Axelo adalah anak dari pasangan Sela dengan Presdir Axel sedangkan Adrian adik sepupu Axelo anak dari pasangan Seli dengan Presdir Albert.
Dua pemuda tampan mempunyai sifat yang sangat mirip kejam dan anti dengan para wanita yang mendekati dirinya.
Axelo di jebak rekan bisnisnya hingga akhirnya melakukan cinta satu malam dengan seorang gadis yang menjadi kekasihnya.
Adrian yang mempunyai kekasih ternyata selingkuh dan melarikan diri dengan rival bisnisnya hingga suatu ketika Adrian bertemu seorang gadis yang mirip dengan kekasihnya. Dendam Adrian membuat Adrian melakukan cinta satu malam.
Masing-masing orang tua Axelo dan Adrian meminta mereka untuk menikahi gadis tersebut.
Bagaimanakah pernikahan mereka? Apakah berakhir perceraian atau bertahan ketika kekasih masa lalu mereka datang untuk memintanya kembali dengan sejuta penyesalan.
Ikuti novelku yang ke 33
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Revisi : Awal Mula
Axelo adalah anak dari pasangan Sela dengan Presdir Axel sedangkan Ardian adik sepupu Axelo anak dari pasangan Seli dengan Presdir Albert.
Dua pemuda tampan mempunyai sifat yang sangat mirip kejam dan anti dengan para wanita yang mendekati dirinya.
Mansion Milik Presdir Axel.
Presdir Axel, Sela dan Axel serta adik kembarnya yang bernama Axela sudah selesai makan siang dan sekarang mereka berkumpul di ruang keluarga.
"Axelo." Panggil Sela.
"Iya Mom." Jawab Axelo.
"Apakah kamu masih berhubungan dengan Belia?" Tanya Sela.
"Masih Mom, memang kenapa?" Tanya Axelo.
"Lihat ini." Ucap Sela sambil memberikan ponselnya tanpa menjawab ucapan putra pertamanya.
"Memang kenapa dengan ponsel milik Mommy?" Tanya Axelo tanpa menerima ponsel milik Sela.
"Ada rekaman video cctv yang harus kamu lihat dan dengarkan." Jawab Sela.
Axelo menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian mengambil ponselnya yang berada di tangan Sela kemudian menekan tombol play.
Axelo menonton video rekaman cctv hingga dirinya melihat kekasihnya berjalan ke arah lobby hotel membuat Axelo menekan tombol pause dan otomatis rekaman tersebut terhenti.
"Ini rekaman video cctv Belia, kenapa Mommy kasih tahu ke Axelo?" Tanya Axelo sambil menatap ke arah Sela.
"Axela, kamu masuklah ke kamar!" Perintah Sela tanpa menjawab pertanyaan Axelo.
"Baik Mom." Jawab Axela patuh.
Axela turun dari sofa dan berjalan ke arah kamarnya meninggalkan ke dua orang tuanya dan kakak kembarnya.
"Tonton hingga habis nanti kamu akan tahu." Jawab Sela.
Axelo yang penasaran menekan kembali tombol play hingga dirinya melihat Belia berjalan ke arah pria paruh baya bertubuh gempal. Mereka berdua saling cipika cipiki kemudian berjalan ke arah lift.
Belia dan pria paruh baya tersebut keluar dari lift dan berjalan ke arah kamar hotel kemudian masuk ke dalam kamar hotel tersebut.
Di dalam kamar hotel, Belia dan pria paruh baya tersebut saling berciuman hingga Belia di dorong ke ranjang hingga jatuh terlentang. Pria paruh baya tersebut menaiki tubuh Belia sambil berciuman dan masing-masing sibuk melepaskan satu persatu pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun.
Darah Axelo seketika langsung mendidih seperti merebus air membuat Axelo langsung menekan tombol off.
"Kenapa berhenti? Tonton sampai habis karena ada bagian yang harus kamu dengarkan dan itu lebih penting!" Perintah Sela.
Dengan sangat terpaksa Axelo menekan tombol play dan menonton adegan ranjang suami istri. Hingga akhirnya Axelo memalingkan wajahnya ketika mendengar suara laknat yang keluar dari mulut mereka berdua.
Axelo hanya bisa menggenggam erat ponsel milik Sela hingga retak membuat Sela menghembuskan nafasnya dengan perlahan meratapi ponselnya yang retak.
Hingga beberapa saat terdengar suara yang sangat familiar di telinganya yang membuat darahnya semakin mendidih.
("Sayang, aku sangat puas sekali." Ucap Belia setelah selesai melakukan hubungan suami istri).
("Memang sama kekasihmu Axelo, kamu tidak puas?" Tanya pria paruh baya).
("Bagaimana mau puas, setiap aku godain kekasihku dan mengajaknya melakukan hubungan suami istri selalu menolaknya, jadi pria kok terlalu kolot." Ucap Belia dengan nada kesal).
("Apa jangan-jangan kekasih mu pria impoten?" Tanya pria paruh baya sambil tersenyum menyeringai).
("Bisa jadi." Jawab Belia).
("Sayang, aku hamil jadi aku minta uang yang sangat banyak untuk menggugurkan kandunganku." Ucap Belia tanpa dosa).
("Tenang saja sayang, aku akan berikan apapun yang kamu minta asalkan kamu selalu memuaskan aku." Jawab pria paruh baya tersebut yang tidak menyukai anak kecil).
Brak
Axelo yang tidak bisa menahan amarahnya langsung membanting ponsel milik Sela membuat Sela mendelik kan matanya.
"Axelo!" Teriak Sela dengan wajah merah seperti wajah api 🔥 dan di atasnya ada asap yang mengepul seperti gunung meletus.