NovelToon NovelToon
Kisah Sang Anak Mafia

Kisah Sang Anak Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia / Misteri
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Reza Haris

Arda Valdarez baru berusia delapan tahun ketika dunianya runtuh dalam satu malam.

Sebagai pewaris tunggal keluarga Valdarez—organisasi mafia terbesar dan paling ditakuti di kota—Arda tumbuh di balik tembok mansion mewah, dijaga oleh orang-orang bersenjata, dan dibayangi rahasia yang tak pernah dijelaskan kepadanya. Namun semua berubah ketika ayahnya, Leon Valdarez, dibunuh dalam sebuah pengkhianatan berdarah.

Sebelum menghembuskan napas terakhir, Leon hanya meninggalkan satu benda kepada putranya: sebuah cincin hitam berlambang ular.

Sejak malam itu, Arda menjadi buruan.

Organisasi mafia saingan, pembunuh bayaran, geng kriminal, hingga para pengkhianat dalam keluarganya sendiri memburu anak kecil itu demi sebuah rahasia yang tersembunyi di dalam cincin tersebut.

Di tengah pelariannya, Arda ditemani oleh Ravian, tangan kanan ayahnya yang sangat loyal, Darius, veteran tua keluarga Valdarez, Kael, pembunuh legendaris yang telah lama dianggap mati,serta Elena, seorang gadis misterius

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reza Haris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1 Pewaris Yang Diburu

Suara hujan menggema pelan di dalam terowongan bawah tanah.

Arda berjalan diam di samping Ravian. Langkah kecilnya terdengar pelan di lantai semen basah, sementara pikirannya masih dipenuhi wajah ayahnya yang terbaring bersimbah darah.

Setiap kali ia menutup mata…

Ia melihat Leon jatuh lagi.

Melihat darah.

Mendengar suara tembakan.

Dan suara terakhir ayahnya terus terngiang di kepalanya.

“Jangan percaya siapa pun.”

Kalimat itu terasa semakin menakutkan sekarang.

Karena semakin lama…

Arda mulai merasa semua orang memang menyembunyikan sesuatu darinya.

“Kita hampir sampai.”

Suara Ravian memecah keheningan.

Pria itu berjalan paling depan sambil membawa senapan hitam di tangannya. Wajahnya masih dipenuhi darah dan debu akibat baku tembak tadi.

Namun langkahnya tetap tenang.

Seolah pria itu tidak mengenal rasa takut.

Terowongan panjang itu akhirnya berakhir di sebuah tangga besi tua.

Ravian membuka pintu kecil di atas mereka perlahan.

CREAKKK.

Udara malam langsung masuk.

Dingin.

Lembab.

Dan dipenuhi aroma laut.

Mereka keluar di belakang sebuah bangunan tua dekat pelabuhan timur. Tempat itu terlihat seperti gudang ikan kosong yang sudah lama ditinggalkan.

Kabut tipis memenuhi sekitar dermaga.

Lampu-lampu kapal terlihat samar di kejauhan.

Ravian segera memeriksa area sekitar sebelum memberi isyarat pada Arda untuk keluar.

“Cepat.”

Arda turun perlahan.

Sepatunya langsung menginjak genangan air.

Tubuh kecilnya menggigil karena dingin.

Salah satu anak buah Ravian mendekat membawa jaket hitam lalu menyelimuti Arda pelan.

“Pakai ini, Tuan Muda.”

Arda tidak menjawab.

Tatapannya terus kosong sejak tadi.

Ravian memperhatikan itu diam-diam.

Ia pernah melihat banyak orang kehilangan keluarga.

Namun melihat anak delapan tahun kehilangan segalanya dalam satu malam…

Rasanya berbeda.

Mereka segera masuk ke gudang ikan tua tersebut.

Di dalamnya ternyata sudah ada beberapa orang bersenjata yang berjaga.

Begitu melihat Ravian…

Mereka langsung berdiri tegang.

“Bagaimana keadaan Bos Leon?”

Sunyi.

Tak ada jawaban langsung.

Dan saat mereka melihat Arda…

Ekspresi mereka perlahan berubah.

Mereka mengerti.

Salah satu pria memukul meja keras.

“Brengsek…”

Yang lain menundukkan kepala.

Beberapa bahkan terlihat tidak percaya.

Leon Valdarez adalah monster dunia bawah.

Pria yang tidak pernah kalah.

Dan sekarang ia mati.

“Mulai malam ini tempat ini jadi markas sementara,” kata Ravian dingin.

“Jangan ada yang keluar tanpa izin.”

Semua langsung mengangguk.

Ravian lalu menoleh ke arah Arda.

“Bos kecil, ikut saya.”

Mereka berjalan menuju ruangan kecil di belakang gudang.

Ruangan itu sederhana.

Hanya ada sofa tua, meja kayu, dan lampu redup di langit-langit.

Ravian menutup pintu perlahan.

Baru kali ini suasana menjadi benar-benar sunyi.

Arda duduk pelan di sofa.

Matanya merah.

Namun air matanya sudah habis.

Ravian berdiri beberapa detik sebelum akhirnya membuka suara.

“Kau lapar?”

Arda menggeleng pelan.

“Tidurlah.”

