Tembus pandang, ahli pengobatan, dan kekuatan tiada tara adalah sepasang mata dewa.
Menjadi buta demi membangkitkan kekuatan mata dewa membuat Ivan begitu menderita.
Namun semuanya terbayar setelah Ivan mendapatkan mata dewa yang sinarnya menembus kegelapan.
Gadis-gadis cantik perlahan jatuh hati kepadanya.
Bagaimana kelanjutannya dapat di baca, semoga terhibur!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agus budianto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 1 BANGKITNYA MATA DEWA
Di sebuah kota yang bernama kota Neo, waktu sudah menunjukkan pukul 11 larut malam. Gemerlap lampu warna-warni menghiasi kota tersebut yang menandakan kehidupan malam telah di mulai.
Di sebuah jalan yang di kenal dengan jalan mawar merupakan pusat dari kehidupan malam kota Neo. Di jalan tersebut terdapat begitu banyak bar, club malam, dan juga casino-casino.
Ratusan wanita seksi dengan menggunakan pakaian terbuka tampak duduk sambil merokok di sepanjang jalan mawar tersebut.
Sebuah casino di jalan mawar yang bernama Star casino merupakan casino terbesar di sana.
Suasana di dalam casino Star tampak begitu ramai dengan orang-orang yang sedang melakukan perjudian.
"3, 2, dan 1, angka kecil," ujar seorang bandar dadu pada Star casino sambil mengangkat tabung penutup.
Terlihat di atas meja tiga buah dadu dengan angka masing-masing 3, 2, dan 1. Jika di jumlahkan maka bernilai 6, yang berarti adalah angka kecil.
"Dapat lagi, mantap," ujar salah seorang pemain di sana dengan senang.
"Pasang kecil dapat, begitu di bom malah ancur, logika macam apa ini," ujar pemain yang lain.
"Tiga kali pasang, tiga kali kalah, aku tidak percaya akan kalah lagi, cepat goncang lagi dadunya!" ujar pemain yang lain lagi.
Sementara itu, di sebuah ruangan khusus yang berada di dalam Star casino, seorang wanita baru saja selesai mandi. Ruangan tersebut adalah sebuah yang merupakan kamar dari pemilik casino yang bernama Yola.
Yola baru saja selesai mandi dengan selembar handuk yang masih terbungkus menutupi tubuhnya. Tampak kulit tubuh Yola yang begitu putih dan halus.
Yola merupakan seorang wanita yang berumur 35 tahun, namun masih lajang. Walaupun umurnya sudah kepala tiga, tapi wajah dan penampilannya masih terlihat begitu muda.
Wajah Yola begitu cantik yang di topang oleh kaki yang jenjang. Kulitnya yang putih bersih dan bola matanya yang biru, menandakan bahwa Yola adalah blasteran barat. Di tambah lagi kedua dada dan bokongnya begitu menonjol, sehingga terlihat sangat menggoda.
"Tok... tok..." suara pintu kamar Yola di ketuk dari luar.
"Siapa?" tanya Yola.
"Saya Ivan kak Yola," jawab orang dari luar.
"Masuk saja, pintu tidak di kunci!" ujar Yola.
Orang tersebut juga masuk ke dalam kamar Yola. Terlihat seorang pria muda menggunakan pakaian seragam pelayan dengan pandangannya yang begitu kosong. Pria tersebut bernama Ivan dan bekerja sebagai pelayan di casino milik Yola.
Ivan adalah seorang pemuda berusia 28 tahun dengan paras yang tampan. Tubuhnya tinggi dengan otot yang dan tubuh ideal yang membuatnya terlihat sempurna di mata wanita. Hanya saja sayangnya Ivan mengalami kebutaan sudah hampir 5 tahun lamanya.
"Ada apa Ivan?" tanya Yola.
Mengetahui Ivan tidak bisa melihat, Yola juga tidak ragu menanggalkan handuk yang dia pakai. Tubuh Yola tanpa sehelai pun pakaian benar-benar sangat indah saat ini.
"Saya dengar kak Yola sedang tidak enak badan, saya membuatkan wedang jahe hangat," jawab Ivan.
"Terima kasih, kamu begitu perhatian kepadaku," balas Yola yang mulai mengenakan celana dalam dan bra.
Yola segera memakai baju piyama tidur, kemudian mengambil segelas wedang jahe yang di buatkan oleh Ivan.
"Kak Yola begitu baik terhadapku, jika bukan karena kak Yola, mungkin saat ini aku sudah menjadi gelandangan di jalanan," ujar Ivan.
Beberapa tahun yang lalu, Yola bertemu dengan Ivan yang buta di pinggir jalan. Pada saat itu Ivan terlihat begitu sangat kasihan, sehingga Yola membawanya ke casino miliknya dan memperkerjakannya hingga sekarang.
"Kamu sudah berkerja keras, kamu istirahat lebih awal saja malam ini!" ujar Yola.
"Baik, terima kasih kak," balas Ivan.
"Saya pergi dulu," sambung Ivan pergi dari sana.
Sesuai dengan instruksi dari Yola, Ivan juga pulang lebih awal. Ivan kembali ke kontrakannya yang berada tidak jauh dari casino tersebut berada.
