NovelToon NovelToon
Imam Yang Seperti Bapak

Imam Yang Seperti Bapak

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:267.7k
Nilai: 5
Nama Author: lilinur m

"Diterima ya, Mba. Dijalani saja dulu, banyak shalat dan baca Qur'an. Semoga tugas akhirmu, lekas selesai. Insya Allah, ini keputusan yang baik, Mba. Sepertinya Mas Akbar, anak yang shaleh."

"Iya, Pak, Bu. Saya jalani. Makasih restu dan doanya."

Aku berdiri, pamit. Masuk ke kamar. Kututup pintu, segera sujud syukur kepada Pemilik Semesta.

"Bismillah, semoga aku bisa."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lilinur m, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mudik ke Dusun

Sudah hampir satu jam aku menunggu Dosen Pembimbing di depan kantor prodi. Kulihat jam tangan Alba-ku sudah menunjukkan pukul 15.30. 'Lebih baik, aku shalat terlebih dahulu.'

Dengan cepat, aku melangkah ke mushola kampus yang berada di lantai 2. Adzan sudah berkumandang. Segera kuambil air wudhu. Syukurnya, tidak terlalu banyak antrian, jadi bisa kebagian shalat jamaah.

Alhamdulilah sudah selesai. Kupakai kaos kaki coklatku, lalu kuoleskan bedak tipis ke wajah imutku. Hehe. Wajahku kecil, jadi banyak yang bilang, imut. Alhamdulilah.

Baru saja aku duduk, pak dosen datang. Hafal dengan wajah-wajah semester akhir, beliau menyapaku.

"Mba Sekar, ya? Bimbingan saya, kan? Sudah, ayo masuk saja."

"Baik Pak, terima kasih."

Wah, rezeki anak sholehah.

Kuserahkan hasil kerjaku kepada beliau. Langsung dibacanya.

"Oke Mba, ini sudah oke, lanjutkan bab 2, ya." Beliau sambil menyodorkan kembali berkas skripsiku. "Baik, Pak. Sekalian saya mau pamit, besok saya mau mudik Pak, bolehkan Pak?", Tanyaku kepada beliau.

"Boleh, bimbingannya jangan lupa, via online saja, supaya tetap jalan, biar kamu cepat wisuda, bosen Bapak lihat kamu terus." Beliau bilang seperti itu sambil tertawa.

"Siap, Pak. Maaf ya, Pak. Banyak salah sama Bapak." Jawabku sambil tersenyum sambil bersalaman dengan Pak Dika, dosen pembimbingku.

"Iya, sama-sama."

"Saya duluan ya, Pak. Assalamualaikum, terima kasih, bimbingannya, Pak."

Keluar dari ruangan Pak Dika, aku langsung membereskan buku dan berkas lalu kumasukan ke tas. Setelah memeriksa tidak ada yang tertinggal, aku melangkah menuju pintu keluar. Warung Bu Rica. Tujuanku selanjutnya.

"Ibuuu, beso Sekar mudik, pamit ya, Bapak, besok Sekar mudik, minta doanya ya."

"Walah, besok udah mau pulang aja, Mba. Mbok yo, minggu depan wae." Tawar beliau.

Ya. Warung Bu Rica. Aku tinggal di kossan dan tidak masak. Jadi, beli makanan. Nasi masak sendiri, tetapi lauknya beli. Sebenarnya ada dapur, hehe, tau kan ya, gimana jadi anak kos. Suka masak, tapi kadang-kadang.

Sampai di kos, aku segera mandi dan siap-siap untuk shalat Magrib. Baru aku makan. Biasanya kami makan bersama penghuni kos. Sepertinya mereka belum pulang. Mungkin ada kegiatan lain.

Kulipat baju dan kupilih mana yang akan aku bawa pulang. Setelah selesai, aku rebahan di kasur lipat merahku, bercorak bunga-bunga.

"Alhamdulilah, sudah selesai. Sekarang waktunya, aku pamit sama mba-mbaku."

Aku mengambil gawai yang sedang di charge, kutuliskan pesan pamit kepada mereka. Sedih sih, tapi kalau ditunda, tiket pesawat minggu depan tambah mahal.

Ting. Kubuka pesan dari salah satu sahabatku, Mila.

Sekar, besok kamu pulang langsung lamaran lo!

Mataku membulat. Sudah sering, Mila bilang seperti itu denganku. Hanya aku aamiin saja. Hanya aku balas dengan emoticon senyum saja.

Ting.

Kugeser kunci layar gawaiku. Pesan dari Esha, sahabatku juga.

Iya, besok hati-hati. Salam dan sungkem untuk Bapak dan Ibu, ya. Oya, oleh-oleh jangan lupa. Pempek Candi atau Pak Raden. Oke. Kalau enggak dibawain, nggak dijemput besok!

Aku jawab, Insya Allah. Doakan rezeki kami lancar, ya Sha.

Kepikiran dengan kata-kata Mila. Ya, aku tipe yang tidak pacaran. Ingin seperti Ibu dan Bapak. Langsung menikah.

Berbeda dengan tiga temanku, Mila, Esha dan Ning.

Kuletakkan gawai diatas meja.

Tarik nafas panjang, keluarkan, lalu tidur.

Ibu, Bapak, Mas, besok anakmu pulang...

1
Suyatno Galih
disn othor sll menyebut desa asal dan domisili, ku kenal Ambal Mirit Kebumen Jateng---Makmur p rimau Banyuasin Sumsel benar or salh thor
Eny Hidayati
kata hati yang sama...
Eny Hidayati
ujian hidup selalu ada ...
Eny Hidayati
sahabat selalu ikut gembira untuk sahabatnya...
Eny Hidayati
mode on going ...
Eny Hidayati
Bapak ibu Suryo sepertinya baik, orangnya tidak sok ...
Eny Hidayati
seneng banget lamaran diterima...
Eny Hidayati
masih menyimak...
Eny Hidayati
nembung itu namanya...
Eny Hidayati
berlanjut berarti...
Eny Hidayati
sama2 berdebar ...
Eny Hidayati
mohon maaf sebelumnya... masih bingung pov-nya ... tapi aq nikmati saja karena adanya begitu ... tetap semangat Thor.
Eny Hidayati
memasak itu yg paling ditakuti kalo keasinan ...se buyar-buyarnya pokoknya...
Eny Hidayati
Akbar pasti terkejut dan tentu ingat itu adik tingkat .
Eny Hidayati
Bapaknya Sekar itu disebut orang yang nyungkani ...
Surya Langit
bagus
Eny Hidayati
pesawat melangit... seperti melangitnya sebuah harapan ...
Eny Hidayati
menyimak ceritamu Thor... AQ semangat membaca... Author semangat menulis... sehat selalu Thor...
Aminah Mimin
maaf perasaan waktu USG anak nya kembar kok waktu lahiran cm 1
Kimie Meonk
colon imam pilihan jga so sweet loh.. aq rekomend... bgt dh...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!