Luna, masuk kedalam buku.
dia masuk kedalam cerita tentang bos yang menyayangi istrinya.
sayangnya Luna bukan sang istri, bukan juga pemeran penjahatnya, dia bahkan bulan salah satu tokoh penting dalam cerita itu.
dia hanya hidup dalam satu episode dan mati kemudian?
Void Specter, penguasa keluarga Specter yang juga merupakan penjahat terbesar dalam cerita itu, bagaimana bisa menjadi ayahnya?
Evelyn Harold, kekasih masa kecil pemeran utama pria. Tidak hanya cantik tapi juga berbakat, apa itu ibunya?
Namun sayang sekali dia tidak punya banyak waktu dalam cerita, hanya jika ia mati lebih awal ceritanya bisa di mulai, itulah peran ibunya.
Dan dia seorang anak yang meninggal dan hanya muncul dalam beberapa episode kecil.
Tapi siapa takut, pasti ada jalan keluar.
Dia putri surga dengan kemampuan metafisik super, pasti bisa hidup dengan baik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PeachyNight, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1
Penulis yang membuatnya meninggal di bab awal sungguh sangat kejam.
Dia sangat sedih, ini adalah tahun paling menyedihkan di hidupnya. Matanya memandang sekeliling di panti asuhan yang kumuh dan bobrok ini, cat dindingnya sudah banyak terkelupas, memperlihatkan bagian dalamnya yang berwarna abu-abu berbintik.
Jendela-jendela bergoyang-goyang terkena tiupan angin, pengait engselnya telah lepas di beberapa bagian membuatnya terlihat akan jatuh kapan saja.
Di halaman, rumput liar tumbuh subur, hanya pohon ginkgo yang tumbuh tinggi berbeda dari yang lain.
Luna duduk dengan tenang di bawah pohon, pandangannya turun melihat sepasang tangan yng kecil dan kurus kering, dia mendesah panjang saat mendapati tubuhnya mungkin saja mengalami gizi buruk.
Seminggu yang lalu Luna yang berusia 17 tahun menerima penghargaan di final sebuah kompetisi menari, ketika dia mendengarkan sorak sorai penonton untuknya, jiwanya tiba-tiba melayang sebelum di bisa menyadarinya. Dalam keadaan yang tidak sadarkan diri dia melihat dirinya yang tembus pandang sedang berdiri di kerumunan, menyaksikan tubuhnya yang tertimpa lampu yang beratnya beberapa kilogram. Dia terlihat sangat menyedihkan. Sungguh tragis sekali hidupnya, dia tidak tahan untuk melihat lebih dekat, dia menutup wajahnya dengan kedua tangan.
Saat berikutnya, cahaya putih yang menyilaukan mengubahnya menjadi mahluk kecil yang malang di panti asuhan ini. Anak-anak lain memiliki tangan yang tebal, putih dan montok, tapi dia saat ini sangat halus dan rapuh, kulitnya putih dan halus, tapi dia begitu kurus hingga membuat orang yang melihatnya akan merasa tertekan. Seakan-akan hanya dengan embusan angin yang bertiup bisa menjatuhkannya. Dia terlihat kurang gizi pada pandangan pertama.
Di butuhkan kurang lebih 5 hari untuk Luna menjelajahi panti asuhan ini, diektur atau sering di sebut ibu panti di sini adalah nyonya Eva. Dia mengurus 17 belas anak di panti ini, dan delapan di antara mereka adalah anak-anak yang sehat yang bisa bermain, berlarian dan melompat dengan lincah dan ceria. Semntara sisanya adalah anak-anak yang memiliki gangguan penglihatan dan pendengaran.
Awalnya Luna berpikir dia sedang memasuki sarang pedagang anak-anak, kemudian dia mengetahui bahwa sebagian anak di panti asuhan ini di adopsi oleh nyonya Eva.
Nyonya Eva sendiri memiliki keterbatasan finansial, dan rumah panti asuhan ini adalah rumah turunan keluarganya yang dia alih fungsikan sebagai tempat untuk menampung semua anak-anak tersebut. Nyonya Eva tidak pernah menikah dan memiliki anak sebelumnya, keluarganya pun sudah tidak ada di sisinya. Dia pun sebatang kara, karena luka yang berada tepat di wajahnya membuatnya sering di remehkan oleh orang lain jadi tidak ada yang berani menikahinya. Jadi dia memilih untuk menghabiskan waktunya untuk merawat anak-anak kurang beruntung itu, hingga saat ini dia telah menjadi satu-satunya yang merawat dan membesarkan anak-anak itu sendirian.
Ketika anak-anak itu berusia 6 tahun, mereka akan d beri nama resmi dan di catat di pendaftaran rumah tangga di bawah Nyonya Eva, untuk memudahkan proses pendaftaran sekolah setiap anak. Anak-anak di bawah 6 tahun akan di panggil dengan nama panggilan dan karena Luna adalah anak yang terkecil dia di panggil LULU.
Saat dia pertama kali tiba, di berusaha mengoreksi namanya kepada nyonya Eva,
"Namaku Luna."
Nyonya Eva hanya tersenyum dengan hangat sambil membelai kepalanya dengan penuh kasih sayang, dan saat semua orang sedang makan malam, nyonya Eva akhirnya mengumumkan pergantian nama barunya kepada semua orang. Luna, namanya Luna.
Luna menatap pamplet nama panti yang di gantung di depan rumah, namanya Panti asuhan bunga matahari. Dia tidak tahu apa maksud Nyonya Eva menamai panti itu berdasarkan nama bunga, tapi dia merasa sedikit familiar dengan namanya. Dia seperti pernah melihatnya di suatu tempat tapi dia tidak ingat.
Tapi itu tidak masalah, dia hanya ingin menyapa leluhurnya, Alan Specter. Ayahnya di kehidupan sebelumnya, Pria tua itu mungkin tidak pernah menyangka, jika dia memaksa putri satu-satunya untuk mengubah karier tapi dia masih meninggal lebih awal. Dia tidak tahu apakah pria itu akan sangat marah ataupun sedih, memikirkannya membuat Luna merasa sedikit bersalah.
Keluarganya di masa lalu, telah melakukan pekerjaan meramal selama beberapa generasi, namun karena tu harapan hidup setiap generasi akan berkurang, dan mereka akan meninggal lebih awal. Kakek buyutnya mulai terjun secara berahap, mulai telibat dengan berbagai industri. Dan ayahnya meninggal lebih awal saat dia baru berusia 9 tahun, jadi dia memaksa Luna untuk tidak pernah menyentuh warisan keluarga dan memaksanya untuk mencari profesi lain, karena dia takut Luna juga akan meninggal lebih awal.
Dan hasilnya ... Dia maih meninggal tertimpa lampu gantung itu, di puncak karirnya di dunia sebelumnya, bisakah dia marah tentang itu?