“Aku tidak bisa tidur.”

Suara kecil itu terdengar hampa.

Ravian menarik napas panjang.

Ia bukan orang yang pandai menenangkan anak kecil.

Seumur hidupnya ia hanya tahu cara bertarung dan membunuh.

Namun Leon pernah memberinya satu perintah mutlak:

“Kalau aku mati… lindungi Arda apa pun yang terjadi.”

Dan Ravian tidak pernah melanggar perintah Leon.

Tiba-tiba—

TOK TOK TOK.

Ketukan pintu terdengar cepat.

Ravian langsung siaga.

“Tuan.”

Salah satu anak buah masuk dengan wajah panik.

“Ada masalah.”

“Apa lagi?”

“Beberapa anggota keluarga Valdarez ingin bertemu.”

Tatapan Ravian langsung berubah dingin.

“Mereka datang sekarang?”

Pria itu mengangguk gugup.

“Dan… mereka membawa senjata.”

Keheningan langsung memenuhi ruangan.

Arda perlahan mengangkat kepalanya.

Meski masih kecil…

Ia tahu apa artinya itu.

Ravian menatap pintu beberapa detik.

Lalu mengambil pistolnya.

“Tetap di sini.”

“Ada apa?”

“Orang-orang mulai takut.”

Jawaban itu singkat.

Namun cukup menjelaskan segalanya.

Leon sudah mati.

Dan sekarang…

Semua orang mulai memikirkan kekuasaan.

Ravian keluar ruangan lalu menutup pintu.

Arda sendirian lagi.

Anak kecil itu menunduk pelan sambil memegang cincin hitam di jarinya.

Cincin ular Valdarez.

Ia membencinya.

Karena sejak memakai cincin itu…

Semua orang mulai melihatnya berbeda.

Bukan sebagai anak kecil.

Tetapi sebagai tahta.

Dan tahta selalu dipenuhi darah.

Suara teriakan samar mulai terdengar dari luar ruangan.

Arda turun dari sofa perlahan.

Rasa penasaran membuatnya mendekati pintu.

Pelan-pelan…

Ia membuka sedikit celah pintu.

Di ruangan utama gudang, suasana terlihat sangat tegang.

Lima pria berdiri di depan Ravian sambil membawa senjata.

Salah satu dari mereka bertubuh besar dengan rambut abu pendek dan tatapan tajam.

Namanya Marco.

Salah satu kapten wilayah Valdarez.

“Ini gila,” katanya dingin.

“Kita tidak mungkin dipimpin anak kecil.”

Beberapa orang langsung menegang.

Ravian menatap Marco tanpa ekspresi.

“Ucapanmu berbahaya.”

Marco tertawa kecil sinis.

“Realistis.”

Ia melangkah mendekat.

“Leon sudah mati.”

“Wilayah kita diserang di mana-mana.”

“Dan kau mau menyerahkan semuanya ke bocah delapan tahun?”

Suasana langsung sunyi.

Tak ada yang berani bicara.

Karena sebagian dari mereka diam-diam memikirkan hal yang sama.

Ravian menggenggam pistolnya pelan.

“Arda adalah pewaris sah.”

“Pewaris?” Marco mendengus. “Dia bahkan belum tahu cara memegang pistol.”

“Tapi dia punya nama Valdarez.”

Marco menatap Ravian tajam.

“Nama tidak akan membuat kita bertahan hidup.”

Kalimat itu membuat suasana semakin panas.

Beberapa pria mulai mengangkat senjata perlahan.

Arda membeku di balik pintu.

Jantungnya berdetak cepat.

Mereka bertengkar karena dirinya.

Tidak…

Mungkin mereka ingin membunuhnya.

“Kita butuh pemimpin kuat,” lanjut Marco.

“Seseorang yang bisa memimpin perang.”

Tatapannya berubah dingin.

“Bukan anak kecil yang bahkan belum berhenti menangis.”

1
kiya kiya
Bintang 5 buat author nya 😍
kiya kiya
keren ceritanya 👍
farazky: makasih kakak🥰🥰
total 1 replies
fahmi
semangat kakak author
KZ2
mantap lanjut thor
farazky: siap kak 🥰
total 1 replies
Afan Bagus
mantap cerita nya
Al Faris
bagus ceritanya banyak misteri saya suka cerita begini
semangat kak dalam berkarya nya 💪💪💪
Al Faris
agak seru ceritanya 👍
Al Faris
nah gini kan bagus kak
Al Faris
untuk kakak bab ini terlalu banyak kata yg berjarak terlalu jauh sebagai pembaca kurang nyaman tolong diperbaiki lagi yaa kakak author 😍. tetap semangat kakak dalam berkarya 💪💪
farazky: terimakasih kakak atas saran dan kritikannya🥰
total 1 replies
fahmi
ini bagus 👍 gak kayak bab 6 tadi
fahmi
untuk bab ini banyak kali jarang antar kata nya. sudah enak sih bacanya dari 1 sampe 5. semangat terus author nya 💪💪💪
farazky: baik terimakasih kakak atas koreksinya 😍
total 1 replies
fahmi
semangat kakak author 💪
fahmi
👍
Al Faris
semangat
Al Faris
semangat kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!