NovelToon NovelToon
Bidadari Pak Letnan Minta Bercerai

Bidadari Pak Letnan Minta Bercerai

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Raja Tentara/Dewa Perang / Perjodohan
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ibah Ibah

"Rin mau kemana? kenapa diam-diam membawa koper begitu?" Tanya Aga merasa curiga pada istrinya, mendadak istrinya pamit pergi, padahal dia baru saja pulang dari pasar. Arin diam saja dan tetap memasukkan kopernya ke dalam bagasi mobil. "Rin aku nanya sama kamu? Kalau mau pergi, aku antar" "Tidak perlu mas, di dalam masih ada tamu" "Tamu Istimewa" Imbuh Arin dalam hati. Arin menyerah. Sejak kecil dia sudah mengabdi di keluarga suaminya karena mereka telah di jodohkan sejak kecil. Arin kira pengorbanan dan kesabarannya akan membuat suaminya luluh, namun dia salah. Suaminya bahkan membawa wanita idamannya ke dalam rumah. Arin sudah tidak tahu apa yang ingin dia pertahankan di rumah ini, bahkan setelah satu tahun menikah, tak sekalipun dia di sentuh. "Tunggu aku sebentar, keluarkan kopermu. Masukkan ke mobil ku, aku akan mengantarmu" Pinta Aga, namun Arin sudah mati rasa, dia langsung meminta supir melajukan mobilnya.Arin tak memperdulikan Aga yang berteriak sambil berlari mengejarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ibah Ibah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Draft

POV Arin

"Kapan pulang?"

Sebuah pesan dari mas Aga, suamiku. Aku tersenyum menatap pesan itu, rasanya seperti sedang membaca surat cinta darinya. Ini untuk ke dua kalinya mas Aga mengirimkan pesan lebih dulu padaku. Meski hanya pesan singkat, tapi ini merupakan kemajuan dalam hubungan kami. Hati ini begitu berbunga-bunga, apa ini tanda kalau mas Aga mulai menerima ku? Aku jadi tak sabar ingin cepat-cepat sampai rumah. Aku baru saja dari pasar belanja bahan-bahan untuk membuat kue. Sejak remaja aku memang membantu Bu Tina mertuaku berjualan kue. Dulu sebelum menikah dengan Mas Aga, aku tinggal di toko milik Bu Tina yang hanya berjarak sepuluh meter dari rumahnya. Aku adalah anak ke tujuh dari delapan bersaudara. Sejak kecil hidup ku begitu susah, apalagi bapak hanya seorang nelayan biasa, dia harus menghidupi delapan anaknya dan itu bukanlah hal yang mudah,Kami selalu berbagi makanan meski perut kami belum kenyang. Kadang ibu hanya memasak satu telur yang dia beri banyak tepung,telur itu cukup untuk kami makan,kadang kami hanya makan ikan asin, karena tangkapan ikan bapak di jual untuk beli beras dan yang lain. Kadang ibu meminta kami berpuasa saat beras di rumah habis. Hidup kami begitu sederhana dan jauh dari kata cukup,meski begitu kami bahagia karena kami hidup bersama. Awal aku bertemu Bu Tina, saat aku melihat seorang anak kecil tenggelam di pantai, dulu lelaki itu masih seusia ku,dia nampak kesulitan bernafas di air, aku langsung berlari menolong dia. Ku kerahkan semua tenagaku untuk membantu dia menepi, aku terus berusaha hingga kami sampai juga di tepi pantai, Aku berteriak minta tolong, semua orang mengerubungi kami, hingga aku jatuh pingsan karena kelelahan, lelaki itu cukup tinggi badannya lebih besar dari ku, tentu saja aku kehabisan tenaga dan tak ingat apa-apa. Begitu bangun, aku sudah ada di sebuah rumah sakit, seorang ibu langsung memeluk ku begitu erat sambil menangis dan terus menerus mengucapkan terima kasih. Dia adalah Bu Tina, ibu dari anak yang aku tolong tadi. Begitu sadar,aku langsung di perbolehkan pulang . Bu Tina mengantarku, tentu saja dengan Aga, lelaki yang kini menjadi suami ku, dia baik-baik saja. Ku lirik dia yang tampan tinggi,dengan kulit putih bersih. Aku yakin jika dia memakai baju perempuan dia akan nampak sangat cantik, batin ku dalam hati.

Bu Tina ingin mengucapkan terima kasih pada keluarga ku, Dia membawa buah dan sebuah tas yang tidak aku tahu isinya.

Saat sampai di rumah kecil kami, Bu Tina begitu terkejut melihat keadaan rumah kami, kami memang sering tidur di lantai, ada banyak bantal usang di sana. Ibuku langsung mendatangi ku, dia resah sekali karena aku tak kunjung pulang.

