Ajeng masih berkutat di dapur sendirian, gadis itu sedang menyiapkan makan siang menjelang sore untuk bapak serta ehemmmm suaminya. Sedangkan manusia yang berstatus sebagai suami nya sedang pergi bersama sang bapak entah kemana.
Ajeng membolak balikan ikan yang tengah dia goreng sembari sesekali membersihkan batang dari cabai yang akan dia jadikan sambal.
"Yeeaallaahh mimpi opo aku mang bengi ,kok moro moro wes ndue bojo, londo maneh." ( Yeeeaalaahh mimpa apa aku tadi malam, kok tiba tiba udah punya suami, bule lagi)
Entah apa yang tengah Ajeng rasakan saat ini. Haruskah dia bersyukur atau malah kufur atas semua takdir yang sudah di gariskan Tuhan padanya.
Tanpa dia sadari dua laki laki yang sedari tadi meninggalkan rumah sudah kembali. Ajeng yang masih sibuk di dapur tidak menyadari kedatangan mereka.
"Kamu simpen baik baik akte nya jangan sampai hilang. Inget pesan kepala KUA tadi walaupun pernikahan kalian ini tidak terencana jangan sampai putus di tengah jalan. Bapak tidak mau kalau sampai putri bapak jadi janda di usia muda. Kalian harus bertahan dan mempertahankan rumah tangga kalian dari apa pun."
Tezha hanya menganggukan kepalanya, lalu melihat kertas yang ada di tangan nya. Sebuah akte pernikahan diri nya dan Ajeng. Karena usia mereka terbilang masih muda dan pernikahan yang mereka jalani masih pernikahan agama maka dari itu pihak KUA hanya bisa mengeluarkan AKTA nikah saja. Namun kelak setelah mereka siap lahir dan batin, akta nikah itu akan di tukar dengan dua buah buku nikah.
"Ezha akan menyimpan nya baik baik pak. Terimakasih dan maaf sudah membuat masa depan putri bapak...."
"Aahh sudah lah, mau bagaimana lagi. Bapak sudah legowo mungkin ini sudah jalannya yang di atas. Saat ini yang terpenting jaga ikatan suci kalian sebaik mungkin."
Ucapan Tezha terputus saat bapak mertuanya dengan cepat memotong. Sebenar nya bukan salah Tezha atau pun Ajeng, entah salah siapa. Bapak saja pusing kalau sedang memikirkan nya, semua berawal dari kesalah pahaman yang membuat masa depan kedua nya terancam.
"Ya sudah bapak mau mandi dulu, sepulang dari perkebunan tadi bapak belum sempat mandi karena keburu syok dan emosi. Untung saja bapak belum lepas kendali pada mu nak, walaupun sama saja karena muka kamu bonyok akibat ulah salah satu warga yang bersifat arogan."
Tezha tersenyum maklum pada sang mertua. Ayah mana sih yang tidak emosi saat mengetahui putri kesayangan nya di buat nangis kejer oleh seorang laki laki, mungkin Tezha juga akan melakukan hal yang sama pada putri nya kelak mungkin bisa lebih parah dari itu.
Anak...
mengingat kata anak membuat Tezha meringis, apa istri kecil nan garang nya itu mau memiliki anak dengan nya. Ya ampun membayangankan nya saja Tezha sudah tidak sanggup.Dia tahu kalau gadis yang sudah di nikahi nya itu belum menaruh perasaan apa apa padanya, begitu juga dengan dia,mungkin.
Tanpa bapak dan Tezha sadari, sedari tadi Ajeng menguping pembicaraan antara bapak dan suami bule nya itu saat Ajeng hendak menuju kamar nya untuk mengambil handuk. Namun saat hendak masuk kamar Ajeng tidak sengaja mendengar dua orang laki laki beda umur terlihat sedang berbicara serius di ruang tamu. Alhasil karena ke kepoan Ajeng sudah di ubun ubun dia diam diam menguping pembicaraan mereka..
Ajeng mendesah pelan setelah mendengar ucapan sang bapak Mempertahankan ikatan suci, akte nikah, bapak tidak mau putri nya menjadi janda di usia muda. Kata kata itu yang kini terngiang ngiang di dalam kepalanya. Ayolah kalau mereka tahu bukan hanya bapak yang tidak mau putri nya jadi janda muda apa lagi masih perawan. Ajeng juga tidak mau jadi janda padahal usia pernikahan nya dengan Tezha baru menginjak 4 jam 55 menit 20 detik amit amit jabang benjol.
Ajeng memutar badan nya kembali kedapur, Dia mengurungkan niatnya untuk mandi dan mengambil handuk di kamar. Bodo amat lah wong pas dia di nikahi oleh Tezha saja belum mandi karena habis jemur pakaian sampa siang bolong kayak gini Ajeng masih belum mandi.
💞
💞
💞
Tidak terasa hari sudah malam, waktu menunjukan pukul 21.30 namun dua orang yang berada dalam satu kamar itu masih saja saling diam.
di kamar belakang dekat dapur bapak malah sudah ngorok dan berselancar di alam mimpinya. Berbeda dengan dua penghuni lain nya, yang satu pura pura tidur dengan membalut seluruh tubuh nya dengan selimut yang satunya lagi masih termenung menatap kosong ke arah langit langit rumah sembari rebahan di atas sebuah selimut yang di bentang kan di lantai.
