NovelToon NovelToon
Menikah Karena Jebakan

Menikah Karena Jebakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Nikahmuda / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:12.7k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Kegiatan kemping Pramuka yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi petaka, kala seseorang dengan sengaja mengubah arah tanda panah penunjuk jalan. Daniel dan Zeya tersesat hingga terpaksa bermalam di sebuah pondok tua. Demi bertahan dari dinginnya malam yang bisa menyebabkan hipotermia, mereka pun saling menghangatkan tubuh.

Pagi harinya, warga desa menemukan mereka dalam keadaan berpelukan. Tanpa mau mendengar penjelasan, keduanya langsung dibawa ke Balai Desa dan dipaksa menikah sesuai hukum adat yang berlaku.

Daniel dan Zeya mengira semuanya akan selesai setelah pernikahan itu. Namun, mereka kembali dikejutkan oleh aturan adat yang melarang pasangan pengantin meninggalkan desa sampai waktu yang ditentukan.

Terjebak dalam pernikahan yang tak terduga, Daniel dan Zeya harus menjalani hari-hari bersama di desa, apakah Daniel dan Zeya akan terpuruk atau justru bangkit memulai hidup baru mereka di sana?

Ikuti kisah mereka hanya di sini;
"Menikah Karena Jebakan"
karya Moms TZ, buka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1.

Hari libur panjang yang berlangsung dari Jumat hingga Minggu dimanfaatkan oleh para pembina ekstrakurikuler Pramuka SMA Pelita Bangsa, dengan menggelar kemping di kawasan perbukitan Puncak.

Kedatangan mereka di tempat itu, langsung disambut udara pegunungan yang sejuk berpadu dengan hamparan pepohonan hijau menghadirkan suasana yang begitu menenangkan. Para peserta bergotong-royong mendirikan tenda diiringi canda tawa ceria. Membuat suasana di kawasan itu terasa lebih semarak.

"Wah, nggak nyangka, ya! Pekerjaan kita selesai lebih cepat," celetuk salah seorang peserta.

"Pekerjaan apapun, jika dilakukan bersama maka akan menjadi lebih ringan," sahut yang lainnya.

Setelah mendirikan tenda selesai, mereka melanjutkan kegiatan lainnya. Namun, tak ada yang menyangka, bahwa di balik kegiatan pramuka tersebut, petaka akan datang yang mengubah jalan hidup dua orang remaja selamanya, akibat ulah seseorang.

Semua bermula, ketika para peserta mengikuti kegiatan pencarian tanda jejak. Mereka dibagi menjadi beberapa kelompok, untuk menyusuri jalur yang telah ditentukan oleh para Pembina Pramuka. Setiap kelompok hanya perlu mengikuti tanda panah di sepanjang rute yang akan mereka lalui sampai akhirnya kembali ke perkemahan.

Di tengah perjalanan, Zeya tiba-tiba berhenti. Daniel yang berjalan di belakangnya ikut berhenti.

"Kenapa...? Apa kamu lelah?" tanya pemuda itu dengan nada khawatir.

Zeya menggeleng pelan. "Aku hanya haus, mau minum dulu," jawabnya lalu mengeluarkan botol air mineral dari dalam tas rangselnya.

Daniel akhirnya menunggu, sampai gadis yang dikaguminya sejak usia kanak-kanak itu selesai minum.

Kesempatan itu pun digunakan oleh seseorang untuk mengerjai mereka berdua. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman licik. Setelah memastikan tak ada yang melihatnya, ia melangkah cepat menghampiri tanda panah, lalu. dengan gerakan cepat, ia memutarnya ke arah berlawanan. Setelah itu ia langsung bersembunyi di balik pohon besar.

Selesai minum, Zeya dan Daniel melanjutkan perjalanan mengikuti arah tanda panah yang telah diubah tersebut tanpa sedikit pun merasa curiga.

Di balik pohon seseorang tersenyum puas, melihat Daniel dan Zeya melewati jalur yang salah. "Selamat menikmati petualangan kalian..." bisiknya pelan, lalu buru-buru mengubah tanda panah ke arah semula.

Kemudian tanpa menoleh lagi, ia segera melanjutkan perjalanan mengejar kelompoknya, seolah tak pernah berbuat apa-apa.

Sementara itu, Daniel dan Zeya berjalan semakin jauh masuk ke dalam hutan terpisah dari kelompoknya. Jalanan mulai terjal dan berbatu. Zeya yang berada di depan lantang menghentikan langkahnya, membuat Daniel terheran.

