NovelToon NovelToon
Marrie Me, Olin

Marrie Me, Olin

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cintamanis
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Erna Surliandari

Harap Baca Suamiku Pria Lumpuh, supaya nyambung dengan kisah mereka, ya.

Bagaimana, jika orang yang kamu cintai, adalah seorang yang telah menjadi masa lalu terburukmu. Yang telah menjadi penyebab penderitaanmu dimasa lalu. Padahal, Ia telah memberikan semuanta untukmu.

Carolina Hermawan. Gadis yatim piatu itu baru saja mengenal sebuah cinta dan bahagia, sejak bertemu dengan Reza Edwardo. Salah satu pewaris Nugraha's company.

Mereka sepakat menikah usai Olin wisuda, dan telah merancang semuanya. Tapi, rupanya keluarga Nugraha atau Papa Edward memiliki masa lalu diantara keluarga Olin.

Apa masalah itu, dan bagaimana mereka menghadapinya? Berstu, atau justru memcari jalan masing-masing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Surliandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Awal pertemuan itu.

Olin masuk ke dalam kamar. Ia membersihkan dirinya dari kuah sop dan memasang plaster pada keningnya. Ia bahkan tak mampu menangis lagi kali ini. Air matanya, serasa sudah mengering karena perbuatan mereka semua. Belum lagi, Kakak sepupunya yang sering mencuri uang tabungannya untuk berfoya-foya.

"Udah ngga tahan rasanya. Pergi lebih baik. Terserah, mereka mau cap sebagai keponakan durhaka, atau apalah itu." ucapnya.

Ia pun bergerak. Melipat beberapa pakaian yang akan Ia bawa. Tak banyak, karena Ia ingin pergi dengan segera. Olin pun meraih tabungannya, yang Ia wadahkan ke sebuah kaleng biskuit bekas. Itu pun, Ia taruh di bawah lemari agar lolos dari Baim.

"Ada Satu juta. Ongkos ke kotanya, Dua ratus ribu dari angkot hingga bus. Dan disana cari kost murah. Jadilah. Cari kerja seadanya, kumpulin uang buat kuliah." ucap Olin, dengan harapan yang begitu besar.

Hari semakin larut. Terdengar suara motor Baim, masuk ke halaman rumah. Hanya tinggal menunggu Baim tidur, lalu Ia akan pergi dari rumah itu.

Kleeekkk! Lampu kamar Baim telah dimatikan. Olin masih diam menahan rasa kantuk di dalam kamarnya. Hanya bebrerapa menit, untuk mendengar dengkuran keras keluar dari mulut Baim.

"Aman..." ucap Olin.

Kamarnya ada di lantai atas, sebuah ruangan kecil yang dibagi dua dengan Baim. Ia pun mengeluarkan seprai yang telah Ia gabung dan di ikat dengan kain lain di jendelanya. Ia pun turun perlahan, lalu loncat ketika telah sampai di bawah

" Aman..." ucapnya lagi, dengan senyum kali ini.

Ia pun berlari, meninggalkan rumah penuh derita itu. Tanpa satu orang pun yang melihat, karena semua telah lelap dengan mimpinya masing-masing.

Dipasar, Ia menumpang dengan sebuah mobil sayuran yang kebetulan akan berangkat ke kota. Tak apa, meski sempit dan kotor, setidaknya menghemat pengeluarannya untuk naik bus.

"Pak, jangan bilang Om kalau Olin kesini. Bilang aja ngga tahu." pinta nya.

"Iya deh, iya. Neng Olin hati-hati tapi, jaga diri baik-baik. Kalau ada sesuatu, datengin Bapak disini."

"Iya Pak Bakri. Aman deh." ucap Olin. Lalu Ia pergi, mengikuti arah angin yang membawanya entah kemana.

Olin mencari sebuah kost kecil, yang hanya cukup untuk dirinya sendiri. Ia bekerja dimanapun, asalkan Ia menadapat gaji dan dapat menabung untuk kuliahnya.

Hampir Dua tahun Ia terkatung-katung di kota. Ingin kembali tak mungkin, dan bertahan sulit. Dan Ia memilih bertahan meski sangat menyakitkan. Hingga cita-citanya untuk kuliah terkabul. Meski tertatih mengmpulkan uang dan mengatur waktu belajarnya.

Ia bahkan bekerja di sebuah kedai pecel lele, tempat dimana Ia dan Reza bertemu. Kala itu, Ia memergoki beberapa anak berusaha mencopet dompet Reza dan menegurnya.

"Cowoknya ganteng. Tapi, berpakaian seperti itu. Pasti orang kaya. Sadar Olin, sadar." ucapnya, ketika pertama kali bertatap muka dengan Reza.

Sejak saat itu, Ia pun tahu jika Reza selalu mencarinya. Tapi memang Ia selalu menghindar. Demi apa? Demi menjaga hatinya sendiri. Mengingat kasta mereka yang begitu berbeda.

Hingga suatu hari, sebuah tawaran menjadi OB di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan besar, hingga Ia dapat diterima disana. Ia tak tahu, jika ada campur tangan Reza di dalamnya.

Hingga kejadian itu, ketika Ia bekerja dengan begitu riang gembira dengan lagu kesukaannya. Mendendangkan, sembari memperagakan gerakan nya. Ketika, terlalu semangat hingga mengenai tubuh Reza hingga pingsan.

"Aku sendiri, bahkan nyaris pingsan kala itu. Melihatnya yang selalu aku hindari, tapi ternyata bertemu di satu tempat kerja. Dan ketika itu, aku tahu siapa dia."

1
Nor shuhada Nordin
author, sye dah bertahun tunggu sambungan novel nie, please jangan bia tergantung mcm nie, salam syg dr peminat awak dr Malaysia/Heart/
Sukeh Kejora
kok gk ada lanjutannya
Ibu Sri
Luar biasa
⭐️asteri
bener2 ga di terusin ini ?
Wiwin Herlinawati
Bagus ceritanya
Alexa Juliana
Ohhhh br sadar Zaolin itu Reza - Olin...kirain nama aslinya Olin 🤭🤭
Alexa Juliana
Gpp Li pakai minyak telon krn bau nya harum dan wangi bayinya kerasa banget 😁😁
Alexa Juliana
Ya Allah..itu uang haknya Olin sbg ahli waris..Ga akan berkah Tante kamu udh makan haknya anak yatim piatu..
Alexa Juliana
Ini Olinnya Reza bukan? Olinnya Reza namanya bukannya Zaolin yah?
FS
200 jt nya kapan lanjut ni liiin olin
Ida Siswati
bagus ceritanya
Fina Safina
ahhh menyayat banget kalimatnya🥺
Inces 05
bagus cerita nya ko ga d lanjutkan?
Mr Im
lanjut lagi thor. dah ane kirimin kopi tuh
Siti Komariah
walahhh ini kmana lanjutannya,,smoga kak author sehat biar bs lanjut lagi..
Anonim
Cerita ini masih gantung hingga swkarang
Sahrisa Salsabila
lanjutannya mna
John de Joenk
iya thor rambutnya kurang kriting mie
zha syalfa
pas di kos olin sdh ditanya ttg keluarga oleh papi..
dan dijawab tinggal ditempat jauh dan butuh waktu untuk pembuktian
Susi Mardikawati
💘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!