Di kamar, Ivan berbaring di atas ranjang tempat tidurnya sambil menghitung hari dan tanggal di benaknya.
"Besok adalah tepat 5 tahun aku kehilangan penglihatan ku, menurut kakek tua itu, seharusnya besok aku sudah bisa melihat lagi dan membangkitkan kekuatan mata dewa," ucap Ivan sendiri.
Ivan mengingat dimana beberapa tahun yang lalu dirinya menolong seorang kakek tua. Kemudian kakek tua itu tiba-tiba saja menjadikan muridnya. Kakek tua itu mengatakan bahwa Ivan adalah sosok yang istimewa.
Kakek tua itu juga mengatakan bahwa Ivan merupakan keturunan pemilik mata dewa. Di mana jika ingin membangkitkan kekuatan mata dewa tersebut, maka Ivan harus kehilangan penglihatannya selama 5 tahun.
Besok adalah tepat Ivan kehilangan penglihatannya, Ivan juga sudah tidak sabar untuk dapat melihat kembali.
Ivan tidur untuk beristirahat, selama tidur tanpa Ivan sadari kedua matanya terus menyerap energi alam yang berada di sekitarnya.
Pagi hari, waktu sudah menunjukkan pukul 8. Sinar matahari juga telah menembus tirai dan masuk ke dalam kamar Ivan. Ivan juga mulai terbangun dan perlahan membuka matanya.
Hari ini tepat 5 tahun Ivan kehilangan penglihatannya. Seperti yang kakek tua itu katakan, Ivan juga telah bisa kembali melihat.
"Ini... aku benar-benar bisa melihat lagi..." Ivan tampak begitu senang sekali.
Ivan segera berdiri di depan cermin dan mendapati kedua bola matanya tampak berbeda. Kedua bola mata Ivan terlihat begitu bersinar dan mengeluarkan cahaya.
Seketika tiba-tiba saja pandangan Ivan langsung menembus semua benda yang ada di dalam kamar tersebut. Ketika Ivan menatap ke arah tembok kamar, tembok itu juga langsung tertembus, sehingga memperlihatkan tetangganya yang sedang menyapu.
"Mata ini bisa tembus pandang," ucap Ivan seolah tidak percaya.
Ivan juga merasakan tubuhnya kini semakin berotot dan energi besar mengalir ke seluruh tubuhnya.
Ivan meletakkan telapak tangannya pada cermin lalu mengedipkan kedua matanya. Ivan dapat merasakan energi yang mengalir ke telapak tangannya.
"Prang..." tiba-tiba saja kaca cermin itu langsung pecah, sehingga pecahan kaca juga jatuh berserakan di lantai.
"Kekuatan ini... ini hebat sekali..." ucap Ivan dengan kagum.
Kemudian muncul di benak Ivan berbagai macam teknik dan ilmu pengobatan legendaris yang dapat menyembuhkan penyakit apapun.
"Ini seperti tidak nyata," ucap Ivan.
"Aku benar-benar memiliki mata dewa, kakek tua itu tidak berbohong," sambung Ivan seolah tidak percaya.
Dengan mata dewa yang sehebat ini Ivan yakin dapat mendapatkan apapun yang dia inginkan.
Malam hari, Ivan kembali bekerja di Star casino. Terlihat Ivan sedang menyuguhkan minuman pesanan tamu.
"Ivan," ujar Yola menghampirinya.
Ivan juga langsung menoleh dan mendapati Yola begitu sangat cantik dan menarik.
"Kak Yola, kamu cantik sekali..." balas Ivan terpesona.
Setelah bisa melihat kembali, ini pertama kalinya Ivan melihat paras Yola secara langsung.
"Kamu sudah bisa melihat...?" Yola tampak terkejut.
"Saya sudah bisa melihat kembali kak Yola," balas Ivan.
"Syukurlah kalau kamu sudah bisa melihat," Yola juga ikut senang.
Kemudian tiba-tiba saja terlintas sebuah cahaya di kedua mata Ivan. Mata dewa miliknya seketika mengeluarkan kekuatannya dengan sendirinya. Alhasil Ivan mendapati Yola di hadapannya hanya menggunakan pakaian dalam saja.
Mata Ivan langsung melotot memandangi kedua dada Yola yang hanya menggunakan seutas bra saja. Dada Yola begitu menonjol dan besar dengan belahannya yang sangat menggoda. Belum lagi tahi lalat di bagian dada sebelah kirinya membuatnya semakin menarik.
Yola juga sadar bahwa Ivan sedang menatap kedua dada miliknya dengan intens, sehingga membuat pipi Yola sedikit memerah karena malu.
"Ivan, nanti kamu kekuranganku, ada yang mau aku bicarakan," ujar Yola tidak terlalu mempermasalahkan Ivan yang menatap dadanya.
Ivan juga langsung tersadar dan mengedipkan kedua matanya. Alhasil kini Yola di hadapannya sudah kembali menggunakan pakaian utuh seperti sebelumnya.
"Sial, aku masih belum terbiasa mengendalikan kekuatan mata dewa ini sepenuhnya, bisa-bisanya aku kurang ajar terhadap kak Yola barusan," ucap Ivan dalam hati.
"Kak Yola begitu baik selama ini, lain kali aku tidak boleh begini," sambung Ivan dalam hati.