NovelToon NovelToon
Menikah Di Usia Remaja.

Menikah Di Usia Remaja.

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 5
Nama Author: selvi serman

Seorang gadis bernama Alisya putri yang kini masih duduk di kelas satu sekolah menengah atas, terpaksa harus menikah dengan pria yang di jodohkan dengan kakaknya. Alisya rela berkorban demi kakaknya yang bercita cita menjadi dokter. apakah Alisya mampu menjalani kehidupannya sebagai seorang istri di usia yang terbilang sangat muda, karena umurnya memang belum genap berusia tujuh belas tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Manggung.

Usai menghabiskan semangkok bakso di kantin Alisya bersama sahabat sahabatnya berjalan menuju kelas mereka, namun saat melintas di dekat lapangan basket tidak sedikit siswa yang berada di sana bersiul siul menggoda ketika melihat Alisya yang tengah melintas.

"Suit,,,suit,,," beberapa siswa yang tengah berada di sana bersiul ria ketika melihat Alisya melintas.

"Hai Alisya." sapa siswa lainnya.

"Tambah cantik aja nih bunga sekolah." godaan salah satu dari temannya mampu mengalihkan pandangan Keanu dari bola basket menuju sosok Alisya.

Dengan wajah datar Keanu menatap ke arah Alisya setelah beberapa saat kemudian ia kembali Fokus pada bola basket di tangannya.

Mendengar siswa siswa yang mencoba menggoda nya Alisya hanya sekedar melempar senyum santun, karena menurut Alisya bagaimana pun mereka tetap seniornya di sekolah jadi ia pun harus tetap ramah.

"Astaga neng,,,,senyummu itu loh bikin hati Abang meleleh" ucap salah seorang dari siswa lainnya sembari memegangi dadanya.

Meski mendapat gombalan demi gombalan dari beberapa siswa tadi, Alisya tidak terlihat keki ataupun marah, ia terlihat biasa saja bahkan bisa di bilang santai. mungkin karena sudah sering mendapatkan gombalan serta pujian membuat Alisya sudah terbiasa. sebenarnya bukan hanya sekedar gombal, siswa siswa tersebut bahkan serius dengan ucapan dan pujian mereka, bahkan tidak sedikit di antara mereka yang berharap bisa menjadi pacar dari seorang Alisya putri Rendi perdana tersebut.

Namun karena tidak mendapat tanggapan dari Alisya, mereka pun hanya bisa berkhayal untuk menjadikan Alisya sebagai tambatan hati.

"Cie,,,yang kepingin jadi dokter, rajin benar belajarnya." Alisya mampir ke kelas kakaknya lebih dulu, Tiara. Tiara yang merupakan saudara Alisya satu satunya juga bersekolah di tempat yang sama dengan dirinya.

"Bisa aja kamu dek." sahut Tiara kemudian menutup buku yang tadi tengah di bacanya, kemudian mengacak acak gemas rambut panjang adiknya saat Alisya sudah menduduki sebuah bangku yang berada dekat dengannya.

"Kakak apaan sih, jadi rusak nih rambut Ica." sungut Ica sembari merapikan rambutnya yang tadi sempat di acak acak kakaknya.

"Habisnya adik kakak cerewet amat sih." ujar Tiara kemudian tersenyum pada adiknya

"Kamu udah makan belum dek??" tanya Tiara.

"Udah kak barusan bareng teman teman." jawab Ica.

"Kakak sendiri kenapa nggak ke kantin saat jam istirahat kelas??"

"Kakak masih kenyang, tadi kan sempat sarapan dari rumah" jawab Tiara.

"Ngomong ngomong tumben nih nyamperin kakak??" selidik Tiara di tanggapi senyum jahil dari adik kesayangannya itu.

"Biasanya juga kak Ara yang nyamperin kamu." lanjut Tiara dengan tatapan menyelidik.

"Kak Ara tahu aja deh,,,," Alisya Cengengesan.

"Kak,,,entar sepulang sekolah Ica izin jalan bareng sahabat Ica ya kak." ujar Alisya.

" Boleh ya kak,,," dengan tatapan memelas Ica melancarkan rayuan agar kakaknya memberikan izin.

"Tapi dek gimana kalau ayah nanyain kakak pulang sekolah tanpa kamu??" sebenarnya Tiara tidak tega jika tidak memberi izin, tapi di satu sisi Tiara Juga takut jika setibanya di rumah ayah serta ibunya menanyakan keberadaan adiknya itu.

