Hari ini Tezha kembali kesekolah untuk melakukan kewajiban nya ya itu belajar dia tidak mau mengecewakan sang mimih lagi karena membolos. Hampir 20 menit Tezha mengendarai sepeda motor antik milik Zae untuk sampai kesana. Dan tidak terasa kini dia telah sampai di depan pintu gerbang sebuah SMA negri di sana.
"Selamat pagi pak satpam." Satpam yang tengah berdiri tegak di dekat gerbang pun menoleh saat ada orang yang menyapanya.
'Bule eui..! Bisa ngomong indonesia geuning".
"Selamat pagi juga jang bule". Pak Satpam pun sedikit konyol dengan memberi hormat pada Tezha yang juga di ikuti oleh pemuda bertatto itu namun entah kenapa bisa tatto di tubuhnya tertutup sempurna saat ini.
Setelah sampai di parkiran sekolah Tezha memarkirkan motor antik kesayangan Om nya itu tepat berada di bawah sebuah pohon alpukat karena tempat parkir biasanya sudah terisi penuh.
"Wihhh liat liat ada bule euiii." Seruan itu sontak membuat Tezha yang tengah memarkirkan motor nya pun menoleh.
"Iya sih bule ( menjeda)... Tapi bule kereeee haaaaa...!" Tawa serta hinaan itu menggema di area parkiran sekolah itu.
Bagaimana dengan Tezha? Ck si bule tengil itu hanya menyunggingkan senyum miris pada sekumpulan manusia yang tidak berguna yang tengah mengejek nya. Lihat mentang mentang mereka menungangi motor sport dan trail nya mereka bisa memandang rendah seseorang, satu kata untuk mereka MIRIS.
"Si bule bisu gaess haaa...!" Dengan langkah tegap dan santai mendekat pada mereka serta rambut yang sedikit acak acakan namun menambah kesan hot dan tampan di wajah asing nya. Benar benar bibit unggul si Cau Boma ini mah.
"Hei guys we have a problem in?"
salah satu dari mereka berdecak mendengar penuturan santai dari Tezha. Tezha semakin mengikis jarak di antara mereka membuat gerombolan itu bersiap diri dan menegakan tubuh masing masing.
"Cih sok inggris Maneuh!"
Tezha yang mendengar decihan itu pun hanya tersenyum sinis sembari memasukan kedua tangan nya kedalam kantung celana abu abu panjang nya aiisss damage abis kau Zhaaa....
"Kau anak baru jangan ngesok di sini ya, kalau gak mau keeekkkk!!!" Salah satu dari mereka maju ke depan sembari menujuk tepat di depan dada Tezha.
Dengan wajah songong nya Tezha menepis telunjuk itu dan melenggang santai meninggalkan mereka yang terlihat menahan amarah nya. Lihat wajah mereka memerah melihat kelakuan Tezha yang terang terangan mengabaikan peringatan dari sang penguasa sekolah. 'Masih ku pantau belum ku sleding'
Dengan wajah sabodo teing nya Tezha berjalan santai sembari menyampirkan tas di sebelah pundak nya. Aura nya semakin damage saat Tezha menyisir rambut tebal nya itu kebelakang. Para siswi yang di lewati oleh Tezha seakan susah untuk sekedar berkedip saja, memang ya bukan main bibit unggul si Cau Boma ini.
Namun ada satu siswi yang sedang memandang aneh pada bule tengil itu.
"Londo sarap!" Tezha berhenti sejenak di depan sebuah kelas yang berbeda beberapa meter dari kelas nya. Tezha menoleh pada orang yang tengah memandang nya aneh saat ini.
"Goodmorning ayy!"
Siapa orang yang di sapa oleh Tezha? siapa lagi kalau bukan Ajeng dan Ayy merupakan panggilan khusus yang Tezha berikan pada nya.
"Gendeng!"
Ajeng tidak memperdulikan nya dia melanjutkan kegiatan menyapu di depan kelas nya.
"Awas sikil mu!"( awas kaki mu)
Tezha yang tidak mengerti bahasa yang di ucapkan oleh gadis galak yang ada di hadapan nya itu pun masih tetap setia di tempat. Lihat sama tempat aja setia apa lagi sama kamu eeeeeaaaaakkkkk..... apaan sih thor garing deh kriuk kriuk..
Ajeng menghela napas nya kesal saat melihat lelaki jangkung yang ada di hadapan nya tidak bergerak sedikit pun.
"Bisa minggir gak sih! Gak lihat orang lagi nyapu."
Tezha bukan nya menyingkir dia malah menampilkan senyum manis pada gadis yang tengah mengomelinya itu. Ajeng yang melihat senyum itu bukan nya terpesona malah dia begidig ngeri.
"Londo gendeng musam mesem dewe."( Bule gila senyum senyum sendiri)
"Ajenggggg !"
Ajeng menoleh kebelakang saat ada yang memanggil namanya. Namun dia tidak menyahut dan masih setia dengan sapu nya. Sama sapu aja setia apa lagi sama kamuuu ck ck ck...
"Ajeng nanti bawain semua buku tugas ke ruangan buk Asih ya." Ajeng hanya menganggukan kepalanya
"Ayy kamu gak menjawab salam ku tadi." Ajeng yang tengah sibuk memasukan sampah dari serokan ke tempat sampah pun menoleh pada laki laki yang saat ini masih setia mengintilinya
"Kapan kamu ngucapin salam nya, bukan nya tadi cuma ngomong'Selamat pagi ' doang."
Tezha hanya bisa menggaruk pelipis nya yang tidak gatal. Benar juga kapan dia mengucap salam.
"Oh gituh ya udah assall..."
Teeetttt...Teetttt....
