NovelToon NovelToon
Belenggu Janji Sang Penguasa

Belenggu Janji Sang Penguasa

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Mafia / Tamat
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Redblue Vixx

Axel Alexander adalah pemimpin perusahaan raksasa yang dingin, tegas, dan tak segan menghancurkan siapa pun yang menghalangi jalannya. Hidupnya berubah saat Ayranza Geovan terpaksa datang padanya demi menyelamatkan usaha keluarga yang terancam bangkrut. Di mata Axel, Ayranza hanyalah tawaran yang mudah dikendalikan. Sampai pertemuan demi pertemuan membangkitkan perasaan yang tak ia inginkan. Di tengah tekanan bisnis dan ambisi besar, Ayranza harus menjaga adik‑adiknya, Angga dan Arshen Geovan, dari bahaya sekaligus melunakkan hati sang penguasa yang dikenal kejam itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Redblue Vixx, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kabut di Atap Milan

Angin sore membawa kabut tipis yang melayang di antara gedung‑gedung tinggi kota Milan. Di kejauhan, menara katedral Duomo tampak samar, seolah diselimuti rahasia yang tak berujung. Udara dingin beraroma kopi mahal dan aspal yang baru dibasuh hujan yang tenang, namun penuh tekanan, persis sosok yang berdiri di balik kaca jendela setinggi lantai dua puluh delapan.

Axel Alexander menatap ke luar dengan wajah datar tanpa ekspresi. Jas hitam pas di bahu lebarnya, jam tangan emas di pergelangan tangannya senilai sebuah rumah besar. Di dunia bisnis Italia maupun internasional, namanya cukup membuat orang gemetar. Ia tak kenal ampun, memotong kerugian secepat kilat, dan tak pernah memberi kesempatan kedua.

Pintu ruang kerja terbuka pelan. Leonardo Rossi, asisten setianya, melangkah masuk dengan sikap sangat tegap dan wajah tanpa emosi.

“Dia sudah datang, Tuan Alexander,” ucap Leonardo singkat, lalu menyingkir sedikit memberi jalan.

Axel hanya mengangguk pelan. Tak lama, Ayranza Geovan melangkah masuk dengan langkah gontai. Gaun sederhana dan sedikit kusut, wajah sedikit pucat, namun matanya tetap memancarkan tekad kuat. Di penginapan sederhana pinggir kota, Angga dan Arshen Geovan. Dua adiknya sedang menunggu, begitu pula pesan terakhir dari Mommy Anggun. "Pulanglah membawa harapan, Nak. Segalanya bergantung pada pertemuan ini."

Udara di ruangan mewah itu makin terasa menyesakkan. Lantai marmer berkilauan, lampu gantung kristal memancarkan cahaya dingin, dan seluruh kota tampak terbentang di bawah kakinya.

“Kau tahu kenapa kau ada di sini?” suara Axel berat, rendah, tajam sebilah pisau. Ia sama sekali belum menoleh.

Ayranza menelan ludah, berusaha menegakkan bahu. “Saya tahu. Saya datang demi melunasi utang Ayah. Dan saya siap menerima syarat apa pun.”

Baru saat itu Axel berbalik perlahan. Mata kelabunya menatap tajam tepat ke manik mata Ayranza. Senyum tipis tanpa kehangatan terukir di bibirnya.

“Apa pun, katamu?” gumamnya pelan, lalu ia berjalan perlahan mendekat hingga jarak mereka tinggal beberapa langkah. “Ingatlah baik‑baik ucapanmu itu, Nona Geovan. Karena begitu kau setuju, tak ada jalan pulang.”

Sesaat ia teringat pesan yang baru saja diterimanya, Mommy Xena dan Daddy Xavier menanti kabar soal kesepakatan ini malam nanti. Keluarga Alexander tak pernah main‑main dengan perjanjian.

Di luar, kabut makin tebal menelan lampu‑lampu kota Milan. Ayranza belum tahu, tawaran yang akan didengarnya sebentar lagi akan menjeratnya dalam ikatan jauh lebih berat daripada sekadar utang uang.

Axel berhenti tepat di hadapan Ayranza. Wangi parfum mahal bercampur aroma cerutu berkualitas langsung menusuk hidungnya, membuat jantungnya berdebar makin kencang. Ia tak berani menunduk, meski rasa takut mulai menjalar ke seluruh tubuhnya.

Leonardo diam di sudut ruangan, tangannya menyimpan berkas tebal berisi seluruh catatan utang dan harta keluarga Geovan semua sudah dipelajari Axel jauh sebelum pertemuan ini.

“Keluargamu berutang lima belas juta euro,” ucap Axel pelan namun tegas, matanya tak lepas menatap wajah Ayranza. “Tanpa jaminan yang cukup, waktu pelunasan sudah habis. Besok pagi, aset terakhir ayahmu akan kami lelang.”

Ayranza meremas ujung gaunnya yang sederhana. “Saya tahu jumlahnya besar. Tapi saya bersedia bekerja berapa pun gaji yang dikurangi, berapa lama pun waktu yang dibutuhkan, saya sanggup.”