"Memangnya kamu mau kemana sih dek?? kenapa nggak minta izin langsung aja sama ayah." lanjut Tiara yang merasa serba salah.

Alisya menggenggam tangan kakaknya dengan wajah memelas.

"Kak Ara kan tahu, jika Ica minta izin sama Ayah Sudah pasti ayah tidak akan memberi izin Ica buat nyanyi di Cafe." lanjut Ica yang akhirnya terus terang.

"Dek,,, bukannya ayah tidak mengizinkan kamu untuk melanjutkan hobi kamu, tapi ayah hanya tidak ingin kamu itu terjun ke dunia hiburan dek. ayah ingin sekali agar kamu bisa melanjutkan bisnis keluarga kita. kamu kan tahu sendiri kak Ara tidak mungkin melanjutkan bisnis Keluarga kita, karena kakak sendiri ingin sekali menjadi seorang dokter." Tiara mencoba menasehati sang adik.

"Kak ini kan cuma sekedar hobi Ica doang, nanti kalau Ica udah tamat sekolah Ica juga bakalan bantuan ayah di perusahaan." lagi lagi Alisya tidak putus Asa merayu kakaknya.

"Ya sudah kalau kamu tetap ngotot, kak Ara akan mencoba mencari alasan pada ayah." jawab Tiara akhirnya.

"Makasih ya kak."

"Buruan dong Ca,,,!! bentar lagi jam pelajaran pak Baroto, kamu mau kita di cincang sama guru killer itu." Ucap Indah yang sejak tadi menunggu di depan kelas Tiara, bersama sahabatnya yang lain.

"Iya buruan Ca,,,keburu luntur nih kegantengan gue lama lama berdiri di sini." timpal Dani dengan gaya sok cool nya.

"Iya iya bentar,,,bawel banget sih Lo pada" melihat tingkah adiknya Tiara hanya menggeleng sembari mengusap lembut kepala adiknya, sebelum Ica berdiri dari kursi dan melangkah keluar setelah sebelumnya telah berpamitan pada Tiara.

Mereka berempat pun kembali ke kelas, hanya Ranti yang tetap di sana sebab Ranti juga sekelas dengan Tiara kakaknya Alisya.

"Ada ada aja tingkah adik gue." ujar Tiara saat Ranti menatap ke arahnya yang kini kembali membuka buku yang tadi sempat di bacanya sebelum kedatangan adiknya bungsunya.

Tiara menarik napas panjang sebelum kembali bersuara.

"Sebenarnya gue juga takut sama bokap gue kalau tahu Alisya kembali nyanyi di cafe, tapi gue juga nggak tega ngeliat adik gue sedih." lanjut Tiara.

"Alisya beruntung banget punya kakak kayak Lo Ra." sahut Ranti.

"Gue juga beruntung banget kali RAN punya adik kayak Alisya, sekalipun kelihatan manja tapi sebenarnya pemikirannya itu sangat dewasa." lanjut Tiara membanggakan adiknya.

"Walaupun dia orangnya gengsi buat bilang sayang ke gue sebagai kakaknya, tapi gue tahu banget kalau dia juga sayang banget sama gue RAN." mendengar ucapan Tiara, Ranti semakin kagum melihat kasih sayang dari kedua kakak beradik itu.

"Ca' Lo yakin kali ini nggak bakal ketahuan bokap Lo??" tutur Indah yang kini tengah fokus mengemudikan mobil kesayangannya.

"Iya Ca' gue kok jadi ngeri ya kalau kita sampai ketahuan bokap Lo lagi, bisa di mutilasi bareng bareng nih kita. masa iya sih gue harus mati sebelum punya tambatan hati." timpal Doni dengan menaik turunkan alisnya.

"Sudah sudah nggak usah malah membebani Ica dengan pemikiran kalian deh, mendingan kita fokus biar nanti penampilan kita maksimal." Sisil pun ikut menimpali agar suasana tidak menegang dengan berbagai pemikiran sahabatnya.

"Setegas tegasnya bokap gue, nggak mungkin juga kali dia sampai mutilasi gue." akhirnya Ica bersuara.

Setengah jam kemudian kelima sangat itu tiba di sebuah cafe yang cukup besar di tengah kota. setibanya di cafe tersebut mereka pun bersiap untuk penampilan mereka di panggung.

