Tidak terasa sang fajar sudah menyingsing, kini waktunya anak anak manusia terbangun dari mimpi indah mereka. Dua orang anak manusia masih terlelap di peraduan nya masing masing, yang satu di atas kasur yang satunya tergeletak tak berharga dia atas sebuah selimut tebal yang terbentang seluas pulau.
Setelah semalam mereka melakuan pillow talk ear to ear mendengar serta mengeluarkan unek unek masing masing akhir nya mereka sepakat untuk memulai hubungan ini dengan secara perlahan. Tezha terlihat sampe tersenyum dalam tidurnya karena Ajeng mau menerima hubungan ini walaupun harus dari dasar seperti pacaran. Pacaran halal tentunya, Tezha dan Ajeng akan berusaha mengenalkan diri masing masing.
Tapi Ajeng meminta satu permintaan selama dalam masa pacaran halal ini Tezha tidak boleh meminta hak nya sebagai suami sampai waktu yang di tentukan oleh Ajeng. Tidak boleh peluk peluk atau kecup kecup sembarang tanpa seijin nya. Dan apa yang Tezha lakukan si bule tengil itu hanya pasrah, dia mengamini semua kemauan pacar halal yang berstatus sebagai istrinya itu.
Tidak ada peluk kecup? oh ayolah waktu belum ada hubungan apa apa saja si bule sudah nyosor nyosor kayak siluman soang apa lagi sekarang. Neng Othor sampe gak percaya kalo si Tezha tahan iman buat gak kecup kecup Ajeng, palingan dia nyolong nyolong.
Satu makhluk Tuhan itu menggeliat di balik selimutnya, waktu sudah menunjukan pukul 5 lewat 30 menit. Netra coklat milik gadis itu perlahan terbuka, dengan mata yang masih menyesuaikan cahaya dia bangkit dari tidurnya lalu menyibakan selimut berwarna kuning itu. Gadis itu berjalan seperti zombie dengan wajah kusut khas bangun tidur.
Duk....
Tidak sengaja kaki nya menendang sesuatu yang keras, akhirnya mau tidak mau dia membuka matanya yang sudah 10 watt. Kaki? dia melihat kaki, bukan kaki ayam atau kaki sapi yang ada di bakso atau pun seblak tapi ini kaki manusia. Dia menyentuh kaki itu dengan telunjuk nya, beneran ini kaki orang tapi muka nya tidak kelihatan karena tertutup kain jarik atau samping kalo sunda mah.
Ajeng yakin ini bukan kaki bapak nya, kaki ini terlalu besar tidak seperti punya sang bapak. Karena penasaran dia membuka kain yang menyelimuti tubuh pemilik kaki itu yang menutupi paha hingga kepalanya.
'Demi apa, ngapain si londo sableng tidur di rumah nya di kamar nya pula.'
Tiba tiba ingatan Ajeng ngehenk, dia amnesia sejenak Ajeng lupa kalau si londo sableng adalah suami sahnya 22 jam 35 menit 40 detik yang lalu.
"Bapak.......bapaaaakkkkkkkk!!"Ajeng malah berteriak kencang sehingga membuat makhluk si pemilik kaki itu terbangun seketika. Terdengar grabak grubuk dari luar kamar lalu kemudian terdengar suara ketukan pintu membuat Ajeng cepat cepat membuka pintu kamar nya.
"Ono opo toh ndok, isuk isuk kok wes bengok bengok." ( ada apa sih nak, pagi pagi kok udah teriak teriak)
Bapak yang masih memakai sarung pun terlihat mengucek mata nya khas orang baru bangun tidur.
"I-itu pak.. ada orang di kamar Ajeng." Mendengar hal itu bapak langsung menerebos masuk kedalam kamar putri nya. Dan benar saja di sana tepat nya di lantai ada seseorang yang tengah tertidur dengan cara menyamping seolah tengah menghalau rasa dingin yang menyelimuti tubuh nya.
"Ya Allah Ndok itu kan suamimu, kamu lupa kalau kamu sama nak Tezha sudah menikah kemarin." Ingatan Ajeng berputar ke hari sebelum nya. Dan ting ingatan nya kembali, Ajeng hanya tersenyum kikuk pada sang bapak yang sedang menggeleng gelengkan kepalanya.
"Itu kenapa suami kamu tidur nya di lanta,i kalau suami mu masuk angin gimana. Ndok dengerin bapak ya, bagaimana pun dia itu suamimu baik buruk nya dia tetap imam dalam rumah tanggamu. Ingat ndok jangan sampai kamu jadi istri yang durhaka sama suami. Sekarang bangunkan suami mu sebentar lagi siang kalian sekolah toh hari ini."
