NovelToon NovelToon
Posesif Bagas

Posesif Bagas

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Posesif
Popularitas:787
Nilai: 5
Nama Author: Safira Maulidah salsabila

Semuanya bermula dari sebuah kejadian yang sama sekali tidak pernah ia rencanakan.

Tinggal di panti asuhan membuat gadis itu terbiasa menjalani hidup sederhana,Jauh dari kata kemewahan,Namun satu hal yang selalu berhasil membuatnya tersenyum adalah kelinci kesayangannya.

Hingga suatu hari,Kelinci itu tiba-tiba kabur.

Tanpa berpikir panjang,Ayla berlari mengejarnya hingga keluar ke jalan raya,Karena terlalu fokus mengejar,ayla tak menyadari sebuah motor melaju ke arahnya.

Brak!

Dalam hitungan detik,Hidupnya seolah berubah.

Beruntung,Seseorang datang menolongnya sebelum keadaan menjadi lebih buruk,Pertemuan yang awalnya hanya sebuah ketidaksengajaan itu ternyata menjadi awal dari kisah yang jauh lebih besar.

Siapa sebenarnya lelaki yang menolongnya?

Dan apakah setelah pertemuan itu,Takdir seolah terus mempertemukan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira Maulidah salsabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1

Suasana pagi itu cukup ramai di panti asuhan,Anak-anak panti siap-siap untuk berangkat sekolah,Sedangkan ayla dia sibuk merapikan tas,Tiba-tiba terdengar suara mobil berhenti di depan panti,Tak lama kemudian seseorang mengetok pintu.

Tok tok tok!

"Assalamualaikum"ucap bagas.

"Waalaikumsalam"jawab ayla dan beberapa anak panti.

"Sudah siap?"tanya bagas.

"Sudah,Bentar"jawab ayla sambil berjalan menghampiri bagas.

Tiba-tiba winda,Ibu panti yang biasa dipanggil bunda oleh anak-anak panti,Keluar dari dapur.

"Ayla sarapan dulu"ucap bunda.

"Ayla sarapan di sekolah,Bunda"jawab alya.

"Jangan lupa makan yah"ucap bunda.

"Siap,Bunda"jawab ayla.

Ayla lalu menghampiri bunda dan mencium punggung tangannya,Bagas pun melakukan hal yang sama.

"Kita berangkat dulu,Bunda"ucap bagas.

"Asaalaikumsalam"ucap bagas dan ayla bersamaan sebelum keluar dari panti.

"Waalaikumsalam"jawab bunda

...••••••...

Di dalam mobil,Tangan ayla dan bagas saling tergenggam erat,Sementara tangan bagas yang satunya memegang setir dengan santai.

Mobil sport itu melaju membelah jalan pagi yang ramai,Sekitar 10 menit perjalanan,Mobil bagas sudah memasuki area sekolah.

Bagas memarkirkan mobilnya di tempat parkir khusus anak pemilik sekolah,Setelah parkir dengan sempurna,Bagas menoleh ke arah ayla lalu mengeluarkan kotak bekal dari tasnya.

"Makan"ucap bagas.

"Ta-tapi"ucap ayla ragu.

"Masih ada waktu sebelum jam pelajaran dimulai"ucap bagas.

"sudah makan?"tanya ayla.

"Sudah"jawab bagas.

Setelah ayla selesai makan,Bagas turun lebih dulu dari mobil,Bagas berjalan ke sisi lain mobil lalu membukakan pintu untuk ayla,Ayla menerima uluran tangan bagas dan turun dari mobil,Mereka berdua berjalan bergandengan,Bersama menuju gedung kelas,Kelas XI IPA 1 milik ayla berada tidak jauh dari kelas bagas.

"Belajar yang pintar,Jangan nakal"ucap bagas sambil mengelus lembut rambut ayla.

Ayla hanya mengangguk sambil tersenyum kecil.

Bagas memastikan jika ayla sudah masuk kekelasnya,Setelah itu bagas langsung berjalan menuju kelasnya.

"Aylaaa!"

Teriak seseorang,Seisi kelas lansung melihat menoleh saat seseorang tersebut berteriak,Siapa lagi kalau sahabatnya rina dan salsa.

"Berisik banget deh kalian,Jangan teriak-teriak"ucap ayla sambil duduk di bangkunya.