"Ada apa?" tanya Daniel dengan sikap waspada.

"Sepertinya kita salah jalur deh, Niel," jawab Zeya, seakan baru tersadar, sembari memandang sekeliling.

"Tapi kita sudah mengikuti tanda panah, kan?" tanya Daniel bingung.

"Justru itu yang membuatku heran," jawab Zeya.

"Ya, kamu benar. Kita sudah jauh berjalan, tapi satu pun ketemu dengan mereka. Bahkan bayangannya pun nggak kelihatan," ujar Daniel sambil mengembuskan napas kasar.

Suasana mendadak terasa mencekam. Kekhawatiran tampak jelas di wajah keduanya.

"Terus kita harus bagaimana, Nyel?" Zeya sedikit panik. Ia lalu menatap jam di pergelangan tangannya. "Ini sudah sore, bentar lagi malam. Kalau kita benar-benar tersesat...?"

"Aku akan menghubungi salah satu pembina." Remaja tujuh belas tahun itu, lantas mengeluarkan ponselnya, Namun, sayangnya saat ingin menelpon malah tak ada sinyal sama sekali.

"Si4l...kenapa nggak ada sinyal, sih?" umpatnya kesal. "Coba ponselmu, Ze. Barangkali ada sinyal?"

Zeya merogoh ranselnya mengeluarkan ponsel miliknya, tetapi ternyata ponselnya justru kehabisan daya.

Akhirnya mereka pun memutuskan untuk kembali. Akan tetapi, tak semudah itu menemukan jalan kembali karena banyaknya persimpangan jalan setapak di dalam hutan membuat mereka bingung.

"Niel, aku ngerasa ada yang sengaja ngerjain kita, deh," celetuk Zeya.

"Berarti ada orang yang iseng memutar tanda panah," sahut Daniel. "tapi itu kita pikirkan nanti. Lebih baik kita segera mencari jalan keluar menuju ke perkemahan sebelum malam."

Zeya mengangguk pelan membenarkan ucapan Daniel. Mereka lalu berjalan kembali. Hingga petang menjelang dan jalan setapak mulai diselimuti kabut tipis.

"Ze, kalau capek kita istirahat sebentar," cetus Daniel.

Zeya menggeleng. "Nggak ada waktu, kita harus segera keluar dari sini."

Mereka pun terus berjalan, meski suasana mulai gelap. Hingga akhirnya berhasil keluar dari hutan.

"Alhamdulillah," seru mereka.

"Lihat ada pondok di sana," tunjuk Daniel saat pandangannya menemukan pondok kayu tua di pinggir hutan.

Keduanya melangkah menuju pondok tersebut. Daniel membuka pintu perlahan, ternyata pondok itu adalah gudang tempat menyimpan pupuk dan peralatan pertanian lainnya.

"Ze, gimana kalau kita bermalam di sini saja?" tanya Daniel. "Besok pagi baru kita lanjut lagi. Aku tahu kamu pasti lelah."

Zeya menimbang-nimbang, lalu mengangguk pelan. Meski agak berantakan, setidaknya tempat itu bisa melindungi mereka dari dinginnya udara malam.

...

Sementara itu, di area perkemahan, kepanikan langsung menyelimuti seluruh peserta, ketika salah seorang peserta melaporkan jika Daniel dan Zeya belum kembali.

"Kita harus mencari mereka sampai ketemu!" kata pembina dengan tegas.

Pencarian pun segera dilakukan. Para pembina bersama beberapa peserta menyusuri setiap jalur yang ada sambil memanggil nama mereka berdua.

"Daniel!"

"Zeyaaa!"

Namun, jawaban yang mereka terima hanyalah gema suara yang memantul di antara pepohonan. Malam pun semakin larut. Angin bertiup semakin kencang, membawa hawa dingin yang menusuk hingga ke tulang.

Di dalam pondok itu, tubuh Zeya mulai menggigil hebat. Kedua tangannya saling mengusap lengan, tetapi rasa dingin justru semakin menjadi.

Daniel yang melihat keadaan itu tampak gelisah. Dia menarik napas panjang sebelum akhirnya memberanikan diri berbicara.

"Zeya..." panggilnya pelan.

Gadis itu mengangkat wajahnya bingung. "Ada apa?"

Daniel menelan ludah. "Maaf...tapi satu-satunya cara supaya badan kita tetap hangat adalah saling berbagi panas tubuh."

