYA SEDANGKAN DIA SUDAH MENIKAHI MU,KAMU ITU YG BODOH DAN GAK TEGAS,GUGAT CERAI AJA DIA DARI KEMARIN SETELAH KAMU KELUAR DARI RUMAH,MALAH MAU3 NYA PERCAYA MA DIA LAGI,OGEB..
Qaisaa Nazarudin
Tunggu..kedua adiknya bukan anak kandung ayahnya Zahra dengan ibunya? Terus anak ibunya dengan siapa? Ayah tirinya,Kalo ia kenapa ibu dan ayah tirinya gak bawak sekalian dua orang anak nya itu pergi juga malah ditinggalin,Gila nih ibunya, Binatang aja tau gimana menyayangi anaknya..
Qaisaa Nazarudin
Ckk mesti HAMIL nih,katanya gak cinta sama isteri benci sama isteri nya, Tapi ditidurin juga..🤔
Qaisaa Nazarudin
aku kalo baca alur kayak gini,lebih suka baca novel yg udah End,Jadi tau hujung2 nya dia bahagia dengan siapa,Kalo balik lagi ke orang yg sama,jadi malas bacanya..
Qaisaa Nazarudin
keputusan mu udah paling benar,ngapainasih dipertahankan,yang ada kamu makin terluka,kamu juga berHAK mencari kebahgiaan mu sendiri,Jangan jadi perempuan BODOH yg mau2 aja ditindas dan disakiti,Walaupun kamu Nikah hasil perjodohan,kamu juga punya harga diri kali..Biarkan Dia dengan keinginannya,Semoga aja dia GAK NYESEL NANTINYA...
Hariyanti
Arya itu ternyata alzam ke dua😏😒
Hariyanti
ohhh hubungan satu malam 😩😩🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!