"Hehehe maaf"ucap mereka berdua sambil cengengesan.

"Kiw kiw ada yang diantar pacar ini"ucap salsa.

"Apaansih"jawab ayla.

Triiing!

Bel tanda masuk berbunyi.

Guru pun masuk ke kelas,Suasana kelas langsung kembali tenang dan pelajaran dimulai.

...••••••...

Triiing!

Bel istirahat akhirnya berbunyi.

Suasana kelas yang tadi tenang langsung berubah ramai,Para siswa mulai keluar kelas menuju kantin,Sedangkan ayla merapikan bukunya lalu memasukkannya ke dalam tas.

"Ke kantin yuk,Aku lapar banget"ucap salsa sambil memegang perutnya.

"Aku juga"ucap rina.

Ayla tersenyum kecil.

"Iya,ayo."

Mereka bertiga berjalan menuju kantin sekolah,Seperti biasa,Kantin sudah penuh oleh para siswa yang sedang membeli makanan.

"Ya ampun rame banget"ucap salsa sambil melihat sekeliling.

Rina mengangguk.

"Iya,tempat duduknya juga penuh semua."

Mereka membawa makanan yang sudah dibeli lalu mencari tempat duduk.

"Aduh gak ada tempat"ucap rina.

Saat ayla menoleh ke arah pojok kantin,Ayla melihat bagas sedang duduk bersama beberapa temannya,Bagas juga melihat ayla yang sedang berdiri kebingungan mencari tempat duduk,Bagas lalu melambaikan tangannya sedikit.

"Sayang,Sini."

Ayla menoleh ke arah rina dan salsa.

"Kita ikut gabung duduk di sana aja"ucap alya.

Mereka pun berjalan mendekati tempat duduk yang dimaksud ayla di sana ada bagas bersama dua sahabatnya,Raka dan dimas.

"Duduk"ucap bagas,Sambil menggeser kursinya sedikit agar ayla lebih dekat.

Ayla duduk di samping bagas,Sementara rina dan salsa duduk di seberangnya.

Ayla menuangkan sambal ke mangkuknya.

"Buset buk bos sambalnya banyak banget?"ucap dimas.

"Itu mah bukan pedas lagi,tapi PEDAS BANGET"ucap salsa.

"Hehehe,Hari ini lagi pengen makan yang pedas-pedas"ucap ayla sambil cengengesan.

Bagas melihat mangkuk ayla yang penuh sambal,Ekspresinya tetap datar tapi terlihat kesal.

"Sayang"panggil bagas ke ayla dengan suara dingin.

"Apa?"jawab ayla.

"Sambalnya kebanyakan"ucap bagas.

"Gapapa kok,Aku suka pedas"jawab ayla.

"Kebanyakan"ucap bagas,Suara lebih tegas.

"Kali ini aja plis"ucap ayla dengan nada memohon.

Bagas langsung menarik mangkuk ayla dan menukarnya dengan piring berisi nasi goreng miliknya.

"Eh!bagas"ucap ayla.

"Makan yang ini"ucap bagas.

"Tapi kan aku maunya bakso"ucap ayla.

"Gak usah bantah"ucap bagas.

"Kamu kan tau sendiri aku suka pedas"ucap ayla.

"Kalau sakit perut?"ucap bagas suara dingin tapi tegas.

Ayla langsung terdiam.

"Udah ay,Makan aja"ucap rina.

"Iya,Bagas cuma khawatir sama kamu"ucap salsa.

"Cepat makan keburu dingin"ucap bagas.

"Iya"jawab ayla.

Skip pulang sekolah

Bel pulang sekolah akhirnya berbunyi.

Siswa-siswa mulai keluar kelas, termasuk ayla,rina,dan salsa.

"Ayla,Pulang diantar bagas?"tanya rina sambil merapikan tasnya.

Ayla menggeleng pelan.

"Enggak,Aku mau ke pasar."

"Ngapain?"tanya salsa.

"Bunda lagi sakit,Jadi aku mau beli bahan makanan buat masak di panti" jawab ayla.

"Sendirian?"tanya rina.

"Kalian mau ikut?"ucap ayla tersenyum kecil.

"Ya ikutlah!Masa kamu ke pasar sendiri"jawab salsa.

"Ayo sebelum bagas datang,Soalnya aku gak izin ke dia."

