NovelToon NovelToon
HARGA DIRI SEORANG LELAKI

HARGA DIRI SEORANG LELAKI

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Menantu Pria/matrilokal / Dark Romance
Popularitas:120.3k
Nilai: 5
Nama Author: S. Mia. t

Assalamualaikum readers ketemu lagi di novel Author lagi, semoga kalian tidak bosan membaca novel Author, Happy reading....

CINTA BISA BERTAHAN DALAM KESEDERHANAAN
TETAPI TIDAK DALAM PENGHINAAN
CINTA ITU SUCI DAN HARUS DI HORMATI
KETIKA RASA HORMAT DALAM CINTA MENGHILANG
CINTA ITU AKAN PERLAHAN PERGI.

Bastian Wirayudha pria berusia 33 tahun harus hidup seperti robot di dalam keluarga istrinya shopia Valentine Grace 30 tahun, kehidupan Bastian di istana mewah milik istrinya tak ubahnya seorang budak, ia harus mengikuti setiap perkataan ayah mertuanya yang dikenal seorang konglomerat yang memiliki kekuasaan yang besar di bidang ekonomi maupun pemerintahan.

Bastian bukanlah pria miskin, ia juga berasal dari keluarga pengusaha yang cukup mapan, tapi karena strata keluarga Bastian lebih rendah, maka Bastian seperti tidak ada harga dirinya di keluarga istrinya.

suatu hari ia bertemu gadis sederhana yang menyimpan sejuta rahasia, yang menyadarkan dia akan sebuah arti cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. Mia. t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 30

Pagi itu, Ghina sudah berdiri di depan cermin sejak pukul enam.

Ia mengenakan kemeja putih dan blazer krem, rambutnya diikat rapi, serta riasan tipis yang membuatnya terlihat lebih dewasa.

Hari ini adalah hari penting.

Hari wawancara kerjanya di PT Cakra Buana.

Di ruang tamu apartemen, Ranti, Ghani dan Andrian sudah menunggunya, mereka langsung memperhatikan Ghina yang baru keluar dari kamar.

" Kamu gugup?" tanya Ranti.

" Sedikit."

" Tenang saja pak Simon orang yang baik, ia tak akan memakanmu "

" Tumben kamu terlihat gugup " sahut Ghani sambil melirik tangan saudara kembarnya yang sedari tadi memainkan ujung map lamaran.

Ghina menghembuskan napas.

" Ini adalah perang bagiku ."

" Kami tahu, makanya jangan terlihat gugup seperti itu " jawab Ghani.

" Tapi kalau nanti ketahuan Pak Bastian gimana?" kata Andrian.

Ghina menggeleng.

untuk saat ini yang paling penting...

Bastian tidak boleh tahu.

Setidaknya, belum.

" Kalau dia tahu gimana, dia atasan lho di sana, biasanya kalau mencari karyawan yang jabatan setinggi itu, pasti direktur akan ikut mewawancarai " Kata Andrian.

" Pak Bastian tidak pernah ikut campur dalam penerimaan karyawan, biasanya tuan Haedar tan yang akan ikut menyeleksi karyawan di perusahaan itu " kata Ranti.

" Anak ke tiga dari Brandon Tan ?"

" Benar " kata Ranti sambil menatap berbinar pada Ghani.

" Biasanya ada tiga penyeleksi di situ, Pak Simon, Pak Haedar dan Bu Siwi wakilnya pak Simon, tapi sepertinya hari ini kamu aman Ghin, Bu Siwi yang di kenal si kuntilanak Cakra Buana, sedangkan ada di cabang luar kota " kata Ranti.

" Baiklah, kita berangkat sekarang, Nanti saja kita pikirkan lagi " kata Ghina.

" Beneran Sudah siap?"

tanya Ranti.

Ghina mengangguk.

" Siap."

" lets go " kata Ranti.

Ghani dan Andrian langsung ikut berdiri dan melangkah mengikuti mereka.

" Kalian mau kemana?" tanya Ghina.

" Mengantarmu "

" Tidak, aku akan berangkat sendiri " kaya Ghina.

" Iya, aku juga bawa motor di bawah " kata Ranti.

" Tidak ada bantahan, ayo ..." kata Ghani dan langsung melangkah mendahului Ranti dan Ghina.

" Terus motorku gimana ?"

" Taruh saja di situ " kata Ghani dan terus melangkah menyusuri lorong unit.

" Terus nanti aku pulangnya gimana ?" tanya Ranti.

" Naik Taksi " kata Ghani sambil menekan tombol lift.

" Mana bisa begitu, Naik taksi mahal, dari kantor ke kosanku bisa dua ratus ribu, bisa puasa seminggu aku " kata Ranti.

