NovelToon NovelToon
ISTRI TITIPAN ABANG

ISTRI TITIPAN ABANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Cinta Seiring Waktu / Idola sekolah
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Jeonndhhh

"Satu Janji, Dua Dunia, dan Takdir yang Tertukar."
Di hari pernikahannya, Syarifah Khadijah Al-Eydrus kehilangan Habib Farhan, calon suaminya yang tewas dalam kecelakaan tragis. Melalui sebuah wasiat terakhir, Khadijah terpaksa dinikahi oleh Zaid, adik kandung Farhan yang tampan, dingin, sekaligus berandalan ketua geng motor.
Bagi Zaid, Khadijah hanyalah "titipan" yang menyesakkan. Di bawah satu atap, sang Hafizah berjuang dengan kesabaran, sementara Zaid terus memberontak dalam liarnya kehidupan malam. Namun perlahan, getaran asing mulai tumbuh di antara cadar dan jaket kulit.
Akankah Zaid berubah menjadi imam yang pantas, ataukah Khadijah selamanya hanya menjadi bayang-bayang masa lalu?
"Karena terkadang, Allah mematahkan hatimu hanya untuk mempertemukanmu dengan seseorang yang akan menjagamu selamanya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeonndhhh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MAHKOTA YANG PATAH DI AMBANG ASHAR

Wangian kayu gaharu dan bunga melati memenuhi setiap sudut kediaman keluarga Al-Haddad. Seharusnya, hari ini adalah hari yang paling terang dalam hidup Syarifah Khadijah Al-Eydrus. Di usianya yang genap 20 tahun, ia berdiri di depan cermin besar, menatap pantulan dirinya yang hampir tak dikenali.

Khadijah adalah definisi kelembutan yang nyata. Sebagai seorang Hafizah 30 juz, wajahnya selalu memancarkan ketenangan yang bersumber dari cahaya Al-Quran. Hari ini, cadar sutra hitamnya dihiasi manik-manik kecil yang berkilau, senada dengan gaun putih gading yang menutup auratnya dengan sempurna.

"Cantik sekali putri Ummah," bisik Ummi Salamah sembari mengusap bahu Khadijah.

Khadijah hanya menunduk. Di balik cadarnya, wajahnya merona. Ia akan menikah dengan Habib Farhan, pria yang selama ini menjadi standar kesalehannya. Farhan adalah sosok yang selalu menjaga pandangan, bersuara lembut, dan menjadi kebanggaan keluarga Al-Idrus. Bagi Khadijah, Farhan adalah hadiah dari Allah atas kesabarannya menjaga hati.

"Apa Mas Farhan sudah di perjalanan, ummah?" suara Khadijah terdengar manis, seperti denting kecapi yang tenang.

"Sudah, Sayang. Abah mu baru saja telepon, mereka sudah masuk batas kota. Sebentar lagi, statusmu akan berubah."

Khadijah menggenggam tasbih kecil di tangannya. Bibirnya tak henti melantunkan selawat, mencoba meredam debar jantung yang kian liar. Namun, di tengah kedamaian itu, sebuah firasat buruk tiba-tiba mencubit relung hatinya. Langit yang tadinya cerah mendadak tertutup mendung abu-abu yang pekat.

Beberapa kilometer dari sana, di sebuah jalanan aspal yang gersang, raungan mesin motor gede membelah keheningan. Zaid Al-Idrus, dengan jaket kulit hitam yang penuh coretan simbol geng motornya, memacu motor dengan kecepatan gila. Rambutnya yang sedikit berantakan tertutup helm, tapi tatapan matanya yang tajam dan dingin tetap terasa meski tertutup kaca gelap.

Zaid adalah anomali. Di saat kakaknya, Farhan, bersiap mengenakan jubah putih untuk akad, Zaid justru baru saja keluar dari markas gengnya setelah semalaman terjaga. Ia tampan sangat tampan dengan garis rahang tegas dan lesung pipi yang akan terlihat sangat manis jika saja ia sering tersenyum. Namun, Zaid jarang tersenyum. Baginya, dunia adalah tempat yang munafik, dan ia memilih untuk menjadi pemberontak daripada pengikut.

Ponsel di saku jaketnya bergetar hebat. Zaid menepi di pinggir jalan, membuka helmnya, dan memperlihatkan wajah yang tampak lelah namun memikat.

"Halo, Rian? Kenapa?" tanya Zaid ketus.

"Zaid! Lo di mana?! Buruan ke Rumah Sakit Umum! Mobil Bang Farhan... mobilnya kecelakaan beruntun di jalan lintas!" suara Rian, sahabatnya yang biasanya santai, terdengar panik dan gemetar.

Dunia Zaid seolah berhenti berputar. Jantungnya berdegup kencang, menghantam dadanya dengan keras. Tanpa membalas ucapan Rian, ia segera memakai helmnya kembali. Kali ini, ia memacu motornya lebih kencang dari sebelumnya, melompati lampu merah, mengabaikan keselamatan dirinya sendiri.