"SERIOUS?"ucap rina langsung melotot.

"Aku cuma ke pasar sebentar aja kok" jawab ayla.

"Kalau dia tahu kamu pergi tanpa bilang,Dia bisa marah loh"ucap salsa.

"Udah gak papa"ucap ayla.

Mereka bertiga akhirnya keluar gerbang sekolah bersama.

...••••••...

Pasar cukup ramai sore itu.

Ayla sibuk memilih sayur,Tempe,Dan beberapa bahan lain.

"Ay,Udah semua?"tanya rina.

"Sudah"jawab ayla.

Ayla dan teman-temannya baru saja selesai berbelanja ketika sebuah mobil berhenti tepat di depan mereka.

Brak!

Pintu mobil terbuka keras,Bagas keluar dengan wajah dingin.

Rina dan salsa langsung saling melirik.

"Waduh"bisik salsa ke rina.

"Sayang"ucap bagas suara terdengar datar tapi menahan emosi.

Ayla menoleh dan langsung kaget.

"Bagas?."

Bagas berjalan mendekat.

"Kamu ngapain di sini?."

"A-aku beli bahan makanan."jawab ayla.

"Tanpa bilang ke aku?"tanya Bagas.

"Aku cuma ke pasar sebentar-"jawab ayla.

"Aku tanya kamu,Kamu izin atau enggak?"potong bagas tegas.

Ayla mulai kesal.

"Aku gak harus izin setiap mau kemana-mana,Kan?"tanya ayla.

Suasana langsung menegang.

Rina dan salsa mundur sedikit.

"Kamu tahu aku nyariin kamu di sekolah?"ucap bagas dengan suara rendah.

"Aku bukan anak kecil yang harus lapor sana kamu"jawab ayla.

Bagas menatap ayla tajam.

"Kamu pergi ke tempat seramai ini tanpa bilang apa-apa."

"Aku gak apa-apa"ucap ayla.

"Bukan itu masalahnya"ucap bagas.

Ayla mulai emosi.

"Terus masalahnya apa?Aku cuma beli bahan makanan buat anak-anak panti karena Bunda sakit."

Bagas terdiam sebentar.

"Tetap saja kamu harus bilang."

"Kenapa sih kamu selalu ngatur aku?"ucap ayla suara mulai meninggi.

Rina langsung panik.

"Aku cuma khawatir"ucap bagas tegas.

"Aku gak butuh dijagain kayak gitu"ucap ayla.

Ucapan ayla membuat bagas terdiam,Beberapa detik suasana benar-benar sunyi,Lalu bagas berkata pelan tapi dingin.

"Baik."

Bagas mengambil kantong belanja dari tangan alya dan meletakkannya ke mobil.

"Masuk mobil."

"Aku bisa pulang sendiri"ucap ayla

Bagas menatap ayla tajam.

"Sayang."

Nada suara bagas membuat alya terdiam.

Rina berbisik pelan.

"Udah ay nanti makin ribut,Kita juga bisa pulang sendiri kok."

Salsa juga mengangguk.

"Iya ay,Gapapa kok."

Ayla akhirnya masuk mobil dengan wajah kesal.

Sepanjang perjalanan,Suasana di dalam mobil benar-benar hening.

Tidak ada yang berbicara,bagas mengemudi dengan ekspresi dingin,Sementara ayla menatap ke luar jendela dengan wajah kesal.

Mobil terus melaju membelah jalan sore yang cukup ramai,Suara mesin mobil dan klakson kendaraan lain terdengar samar.

Ayla masih menatap ke luar jendela, Tangannya saling menggenggam di pangkuan,Jujur ayla takut sekali dengan bagas,Sedangkan bagas melirik ayla sekilas,Lalu kembali fokus ke jalan.

Beberapa menit berlalu tanpa kata.

Tiba-tiba bagas berbicara pelan.

"Kamu selalu begini."

Ayla menoleh sedikit.

"Maksudnya?."

"Pergi sendiri tanpa bilang apa-apa"ucap bagas.

"Aku cuma ke pasar"ucap ayla.

"Kalau sesuatu terjadi sama kamu?"tanya bagas.

Ayla terdiam sejenak.

"Aku bisa jaga diri"jawab ayla.

Bagas menghela napas panjang.

"Itu bukan poinnya."

"Lalu apa?"tanya ayla.

