Tezha terlihat masih terduduk di pinggir lapangan bersama dengan Cakka yang tengah meringis saat ada petugas PMR mengobati kening nya yang sedikit luka akibat tersungkur tadi.
Sedangkan di tengah lapangan, pak Bayu selaku guru olah raga yang mewasiti pertandingan ini terlihat tengah mengintrupsi keras pada remaja yang mendorong Cakka tadi. Sedangkan Remaja yang nota bene adalah teman sejawat dari si Richo hanya menampilkan muka watados nya(wajah tanpa dosa) membuat rekan satu Tim Tezha geram.
Jangan kan kata maaf wajah bersalah pun tidak dia tampakan sama sekali. Intrupsi dari pak Bayu keras pun terlihat seperti angin lalu baginya, mentang mentang dia anak dari pejabat kecamatan seenak nya sendiri.
"ALTEZHAAAA!!!!"
Tezha yang mendengar nama nya di panggil pun segera mengalihkan pandangan nya ke arah lapangan, yang sebelum nya dia mengarahkan pandangan nya ke arah gadis yang baru saja turun ke lantai dasar.
Melihat pak Bayu melambaikan tangan pada nya,Tezha segera bangkit sembari menepuk pundak Cakka.
'*Kak Tezha keren ya, iihh makin ngefans deh'
'Keren sih keren tapi kalo kere, dikira kita makan tampang doang'
'Gak papa kere yang penting ganteng, duit bisa di cari tapi muka ganteng mah susah kali'
'Kerenan kak Richo kali,udah benghar( kaya) kaseup deui beh paket komplit buat di jadiin bibit unggul'
'Kaseup? kaseupak kuda mereun*!'
Terdengar kasak kasuk para siswi yang tadi melihat pertandingan bola basket antara tim Tezha dan tim Richo. Ajeng yang kebetulan berada tepat di belakang cewek cewek itu hanya melipat kedua tangan nya di dada sembari mata nya terus menatap tajam ke arah lapangan.
'*Keren sih keren tapi kere'
'Ganteng sih ganteng tapi kere*'
Itulah kata kata yang sering Ajeng dengar dari para siswi matre namun realistis kalau mereka tengah melihat Tezha. Sebenarnya apa salah nya sih orang gak punya, toh tidak membuat mereka rugi dengan hidup orang susah. Lagian kalau gak ada orang susah kayak dia mana mungkin orang orang kaya macam mereka bakalan di sebut kaya.
'Kere aja ganteng, keren. Apa lagi kalau kaya! Pasti ganteng ganteng keren keren lah'
Diam diam Ajeng membela suaminya dalam hati. Dengan wajah judes nya Ajeng melirik para adik kelas nya itu. Penampilan mereka memang sangat sangat wow, menujukan kalau mereka orang orang dari keluarga berada.
Ajeng mengalihkan pandangan nya kembali kearah lapangan. Terlihat semua para pemain pertandingan basket ini tengah mendapatkan intrupsi dari pak Bayu, kecuali Cakka yang masih duduk di pinggir lapangan.
"Okey, karena Sigit sudah melakukan pelanggaran maka hukuman nya adalah pinalti bagi Tim IPS 3. Semua nya sudah jelas bukan, saya bilang tidak boleh ada kekekerasan kalian harus sportife!"
"Tapi kan saya tidak sengaja pak." Kilah Sigit yang tidak mau di salahkan.
"Tidak sengaja matamu!" Tezha menoleh pada Banu yang sedari tadi sudah menahan kesal pada Sigit yang sama sekali tidak ada inisiatif meminta maaf pada Cakka dan tim nya.
"Sudah sudah kalian tidak usah ribut ,Sekarang dari IPS 3 siapa yang akan mengeksekusinya." Teman Tim Tezha melirik ke arah Tezha semua sembari menujuk nya langsung, membuat Tezha menatap mereka satu persatu.
'Kunaon kudu uing' ( kenapa harus aku)
"Tezha saja pak !"
Pak Bayu menganggukan kepalanya, lalu melemparkan benda bundar itu pada Tezha yang tidak sempat mengatakan apa apa.
"AYO ZHA KASIH POIN BUAT TIM KITA!!!"
Suara teriakan Cakka dari pinggir lapangan membuat teman teman sekelas mereka kembali memberi semangat. Tezha melangkah menuju titik di mana dia harus berdiri untuk melakukan shoot. Dengan sekali tarikan nafas Tezha meleparkan bola itu ke arah ring yang ada di depan nya dan...
BLAAAMMM....
Bola masuk kedalam ring dengan sempurna, tambahan poin untuk tim nya membuat teman teman nya bersorak. Begitu pula dengan Ajeng dan Risna yang sedari tadi menyaksikan pertandingan. Tidak sadar mereka ikut berteriak heboh saat melihat bola yang di lempar Tezha masuk kedalam ring.
Prittt...Prriiittt ...Pritttt....
