NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Tirimu Adalah Balas Dendamku

Menjadi Ibu Tirimu Adalah Balas Dendamku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Valencia Adelia atau Cia selalu menjadi korban perundungan Amora Luca Alessandro, ratu sekolah sekaligus putri keluarga terkaya di kota. Bertahun-tahun dihina dan disakiti membuat Cia menyimpan dendam yang mendalam.
Sadar tak akan pernah bisa mengalahkan Amora secara langsung, Cia memilih cara yang tak terduga. Ia mendekati Dixon Luca Alessandro, ayah Amora yang kaya dan berkuasa, hingga berhasil menjadi istrinya.
Kini, Cia bukan lagi gadis lemah yang bisa diinjak sesuka hati. Ia telah menjadi ibu tiri Amora. Dari dalam rumah yang sama, Cia mulai menjalankan balas dendamnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14

​Asher, sang asisten pribadi, melangkah maju dengan gerakan taktis yang cepat. Dengan keahlian bela diri yang matang, ia melayangkan hantaman keras tepat di rahang salah satu preman, disusul dengan tendangan sapuan yang menjatuhkan pria satunya lagi ke aspal. Suara tulang bergemeretak beradu dengan teriakan kesakitan yang menyedihkan.

​"Pergi, atau saya pastikan kalian membusuk di penjara malam ini juga!" gertak Asher dengan suara baritonnya yang menggelegar.

​Melihat lawan mereka adalah orang-orang bersetelan mahal dengan kemampuan bertarung tingkat tinggi, kedua preman itu bangkit dengan tertatih-tatih. Sambil memegangi wajah mereka yang bersimbah darah, keduanya berbalik dan berlari tunggang-langgang menembus kegelapan lorong, kabur menyelamatkan nyawa mereka.

​Sementara itu, Cia berbaring lemah di atas aspal yang dingin. Kesadarannya kian menipis. Efek tamparan keras di pipinya membuat kepalanya berdenyut hebat. Melalui pandangannya yang mengabur dan buram karena air mata, ia hanya bisa melihat siluet samar seorang pria bertubuh tinggi tegap yang berjalan mendekat ke arahnya.

​Aroma maskulin mahal bercampur kayu cendana yang sangat familier lamat-lamat menyergap indra penciumannya. “Aroma ini... Tuan... Dixon...?” batin Cia lirih, sebelum akhirnya dunianya mendadak gelap gulita. Ia pingsan, tak sadarkan diri karena syok dan rasa sakit yang mendera tubuhnya.

​Melihat Cia yang mendadak terkulai lemas, Asher segera berlutut di samping tubuh gadis itu. "Nona Valencia?" panggil Asher, mencoba memeriksa denyut nadinya. Sebagai asisten yang sigap, Asher kemudian mengulurkan kedua tangannya, berniat untuk mengangkat dan menggendong tubuh Cia ke dalam mobil.

​"Singkirkan tanganmu, Asher."

​Sebuah perintah dingin yang datar namun sarat akan penekanan mutlak menghentikan gerakan tangan Asher di udara. Asher mendongak, menatap Dixon yang kini sudah berdiri tepat di samping mereka.

​Dixon menundukkan tubuh tegapnya. Tanpa memedulikan jas mahalnya akan kotor terkena debu jalanan atau noda darah dari lutut Cia, pria berusia 39 tahun itu menyusupkan lengan kekarnya di bawah tengkuk dan lipatan lutut Cia. Dengan satu gerakan yang sangat mudah dan protektif, Dixon mengambil alih dan mengangkat tubuh ramping Cia ke dalam dekapan dadanya yang bidang.

​Dixon menatap wajah pucat Cia yang bersandar lemas di dadanya, mempertegas cengkeramannya pada tubuh gadis itu. "Siapkan mobil. Kita ke rumah sakit sekarang," perintah Dixon dingin, lalu melangkah lebar membawa Cia masuk ke kursi penumpang belakang Rolls-Royce.

​Asher terpaku selama beberapa detik di tempatnya berdiri. Matanya membelalak tak percaya menatap punggung sang atasan yang perlahan menjauh.