Bagas menatap jalan dengan rahang menegang.

"Aku cuma gak mau kamu kenapa-kenapa."

Mobil akhirnya berhenti di depan gerbang panti asuhan,Bangunan sederhana itu terlihat tenang di bawah cahaya sore yang mulai redup.

Bagas mematikan mesin mobil.

Ayla langsung membuka pintu tanpa berkata apa-apa,Ayla mengambil kantong belanja dari kursi belakang.

"Aku bawa sendiri"ucap ayla singkat.

Namun sebelum ayla sempat mengangkat semuanya,Bagas sudah mengambil sebagian kantong belanja itu.

"Aku bantu."

"Aku bisa sendiri"ucap ayla.

Bagas menatapnya sebentar.

"Aku tahu,Tapi aku tetap bantu."

Ayla tidak menjawab lagi,Ayla hanya berjalan masuk ke halaman panti,Beberapa anak kecil yang sedang bermain langsung berlari mendekat.

"Kak ayla pulang!"teriak salah satu anak kecil.

"Kak ayla bawa makanan ya?"tanya anak lain dengan mata berbinar.

Ayla langsung tersenyum lembut,Wajah kesalnya sedikit memudar.

"Iya,Nanti kak ayla masakin ya."

Anak-anak itu bersorak kecil,Bagas berdiri di belakang ayla sambil memperhatikan pemandangan itu,Wajahnya yang tadi dingin perlahan melunak.

Seseorang keluar dari dalam panti,Yang terlihat agak pucat.

"Ayla kamu sudah pulang?."

Ayla langsung mendekat.

"Bunda harusnya istirahat,Jangan keluar."

"Tadi anak-anak bilang kamu pulang"ucap bunda winda.

Ayla memegang tangan bunda winda dengan lembut.

"Aku beli bahan makanan,Bunda istirahat saja,Nanti ayla yang masak."

"Jangan,Biar bunda bantu,Lagian pula masaknya jumlah banyak"ucap bunda winda.

"Nggak usah bunda biar bagas yang bantu,Bagas bisa"ucap bagas.

Bunda winda lalu melihat bagas yang berdiri tidak jauh dari sana.

"Oh ada nak bagas rupanya."

Ayla sedikit gugup.

Bagas langsung menundukkan kepala sopan.

"Sore,Bun."

Bunda winda tersenyum hangat.

"Sore juga."

Ayla segera membawa kantong belanja ke dapur panti.

Dapur panti cukup sederhana,tapi bersih,Ayla mulai mengeluarkan sayur,Tempe,Dan bahan-bahan lainnya.

Bagas mengambil pisau dan mulai memotong sayuran.

Beberapa detik kemudian,Seseorang berdiri di sampingnya.

"Kamu ngapain di sini?"tanya ayla.

"Tadi kan aku udah bilang mau bantu"jawab bagas.

"Emang Kamu bisa masak?"tanya ayla.

Bagas mengambil tempe dari meja.

"Bisa sedikit."

Ayla menatapnya ragu.

Bagas lalu mengambil pisau lain dan mulai memotong tempe dengan rapi.

Ayla terkejut.

"Loh kamu beneran bisa?."

"Hmm"jawab bagas dengan deheman.

Beberapa menit mereka memasak dalam diam.

Suara potongan sayur dan wajan yang dipanaskan memenuhi dapur kecil itu.

Akhirnya ayla berbicara pelan.

"Tadi aku juga salah."

Bagas berhenti memotong sebentar.

"Aku gak bilang dulu ke kamu."

Bagas menaruh pisau.

"Aku juga terlalu marah."

Ayla menatapnya.

"Aku cuma gak suka kalau kamu terlalu ngatur."

Bagas menghela napas.

"Aku bukan mau ngatur."

"Lalu?"tanya ayla.

Bagas menatap ayla dengan serius.

"Aku cuma khawatir."

Ayla terdiam.

Bagas melanjutkan dengan suara lebih pelan.

"Kamu selalu mikirin orang lain,Anak-anak panti,Bunda dan semua."

Ayla menunduk sedikit.

"Tapi kamu jarang mikirin diri kamu sendiri"ucap bagas.

Ucapan itu membuat ayla terdiam cukup lama.

"Aku terbiasa begitu"ucap ayla.

Bagas mengambil wajan lalu menaruh tempe ke dalamnya,Suara minyak panas langsung terdengar.