Axel tertawa pendek, tanpa sedikit pun nada ramah. Ia berbalik kembali ke arah jendela besar itu. “Bekerja? Di sini ribuan orang rela mati demi satu posisi. Kerjamu takkan pernah cukup untuk menutupinya dalam seumur hidup.”

Ia berbalik lagi, nada suaranya makin dingin. “Ada satu jalan saja. Kau tinggal bersedia atau menyerah melihat adik‑adikmu kehilangan tempat tinggal dan masa depan.”

Ayranza menahan napas. “Apa syaratnya?”

Axel memberi isyarat kecil pada Leonardo. Asistennya segera maju dan meletakkan selembar kertas kontrak di atas meja hitam berkilauan.

“Menjadi istriku secara sah, setidaknya selama tiga tahun,” kata Axel tenang, seolah baru saja membicarakan pembelian properti biasa. “Selama itu, aku akan lunasi seluruh utangmu, menjamin biaya hidup dan pendidikan Angga serta Arshen. Namun ingat, selama menjadi istriku, kau tak berhak menolak perintahku apa pun bentuknya. Tak ada protes, tak ada rahasia.”

Pandangan Ayranza kabur seketika. Ia terpaku, tak menyangka jalan keluarnya justru menjadi jerat yang jauh lebih berat. Di benaknya terbayang wajah Mommy Anggun, Angga yang sedang bersiap kuliah, dan Arshen yang masih sekolah menengah. Semua bergantung pada keputusan detik ini.

Axel sudah berjalan mendekati pintu, seolah tak peduli lagi. “Berikan jawabanmu sekarang. Leonardo akan menunggumu di sini sampai kau tanda tangan atau pergi membawa nasib buruk keluargamu.”

Pintu besar tertutup perlahan di belakangnya, meninggalkan Ayranza sendirian di ruangan dingin itu dengan satu pilihan sulit. Kabut Milan kini sudah sepenuhnya menelan pemandangan kota, sama seperti takdir Ayranza yang perlahan tertelan dalam dunia sang penguasa kejam.

Hening memenuhi ruangan itu, hanya terdengar detak jam besar di dinding. Ayranza menatap lembaran kontrak itu dengan tangan gemetar. Tulisan cetak tegas berbaris rapi, setiap kalimat seolah mengikatnya makin erat. Ia duduk perlahan di kursi kulit hitam yang terasa dingin menusuk tulang. Di sampingnya, Leonardo berdiri tegak tanpa berkedip, tak memberi sedikit pun celah untuk ragu.

Pikirannya melayang kembali ke pesan Mommy Anggun, wajah tenang Angga yang selalu berusaha kuat, dan tawa ceria Arshen yang belum tahu bahaya mengancam. Menolak berarti menghancurkan semuanya. Menerima berarti menyerahkan seluruh hidupnya pada pria yang terkenal tak berperasaan.

Perlahan, Ayranza meraih pena emas yang tersedia di sana. Ujung pena sempat berhenti sesaat di atas tempat tanda tangan. Napasnya berat, dada sesak menahan tangis yang hampir meledak. Namun bayangan adik‑adiknya menguatkan tekadnya.

Demi mereka, batinnya bergumam pelan.

Satu goresan cepat selesai. Nama lengkapnya tertulis jelas di atas kertas hukum yang sah.

Leonardo segera mengambil kontrak itu, memeriksa sebentar, lalu mengangguk pelan. “Tunggu sebentar, saya akan mengantar laporan ke Tuan Alexander. Besok pagi kami mengurus segala urusan administrasi dan memindahkan kamu serta adik‑adikmu ke kediaman utama keluarga Alexander.”

Ia berbalik hendak pergi, namun Ayranza sempat bersuara pelan, hampir tak terdengar:

“Bilang pada Tuan Alexander… dia takkan menyesali keputusannya. Tapi dia pun harus ingat janjinya.”

Leonardo berhenti sebentar tanpa menoleh. “Keluarga Alexander tak pernah ingkar janji, Nona. Begitu pun mereka tak suka dilawan.”

Pintu tertutup rapat. Ayranza duduk sendirian di sana, menyadari hidupnya kini benar‑benar berubah. Kabut Milan makin tebal, lampu kota berkelip samar, dan di suatu sudut kota, Axel Alexander tersenyum tipis membaca kontrak yang baru saja ditandatangani, tanda dimulainya ikatan yang akan penuh pertikaian, rahasia, dan perasaan yang tak diinginkan.

 

 

1
KZ2
Kenapa yang Black Eagle di hapus?
KZ2: Siap beb👍🏻
total 2 replies
Fahri Purba
smangt bossqueee.
Fahri Purba
mkanya jjur kw xavier biar gk lari binimu.
Murni Caem
🌟🌟🌟🌟🌟
Murni Caem
jahat x ferguso eh salah fabrizio ini anak² pun diracuni.
Jhony
tor cpetan hlangkan sih cindy, gedek liatny.😡
Jhony
good job👍👍
ShyLvia
smbg amat.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!