"Terima kasih Bu, sudah mengantarkan putri saya pulang" ucap Ibu. ibu meminta Bu Tina duduk di teras saja. Aku mengikuti Bu Tina karena penasaran dengan Angga. Lelaki itu pendiam dan tak banyak bicara, namun dari wajahnya terlihat sekali dia tengah tidak nyaman berada di rumah kami.

"Kursinya keras Bu!" Rengeknya, aku sama sekali tidak mengira anak lelaki itu amat manja sekali. Perkara kursi saja dia resah.Tidak tahukah dia jika tiap hari aku tidur di sana?

Ibu memberikan teh pada Bu Tina, Bu Tina mengucapkan terima kasih pada ibu. Entah mereka berbicara apa, namun melihat Bu Tina menangis aku jadi kasihan padanya. Aku pergi ke dalam mengambil permen yang ku dapat dari seseorang. Aku cepat-cepat keluar dan memberikan permen itu pada Bu Tina.

"Jangan sedih Bu" Ucap ku pada Bu Tina. Bu Tina langsung memeluk ku.

"Arin mau sekolah?" pertanyaan itu membuatku kaget, tentu saja aku ingin, tapi aku tidak mau menyusahkan bapak, jadi aku menggeleng pelan.

Ibu yang faham dengan jawaban ku, langsung memberiku penjelasan.

"Ibu ini mau bawa Arin ke kota, Arin bisa sekolah di sana,Gratis.

Kalau Arin rindu sama ibu, Arin bisa pulang ke sini kapan saja"

Mendengar kata gratis aku langsung mengagguk setuju, aku paling suka belajar, tentu aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, aku ingin sekolah yang tinggi, menjadi orang sukses agar bisa membahagiakan bapak dan ibu.

"Anak pintar"

Sejak saat itulah aku di kota ini, dulu Aga tak begitu membenci ku, dia masih mau bicara meski sedikit pada ku. Hingga saat kecelakaan itu terjadi,Ayah Aga meninggal, Aga yang juga tengah ikut naik mobil bersama ayahnya juga ikut kecelakaan, dia terluka parah, hingga butuh donor darah,stok darah di rumah sakit kosong,kebetulan golongan darah kami sama, jadi aku mendonorkan darahku padanya.

Niat menolong yang tulus ini ternyata menjadi bumerang, Bu Tina merasa aku begitu berjasa dalam hidup Aga, hingga dia menjodohkan kami meski kami baru masuk di kelas satu SMA. Sejak perjodohan itu, Aga membenci ku, dia tak mau lagi bicara padaku. Dia bahkan sengaja menghindar dariku.

Tanpa alasan dia meminta pindah sekolah, dia ingin tinggal bersama neneknya, padahal dia tahu kalau di rumah hanya tinggal Bu Tina dan dia saja. Aku tahu dia ingin menjauhi ku. Jadi dia begitu ngotot ingin ke Surabaya dengan alasan sekolah militer. Dia ingin menjadi seorang Jendral agar bisa menjaga ibunya.

Sejak Ayah Aga meninggal, aku tidak pernah lagi meminta uang dari Bu Tina, diam-diam aku kerja paruh waktu sambil sekolah. Aku ingin tetap mengirimkan uang untuk ibuku di kampung, biasanya aku menyisihkan uang jajanku, tapi aku tidak ingin membebani Bu Tina jadi aku memilih bekerja sambil sekolah. lama kelamaan Bu Tina mengetahuinya, dia memintaku ikut kerja di toko kue saja, di toko sangat ramai. Jadi aku pun mengiyakan. Hingga pernikahan kamipun terjadi, Aga masih dingin, acuh dan tak tersentuh.

Hingga hari ini dia mengirim ku pesan lebih dulu padaku, aku benar-benar begitu bahagia.  Aku tak sabar ingin segera sampai rumah.

Sampai di toko aku langsung bergegas turun, aku tidak langsung ke rumah, aku harus menaruh barang-barang belanjaan ke toko dulu, aku mencoba menenangkan jantung ini yang terus berdebar, aku mengambil botol air minum, meneguknya hingga tandas, maklum saja isinya tinggal setengahnya jadi aku bisa menghabiskannya dalam sekali teguk.

"Mbak Arin tadi di cari mas Aga"

"Apa? Mass...Aga? Dia ke sini?"