"Aku tahu"ucap bagas.

Beberapa detik kemudian ayla berkata pelan.

"Makasih sudah khawatir sama aku."

Bagas tidak menjawab,Tapi sudut bibirnya sedikit terangkat.

Beberapa anak kecil tiba-tiba mengintip dari pintu dapur.

"Wah ada kak bagas!"ucap salah satu anak panti.

"kak bagas mau nggak pacaran sama aku?"tanya anak panti lain dengan polos.

Ayla langsung tersedak.

"Eh!Kalian jangan macam-macam!."

Anak-anak itu malah tertawa.

Bagas hanya menggeleng kecil sambil tersenyum tipis.

Tak lama kemudian,Masakan akhirnya selesai.

Ayla menaruh makanan di meja makan panjang.

Anak-anak panti langsung berkumpul dengan wajah senang.

"Terima kasih kak ayla dan kak bagas"ucap mereka bersamaan.

Ayla dan bagas tersenyum hangat.

Ayla lalu menoleh ke arah bagas

"Bagas."

"Hmm?"ucap bagas deheman.

"Makasih sudah bantu"ucap ayla.

Bagas menatapnya sebentar.

"Jangan pergi tanpa bilang lagi."

Ayla tersenyum kecil.

"Iya."

"aku pamit pulang dulu"ucap bagas.

"sampaikan salamku ke om dan tante"ucap ayla.

"Iya"ucap bagas.

"Besok aku berangkat sendiri aja gas"ucap ayla.

Bagas menyilangkan tangannya.

"Kenapa?."

Ayla menjawab dengan santai.

"Aku kangen berangkat pakai sepeda,udah lama gak berangkat pakai sepeda lagi,Kali ini aja plis bolehin ."

Bagas menatapnya beberapa detik,Seolah sedang memastikan apakah ayla benar-benar serius.

Lalu bagas menghela napas kecil.

"Hmm oke."

Ayla tersenyum.

"Makasih."

Bagas akhirnya masuk ke mobilnya.

Mesin mobil menyala pelan,Sebelum pergi,Bagas sempat menatap ayla sekali lagi,Ayla masih berdiri di halaman panti,Beberapa detik kemudian mobil bagas perlahan meninggalkan halaman panti.

Ayla masih berdiri sampai mobil itu benar-benar hilang di ujung jalan,Barulah ia menghela napas pelan,Senyumnya perlahan memudar,Sebenarnya alasan ayla tidak ingin dijemput bukan hanya karena ia ingin bersepeda,Ada hal lain yang harus ia lakukan malam ini.

Ayla masuk kembali ke dalam panti.

Di dapur,Beberapa bahan makanan masih tersisa di meja,Tepung,Gula,Telur,Dan mentega,Ayla menatap bahan-bahan itu sebentar,Lalu ayla mulai menggulung lengan bajunya.

"Kakak,mau masak lagi?"tanya salah satu anak panti.

Ayla tersenyum.

"Iya."

"Mau bikin apa?"tanya salah satu anak panti.

Ayla mulai menyiapkan mangkuk besar.

"Kue."

Anak-anak langsung mendekat penasaran.

"Bunda biasanya yang nganterin ke toko,Tapi karena bunda lagi sakit jadi besok kak ayla yang harus nganter"ucap ayla pelan.

Ayla mulai memecahkan telur ke dalam mangkuk.

Anak-anak memperhatikannya dengan antusias.

"Aku bantu!"ucap salah satu anak kecil.

"Iya aku juga!."ucap salah satu anak panti lainnya.

Ayla tertawa kecil.

"Baiklah,Tapi jangan rebutan."

Dapur panti kembali ramai oleh suara tawa anak-anak.

Malam mulai turun perlahan,Lampu dapur menyala terang,Ayla terus mengaduk adonan kue dengan sabar,Sesekali ayla tersenyum melihat anak-anak yang membantu dengan penuh semangat,Meski terlihat lelah,Ayla tetap tersenyum,Karena bagi ayla Melihat anak-anak panti bahagia sudah lebih dari cukup,Ayla menuangkan adonan kue ke dalam loyang dengan hati-hati,Aroma mentega dan gula mulai memenuhi dapur kecil itu.

Salah satu anak kecil berdiri di samping ayla sambil memegang sendok kayu.

