Satu... dua... tiga..."
Gua merem, terus ngebuka mata lagi. Angka yang ada di layar hologram tablet lipat di depan gua masih sama. Gak berubah, gak berkurang nolnya, dan tetep bikin mual.
[Harga Eceran Resmi: 120.000.000 KRW (Termasuk Pajak)]
"Seratus dua puluh juta won..." Gua ngegandeng dagu pakai kedua tangan, natap angka itu kayak lagi natap musuh bebuyutan di kehidupan lalu. "Ini mah bukan sekadar mahal, tapi udah gak ngotak buat kantong orang kayak gua."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EAGLE EZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13.Efek Penolakan
Begitu lift VIP s-Teknologi nyampe di lantai dasar, Jinho masih megangin dadanya kayak orang yang abis kena serangan jantung ringan.
"Ji, sumpah ya. Gua baru tahu kalau definisi 'bernyali' sama 'sakit jiwa' itu bedanya tipis banget di dalem otak lu," bisik Jinho pas kami jalan ngelewatin lobi gedung yang megah. "Lu baru aja nolak megakorporasi yang bisa beli kosan kita beserta isinya pake duit receh kembalian!"
Gua cuma jalan santai sambil masukin kedua tangan ke dalem saku celana baru. "Kalau gua terima, gua cuma jadi anjing peliharaan mereka, Jinho. Di kehidupan lalu, Kaisar dari Kekaisaran Agung aja gua tebas takhtanya pas dia coba ngatur kebebasan gua. Masa sekarang gua harus tunduk sama direktur divisi pemasaran?"
"Halah, mulai lagi bawa-bawa Kekaisaran Agung," Jinho ngedumel, tapi dia gak bisa bohong kalau ada rasa kagum yang tipis di matanya. "Tapi ya udah lah, nasi udah jadi bubur. Masalahnya sekarang, rating *live stream* lu malam ini bakal makin meledak karena pihak LFG baru aja ngerilis pengumuman babak 16 besar."
Kami keluar dari gedung, disambut sama teriknya matahari siang distrik Gangnam. Gua nengok ke Jinho. "Siapa lawan gua selanjutnya?"
Jinho ngebuka hp-nya, jarinya nge-scroll cepat bagan turnamen yang udah diperbarui. Mukanya yang tadi agak rileks mendadak tegang lagi.
"Ini... agak repot, Ji. Lawan lu di babak 16 besar nanti malam adalah **'Valkyrie_Rose'**."
Gua ngerutin dahi. "Siapa? Nama produk parfum?"
"Bukan, kampret! Dia itu *streamer* cewek nomor satu di genre *action-RPG* Korea saat ini," Jinho buru-buru nunjukin profil karakternya. "Nama aslinya Han Chae-won. Berbeda sama Viper yang cuma modal bacot atau WhiteKnight yang cuma bisa pasif nahan tameng, Rose ini adalah tipe *dual-wielder* tercepat. Kecepatan serangannya itu diakui sama komunitas sebagai salah satu yang paling gak masuk akal."
Gua ngeliat foto profil karakter virtualnya di layar hp Jinho. Sesosok pendekar wanita dengan baju zirah ringan warna merah mawar, memegang sepasang pedang tipis (*rapier*) yang berkilau tajam. Gaya bertarungnya fokus pada *Agility* dan *Combo Count*.
"Dia dapet julukan 'Mesin Cincang' karena kalau lu sekali aja kena kombo pertamanya, lu gak bakal dikasih kesempatan buat napas sampai darah lu habis," lanjut Jinho, mukanya bener-bener cemas. "Dan yang paling parah... akun dia udah Level 62 dengan stat kecepatan yang jomplang banget dibanding akun Level 2 lu. Lu gak bakal bisa pake trik ganti pedang sampah kemarin, karena sebelum lu sempet ganti slot pedang, dia udah bakal nebas lu sepuluh kali."
Gua natap gambar sepasang *rapier* milik Valkyrie_Rose. Aliran pedang kembar ya?
Di kehidupan masa lalu gua, gua pernah duel satu lawan satu sama master pedang kembar dari Benua Barat selama tiga hari tiga malam di puncak gunung es. Aliran pedang kembar emang punya keunggulan di kecepatan dan variasi sudut serangan yang bikin pusing lawan.
Tapi, mereka punya satu kelemahan fatal yang gak bakal pernah bisa dihilangkan oleh sistem game mana pun.
"Menarik," gumam gua, seulas senyum tipis yang penuh arti kembali muncul di bibir gua. "Dua pedang... artinya dua kali lebih banyak celah yang bisa gua manfaatin."
"Ji, jangan bilang lu mau borong pedang sampah lagi?" Jinho curiga.
Gua nepuk pundak Jinho kenceng sampai dia hampir keselek ludah sendiri. "Kagak. Ngelawan kecepatan gak bisa pake taktik numpuk logistik. Malam ini... kita bakal main pake cara yang sedikit lebih elegan."