" Nanti aku Ganti " Sahut Ghani dingin dan langsung masuk ke dalam Lift.

Di dalam Lift Ranti langsung berdiri di samping Ghani.

" Beneran kamu ganti "

Ghani mengangguk.

" Kenapa nggak kamu saja yang jemput " kata Ranti sambil tersenyum lebar.

" Ogah " sahut singkat Ghani.

" Nanti kalau kamu yang jemput aku traktir deh " kata Ranti.

" Aku tidak butuh makanan gratis " sahut Ghani.

Ghina dan Andrian yang di belakang mereka saling beradu pandang dan kemudian tersenyum lebar.

" Ck...Kalau sore Naik taksi itu lama sekali sampainya, macet..." gerutu Ranti.

" Naik gojek "

" Ssdis sekali " gumam Ranti sambil memanyunkan bibirnya.

Ghina dan Andrian terkekeh pelan.

*****

Sesampainya di PT Cakra Buana, Ranti langsung mengantarkan Ghina ke ruang HRD.

Ruangan itu cukup besar.

Bener kata Ranti di ruangan sudah ada dua pria yang berbeda usia yang siap untuk mewawancarai.

Di dalam ruangan itu juga ada empat orang yang sepertinya juga akan melakukan wawancara, tapi usia mereka sudah di atas 30-35 tahunan.

Di dalam ruangan itu Ghina terlihat usianya yang paling muda.

" Selamat pagi Pak " sapa Ghina.

" Pagi ...silahkan duduk "

" Baiklah, kalian yang berada di ruangan ini adalah pilihan yang memilik kualifikasi tinggi "

" Kami akan memulainya " kata pria yang lebih tua dari pria yang ada di sisinya.

" Perkenalkan nama saya Simon, HRD di sini dan ini adalah tuan Haedar, putra ke tiga dari pemilik perusahaan ini "

" Kita mulai pertanyaan pertama, kalian bisa menjawab langsung dengan keahlian kalian "

Dan akhirnya pertanyaan yang diajukan pun tidak sedikit.

Mulai dari pengalaman kerja.

Kemampuan manajemen.

Cara menangani masalah produksi.

Sampai bagaimana menghadapi konflik di tempat kerja.

Awalnya Ghina sempat gugup.

Namun perlahan, ia mulai menikmati prosesnya.

Jawabannya mengalir.

Bahkan Haedar beberapa kali terlihat mengangguk puas.

Mata Haedar tak pernah lepas dari Ghina.

Wawancara berlangsung hampir tiga jam dari mulai pertanyaan Lisan maupun tulis.

Setelah selesai, Ghina dan yang lainnya keluar ruangan sambil mengembuskan napas panjang.

Walaupun mereka bisa bernafas lega tapi mereka masih terlihat tegang, karena wawancara kali ini langsung penentuan.

Kelimanya menunggu di depan ruangan Interview dengan perasaan yang berdebar.

Ghina melihat pergelangan tangannya, waktu hampir menunjukkan pukul 11 siang.

Tak lama Semuanya kembali di panggil ke dalam.

Pak Simon berdiri di depan para peserta.

" Terimakasih sudah menyempatkan hadir di wawancara ini, maaf jika keputusan kami membuat beberapa orang harus kembali dengan kekecewaan "

" Kalian bisa membuka amplop tersebut dan yang di terima, silahkan tetap di sini, dan yang gagal, maaf mungkin nanti ada kesempatan yang lebih baik lagi " kata Pak Simon.

Semua langsung membuka amplop itu dan terlihat wajah Ghina yang langsung berseri dengan senyuman lebar di bibirnya.

Kebahagiaan itu tak luput dari mata Haedar.

" Cantik sekali.." gumam Haedar dalam hati.

Ghina seperti tak percaya, akhirnya dia bisa mendapatkan posisi itu.

Ghina melihat ke arah empat peserta yang lainnya, wajah mereka terlihat murung.

Ghina lantas menurunkan senyumannya.

Keempat peserta itu langsung meninggalkan ruangan itu.

" Nona Ghina ..."

" Iya Pak..."

" Selamat bergabung di perusahaan Cakra Buana " kata Pak Simon sambil mengulurkan tanganya.

Haedar mendekati Ghina dan mengulurkan tangannya juga.

" Selamat nona Ghina, aku harap anda bisa bekerja dengan baik "

" Terimakasih tuan Haedar "

Haedar tersenyum dan terus menatap wajah Ghina, tangan Haedar tak langsung melepaskan genggamanya.

Haedar masih menatap wajah cantik Ghina.

" Maaf tuan "

Ghina mencoba menarik pelan tangannya, ia merasa tak nyaman dengan tatapan Haedar padanya.