"Kak ayla,Nanti kuenya manis nggak?."

Ayla tertawa kecil.

"Pasti manis dong."

"Manisnya kayak kak ayla?"ucap salah satu anak panti lainnya.

Ayla langsung tersipu.

"Ih kalian ini ada-ada saja."

Anak-anak kembali tertawa,Beberapa dari mereka membantu menata loyang,Sementara yang lain menunggu dengan sabar di dekat meja dapur,Setelah semua adonan selesai dimasukkan ke dalam loyang, Ayla membuka oven kecil yang sudah dipanaskan sejak tadi lalu ayla memasukkan loyang satu per satu dengan hati-hati.

"Ovennya panas,Jangan dekat-dekat ya"ucap ayla mengingatkan.

"Iya kak"jawab mereka serempak.

Sambil menunggu kue matang,Ayla membersihkan meja dapur yang berantakan,Tepung berserakan di sana-sini,Dan beberapa mangkuk masih belum dicuci,Salah satu anak kecil tiba-tiba menarik ujung bajunya.

"Kak ayla capek nggak?."

Ayla menatap anak itu sebentar lalu tersenyum lembut.

"Sedikit."

"Kalau capek istirahat saja kak"ucap salah satu anak panti lainnya.

Ayla menggeleng pelan.

"Nanti saja kalau kuenya sudah selesai."

Anak itu mengangguk mengerti,Beberapa menit kemudian,Aroma kue yang manis mulai tercium dari dalam oven.

"Wah harum banget!"ucap salah satu anak dengan semangat.

"Iya kak,Kayak di toko roti besar yang dipinggir jalan!"tambah yang lain.

Ayla tersenyum melihat reaksi mereka,Ketika timer oven berbunyi,Ayla segera memakai sarung tangan dapur lalu membuka oven,Uap hangat langsung keluar,Kue yang ada di dalamnya terlihat mengembang dengan warna keemasan yang cantik.

"Wow!"seru anak-anak hampir bersamaan.

Ayla mengangkat loyang dan menaruhnya di atas meja.

"Tunggu dingin dulu ya."

Namun anak-anak sudah mengelilingi meja dengan wajah penuh rasa penasaran.

"Boleh coba satu?"tanya seorang anak kecil dengan suara pelan.

Ayla tertawa.

"Kalau semuanya mau coba, nanti kuenya habis dong,Tapi sedikit saja."

Ayla berpikir sebentar lalu mengambil pisau.

"Baiklah,Satu potong kecil saja untuk masing-masing."

Anak-anak langsung bersorak senang,Ayla memotong kue kecil-kecil lalu membagikannya,Begitu mereka mencicipinya,Wajah mereka langsung berseri-seri.

"Enak!."

"Manis banget!."

Mendengar itu,Ayla merasa hatinya hangat,Kerja kerasnya malam itu terasa sangat berarti,Tak lama kemudian bunda winda masuk ke dapur perlahan.

"Ayla kamu masih di dapur?."

Ayla langsung menoleh.

"Bunda harusnya istirahat."

Bunda winda melihat meja yang penuh dengan kue.

"Kamu membuat semua ini?."

Ayla mengangguk.

"Untuk dijual besok."

Bunda winda menatapnya dengan mata yang penuh rasa haru.

"Kamu tidak perlu memaksakan diri seperti ini."

Ayla tersenyum lembut.

"Ayla tidak merasa dipaksa kok,Bun."

Ayla menatap anak-anak yang sedang makan kue dengan wajah bahagia.

"Ayla cuma ingin membantu."

Bunda winda menghela napas pelan lalu mengelus kepala ayla.

"Kamu anak yang baik."

Ayla hanya tersenyum kecil,Malam semakin larut,Satu per satu anak-anak mulai mengantuk dan kembali ke kamar mereka,Setelah semua kue selesai dipanggang dan dikemas rapi,Ayla akhirnya duduk di kursi dapur,Tubuhnya terasa sangat lelah,Tapi hatinya terasa ringan,Ayla menatap kotak-kotak kue yang sudah tersusun di atas meja.

"Semoga besok semuanya laku" gumamnya pelan.

1
Citra bella Suteja
ayla teralalu lemah ngga bisa tegas ngga berani melawan,,,
Lisa
Ceritanya bagus Kak
Lisa
Aku mampir Kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!