### **[Forum Komunitas LFG - Hot Thread Malam Ini]**
> **[Top Topic]: Pertempuran Kecepatan Absolut: SwordGod77 (Si Bocah Level 2) VS Valkyrie_Rose (Ratu Kombo Korea)!**
> * **User_X:** Gua sih tetep jagoin Mbak Rose. SwordGod kemarin menang karena WhiteKnight itu lambat dan tamengnya gede jadi gampang diincar durabilitasnya. Tapi kalau ngelawan Rose yang gerakannya lincah kayak kijang? Pedang sampah SwordGod bakal patah sebelum nyentuh baju Rose!
> * **KsatriaSakti:** Betul! Kemarin itu cuma taktik *counter-logic*. Kali ini Rose pasti udah antisipasi. Sekali Rose ngelepasin skill *[Rose Blizzard]*, kelar udah riwayat si akun Level 2.
> * **InfoValid:** Eh denger-denger tadi siang SwordGod dateng ke kantor s-Teknologi tapi nolak kontrak sponsor bernilai ratusan juta won loh! Sombong banget atau emang bego sih?
> * **GamerHype:** Hah seriusan nolak?! Gila, ini orang emang sengaja pengen nyari panggung dengan cara ekstrem. Gua gak sabar liat dia nangis darah malam ini di arena!
>
Pukul 20:55. Lima menit sebelum pertandingan 16 besar dimulai.
Kosan gua yang sempit kembali jadi pusat perhatian dunia virtual. Jumlah penonton yang masuk ke ruang tunggu *live stream* gua saat ini udah nembus angka fantastis: **350.000 penonton serentak.** Ruang obrolan bergerak secepat kilat sampai tulisan di layar cuma keliatan kayak garis putih yang berjalan naik.
Gua udah duduk di kursi dengan *gear* VR *second* terpasang di kepala. Rasa sakit akibat gelombang sinkronisasi saraf yang masuk ke otak gua kali ini rasanya makin tajam—mungkin karena tubuh asli gua makin capek akibat kurang tidur dua hari ini.
"Ji, kalau ngerasa gak kuat atau pusingnya kelewatan, langsung *force log-out* aja ya. Persetan sama turnamen, nyawa lu lebih penting," Jinho ngingetin, suaranya kedeneran agak gemeteran dari balik mikrofon.
"Gua gak bakal mati sebelum megang *capsule* baru itu, Jinho," sahut gua tenang. Gua mejamin mata, menstabilkan napas, dan membiarkan kesadaran gua ditarik masuk sepenuhnya ke dalam dunia virtual.
*Zzzzzzt!*
**[Selamat Datang di Arena Utama LFG - Babak 16 Besar!]**
**[SwordGod77 (Lv. 2) VS Valkyrie_Rose (Lv. 62)]**
Begitu mata virtual gua melek, gua udah berdiri di tengah-tengah arena bertema taman mawar kaca yang luas. Di seberang gua, berjarak sekitar sepuluh meter, berdiri Valkyrie_Rose. Jubah merah mawarnya berkibar elegan, dan sepasang *rapier* di kedua tangannya udah ngeluarin aura merah tipis yang siap meledak kapan aja.
Dia natap gua dari balik poni rambut pendeknya yang berwarna perak. Tatapannya dingin, tajam, dan penuh dengan aura kebanggaan seorang petarung papan atas.
"Lu orangnya?" Rose membuka suara, nadanya datar tapi menusuk. "Gua akuin taktik lu pas ngelawan WhiteKnight kemarin lumayan kreatif. Tapi di depan sepasang pedang gua... trik murah kayak begitu gak bakal berguna."
Gua pelan-pelan menarik sebilah **[Pedang Besi Standar]**—senjata kelas menengah yang sengaja gua beli pake sisa koin kemarin, bukan pedang sampah latihan lagi. Gua pegang pedang itu cuma pake tangan kanan, sementara tangan kiri gua sengaja gua sembunyiin di balik saku jubah jubah hitam gua.
"Gua gak butuh trik murah buat ngelayanin anak kecil yang baru belajar megang dua pedang," jawab gua santai, bernada memprovokasi.
Mata Rose langsung berkilat tajam mendengar omongan gua. Sepasang *rapier*-nya bergetar, nimbulin suara desingan tipis yang mematikan.
"Sombong banget. Gua bakal mastiin lu gak bakal sempet nyesel setelah ini," ucap Rose dingin.
**[Sistem: Pertandingan Dimulai!]**
**[Countdown: 3... 2... 1... FIGHT!]**
*SHUUT!*
Tanpa nunggu sedetik pun, tubuh Rose langsung melesat maju bagai kilat merah. Kecepatan stat Level 62 miliknya bener-bener jomplang—dalam sekejap mata, dia udah berada tepat di depan muka gua dengan sepasang pedang tipis yang siap menusuk dari dua sudut berbeda!