NovelToon NovelToon
Tangan Kasar Suamiku

Tangan Kasar Suamiku

Status: tamat
Genre:Pelakor / Poligami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:628.5k
Nilai: 4.7
Nama Author: Linda Pransiska Manalu

Laura, adalah seorang menantu yang harus menerima perlakuan kasar dari suami dan mertuanya.

Suaminya, Andre, kerap bertangan kasar padanya setiap kali ada masalah dalam rumah tangganya, yang dipicu oleh ulah mertua dan adik iparnya.

Hingga disuatu waktu kesabarannya habis. Laura membalaskan sakit hatinya akibat diselingkuhi oleh Andre. Laura menjual rumah mereka dan beberapa lahan tanah yang surat- suratnya dia temukan secara kebetulan di dalam laci. Lalu laura minggat bersama anak tunggalnya, Bobby.

Bagaimana kisah Laura di tempat baru? Juga Andre dan Ibunya sepeninggal Laura?

Yuk, kupas abis kisahnya dalam novel ini.
Selamat membaca!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Pransiska Manalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1. Ketahuan.

"Haruskah, tangan yang bicara

Setiap kali amarahmu bergelora

Tidak bisakah, mulut menguntai frasa

Meski salah diri setinggi pucuk cemara."

"Plak!"

"Plak!"

Dua tamparan keras mendarat di wajah putih Laura. Saking kerasnya tamparan itu, Laura terhuyung dan tubuhnya terjengkang jatuh ke atas sofa. Tanda merah nampak jelas tergambar di pipi itu

Laura menatap suaminya, Andre, dengan tatapan bingung sekaligus kaget. Kenapa suaminya menampar pipinya tanpa basa-basi? Kenapa pula suaminya pulang tiba-tiba, padahal baru beberapa jam setelah pergi.

"Ada apa bang? Kenapa abang tiba-tiba menamparku?" ringis Laura sembari mengusap pipinya.

Laura mencoba bangkit dari sofa. Tapi dia terduduk kembali karena merasakan pusing yang tiba-tiba mendera kepalanya.

Dengan pandangan yang berkunang, Laura melihat ibu mertuanya dan adik iparnya berdiri dibelakang Andre, dengan senyum licik, yang membuat Laura jijik. Pasti ibu mertua dan adik iparnya ada dibalik semua ini, seperti yang sudah-sudah.

Andre, suami Laura, kerap ringan tangan bila ada sesuatu masalah atau sikap Laura ada yang tidak berkenan di hatinya.

"Ada apa kamu bilang? Kamu masih bertanya-tanya?" sentak Andre murka.

Masih mengusap pipinya yang terasa panas. Laura, melontarkan tatapan penuh tanya.

"Kamu lihat ini!" Andre melemparkan secarik kertas kecil tanda transfer sejumlah uang, yang tertera ke nomor rekening ibu Laura.

Laura heran, bagaimana kertas itu bisa berada di tangan suaminya?

"Masih mau berkelit juga?" tatap Andre dengan kilatan tajam.

Laura, bungkam. Dia benar-benar bingung, kenapa kertas kecil itu bisa jatuh ketangan mertuanya. Sehingga mertuanya mengadu kepada suaminya.

"Maaf, bang. Ibu butuh uang, jadi saya mengirim uang untuk ibu?"

"Tuh, kan, ngaku juga," ucap Bu Maya dengan nada menggas.

"Kenapa kamu tidak minta ijin saya dulu. Aku 'kan suami kamu!"

Laura makin diam , dia tau apa yang telah dia lakukan itu salah. Karena diam-diam mengirim uang ke ibunya tanpa seijin suaminya.

Tapi, meminta ijin pun belum tentu dibolehkan. Lagi pula uang itu adalah uangnya sendiri. Hasil dari menulis novel secara diam-diam. Jadi menurutnya tidak akan ada yang tau hal itu.

Tapi sungguh sial, tanda bukti itu, kok bisa jatuh ketangan mertuanya.

"Kenapa kamu diam?"

"Apakah, Abang akan memberi ijin? Lagian, uang itu adalah uangku."

"Apa? Uang kamu? Ngaca dulu! Dari mana kamu dapat uang sebanyak itu, hah! Pastinya juga hasil dari mencuri uangku!"

