NovelToon NovelToon
Sistem Sekretaris Kecil

Sistem Sekretaris Kecil

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: WANA SEBAYA

Citra Lestari terbangun di dunia novel yang penuh intrik dan cinta beracun.
Di sana, sang bintang cantik Shafira Maharani hancur karena pria yang tak pernah setia.
Namun kali ini, Citra Lestari datang bukan untuk menangis — tapi untuk menaklukkan.
Dengan pesona lembut dan kecerdikan tersembunyi, ia perlahan membuat sang taipan bertekuk lutut.
Ketika si libertine mulai menyerahkan hatinya, cinta pun berubah menjadi permainan yang tak bisa dihentikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Api dan Kebanggaan

Di samping aula perjamuan yang megah, terdapat sebuah ruang santai yang kontrasnya hampir terasa seperti lelucon.

Beberapa meja lipat, bangku plastik, udara yang dipenuhi aroma makanan cepat saji. Para asisten selebriti memanfaatkan jeda singkat mereka untuk melahap makan malam atau berbisik soal jadwal atasan masing-masing. Tidak ada gaun berkilauan di sini. Tidak ada senyum yang dilatih bertahun-tahun.

Di sudut yang paling gelap, Citra Lestari duduk tenang di atas bangku plastik, kepala sedikit tertunduk, kacamata berbingkai hitam tebalnya melorot ke pangkal hidung.

Orang-orang mengira ia sedang beristirahat karena kelelahan.

Mereka tidak tahu bahwa di balik lensa tebal itu, matanya sedang mengamati seluruh aula utama melalui koneksi visual dengan Sistem 007.

gambar langsung yang melayang di sisi benaknya seperti layar kedua yang tidak terlihat siapa pun.

Fokusnya terpaku pada dua pria di tengah kerumunan.

Arjuna Pratama meletakkan gelas sampanye dan menggantinya dengan wiski. Cairan amber itu menghantam tenggorokannya, dan lapisan kemerahan alkohol mulai mewarnai wajahnya yang tampan. Ia membuka satu kancing lagi di kerah kemejanya—gestur kecil yang pada pria lain mungkin tidak berarti apa-apa, tapi pada Arjuna terasa seperti sinyal.

Raka Hadiputra mendekatkan wajahnya ke telinga sahabatnya. Suaranya merendah, tapi Sistem 007 menangkapnya dengan jelas.

"Arjuna, kau sudah 'puasa' lebih dari setengah bulan, bukan?"

Senyum rubah tua. Dagu miring ke arah Shafira yang bersinar di kejauhan. "Memendam api seperti itu tidak baik untuk kesehatan. Kenapa tidak malam ini? Kalahkan egonya, dan kau menangkan taruhan sepenuhnya." Jeda dramatis. "Bukankah ada pertemuan investor dua hari lagi? Biarkan dia menemani mereka makan malam. Dua burung, satu batu."

Dalam pantauan Citra, Arjuna terdiam beberapa detik.

Lalu mengangguk pelan.

Citra menarik napas tipis. Rasa tidak nyaman menjalar di perutnya—bukan ketakutan, tapi sesuatu yang lebih dingin dari itu. Kalkulasi.

Jika mereka berdamai malam ini, di mana posisiku? Jika mereka bertengkar hebat, apakah itu lebih baik atau lebih buruk untukku?

Belum sempat jawabannya terbentuk, Arjuna sudah bergerak.

Di aula utama, tubuh tinggi itu menerobos kerumunan dengan langkah yang tidak meminta izin pada siapa pun. Para tamu menyibak secara refleks—sebagian karena melihatnya, sebagian karena merasakannya.

Arjuna mencengkeram pergelangan tangan Shafira Maharani tanpa peringatan. Kekuatan yang tidak memungkinkan perlawanan yang terlihat. Di bawah tatapan terkejut puluhan pasang mata, ia menyeret wanita itu menuju koridor belakang panggung.

"Tuan Muda Arjuna! Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!"

Seruan itu tenggelam oleh dentuman musik.

Bang.

Punggung Shafira membentur dinding dingin koridor yang sepi.

Ia terhuyung, mempertahankan keseimbangannya, beberapa helai rambut yang tadi ditata rapi kini terlepas dan jatuh di wajahnya. Wajahnya yang cantik memucat,tersisa keterkejutan, kemarahan, dan rasa malu yang mendalam karena diperlakukan seperti barang di depan umum.

"Arjuna Pratama." Suaranya bergetar. "Apa yang sedang kau lakukan?"

Dadanya naik turun tidak teratur. Matanya yang biasanya lembut kini dipenuhi sesuatu yang lebih tajam dendam yang baru saja menemukan alasannya untuk ada.

Arjuna sempat terkejut sesaat.

Biasanya, Shafira akan menangis. Atau memohon. Atau keduanya sekaligus. Bukan ini.