"Ayy....!"
suara panggilan itu membuat Ajeng semakin merapatkan selimut yang membalut seluruh tubuhnya. Sudah berjam jam mereka diam diaman padahal mereka itu penganten baru tapi malah bertingkah seperti musuh masuk selimut.
"Ayy Aku tau kamu belum tidur, maafkan aku yang tidak bisa menghindari pernikahan ini. Aku yakin kamu pasti tertekan kan sama pernikahan ini."
Bukan nya menjawab Ajeng malah terisak di balik selimut, membuat tubuh nya sedikit bergetar. Tezha yang mendengar isakan seseorang yang berada di atas tempat tidur pun langsung bangkit dari rebahan nya.
Benar saja gadis yang sedang berada dalam buntelan selimut itu tubuh nya bergetar menahan tangis. Dengan cepat Tezha bangkit dan mendekat pada gadis itu. Dia tidak peduli kalau nanti gadis yang berstatus sebagai istri nya itu akan memukul atau bahkan menampar saat Tezha memeluk nya.
Dengan sekali rengkuhan dari samping Tezha memeluk tubuh bergetar itu agar sedikit tenang. Tezha lebih suka kalau gadis ini galak dan sinis padanya dari pada harus melihatnya menangis seperti ini.
"Sssttt..Maaf..!"
Tubuh kecil itu semakin bergetar dalam rengkuhan tubuh besar Tezha. Dengan perlahan Tezha membuka selimut yang membalut seluruh tubuh Ajeng. Tezha tau kalau Ajeng merasa sesak karena tertutup selimut, hanya saja gadis itu terlalu malu atau mungkin gengsi untuk menampakan wajah nya yang sudah lembab oleh airmatanya sendiri.
"Mau pillow talk."
Tezha menyeka sisa sisa airmata yang terus meleleh dari netra coklat milik Ajeng. Bahkan saat ini Ajeng sedang menarik ulur ingus nya yang terus saja memberontak ingin keluar sarang.
"Kenapa kamu mau nikah sama aku, kenapa gak batalin aja pernikahan nya." Dengan suara serak dan lirih Ajeng mulai berbicara pada laki laki yang berstatus sebagai suami nya itu. Bahkan laki laki itu tengah merengkuh nya seharusnya Ajeng bisa menolak atau memberontak tapi saat ini dia benar benar sedang membutuhkan sandaran untuk berkeluh kesah.
Dengan sorot mata yang tajam, mata beda warna milik Tezha menatap netra coklat gelap itu. Dengan sekali tarikan nafas Tezha mulai berbicara serius pada Ajeng yang masih dalam rengkuhan nya saat ini.
"Dengerin aku baik baik, biarpun pernikahan kita terpaksa dan tidak di inginkan oleh siaapun. Tapi aku mohon agar aku sama kamu, lebih tepat nya kita supaya bisa mempertahankan nya sekuat apa pun , karena tidak mungkin kalau hanya satu orang yang mempertahankan nya jadi kita harus sama sama....
...... Aku sudah berjanji pada seseorang bahwa kalau aku menikah, aku tidak akan pernah memutuskan pernikahan itu sampai kapan pun kecuali oleh maut. Pernikahan bagi ku cukup sekali seumur hidup tidak peduli itu terjadi karena kesalahan atau kesalah pahaman semata. Aku tetap akan mempertahan kan ikatan suci ini, dan tidak akan pernah ada yang namanya pembatalan pernikahan apa lagi perceraian kamu ngerti!"
Seakan terhipnotis oleh kata kata itu Ajeng hanya bisa menganggukan kepalanya tanpa berniat untuk berbicara lagi. Si londo sableng ternyata bisa juga berbicara bijak padanya. Sebenarnya perasaan haru sudah menyeruak di dalam hati Ajeng saat ini, pada saat Tezha mengucapkan kata mempertahankan ikatan suci ini sama sama dan menikah sekali seumur hidup sampai maut yang memisahkan.
Rasa takut jadi janda muda menguap begitu saja dari dalam hati nya, semoga ucapan laki laki itu bisa di pegang bukan hanya salah satu suara buaya rawa.
"Kalau kamu belum siap atau belum bisa menerima aku sebagai suami kamu. Mungkin ada baik nya kamu menerima aku sebagai pacar dulu. Kita mulai hubungan ini secara perlahan lahan sampai di mana kita bisa mengenali satu sama lain dari luar maupun dalaman nya."
**Degg.....
HOLLA NENG UP LAGI, DOUBELLLLLLL LOOOHHHH JADI JANGAN LUPA LIKE KOMEN NYA HARUS DOUUBEELLL JUGA YA
GIMANA PART INI YUK KOMEN AJA....
HATUR NUHUN**...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
princess rindu
ciee yg pacaran 🤗🤗🤗
2022-04-22
3
Edonajov Bangngu Riwu
Semoga ajeng dan tezha bisa sekolah dan hubungan mereka makin baik, bucin
2022-01-29
1
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
tezha emang keturunan cau boma dom👍👍👍👍👍👍👍
2021-11-08
1