Brruukk...
"Eh si anying...!" Latah nya
"Etah muka kenapa asem banget!"
glek glek...
"Aahhh...Adem..."
"My es teh...." Lirih nya saat melihat es teh di hadapan nya tandas tanpa bekas
"Minta dikit."
Hanya terdengar suara decakan dan cebikan keluar dari bibir nya
"Kamu kenapa sih Ajeng, bawa buku lagi ke kantin sok pinter amat."
"Habis ketemu bule gendeng di depan tadi. Masa badan aku segede gini gak kelihatan masih aja di tumbur ya mental lah. Mana pantat rasa nya ngilu lagi asem tenan."
"BULEEE...Ganteng gak." Gadis yang di panggil Ajeng itu hanya mendengus kesal mendengar ucapan sahabat nya
"Risna nanti antar aku ke perkebunan ya."
"Ngapain?"
"Nganterin makan siang buat Ayah." Risna hanya mengangguk mengiyakan ajakan sahabat nya itu.
🌴🌴🌴
"Kamu sudah siap."
"Hm...!"
Dom hanya mendengus saat mendengar deheman dari sang putra
"Ingat, kamu harus bisa menjalankan ini semua. Papi tidak akan memaksa kamu untuk memimpin Klan. Tapi berusahalah dalam menjalankan tugas yang papi berikan untuk kamu...."
Dominic menghela nafas nya sejenak lalu melanjutkan ucapan nya
"Seperti nya Regan lebih cocok untuk memimpin Klan kita."
Tezha terlihat acuh mendengar ucapan sang papi. Ya mungkin si calon adik ipar nya itu lebih cocok memimpin Klan dari pada diri nya. Memang sebenarnya Tezha tidak mau masuk ke dalam area itu.
"Bagus Tezha setuju Pi. Ayo kita berangkat."
Tezha mendahului Dominic menuju keluar rumah
"Abang sama Papi mau kemana?" Si cerewet Tata keluar dari kandang nya
"Papi sama Abang mau ke perkebunan."
Wajah Zettha berbinar saat mendengar kata perkebunan
"Tata ikut ya Pi, ya ya ya." Puppy eyes andalan nya siap dia keluarkan
"Tidak, kamu di rumah saja dengan Mimih. Lagian sebentar lagi Regan dan Uncle Aldy akan kemari. Regan akan mencari mu nanti kalau kamu ikut princes."
Zettha hanya mengangguk patuh mendengar ucapan sang Papi. Dominic pun melanjutkan langkahnya menyusul Tezha.
Dan setelah sang papi meninggalkan nya sendiri , Zettha segera tersadar saat mengingat ucapan sang Papi
"Lagian sebentar lagi Regan dan uncle Aldy akan kemari"
Senyum nya langsung mengembang dan meloncat kegirangan
"My baby bunny Tata harus cepetan mandi sebelum dia keburu sampai."
Dengan langkah tergesa gesa Zettha segera menuju kamarnya dan
Bruukk...
"Aaawww... Pantat Tata."
"Astagfirouloh... Anak gadis mimih kenapa nyungsep kayak gini Geulis."
Zettha terlihat meringis sembari memegangi pinggul nya
"Tata kepeleset keset Mih. Pantat Tata sakit, tambah tepos aja kan."
Deva hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan sang putri.
"Dek kamu belum mandi kan." Zettha hanya tersenyum sembari menampilkan barisan gigi nya
"Pantesan bau ajag. Udah cepetan sana mandi, anak perawan males mandi. Regan engke embungen ka maneuh dek ari bau kawas kieu mah."( regan nanti gak mau sama kamu dek kalau kayak gini mah)
Zettha hanya mengerucutkan bibir nya dan segera masuk kedalam kamar
"Tong lila mandi teh bisi jadi parawan kolot." ( jangan lama mandi tuh takut jadi perawan tua)
"Tata gak mandi juga udah geulis Mih. Regan aja cinta mati sama Tata. Tata juga gak bakalan jadi parawan kolot kan udah ada Regan."
Deva hanya mendengus mendengar ucapan Alzettha
🌾🌾🌾
"Selamat pagi Tuan Vins, selamat pagi tuan Muda Vins."
"Selamat pagi pak Arya. Bagaimana perkembangan nya." Dom mendudukan tubuh nya di sebuah bale bale yang ada di depan kem para pekerja perkebunan.
"Alhamdulilah bulan ini kita panen buah matang nya lumayan banyak. Tapi...".
Dom menaikan sebelah alis nya saat ucapan salah satu pekerja nya itu terhenti
"Lanjutkan." titah nya
"Tapi... Perkebunan kelapa sawit CV. ABADI SENTOSA milik juragan Rendi Pratama meminta kita untuk menurunkan harga jual pada para buruh dan para petani kita. Mereka tidak ingin bersaing harga dengan kita. Bahkan sempat mengancam akan memblokade perkebunan kita apa bila kita terus saja menaikan harga buah."