"Cukup, Bang! Cukup! Kamu sudah sangat keterlaluan. Menuduh aku mencuri." Buliran air mata sudah mulai merebak di kedua netra, Laura, tapi masih berusaha dia tahan agar tidak menganak sungai.

"Hem, istri macam apa dulu, jika suka mencuri uang suami," sindir Bu Maya

"Cukup! Bu. Aku tidak pernah melakukan itu.Justru ibu yang jadi pencuri karena Ibulah yang mengendalikan uang di rumah ini."

Bu Maya melotot mendengar ucapan menantunya.

"Jangan kurang ajar kamu, ya!" Bu Maya hendak menampar Laura, tapi dicegah oleh Andre.

"Andre, istrimu itu sudah sangat kurang ajar pada ibumu. Bagaimana kamu bisa diam saja!"

Laura sangat kaget saat Mertuanya hendak menamparnya. Meskipun dilerai, Andre. Tapi perlakuan mertuanya sudah sangat berlebihan.

"Laura, kapan kamu ambil uang itu?"

"Memang abang ada kehilangan, uang?" Laura balik bertanya dengan tenang. Tatapannya dingin, menghunus.

"Lalu kamu dapat dari mana?"

"Itu urusanku, abang tidak perlu pusing memikirkan soal itu."

"Palingan juga, hasil melac***," timpal Luna tiba-tiba. Membuat mata Andre dan Bu Maya melotot.

"Jaga mulutmu, Luna! Kamu masih anak kecil jangan turut campur!" hentak Andre garang. Membuat nyali Luna mengkerut.

"Kamu ngutang ke orang lain, ya. Jangan membuatku malu, Laura!"

Laura diam, tak menyahut lagi. Dia sudah muak dengan perlakuan suami dan ibu mertuanya serta adik iparnya, yang selalu memperlakukannya seperti budak saja dirumahnya sendiri.

"Kamu, makin kurang ajar, ya. Tidak menghargai suami sendiri!" Andre sudah mengangkat tangannya bersiap hendak menampar lagi wajah Laura.

Namun, tangannya menggantung di udara, saat melihat tatapan istrinya yang sedingin salju. Wajahnya menantang, tidak menunduk atau hendak menghindar dari tangan kasar Andre.

"Memang dasar! Istri tidak tau diri!" umpat Bu Maya, saat melihat reaksi Laura dengan tatapan dinginnya.

Perlahan Andre menurunkan tangannya, dan berbalik cepat menghindari mata Laura.

"Oke, aku tidak akan mencampuri urusanmu, tapi dari mana kau peroleh uang itu?",,ucap Andre lirih.

"Uang itu adalah gaji pertama aku, menulis novel online," sahut Laura datar.

"Novel online?" jawaban serempak keluar dari mulut Andre, Luna dan Maya. Ketiganya saling menatap.

"Lantas, kenapa uang itu kau berikan pada ibumu saja. Seharusnya keluarga ini yang lebih kau utamakan," sindir Maya.

"Ibu, serakah sekali. Setelah menguasai uang suamiku, ibu mau mengambil uangku juga," ucap Laura datar. Namun matanya menatap tajam pada mertuanya. Bu Maya, bungkam dengan wajah memerah. Baginya ucapan menantunya itu memang benar adanya.

"Sudah! Masalah ini aku anggap selesai. Aku mau balik ke Kafe. Lain kali kalau ibu mengadu, cari dulu sumbernya yang jelas." Andre, melangkah pergi, meninggalkan istri dan ibunya.

Tadi, ibunya menelepon kalau istrinya telah mengirimkan sejumlah uang secara diam-diam ke orang tua Laura. Awalnya, Andre tidak percaya. Bagaimana istrinya bisa memiliki uang untuk dia kirimkan pada orang tuanya.

Sementara yang memegang uang selama ini adalah ibunya. Sejak ibunya tinggal bersama mereka, ibunyalah yang memegang kendali atas keuangan rumah tangganya.

Ibunya selalu bercerita kalau istrinya itu sangat boros, tidak pandai menggunakan uang. Bertepatan dengan kelahiran putranya, Bobby, ibunya lah yang memegang uang.

Istrinya yang awalnya protes, tapi pada akhirnya diam saja. Entah setuju atau tidak, tapi Laura pernah memperjuangkan haknya itu. Hanya saja dirinya sebagai suami Laura tak menggubrisnya.