Pertandingan selesai, tim Tezha mengalahkan tim nya Richo yang terlihat sekali kalau mereka tengah merasa kesal. Karena baru kali ini tim basket kelas mereka kalah padahal sebelum nya mereka selalu menang di setiap pertandingan. Bahkan saat olympiade antar sekolah pasti tim mereka yang mewakili nya.
Setelah acara jabat tangan antar para pemain, Tezha dan teman teman se tim nya keluar lapangan dan segera menghampiri Cakka yang masih mengompres hidung nya menggunakan es.
"Yuuuhhhuuuu, kita menang broooo!!!"
Banu dan Cakka melakukan tos di udara, Sedangkan Tezha dan kedua teman se tim nya memilih mendudukan diri di samping Cakka.
Di saat mereka tengah membicarakan pertandingan tadi, tiba tiba ada salah satu siswi di kelas mereka yang menyodorkan minuman isotonik dingin pada Tezha.
"Eemm Zha ini buat kamu, biar kamu gak haus lagi." Sembari senyum senyum tidak jelas, cewek itu masih menyodorkan botol minuman isotonik yang belum di terima oleh Tezha.
Tezha terlihat ragu untuk mengambil nya, sedangkan Banu dan Cakka hanya menyedikan bahu nya tak peduli. Dengan ragu Tezha meraih botol itu lalu membuka segel lalu meminum nya langsung.
"Makasih." Rejeki kok di tolak
Cewek itu terlihat makin mengembangkan senyum nya melihat Tezha meminum air yang dia berikan dengan rakus. Dan tanpa Tezha ketahui ada seorang gadis yang tengah meremas botol air mineral yang dia bawa di tangan nya seolah olah tengah meremas wajah seseorang.
"Kok mandek sih!"
Punggung Ajeng tidak sengaja tertabrak tubuh Risna karena berhenti tiba tiba. Tadi saat melihat Tezha sudah selesai dengan pertandingan nya Ajeng berinisiatif untuk membelikan air minum untuk laki laki itu, karena Ajeng lupa tidak membawa air minum sendiri biasa nya dia lebih sering membawa nya dari rumah. Untung saja uang jajan yang di berikan bapak tempo hari berlebih jadi masih ada untuk membeli minuman.
Tapi apa yang dia lihat sekarang, Ajeng tersenyum kecut melihat itu, dia melempar botol air mineral yang di remas itu kedalam tong sampah yang kebetulan berada tepat di sisinnya.
"loh kok di buang... Ehh Ajeng mau kemana! katanya mau kelapangan!"
Ajeng tidak memperdulikan seruan serta panggilan Risna padanya. Dia terus berjalan terus kedepan tanpa melihat kiri kanan apa lagi kebelakang.
"Mempertahankan ikatan ini huh, memulai hubunga kita dari dasar! bullshit e'ek lah!!"
Ajeng terus saja bersuara dalam hati sembari melajukan langkah nya menuju arah perpustakaan.
Sedangkan di pinggir lapangan, Tezha yang sedang meneguk minum nya tersedak seketika saat mendengar nama Ajeng di panggil oleh seseorang.
"Uhuk...Uhuk..." Air yang dia minum sampai keluar lagi dari hidung nya dan itu membuat kening Tezha berdenyut sakit.
"Aduh Zha pelan pelan aja dong minum nya, gak bakalan ada yang minta kok!" Cewek yang tadi memberikan minum pada Tezha pun Reflek menepuk punggung lebar itu. Sedangkan Tezha sembari masih terbatuk batuk dia mengedarkan pandangan nya kesetiap sudut. Dan benar dia melihat seorang gadis tengah berjalan tergesa gesa dengan mengangkat sedikit rok abu abu panjang nya agar mudah berjalan. Dan gadis itu adalah Ajeng istrinya, sedangkan orang yang memanggilnya tadi terlihat tengah mengejarnya dengan tergesa gesa pula.
Apa Ajeng melihat dia di beri minum oleh teman sekelasnya tadi
Tezha pun bangkit dari duduk nya dan menyerahkan botol minuman yang isi nya tinggal seperempat lagi itu pada Banu, lalu dia bergegas mengejar seseorang tidak peduli dengan teriakan teman teman tim nya serta teeiakan siswi yang memberinya minuman dingin tadi.
**HAYOLOH EZHA ADA YANG CEMBOTENG ,CEMBOKUR aka CEMBURU. ATI ATI LOH ZHA KALO AJENG LAGI CEMBOKUR GALAK NYA LEBIH DARI MIMIH KAMU.
NYOK JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN NYA SODARA SODARA
SEE YOU NEXT PART
BABAYYYYYY....HATUR NUHUN**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
Moms Rizky Zahra
cembokur tanda bogoh
2022-06-06
3
princess rindu
nah loe za
2022-04-22
0
Edonajov Bangngu Riwu
Ajjeeng cemburu sepertinya mulai ada rasa ni sama tezha
2022-01-29
1