Haedar yang menyadari itu langsung menarik tangannya.

" Baiklah, Aku akan kembali ke ruanganku, Pak Simon tolong jelaskan jobdesk nya "

" Baik tuan "

Setelah kepergian Haedar, Pak Simon langsung menjelaskan tentang pekerjaan yang harus di kerjakan oleh Ghina.

Sebenarnya Ghina merasa ada yang aneh dan janggal dengan penerimaan karyawan saat ini.

Karena biasanya proses penerimaan membutuhkan beberapa hari.

Namun kali ini begitu cepat.

Bahkan Ghina sendiri sampai bingung.

Entah karena keberuntungan.

Atau...

Karena ada campur tangan seseorang.

Gio?

Atau mungkin Ghani?

Ataupun mungkin Daddynya.

Namun apa pun alasannya itu Ghina tak perduli, yang penting satu hal yang pasti.

Mulai besok...

Ia resmi menjadi karyawan PT Cakra Buana.

Dan ia akan memulai misinya.

Ghina bernafas lega saat ia sudah keluar dari ruangan itu, kembali ia melihat jam tangannya.

" Ternyata sudah jam 12 lewat pantesan sudah terlihat sepi, pasti mereka sedang makan siang "

" Aku akan menghubungi Ranti saja "

Tapi pada saat ia menempelkan ponselnya di telinga, ia terkejut.

Langkahnya terhenti, matanya membulat, dan mulutnya terbuka.

" Pak...Bastian "

######

1
nunik rahyuni
terlalu cepat menilai seseorang....hgn memandang remeh ghina klo kalian tau siapa dia kalian g akan berani menyentuh nya seujung kuku pun...tp kemampuan ghina sdh teruji mknya zayn melepas ny
mamaqe
siapa lalat kecil..kamu kali marion
mamaqe
berarti cucumu punya contoh yg baik ken🤣🤣🤣
Dew666
Suka liat huru hara Ken sama zayn
Yhenny Pudji
kempede bnget
Teh Qurrotha
marion pasti babak belur mau melukai gina atau mengusir Ghina, owhhh tak mungkin ya, sebab gina lebih waspada
Teh Qurrotha
berarti marion tau Bastian punya perusahaan sendiri dan sekarang sudah berjalan
Windi Rahayu
GK update Thor
hj suyani
waalaikumsalam, salam sehat kakak, Ghina pancen bocah gemblung, klakuan nya bener-bener berani
Vie
dan hanya Ghina yang bangga juga jujur dengan menjadi seorang pelakor 😂😂
Vie
waaahh mas Babas lagi puer kedua🤭🤭
Vie
sepintar2nya kamu menyembunyikan bangkai, pasti akan tercium juga bau nya...
reza indrayana
Ketuarunana Zayn Manggala... 🥰🥰🥰
Jangan main- main dengan Keluarag Manggala & Narendar apalagi Keluaraga dari bestiè sebelahnya yang sekaligus jadi besan Manggala yaitu keluarga Pradipta ( Dio Fandi Pradipta ) semua keturunan dari tiga keluarga besar adalah bibit premium.. 🥰🥰🥰
Bastian akan lebih kaget lagi jika tahu siapa Ghina sebenarnya.. belum lagi ketangGuhan dalam. bela dirinya yang bergelar sabuk hitam malah mungkin melebihi itu.. jadi walaupun keluarga Tan mau bikin ulah pada Ghini atau Bastian.. siap- siap aja akan di kerangkeng di bawah tanah milik pribadi kelurga besar Ghina..
Yakinlah Bastian.. langkah yang kau ambil sudah tepat Bahakan kamunakan dapat kebahagiaan yang tidak kamu bayangin sebelumnya.. begitupun dengan anakmu Vallen.. akan mendapatkan kasih sayang yang Tulus dari Ghina & Keluarga besarnya...
Keberanianmu sangat gentle sebagai perempuan yang bermartabat Ghina.., Mantap + KeReeenNn...👍🏻👍👍🏻💙💛💙😘😘😘
hj suyani
lanjuuut kaa
hj suyani
uwalah misi mu berhasil ya mbak Ghina bisa ketemu Mas Bastian, secara kebetulan edun
Dyah Rahmawati
lanjuut kak .....👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Dyah Rahmawati
tetap semangat GINA .....😘😘😘😘
Dyah Rahmawati
kapokmu kpn Sopiah........heem
menyesal tiada guna ...
Dyah Rahmawati
Semangaat Bastian.....AQ dukung keputusanmu 😀🤭
hj suyani
semoga penyelidikan Ghina berhasil, bocah serba ingin tahu urusan orang dasar edun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!