Bell tanda masuk sekolah sudah berbunyi dan itu membuat ucapan Tezha terhenti. Ajeng pun mengabaikan nya dia sibuk merapikan sapu dan serokan sampah di dekat rak sepatu.
"Udah bell sana masuk kelas ngapain masih di sini."
Tezha tersenyum lagi mendengar ucapan Ajeng yang seolah olah tengah mengingatkan nya untuk masuk ke kelas.
"Okey Ayy!" Ajeng mendelik sebal pada Tezha yangamat terlihat santai dengan memanggil nya Ayy. Dia tidak tahu apa kalau saat ini tengah banyak yang memperhatikan interaksi mereka berdua dari dalam kelas.
Ajeng menghentakan kaki nya kesal sembari masuk kedalam kelas di ikuti oleh Tezha yang melangkah meninggalkan kelas Ajeng untuk masuk ke kelas nya.
🌺
🌺
🌺
Teeetttt...Teeettt....
Bell tanda istirahat pertama berbunyi, semua siswa dan siswi berebut untuk segera keluar dari kelas masing masing begitu juga dengan Ajeng dan Risna sahabat nya.
"Kantin Ris?"
Risna mengangguk setuju dan mereka berdua melangkahkan kaki nya menuju kantin sekolah. Suasana kantin cukup ramai padahal di area sekolah ini ada 5 kantin, tapi tetap saja kantin nya Ceu Edoh yang ramai oleh para siswa dan siswi.
"Ceu Ris pesen cuangki satu sama cilor nya seporsi nyak."
Ceu Edoh mengangkat jempol nya " Siap neng."
Ajeng dan Risna duduk di kursi panjang yang masih kosong. Suasana kantin benar benar ramai Ceu Edoh dan suami nya sampai kerepotan melayani pesanan mereka.
"Inih neng pesanan nya, sok mangga di tuang ( silahkan di makan)".
Ajeng dan Risna tidak lupa mengucapkan terimakasih pada suami Ceu Edoh yang sudah mengantar pesanan nya.
Ajeng tersentak kaget bahkan terbatuk tersedak cuangki yang dia makan saat tiba tiba ada yang duduk di samping nya. Dengan cepat orang itu langsung memberikan minuman yang ada di hadapan nya.
"Uhuukk..., Astagfirouloh."
Ajeng meminum es teh nya dengan rakus karena tenggorokan serta hidung nya terasa panas.
"Kamu kalau duduk pelan pelan aja kenapa sih." Ajeng menggerutu kesal kepada orang yang tengah santai meminum es teh yang tadi di minum oleh Ajeng. Risna yang melihat itu pun langsung menjatuhkan cilor nya seketika, apa lagi saat Ajeng merebut minuman nya dan dia pun menyedot habis es teh di gelas itu.
"ASTAGFIROULOH.... KALIAN CIUMANNNN!!!" Suara melengking Risna membuat atensi orang orang yang ada di sana langsung mengarah pada mereka bertiga.
"Apa sih Ris, siapa yang ciuman."
Ajeng terlihat bingung sendiri. Dia ini polos atau sok polos sih, apa bodo bin dongo jelas jelas dia tukeran bibir sama tuh orang walaupun perantara nya sedotan. Risna hanya menepuk dahi nya frustasi melihat ke dongoan sahabat nya. Helllo ini abad 21 mana mungkin gak tau yang namanya ciuman tidak secara langsung.
Risna terus saja beristigfar sedangkan Ajeng menatap heran pada sahabat nya itu.
"Kenapa sih Ris heran deh, kenapa lagi anak anak pada ngelihatin kita." Risna semakin meringis mendengar penuturan Ajeng, Ya Allah gusti dongo amat nih sahabatnya. Sedangkan orang yang ada di sebelah Ajeng terlihat santai bahkan kembali menyedot es teh milik Ajeng membuat Risna ingin sekali menggetok nya pakai botol kecap yang ada di hadapan nya saat ini.
"Ajeng cantik, geulis, bager, nih yah aing kasih tau. Situ berdua minum di sedotan yang sama itu arti nya situ berdua secara tidak langsung udah *******, kecup kecup nyahok teu ! Heh maneuh Bule sedeng jangan cuma musam mesem ini gimana ceritanya bibir temen aing udah gak perawan gara gara Sia."
Ajeng terlihat sedang mencerna perkataan demi perkataan yang di lontarkan oleh Risna saat ini. Berbagi sedotan, ciuman tidak langsung, bibir gak perawan lagi kata kata itu terngiang ngiang di kepalanya.
Deg....
Ajeng membulatkan matanya lalu memutar tubuh nya kesamping menatap tajam laki laki yang tengah terlihat santai dengan senyum menawan nya.
"Londo jancookkkk!!!"
***Bughh....
HUUUAAAAAA ABANG TEZHA DI APAIN SAMA AJENGGGGG
TUNGGU KELANJUTAN NYA YA JANGAN LUPA LIKE,VOTE DAN KOMEN NYA
DUKUNG AUTHOR AGAR SEMANGAT DALAM MEMBUAT ALUR CERITANYA
HATUR NUHUN SADAYANA***...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
Tony Rastafana
kasar banget siih ajeng ngumpatnya, palagi masih dilingkup sekolah lho tempatnya
Aku suka karya author, tapi sebagai orang Jawa, karakter ajeng agak diperhalus ngomong nya ya thor, palagi klo dilihat dari namanya masih berbau bau kraton kayanya kurang pas klo ngomongnya kasar gitu, masukan aja sii buat author🙏
2024-07-07
1
Erna Masliana
lebay ih masa berbagi minuman disebut ciuman.. terus apa kabar yang punya bestie lawan jenis.. ciuman juga??
2024-07-06
0
Yuyun Asri
waduh thor kok isok mesuh mesuh jancookk barang to
2023-04-03
1