Dom terlihat santai mendengar ucapan Mandor lapangan nya itu. Dominic tidak akan mau ambil pusing, dia akan memberikan harga sesuai standar. Dia tidak akan mau mengambil keuntungan dari para buruh dan masyarakat kecil di kampung ini
"Abaikan saja mereka, tetap naikan harga buah. Beli semua buah sawit para buruh dan masyarakat yang menjual pada CV kita. Ingat jangan pernah sedikit pun menurunkan harga pada para petani sawit kita. Dan naikan upah buruh yang bekerja di CV DD CORP ini. Jangan ada yang terlewat sedikit pun, PAHAM ." Dom menekan setiap ucapan nya pada sang bawahan
"Paham Tuan." Mandor Arya pun segera pamit dari hadapan Dominic dan Tezha.
"Kamu lihat dan dengar sendirikan." Tezha hanya menatap bingung pada sang Papi
" Kamu harus bisa menjadi pemimpin yang baik. Tidak culas dan serakah, kamu harus bisa mensejahterakan buruh dan pekerja di perkebunan ini jangan sampai mereka merasa tenaga dan keringat mereka tidak pernah kita hargai. Apa kamu sudah paham dan mengerti."
Tezha menganggukan kepalanya
"Papi butuh jawaban mu Zha, bukan hanya anggukan kepala mu."
"Iya Pi Tezha paham dan mengerti apa yang harus Tezha kerjakan di sini ( Itung itung liburan juga lah , lagian masih bisa main trek trekan di disini) ." Tezha memperhatikan sekeliling nya jalan tanah yang licin dan gembur cocok untuk bermain trail sebentar.
"Pi kita keliling yuk, Tezha mau lihat semua lokasi perkebunan ini." Dominic menganggukan kepalanya dan segera bangkit dari duduk nya menuju mobil jeep modifikasi terbuka yang mereka bawa tadi.
🌻🌻🌻
Dugh
Dugh
Dugh
"Deeeeeekkkk.... Cepetan atuh mandi nya."
Emak terus mengetuk pintu kamar mandi yang ada di dekat dapur. Deva tadi sudah menyerah sekarang giliran Emak yang terus menggedor pintu kamar mandi.
"BENTAR LAGI ATUH MAAAKKK, INI LULUR NYA TATA BELUM MERESAP SAMPE KE DALAM. LIMA BELAS MENIT LAGIII."
Teriakan si anak perawan dari kamar mandi membuat emak menghela nafas nya kasar
"Tong lila teing di kamar cai teh geulis, sien bisi di gondol jurig cai. Agehan mandi teh tong ngoyok cai." (Jangan lama nian di kamar air tuh cantik. Takut nanti di bawa setan air. Cepetin mandi tuh jangan main air)
"Enyakkk mak enyakkkk ( Iya mak iya)."
Teriakan dari dalam kamar mandi kembali terdengar
"Dasar gadis parawan, ari rek aya nu nganjang kot sibuk sorangan." (dasar gadis perawan , kalau ada yang mau ngapel suka sibuk sendiri)
Emak melenggang pergi dari dapur saat mendengar suara mobil di halaman rumah
"DEKKKK CEPETAN MANDI NYAAAA.... ITU REGAN UDAH DATAAANGGGGG...!!!"
Teriakan sang Mimih kembali terdengar, apa lagi Deva menyebut kalau Regan sudah sampai. Astaga Zettha jadi kelabakan sendiri jadinya. Masker nya belum kering, lulur nya belum meresap sempurna di kulit, gosok gigi belum, keramas belum, Haaahhh...Sudah lah.
"BILANGIN KE BABY BUNNY SURUH TUNGGU TATA 15 MENIT LAGI YA MIIIHHHH...!" Teriakan kembali terdengar dari kamar mandi
Deva hanya mendengus sembari terus membolak balikan reginang yang tengah dia goreng
"15 menit ceunah, titatadi ngomong na 15 menit weh hayuh teu angges angges ." ( 15 menit katanya, dari tadi bilangnya 15 menih terus gak selesai selesai)
Deva terus saja menggerutu khas seperti emak emak
"Baby bunny ,baby bunny. Babi hideung mereun ah."( hitam kali ah)
Gerutuan Deva masih saja berlanjut sampai Zettha selesai dalam misi nya eh mandi nya.
🌹🌹🌹
Ciiittt....
Braaakkk...
Tezha keluar dari mobil nya saat dia sudah memarkirkan mobil nya dengan baik.
"Kamu lihat Zha, luas perkebunan ini sampai batas pohon gaharu yang ada di ujung lokasi yang kita datangi tadi."
