Duan Melahirkan di usia 16 tahun, selama 7 tahun ini ia selalu percaya jika putra yang ia lahirkan dengan mempertaruhkan nyawa malah meninggal di hari kelahirannya, namun siapa yang menyangka saat dirinya kembali ke ibu kota muncul seorang bocah laki laki yang sangat menyebalkan namun Yan Fei merasa dirinya tak bisa membiarkan bocah itu jauh darinya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auliya Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dia seperti monyet
Angin bertiup kencang, petir saling menyambar, di salah satu halaman di pinggir kota seorang wanita muda sedang berjuang keras untuk melahirkan, di samping kiri dan kanannya terdapat banyak pelayan dan beberapa yang membantu proses persalinan, di ujung sana, di sudut terdapat sebuah meja bundar megah,
Seorang duduk di sana dengan tangan terkepal, wajahnya pucat dan sesekali melihat ke arah tirai, tempat di mana sahabatnya sedang menjalani proses persalinan
"Fei Fei, aku yakin, aku yakin kau bisa" Suara Lirih dari si gadis terdengar begitu khawatir,
Jika bukan karena larangan dari beberapa pelayan senior ia akan menerobos masuk ke dalam tirai untuk menemani sang sahabat, namun ini tak pantas
Ia hanya gadis berusia belasan tahun, melihat seseorang melahirkan, mungkin akan menimbulkan rasa takut dan trauma di masa depan, bagaimanapun melahirkan tak mudah, para pelayan senior tak ingin mencelakai seorang gadis baik.
"Nona, dorong lebih kuat lagi, bayinya akan segera keluar" Seorang bidan sedang membantu proses persalinan di sebuah rumah megah di desa Hufu
Nona mereka melahirkan di usia 16 tahun meskipun tak bisa di bilang begitu muda namun juga tetap memiliki tubuh yang rentan, karena memang kehamilan di usia muda akan cukup beresiko
"Aghhhh, aku tidak kuat, benar benar tak kuat, aku tidak kuat lagi, siapapun tolong aku, aku tak mau melahirkan aku tak mau" Teriak wanita yang terbaring lemah di ranjang, ia sudah sangat kelelahan, sudah hampir 2 jam sejak kontraksi, tapi anak itu tak kunjung mau keluar jujur saja rasa sakit ini sungguh mengerikan, bahkan ia berfikir akan mati begitu saja
"Fei Fei, jangan menyerah, kau pasti bisa, Fei Fei ayo sedikit lagi, sedikit lagi" suara itu benar benar menyakitkan, membuat gadis di luar menjadi semakin gelisah
Teriakan itu sangat mengerikan, benar benar sangat menakutkan, melahirkan apakah harus sesakit itu?,
"A Min aku benar benar tidak kuat, ingin mati saja rasanya, aku ingin mati saja, aku ingin mati, aku menyerah, aku tidak mau melahirkan lagi, tidak mau" Teriakan demi teriakan terus memenuhi kamar, melahirkan benar benar menyakitkan, pantas saja jika ibunya sangat patah hati saat ia menjadi keras kepala dan tak mendengarkan nasehat.
Ia belum pernah merasakan penderitaan selama 15 tahun hidup di dunia ini, namun pada saat itu ia di nyatakan hamil, wanita Hamil di luar nikah adalah aib dan sangat tabu
Menjaga kesucian adalah tugas seorang wanita, reputasi, kesucian bagai nyawa bagi seorang gadis, dan Duan Yanfei ini?, memang selama bertahun tahun ia di manjakan tapi ia bukan gadis yang tak bermoral ia tak pernah ingat kapan dan di mana ia melakukan hal keji ini hingga berakhir hamil, Tampa tau siapa dan di mana ayah anak ini,
Demi menjaga nama baik keluarga ia memohon pada ayah dan ibunya untuk di kirim ke desa kecil selama masa ini ia hanya di temani oleh Yan Xumin, teman baiknya, demi menjaga Fei Fei ia bahkan rela ikut menjauh dari gemerlap ibu kota
"Jangan katakan itu, kau pasti bisa, ayo jangan menyerah" Yan Xumin mendekat dengan tergesa gesa, ia sangat ingin menerobos dan menguatkan Yanfei yang berada dalam rasa sakit yang tak terkatakan ini
Tapi ia tak bisa, para pelayan senior mengawasinya, ia tak bisa mendekati tirai begitu saja
"Aghh" Teriakan terakhir dari Yanfei di susul dengan tangisan bayi yang pecah, Yan Xumin menghela nafas pelan