Rumah sakit itu beraroma antiseptik yang menusuk. Khadijah tiba di sana dengan gaun pengantin yang kini terseret di lantai rumah sakit. Ia tidak peduli lagi pada kebersihan gaunnya. Cadarnya basah oleh air mata yang tak bisa dibendung.

Di depan ruang ICU, ia melihat pemandangan yang menghancurkan jiwanya. Ayahnya dan Ayah Farhan Habib Umar saling berpelukan dalam isak tangis. Zaid tiba beberapa saat kemudian, napasnya tersengal, debu jalanan masih menempel di jaket kulitnya.

"Umi... Bang Farhan mana?" Zaid bertanya dengan suara serak, nyaris hilang.

Umi tidak menjawab, hanya menunjuk ke dalam ruangan kaca. Di sana, Farhan terbaring dengan berbagai selang menempel di tubuhnya. Wajahnya yang biasanya berseri kini pucat pasi, dipenuhi luka goresan kaca.

Khadijah berdiri mematung di sudut ruangan. Ia melihat Zaid masuk ke dalam. Untuk pertama kalinya, ia melihat sosok Zaid dari dekat adik dari pria yang ia cintai. Zaid tampak sangat berantakan, sangat jauh dari kesan religius, namun ada sorot penderitaan yang sama di mata pria itu.

Di dalam ruangan, Farhan membuka matanya sedikit. Ia menatap Zaid yang menggenggam tangannya erat.

"Zaid..." bisik Farhan, suaranya seperti embusan angin terakhir. "Jaga... Khadijah. Dia mutiara... jangan biarkan dia... layu karena duka ini. Sempurnakan... akadnya... untukku."

Zaid menggeleng keras. "Nggak, Bang! Lo harus sembuh! Lo yang harus nikah sama dia! Gue nggak bisa! Gue kotor, Bang!"

Farhan hanya tersenyum tipis, sebuah senyum yang membawa kedamaian terakhir, sebelum monitor jantung di sampingnya mengeluarkan bunyi panjang yang datar.

Pip-----------------------

Jeritan pecah di seluruh lorong rumah sakit. Khadijah jatuh terduduk di lantai dingin. Mahkotanya patah. Mimpinya runtuh sebelum sempat dibangun. Hari bahagianya telah resmi menjadi hari duka paling kelam dalam sejarah hidupnya.

Tiga hari setelah pemakaman, suasana di rumah besar keluarga Al-Idrus masih terasa mencekam. Zaid mengurung diri di kamar, menatap jaket kulitnya yang tergeletak di lantai. Kata-kata Farhan terus terngiang seperti kutukan.

"Zaid, keluar nak," suara Habib Umar terdengar dari balik pintu.

Zaid membuka pintu dengan wajah kuyu. Ayahnya menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan.

"Abi dan Abahnya Khadijah sudah bicara. Wasiat kakakmu adalah amanah. Kita tidak bisa membiarkan Khadijah dalam ketidakpastian. Abah nya sangat memohon agar kamu menggantikan posisi Farhan. Demi persahabatan kami, demi wasiat kakakmu, dan demi menjaga kehormatan Khadijah sebagai seorang Syarifah."

Zaid tertawa hambar. "Abi bercanda? Aku ketua geng motor, Yah. Aku ke diskotik, aku berkelahi. Abi mau menjerumuskan gadis suci itu ke dalam neraka yang kubuat sendiri?"

"Mungkin dia adalah jalanmu menuju surga, Zaid," balas ayahnya tenang namun tegas. "Keluarga Al-Haddad sudah menyetujui. Khadijah... dia anak yang sangat penurut. Dia menerima keputusan orang tuanya meski hatinya hancur."

Zaid mengepalkan tangannya hingga buku jarinya memutih. Ia menoleh ke arah foto Farhan yang terpajang di atas meja. Wajah Farhan yang teduh seolah memintanya untuk mengangguk.

"Baik," ucap Zaid dingin. "Aku akan menikahinya. Tapi jangan salahkan aku kalau dia menangis setiap hari karena sifatku."

Zaid melangkah keluar, menyambar kunci motornya. Ia butuh pelarian. Di luar sana, dua sahabatnya sudah menunggu.

"Lo serius mau nikah sama tuh cewek cadar?" tanya Rian sambil bersandar di motornya. "Sayang banget, Zaid. Di kampus banyak yang antre, lo malah pilih yang ketutup rapat gitu. Ntar lo bosen, lho."

"Diam kau, Rian!" bentak Haikal. "Zaid, ini kesempatanmu. Khadijah itu wanita mulia. Jangan kau nodai wasiat kakakmu dengan tingkah konyolmu."

Zaid hanya diam, menatap aspal jalanan yang gelap. Di dalam hatinya, sebuah peperangan baru saja dimulai. Perang antara egonya yang liar dan tanggung jawab yang dipaksakan oleh takdir.

1
Enz99
Bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!