"Perkebunan kita lagi dalam masa panen. Lihat banyak truk yang mengangkut buah menuju pabrik yang ada di perkebunan ini." Tezha mengambil teropong dari tangan sang Papi untuk melihat dengan jelas lokasi yang sedang mereka pantau sekarang.
"Apa Tezha boleh terjun langsung ke lapangan Pi." Dominic melirik pada putra semata wayang nya itu
"Kamu yakin."
"Hm..!"
"Kamu tidak tertarik menjadi CEO di perkebunan ini hm." Tezha menghela napas nya lalu menyerahkan teropong itu pada sang papi
"Tezha ingin terjun langsung ke lapangan agar Tezha bisa tahu apa pun yang ada di perkebunan ini. Tezha ingin tahu dan ingin kenal dengan para petani kita dan Tezha ingin kalau Tezha hanya di kenal sebagai karyawan biasa bukan sebagai CEO oleh mereka."
Dominic hanya tersenyum mendengar ucapan sang putra
"Lalu posisi itu akan kamu berikan pada siapa hm."
"Om Zae, atau uncle Aldy mungkin."
Dominic hanya menganggukan kepalanya
"Okey, Papi akan menunjuk Zae atau Aldy yang akan mengganti kan posisi kamu sementara di sini."
Dominic menepuk pundak kokoh Tezha. Dominic tahu apa yang ada di dalam otak tampan putra nya itu.
***
"Eheemm..., silahkan di minum Ayah, Bab...Em kak Regan." Hampir saja Zettha kelepasan menyebut kata alay menggemaskan yang di sematkan untuk orang dia sayangi itu
"Terimakasih calon mantu Ayah yang cantik." Zettha semakin merona mendengar Ayah dari sang kekasih memanggil nya calon menantu.
"Thanks honey." Zettha hanya bisa mengulum senyum saat sang pujaan hati terang terangan menggodanya
"Duh maaf ya mas Aldy, Abang Dom belum pulang. Kayak nya masih sibuk bawa Ezha keliling perkebunan." Deva merasa tidak enak hati pada Aldy .
"Tidak apa apa, kami juga bisa istirahat dahulu setelah perjalanan tadi." Deva pun menghela napas lega
"Kamu pulang kapan Gan." Regan yang merasa terpanggil pun segera mendongakan kepalanya
"Kemarin Mih, Regan langsung ke sini setelah terbang dari Jerman."
"Tapi kamu sehat kan." Regan tersenyum tipis pada sang calon ibu mertua nya lalu mengangguk.
"Mbk Sifa gak ikut."
"Engak, Soalnya Lily sekolah jadi Bunda gak bisa ikut." Deva pun mengangguk paham
Hening.....
"Emm...Bab...kak Regan gak bakalan balik lagi ke Jerman kan." Tiba tiba Zettha membuka suaranya
Regan terlihat tersenyum teduh pada Zettha
"Aku mungkin bakalan balik lagi ke Jerman. Kerjaan aku di sana belum selesai, bengkel aku juga nanti tidak ada yang handle kalo kelamaan di sini." Jawaban Regan membuat Zettha tersenyum kecut. Kapan dia bisa berduan dengan kekasih nya itu kalau LDR an terus kayak gini.
"Kan aja Jimmy, ada Oscar sama Revan." Regan terlihat menyesap kopi hitam nya, lalu melirik ke arah Zettha yang masih memajukan bibir nya. Sedangkan para orang tua di sana hanya terdiam mendengar perdebatan dua anak muda yang ada di hadapan mereka
"Akan aku usahain, for you."
Senyum Zettha mengembang mendengar ucapan Regan tadi. Apa sih yang enggak buat princes Alzettha. Bahkan Regan bisa aja ngasih nyawa nya buat Zertha, cih dasar bucin.
(**REGAN ARTHUR SASTRAWAN)
BUCIN NYA DEDE TATA INI NIH.
Uuhh penampilan nya badboy sangar tapi hati hello kitty
KALO ADA YANG TANYA KENAPA VISUAL COWOK NYA BERTATTO SEMUA JAWABAN NYA ENGGAK TAU.
POKOK NYA NENG OTHOR SUKA AJA SAMA COWOK YANG BERGAMBAR APA LAGI DI LENGAN , DAN PUNGGUNG NYA KELIHATAN GIMANA GITUH YAH.
POKOK NYA.... AHHH SUDAH LAH
YANG PENTING JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMEN NYA
SEE YOU DI PART SELANJUT NYA
BABAAYYYYYY...MUAACCHHH**...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
Merica Bubuk
Tuh bunga mawar buat neneng othor...
2024-06-15
1
Merica Bubuk
Babi hideung mh bagong atuh meren 🤣🤣🤣
2024-06-15
1
Merica Bubuk
🤣🤣🤣
2024-06-15
0