​Sebagai orang yang telah mendampingi Dixon selama bertahun-tahun, Asher tahu betul bagaimana tabiat asli bosnya. Dixon Luca Alessandro adalah pria aseksual yang sangat angkuh dan memiliki fobia tersendiri terhadap sentuhan fisik dengan orang asing. Jangankan menggendong seorang wanita yang tubuhnya kotor karena terkapar di jalanan, menjabat tangan rekan bisnis wanita saja Dixon hampir tidak pernah lakukan. Bahkan terhadap pegawai—atau mantan pegawai seperti Valencia—Dixon selalu menjaga jarak aman yang sangat kaku.

​Namun malam ini, pertahanan itu runtuh total. Dixon tidak hanya menyentuhnya, melainkan menggendong gadis itu dengan tangannya sendiri, membiarkan tubuh kotor Valencia menempel pada jas eksklusifnya, dan memancarkan raut wajah panik yang disamarkan oleh amarah.

​“Ada apa dengan Tuan Dixon? Kenapa beliau bersikap se-tidak biasa ini hanya untuk seorang mantan karyawan?” batin Asher diliputi tanda tanya besar.

​Namun, Asher tidak berani membuang waktu. Ia buru-buru berlari ke kursi kemudi, menyalakan mesin mobil mewah itu, dan menginjak pedal gas dalam-dalam menuju rumah sakit terdekat, membiarkan jaring takdir di kursi belakang terus merajut kisah misterius di antara sang miliarder dan gadis penuh dendam itu.

​Bau menyengat cairan antiseptik khas rumah sakit perlahan menembus indra penciuman Cia. Di dalam ruang rawat VIP yang tenang, dokter spesialis yang baru saja selesai memeriksa kondisi Cia melangkah mendekati Dixon dan Asher yang berdiri di dekat jendela besar.

​"Kondisi pasien sudah stabil, Tuan," ucap dokter itu dengan nada sangat sopan, tahu betul siapa pria berkuasa yang membawanya semalam. "Beliau hanya pingsan akibat syok yang berat dan trauma dari tamparan kuat di pipinya. Luka lecet di lutut dan telapak tangannya juga sudah kami bersihkan dan diatasi dengan baik. Pasien hanya perlu istirahat sampai kesadarannya pulih total."

​Setelah menyampaikan laporan medis tersebut, sang dokter pamit undur diri, meninggalkan keheningan di dalam ruangan mewah berfasilitas lengkap itu.

​Keesokan pagi harinya, berkas sinar matahari menembus celah gorden, menerangi wajah pucat Cia. Kelopak matanya bergerak perlahan, lalu terbuka sepenuhnya. Detik berikutnya, ingatan tentang lorong gelap dan kepungan dua preman semalam mendadak berputar hebat di kepalanya bagai film horor.

​Cia langsung tersentak bangun. Dengan napas yang memburu dan wajah panik, kedua tangannya bergerak cepat meraba-raba seluruh tubuhnya sendiri—memeriksa kemeja dan pakaiannya yang untungnya masih terpasang utuh, meski ada beberapa perban yang menempel di lutut dan tangannya. Ia teramat takut jika semalam dirinya telah dilecehkan oleh bajingan-bajingan itu.

​"Anda aman, Nona."

​Sebuah suara bariton yang tenang memecah kepanikan Cia. Cia menoleh cepat ke arah samping tempat tidur, dan matanya membelalak heran saat melihat Asher berdiri tegak di sana dengan pakaian rapi seperti biasanya.

​"T-Tuan Asher?" tanya Cia dengan suara yang masih serak dan kebingungan. "Kenapa... kenapa Anda bisa ada di sini? Dan di mana ini?"

​Asher mengangguk sopan, lalu menceritakan kronologi kejadian semalam secara mendetail. Ia menjelaskan bagaimana mobil mereka kebetulan lewat, melihatnya dikepung, hingga akhirnya membawanya ke rumah sakit ini agar mendapat perawatan terbaik. Namun, sesuai dengan instruksi implisit dari bosnya yang sudah pergi menjelang subuh tadi, Asher sengaja tidak terlalu mendramatisasi bagian di mana Dixon-lah yang menggendong tubuh Cia dengan tangannya sendiri.

​Mendengar cerita itu, Cia mengembuskan napas lega yang teramat panjang. Ketakutannya perlahan menguap. Ia menatap Asher dengan pandangan penuh rasa syukur.