Para bidan yang awalnya tegang menghela nafas lega, sebagai nona bangsawan ia jelas tak pernah mengalami hal hal buruk, rasa sakit ini, bahkan orang biasa pun tak mungkin mampu bertahan, mereka takut majikan mereka menyerah dan tidak mau bekerja sama, itu sangat berbahaya baik untuk ibu atau anaknya, untung saja nona mereka bisa di bujuk
"Selamat nona, tuan muda sudah lahir, tuan muda sangat tampan, kulitnya putih dan matanya kecil" Pelayan berucap pelan, Yan Xumin masuk ke tirai, keadaan di dalam benar benar mengerikan
Ada banyak darah di kasur, dan sosok kecil itu juga masih menyisakan darah di seluruh tubuhnya, meski demikian ia tetap melangkah mendekati sahabatnya
"A Min, aku berhasil?, aku fikir, aku fikir aku akan mati" rasa sakit yang ia rasakan dalam proses persalinan tadi, tak bisa di katakan dan di ungkapkan dengan apapun,
Rasa sakit yang hampir memutus nafas, ia ingin berhenti, tapi bidan berkata jika nona tak bekerjasama dengan baik maka rasa sakitnya akan lebih lama, Duan Yanfei tak memikirkan apapun lagi, yang ia inginkan hanya mengeluarkan sumber rasa sakit ini lebih awal dan beristirahat
"Fei Fei, kau kuat, lihatlah anak ini sangat tampan" Senyum merekah di wajah gadis itu, seorang tuan muda, ia tau Fei feinya kuat, melahirkan seorang bayi yang tampan dan sangat menawan
"A Min jangan berbohong untuk menghibur ku, jelas anak ini sangat jelek bahkan terlihat seperti monyet, lihat tubuh itu, di penuhi bulu bulu halus, apakah saat besar nanti bulu bulu itu ikut tumbuh lebih panjang?, jika akan panjang bukankah itu akan sedikit mengerikan?" Mendengar Ucapan Duan Yanfei gadis bernama Yan Xumin ini tersenyum kecil.
"Bagaimana mungkin, omong kosong, keponakan ku itu sangat tampan, beraninya kau menghinanya, hanya karena kau yang melihatnya sekilas apakah kau bisa memberi komentar begitu buruk, jelas jelas dia tampan, para ibu bidan juga mengatakannya, aku sangat suka mata dan hidungnya" Bayi yang baru lahir bukankah memang seperti itu?, ia pun sebagai orang yang tak berpengalaman menganggap bayi itu jelek dan aneh
Tapi tidak mungkin ia menghina seorang anak di depan wajah ibunya, karena bidan menyebutnya anak yang tampan maka Yan Xumin juga menyebutnya begitu
"Aku yang melahirkannya sendiri tapi malah dia yang merebut sahabat ku" Yanfei mendengus pelan, anak itu belum apa apa sudah merebut sahabatnya,
"Bagaimana mungkin, Fei Fei, kau sangat hebat, tapi keponakan ku juga akan menjadi pria yang hebat" Yan Xumin nampak begitu bangga dengan putra sahabatnya, sahabatnya berasal dari keluarga besar dan memiliki gen keindahan yang tidak main main, bagaimana mungkin keluarga yang di sisi gadis cantik dan pria tampan menghasilkan keturunan yang jelek
"Tentu saja" Yanfei tersenyum lebar, ia tinggal di sini selama hampir 1 tahun, mengalami banyak hal untuk melahirkan putranya, setelah penantian selama 10 bulan akhirnya mereka bertemu
bayi itu, meskipun seperti monyet tetap putranya, putra yang ia lahirkan dengan mempertaruhkan nyawa, bagaimana mungkin ia tak sayang
Hari itu setelah kelahiran sang bayi, salju yang memutih mulai berjatuhan, jendela di ujung yang terbuka membuat senyum lembut muncul di wajah semua yang ada di dalam
"Lihatlah, bayi mu membawa keberkahan, ia tak menangis kencang seolah takut salju mengejeknya" A Min menatap ke luar jendela, salju turun dengan deras, tangisan bayi masih menemani rumah besar ini
"A Min, dia terlihat menjijikan"
"Itu karena belum di bersihkan, biarkan pelayan membersihkannya" Ia berucap lembut, para bidan juga sudah mulai membereskan peralatan mereka, melahirkan sudah selesai, hanya tinggal membersihkan ibu dan anak dan itu tak membutuhkan semua peralatan ini
"Huh, aku sangat lelah"
"Beristirahatlah, aku akan menjaga mu dan putra mu"
"Kau memang sahabat terbaik ku, A Min, terimakasih untuk semuanya" Setelah mengatakan itu Duan Yanfei jatuh pingsan begitu saja meninggalkan Yan Xumin yang menatapnya dengan senyuman kecil.