"Iya mbak, mbak di tunggu di rumah"

"Iya"

Aku langsung tersipu malu saat mendengar mas Aga sampai mencari ku di toko, hati ini makin berbunga-bunga,wajah ku mungkin sudah semerah tomat. Aku jadi tak sabar ingin segera sampai rumah,begitu semua belanjaan sudah turun, aku segera berjalan ke rumah yang hanya berjarak sepuluh meter. Aku ambil cermin dari tas kecilku, aku menatap wajahku, memastikannya tetap cantik dan segar, aku ambil lipstik dan menggunakannya agar bibir ini makin terlihat cantik, ku ingin nampak cantik di depan suamiku nanti.

Jantung ku jedag-jedug saat aku sudah di depan pintu, namun suasana cerah di dalam hati ini mendadak menjadi mendung. Hati yang tadinya berbunga-bunga langsung terasa kosong saat melihat wanita cantik,berhijab dan penghafal Al-Quran pula. Wanita yang selalu jadi idaman mas Aga. Ya aku melihat wanita itu di ruang tamu. Senyum di bibir ku langsung menghilang, andai saja tidak ada Bu Tina juga di sana, sudah aku pastikan air mata ini akan jatuh saat ini juga.

Aku terpaku melihat wanita yang selama ini menjadi penghalang ku untuk menyatu dengan mas Aga. Ya meski sudah satu tahun menikah, nyatanya aku masih suci, Mas Aga belum mau menyentuhku, atau mungkin tidak akan pernah mau.

1
sutiasih kasih
lnjutkan thor
D_wiwied
part si Aga yg lg cari pembenaran 🤭
D_wiwied: masih nunggu hidayah keknya tuh kak 😁
total 2 replies
sutiasih kasih
up bnyak" thorrrr...
ku kirim ☕☕ biar semangat...
sutiasih kasih
lnjut up thor.... g sabar ada apa gerangan yg mmbuat otak aga mndadak waras layaknya suami..
krna slm ini aga brusaha keras untuk mmbuat arin prgi dri hidupnya... krna arin istri yg sangat" dia benci...
Ibah Ibah: kalau mau detail sabar dulu, POV nya masih 2 bab an kakak 😄😄
total 1 replies
D_wiwied
pov nya lama banget mau sampe berapa bab, alurnya lambat kenapa ga up bbrp bab sekalian thor
D_wiwied
hidup dlm kesalah pahaman aja terus Ga, dan bila saat nya nanti Arin benar2 pergi darimu siap2 aja kamu menyesal
D_wiwied
gpp Rin, aku jg masih meragu koq sm si Aga, aneh aja koq tiba-tiba bs berubah
Ma Em
Arin jgn bodoh kamu untuk apa kamu bertahan dgn lelaki yg tdk mencintaimu Arin bahkan Aga sdh punya kekasih , untuk apa Arin menyiksa diri sendiri yg hrs nya berterima kasih dan berhutang budi itu hrs nya Aga pada Arin karena sdh dua kali Arin menyelamatkan hdp nya Aga bkn Arin yg berkorban .
D_wiwied
dahlah Rin tinggalin aja si Aga, males aku ngliat air mata mu 😆🤭
D_wiwied
lanjut
D_wiwied
ini kamu ucapkan langsung ke Aga apa cm kamu batin dlm hati Rin, koq kek ga ada respon dr si agar agar
D_wiwied: perlu digaplok pake bakiak keknya ya, biar cepet sadar 🤭🤭🤣
total 2 replies
D_wiwied
stop jd orang bodoh Rin, sebelum kamu tambah sakit mending lepaskan saja si Aga toh dia jg ga cinta kan sama kamu, buat apa buang2 waktu, tenaga dan pikiran mu
D_wiwied
ga usah di susulin Rin, ga usah peduli jg pasti dia udah janjian sm pacarnya tuh yg ada kalo kamu nekat ngusulin dia kamu mlh sakit hati ngeliatnya
D_wiwied
ada ya suami yg bodoh kek si Aga
D_wiwied
ternyata masih sepupuan Aga Dewa, yook kejar cinta mu Wa
D_wiwied
duh Wa, ga pake pembukaan dulu lgs main todong ya jelas Arin nya kaget dong 😆🤣🤣
D_wiwied
heh itu kamu Rin yg dimaksud, iyaa kamu.. dasar ga peka anak satu ini 🤭😆
D_wiwied: suaminya antara bego dan gengsi, dikasih istri spek bidadari sholehah mlh dianggurin 😆
total 4 replies
D_wiwied
aki sumpahin kamu yg pd akhirnya akan jatuh sejatuh2 nya sm Arin, jd letnan bucin 🤣🤣😆
D_wiwied: duuuh.. iya deh iya😁😆
total 4 replies
D_wiwied
jahatnya kamu Aga, jangan smpe kamu nyesel ya.. biasanya stlh orangnya ga ada baru akan terasa kehilangan dan saat kamu menyadari rasa kehilangan org yg kamu cintai tp sudah terlambat 😆🤭🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!