​"Terima kasih banyak ya, Tuan Asher... Terima kasih karena sudah menolong nyawa saya semalam," ucap Cia dengan senyuman tulus yang terlihat sangat menggemaskan di wajah pucatnya. Ia kemudian menjatuhkan kedua kakinya ke tepi ranjang, berniat untuk langsung bangkit. "Tolong sampaikan juga kepada bos Anda, Tuan Dixon, terima kasih saya yang sebesar-besarnya karena sudah menyelamatkan saya."

​Tanpa menunggu lebih lama, Cia memaksakan tubuhnya yang masih agak lemas untuk berdiri. Ia merapikan pakaiannya, mengabaikan bujukan Asher untuk beristirahat sedikit lagi, dan memilih untuk langsung pulang ke apartemennya hari itu juga.

​Asher hanya bisa menatap kepergian mantan pegawai teladan itu dengan sejuta tanda tanya di kepalanya, terutama mengingat bagaimana gelisah dan marahnya Tuan Dixon semalam saat melihat pipi gadis itu terluka.

​Sementara itu, di sepanjang koridor rumah sakit menuju lobi luar, Cia melangkah dengan ritme yang perlahan karena lututnya yang masih diperban. Namun, wajah pucat dan lemas yang ia tampilkan di depan Asher beberapa menit lalu seketika sirna.

​Sebuah senyuman misterius yang sarat akan kelicikan dan kemenangan perlahan terukir lebar di sudut bibir cantiknya. Sepasang matanya berkilat tajam penuh tekad.

​“Ternyata rencana gue nggak sepenuhnya gagal,” bisik Cia riang di dalam hatinya, meremas pelan tas kecilnya. “Gue emang keluar dari perusahaan, tapi sekarang... gue justru masuk ke dalam hidup dan pikiran seorang Dixon Luca Alessandro lewat jalur yang jauh lebih intim. Pria angkuh itu tahu kalau dia yang pertama merenggut kesucian gue, dan sekarang dia bertindak sebagai pahlawan penyelamat gue? Sempurna. Umpan ini bakal bikin lo makin terjerat, Tuan Dixon, dan cepat atau lambat, lo sendiri yang bakal datang mencari gue.”

1
Hasti Asti
semangat terus kak berkata, cerita kamu bagus
sryharty
sebelum pembalasan kamu terendus Amora,,kamu harus bikin duda karatan bertekuk lutut sama kamu cia,,biar si duda ga bisa jauh2 dari kamu,,kalo jauh dari kamu langsung gila,,jadi nanti si Amora tidak bisa banyak tingkah
aku
kudukung pembalasanmu dg 🌹 go cia go!!
aku
aduh aq juga tercia cia nih 😁 gasss ciaaaa 😃
Hasti Asti
lanjut kak😍
sryharty
kenapa seh ka up nya irit banget
Shion Hin
hohoho mulai seru 🔥🔥🔥
Marsya
wah mw nambah bacanya lagi,klanjutannya pasti lbih seru🤭🤭🤭🤭
Shion Hin
ayo kak semangat... 🔥🔥🔥🙏
sryharty
kenapa up nya cuma satu2 yah
Yuyun Suprapti
crazy up dong kk thor🤭💪
Shion Hin
😍
Rahman Hayati
wow
selanjutnya rencana lebih menantang lagi Thor, mungkin buat dia belajar beladiri dikit lah
saran thor
sryharty
ka doubel up lah
sryharty
😁 pokonya kamu harus jual mahal cia,,jangan kejar2 duda karatan
biar dia yg tercia dan ga bisa jauh sama kamu
Rahman Hayati
jgn terlalu tua lah Thor yg sedang sedang saja umurnya
sryharty
semoga sampai selesai alurnya masih bagus
sryharty
si duda karatan udah mulai Ter cia2 neh
ayo cia kamu harus kuat
balas semua rasa sakitmu ke Mora..
kamu jangan gegabah tarik ulur si duda karatan biar dia penasaran sama kamu
lanjut yu ka up nya bagus loh cerita kamu
Shion Hin
huaaaa.... gk sabar deh ... 🥺
sryharty
pasti nanti cia hamil,,bawa kabur nanti anaknya cia
biar si duda karatan kelabakan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!