Alis tebalnya mengerut rapat. Ia melangkah lebih dekat.

sosoknya yang tinggi sepenuhnya menyelimuti Shafira dalam bayangan, memberikan tekanan psikologis yang tidak perlu diucapkan.

"Untuk apa kau berpura-pura?" suaranya rendah dan serak.

Rasa dingin menjalar dari telapak kaki Shafira hingga ke puncak kepalanya.

Ia cerdas. Selalu cerdas. Dan dalam satu detik, ia membaca situasi dengan tepat—jika malam ini ia menyerah, jika Arjuna berhasil memperlakukannya sesuka hatinya, maka selesai. Bukan hanya soal harga diri. Soal posisi. Soal semua yang sudah ia bangun dengan susah payah selama bertahun-tahun.

Naluri bertahan hidup memicu sesuatu yang lebih besar dari ketakutan.

Shafira menegakkan punggungnya. Mendongakkan kepala.

"Aku berpura-pura?" Suaranya pecah di tepi kemarahan. "Arjuna Pratama, kau bajingan!"

"Kau anggap aku ini apa?" Ia menunjuk bekas merah di pergelangan tangannya. "Sebuah mainan yang bisa kau panggil dan singkirkan sesuka hatimu? Kita sudah putus! Apa hakmu menyentuhku?"

Belum pernah ada wanita yang berani memanggilnya bajingan langsung di mukanya.

Ekspresi Arjuna menggelap.

Tapi sebelum ia sempat menjawab, sesuatu berubah di wajah Shafira. Dari amarah—menjadi sesuatu yang jauh lebih berbahaya. Lebih menyentuh dan lebih menyerang sekaligus.

Air mata menggenang di matanya. Ia tidak membiarkannya jatuh,tapi ia membiarkannya terlihat.

"Ya!" Suaranya bergetar dengan cara yang berbeda sekarang. "Aku menyukaimu. Aku sangat menyukaimu sampai-sampai aku bahkan tidak berani bernapas keras di depanmu sebelumnya."

Matanya menatap Arjuna dan di dalamnya ada lapisan yang terlalu banyak untuk dibaca sekaligus. Kebencian. Rasa sakit. Dan di bawah semuanya, sisa-sisa perasaan yang belum sepenuhnya mati.

"Aku sangat menyukaimu sampai-sampai, meskipun aku tahu kau selalu dikelilingi wanita lain, aku masih dengan bodohnya berharap kau akan benar-benar melihatku."

Suaranya merendah, tapi justru karena itu lebih memukul.

"Tapi kasih sayangku bukan untuk kau injak-injak seperti sampah. Arjuna Pratama...kau sangat mengecewakanku. Kau tidak pantas mendapatkan cintaku."

Strategi itu licik. Elegan, bahkan. Di satu sisi penghinaan telak. Di sisi lain, penempatan dirinya sebagai korban yang tulus,yang membuat Arjuna otomatis tampak seperti monster tak berperasaan di mata siapa pun yang mendengarnya.

Arjuna tahu itu.

Ia bukan orang bodoh. Ia bisa membaca manipulasi dengan mudah

sudah terlatih sejak kecil di lingkungan yang jauh lebih berbahaya dari aktris mana pun.

Tapi mendengar bahwa wanita secantik Shafira menderita karenanya,menyebutnya tidak layak, menyebutnya mengecewakan.menyentil sesuatu di dalam dirinya yang tidak ia rencanakan untuk di ungkit

. Ego yang menikmati dipuja memiliki sisi lain yang jarang diakuinya: ego yang tidak suka dinyatakan tidak cukup baik.

Senyum tipis terbentuk di bibirnya. Dingin, ambigu, dan sedikit lebih berbahaya dari sebelumnya.

Ia tidak mundur. Justru mencondongkan tubuh lebih dekat, hingga napasnya menyentuh wajah pucat Shafira.

"Cinta?" gumamnya, hampir berbisik. "Jika itu yang kau sebut cinta, Shafira... maka kau belum tahu apa artinya penderitaan sejati."

1
Friska trisna
Tema perjuangan: Bab ini bisa jadi fondasi untuk tema besar — Citra membangun karier dengan usahanya sendiri, meski berada di bayang-bayang kekuasaan Arjuna.
Friska trisna
Bab ini berhasil menunjukkan dinamika pasangan: Citra yang polos dan keras kepala, Arjuna yang arogan tapi luluh oleh ketulusan.Ada keseimbangan antara romansa manis dan ketegangan ringan. Pembaca bisa ikut tersenyum melihat kegembiraan Citra, sekaligus merasa hangat melihat Arjuna akhirnya mendukungnya.
cipung
semangat kak🤭
Ayu Ning
semangat thor
Ayu Ning
secepat itukah,menyerah.
Rahman Hayati
lanjut
Rahman Hayati
baru mampir moga suka
cipung
lanjut kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!