"Sudah, biar sajalah ibu yang pegang uang dan mengurus keperluan di rumah ini. Toh, dia ibuku, tidak mungkin menelantarkan keluarga ini."

"Tapi, Bang, aku 'kan istri kamu. Masak ibu yang pegang semua uang di rumah ini.Kalau abang memang mau ngasih jatah sama ibu, silahkan. Tapi jatah untuk aku dan Bobby juga harus abang kasih."

"Apa salahnya sih, ibu yang pegang. Kalau ada hal yang perlu tinggal minta sama ibu, beres 'kan?"

"Tapi, bang!" protes Laura waktu itu. Tapi Andre tetap ngotot, sengotot mertuanya yang ingin tetap memegang kendali atas keuangan keluarga mereka.

Entah, Andre mengetahui atau tidak. Bu Maya tidak pernah mau memberikan uang sekedar pegangan untuk Laura.

Memang sih, untuk urusan dapur dan kebutuhan sehar-hari semua di penuhi. Susu untuk kebutuhan anaknya juga selalu ready.

Namun, Laura tidak pernah pegang uang sepersen pun. Bila ada kebutuhan mendadak harus minta dulu pada mertuanya dan ujung-ujungnya bikin nyesek hati. Pastinya, rayuan pulau kelapa berubah jadi omelan sepanjang jalan kenangan.

Laura tetap diam, agar tidak terjadi keributan dalam rumah tangganya. Untuk bekerja diluar rumah, Laura tidak tega karena Bobby masih kecil.

Akhirnya Laura mendapat ide, karena kesukaannya membaca novel, Laura pun mencoba menulis novel secara online dan mengirimnya ke sebuah platform.

Entah karena nasib baik atau memang sudah rejekinya. Secara perlahan, tulisan Laura makin disukai banyak pembaca. Hingga dia bisa mengirim uang ke ibunya. Juga, masih memiliki sedikit tabungan.*****

1
Lily Gouw
çere aj tinggal pergi.suami durjana.ringan tsngan.mertua jahat.najong🙄🤣
Evitha Win's
dasar pelakor murahan, sdh di kasih krja eeehhh keenakan mau tusuk nyonya dari belakang. mmng enak di pecat tanpa syarat😁😁
Ika Marbun
walaupun saya bacanya sudah tamat duluan ttp Mauliate ya Mak
Ika Marbun
syukur ya ada plafon yg terima penulis novel pemula🤩🫠😚 karena saya juga ada teman yg kisahnya Seperi ini the real life.
Yuningsih Nining
Luna bicara terbuka ah tentang hidupmu nnti ,Ryan berusaha deket²in kamu itu...,suatu klo dia(Ryan) jg klg nya tulus Terima masa lalu kamu dan Ryan benr² nembak kamu , pertimbangan lah....
Linda pransiska manalu
sudah bun, kenapa rupanya Bun?
Yuningsih Nining
halaah si ratih in bau²i bibit pelakor kayaknya ini, iiih gatau diri bangett
Harlina SH
apa sudah tanat cerita Laura dan Luna ini ator
Yuningsih Nining
klo iya itu arumi masih ada,berarti mark di bohongi dong,
Yuningsih Nining
arumi, bukan nya udh meninggal dan kt nya wktu itu yng tersisa sweater nya yng dikit gk ikut kebakar?,
Yuningsih Nining
akhir nya si andre tau klo si Luna ade nya ternyta liar
Yuningsih Nining
ibu sm anak sama² gak nyadar ini... klo yng terjd sekarang bs saja akibat ulah²!nya selama jd suami jg mertua nya laura
Yuningsih Nining
bwntar lagi ilang yng km bangga²in jg famor
Yuningsih Nining
Laura berpura bodoh utk klg andre
otak manipulasi mulu km ndre, nyatanya Laura pinter sukurin kelimpungan ilang Laura sm Boby
rama
serasa di ulang² ceritanya
Omah Tien
kenapa sudah 10 th br ketemu sudah kawin lg kasia laura
Omah Tien
lagian mau bertahan sudah ketauan
Yusan Lestari
seru seruuu bgus 👍
Yusan Lestari
mariii
nay
suka sama karakter mark
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!