Zeya tersentak, dengan reflek mundur sambil memeluk dirinya sendiri. "Apa maksudmu, Niel? Jangan macam-macam kamu, ya! Jangan mengambil kesempatan di atas kesulitan yang kita hadapi sekarang!"

Daniel menggeleng cepat. "Astaga, Ze! Jangan salah paham. Aku cuma mau memelukmu, itu saja!" jelasnya dengan sabar.

"Aku hanya nggak mau kamu terkena hipotermia. Aku janji nggak akan macam-macam."

Tatapan mata Daniel begitu tulus, hingga rasa ragu di hati Zeya perlahan menghilang. Kemudian menganggukkan kepala.

"Janji, ya?" Zeya mengulurkan jari kelingkingnya.

Daniel perlahan mendekat, lalu menyambut uluran tangan Zeya. Dia lantas memeluknya dengan erat dan penuh kehati-hatian, memastikan gadis itu merasa nyaman sambil bersandar di dinding pondok. Rasa lelah akibat berjalan seharian akhirnya mengalahkan segalanya. Tanpa sadar, keduanya tertidur dalam posisi saling berpelukan.

...

Sinar mentari pagi menyapa lereng perbukitan, ketika seorang pria paruh baya berjalan menuju pondok miliknya. Wajahnya tampak terkejut saat mendapati pintu pondok terbuka.

Karena penasaran, orang itu segera mendekat lalu melongok ke dalam. Seketika matanya membelalak.

"Astaga...!" pekiknya saat melihat pemandangan yang tersaji di depan mata.

Tanpa berpikir panjang, orang itu pun langsung berteriak sekeras-kerasnya.

"Heii...! Ada dua anak muda berbuat maksiat di sini! Mereka berzina!"

Teriakan itu memecah kesunyian pagi. Dalam hitungan menit, warga di sekitar lokasi langsung berdatangan dan mengerumuni pondok tersebut.

Apa yang terjadi selanjutnya?

1
Aditya hp/ bunda Lia
rapat dadakan 😁
Nar Sih
jgn kepede an dulu juragan ,jgn anggap remeh daniel dan zheya yg ada kmu yg kalah🤣
Patrick Khan
kyk nya mw rundingan😁😁
Aditya hp/ bunda Lia
perasaan cuuinttaaaaa ..... itu namanya Zeyaaa kasih tau Moms
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣,
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
ini mama Mia yang di sebelah yah ... Mak Mia 🤭🤭
Aditya hp/ bunda Lia: waduh .. dah ada anaknya yah 😂
total 8 replies
Patrick Khan
serbuuuuuuu🔨🔨🔨🔨🔨ini q bawah senjata😁
Aditya hp/ bunda Lia: siap perang kita 😂😂😂
total 5 replies
Aditya hp/ bunda Lia
kebalik paaaakkk kamu yang siap2 belum tau ajah kau itu siapa Daniel dan zeya ... kamu salah pilih lawan ...
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Esther
Bu Yuni kompor meleduk....kalau iri bilang bu😂🤭
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: kak, Es, pernah lihat sinetton tukang ojek pengkolan gak? nah seperti itulah karakter bu yuni dlm bayangan ibu🤭🤣
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
akhirnya maraton 😁
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 👍👍👍👍👍
total 3 replies
Nar Sih
lega kan hti mu maura klau sdh minta maaf dan di terima ,tinggal perbaiki diri dan hti mu biar jauh dri sifat yg gk trrpuji lgi
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin
total 1 replies
Patrick Khan
ahh muara tobat ni ye🤣🤣🤣
Patrick Khan: 😁😁😁😁😁😁😁😁😁
total 2 replies
Patrick Khan
terkejut kan zeya
.emaknya datang😁
Esther
kalau akur gini kan enak,gak ada rasa iri.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Nar Sih
kejutan untuk mu ya zhe
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 👏👏👏👏👏
total 1 replies
Nar Sih
semoga dgn ada nya zheya dan daniel di desa tersebut bisa membwa perubahan yg lbh maju
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin
total 1 replies
Nar Sih
👍👍maura kmu sdh berani bersikap legowo minta maaf semoga dgn saling memaaf kan bisa membawa hidup lebih damai biar bagai mana pun kmu dan zeya saudara
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
tium atuh Niel udah sah ini tium kening ajah ... 🤭
Aditya hp/ bunda Lia: wkwkwkk ... iya juga yah
total 4 replies
Dew666
Maksut istri tua gimana nih
Dew666: Ooh begitu 😍
total 2 replies
Aditya hp/ bunda Lia
clear udah
vania larasati
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!