Formasi sudah siap, dengan Indah memegang keyboard, Doni Gitar, Sisil drum serta Ranti memegang melodi tak lupa Alisya sebagai penyempurna sebagai Vokalis. sekalipun menjadi vokalis sebuah band yang mereka bentuk belum lama ini, Alisya tetap berpenampilan feminim.

Saking menghayati perannya sebagai Vokalis Alisya sampai tidak memperhatikan jika ada seseorang yang tidak Asing sedang duduk di kursi di sudut cafe tersebut tengah memperhatikan penampilan mereka dengan seksama. tanpa sadar pria itu tersenyum kecil melihat penampilan kelima sahabat tersebut yang bisa di bilang luar biasa.

1
Marina Tarigan
utk apa disembunyikan ya Tiara kalian berdua saling menvintai
Marina Tarigan
laki2 yg sangat bertanggung fdia telaten menabung uang utk masa depannya tdk mau membuat orang tuanya capek anak yg tahu balad budi sm orangtua. mknya Rania kamu akan tenang bersama Andi
Marina Tarigan
la jut ceritanya thour bagus teringat masa muda dulu terutama. 4 sekawan pria tampan 2 sdh nikah 2 lavi pasangan nya belum nonhol
Marina Tarigan
kegigihanmu akan membuat hasil yg baik kedepannya membuat istrimu tdk lagi menganggap kamu bocah tapi sbgai suami yg patut dibanghakan
Marina Tarigan
vimNa penculikan itu kok doam2 saja kalau Regins biar mampus di hutan dans tdk madallah main vulil segala
Marina Tarigan
giman radsnya Regins diperkosa banyak laki 2 secara brutal mampus lo gatal
Marina Tarigan
wanita gatal kali atau saingan bisnis atau Regina yg sdh gila itu
Marina Tarigan
dr Tiara sgt mengagumi dr Ferdi sejak lama Jgn sangka Tiara Mirna itu sdr sepupu suamimu dek
Marina Tarigan
jodohmu berdua
Marina Tarigan
lucu juga penganten baru ini ngfumel terus Mirna sm duaminya lalau tdk suka kenapa mau menilahinya drbentsr lagi kami hsrus melsyaminya duka atau tdk
Marina Tarigan
bete ya Ranni kerjamu nuorocos terud pd Andi dia bukan anak buahmu kedudukannya tonggi di perusahaan kakakmu fan juga kamu tdk punya etika manggil kakak iparmi Ics oca teris foa istri abangmu bodoh tdl ada sopanmu
Marina Tarigan
hebat kali kamu Candra sampai segitunya kamu mengjhina menantu dsri bosmi yempatmu bekerja
Marina Tarigan
wanita aneh keturunan monyet ke mana2 sambil ngil2 ia ah ngeri
Marina Tarigan
sdh takdirmu Cia menikah dgn ttp menyembunyikan kebenaran supaya semua keluarga adem2 saja kamu yg mengalami penghinaan n dan kesakitan sendiri demi suamimu dan keluargamu Cia semoga kamu bahagia dgn keluarga kecilmu
Marina Tarigan
selama ini kan walaupun bobny membuka hati buka hati dan tdk pernah ngomong kecuali penting2 sajasuka Cia kan gak pernsh
Marina Tarigan
gigihlah kheano dan klarifikasi semua apa penyebab selama 3 thn kalian tdk bisa saling berbicars supaya Cia tdk sakit hati lagi pdmu
Marina Tarigan
kalau memang Kheano sdh mencintai istrinya Cia tk isa mengelak lagi karena laki 2 yg suka sama wanita banyak cara utk menaklukan wanita ini Cia masih istri sahnya
Marina Tarigan
yg salah di rmh tgga kalian melulu ayah kandungmu sehingga meblokir ponselmu dan ponsel Cia hingga kaluan tdk bisa komen apa2 yg tersakiti disini Cia aturannya anak dibimbing bukan terus didiktr tak benar dulu masih selah Keano tak pernah main sm wanita walaupun rata2 wanita mengidolakannya
Marina Tarigan
jgn difitnah kheano casa nova bilang sm tuan Resa biangnya dia yg menhianati kalian berdua dulu perasaan kalian msh labil karena dipaksa menikah masih muda
Marina Tarigan
rayuan pulau kelapa ya apapun itu salahmu Kheano sm ayahmu sdh terlampau jauh bertinadak tdk kepikiran sedikitpun sm wanita hamil jgn mudah luluh Cia sampai 3 thn pak Resa menutup ponsel Khe dan kamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!