Ajeng yang mendengar ucapan bapak hanya mengangguk, setelah bapak pergi dari kamar nya dia segera menutup pintu kamar dan berjalan menuju Tezha yang masih tertidur dengan nyenyak padahal tadi waktu Ajeng berteriak si bule sudah bangun tapi pas bapak datang dia malah tertidur lagi.
"Zha..." Ajeng menepuk nepuk pipi suami nya itu,namun laki laki itu malah mengeratkan kain yang membungkus tubuh nya. Ajeng yang melihat itu hanya tersenyum miris, apa dia keterlaluan menyuruh laki laki yang sudah menjadi suami nya itu untuk tidur di lantai semalaman dengan alasan takut.
"Al..." Ajeng bahkan merubah panggilan nya pada Tezha tapi si bule tetap saja tidak mau bangun.
"Altezha bangun ini udah siang, nanti telat kesekolah nya. Kamu gak lupa kan kalo ini hari senin." Setelah Ajeng memanggil nama depannya dan berbicara panjang lebar barulah Tezha menggeliat, mata beda warna nya itu perlahan terbuka. Ajeng yang melihat netra beda warna secara dekat tidak bisa memungkiri kekaguman nya. Kok ada ya orang yang memiliki mata beda warna seperti itu, sungguh ke agungan Tuhan.
"Udah pagi ya." Suara serak nan berat khas orang baru bangun tidur itu membuat Ajeng yang mendengar nya merinding seketika.
"Emm i-iya, ayo bangun. Aku mau nyiapin sarapan dulu." Tezha terlihat masih mengantuk tapi dia sadar sedang berada dimana sekarang. Setelah Ajeng keluar dari kamar mereka dengan memakai baju tidur kuning bergambar pisang, Tezha pun segera bangkit dan melipat kain serta selimut yang dia gunakan untuk tidur semalam. Dengan hanya menggunakan boxer setengah paha serta kaos oblong hitam tanpa lengan Tezha kekuar dari kamar sembari mengalungkan handuk di lehernya. Tezha bahkan tidak mencopot kulit imitasi yang dia pakai untuk menutupi tato nya saat tidur kemarin malam karena benar benar sudah mengantuk, benda itu benar benar berkamuflase sempurna di tubuhnya.
Kamar mandi yang berada di dekat dapur membuat dia harus berjalan menuju dapur dimana Ajeng berada dan sedang menyiapkan sarapan untuk mereka bertiga.
Dengan langkah santai Tezha berjalan menuju dapur, benar saja di sana Ajeng tengah mengiris bawang dan cabai sepertinya dia akan membuat nasi goreng pagi ini.
Namun saat Ajeng berbalik hendak mengambil telur serta daging dari lemari es, pemadangan yang akan merusak mata perawan nya itu pun benar benar mengejutkan nya. Di sana, di pintu antara ruang tengah dan dapur Tezha tengah berdiri sembari mengamati nya dalam dalam, dan jangan lupa dengan penampilan Tezha saat ini.Londo sableng itu hanya menggunakan boxer setengah paha yang sempit dengan kaos oblong hitam tanpa lengan yang membuat Ajeng panas dingin. Tapi bukan lengan berotot Tezha yang membuat Ajeng panas dingin, tapi tonjolan besar di area paha bawah nya.
Astagfirouloh Astagfirouloh....
Ajeng terus beristigfar dalam hati melihat semua itu. Apakah itu yang di namakan si teguh, Tegak waktu subuh.
Dengan wajah merah padam Ajeng mencoba mengenyahkan pikiran mesum dan +21 nya. Wajar Ajeng gadis normal walaupun seumur umur belum pernah melihat si teguh yang di maksud, kecuali punya anak kecil yang di sunat.
sunat...
mengingat kata sunat, apa suami bule sableng nya itu sudah di sunat atau belum ya. Astaga otak kotor Ajeng muncul lagi gara gara si sunat.
**HOLLLAAAAAAAAA NENG OTHOR TRIPEL UP LOOOHHHHH MANA DONG DUKUNGAN NYA BUAT NENG OTHOR
LIKE KOMEN DAN VOTE SEBANYAK BANYAK NYA YA
HATUR NUHUN
MATUR NUWUN SANGET**....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
Erna Masliana
heh🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣oh jadi kepanjangan Teguh ini
2024-07-06
1
Ani Mak NitaAdelia
ya ampun neng author emak kira si teguh tuh orang yang ngintai Ajeng waktu ngejemur,,tak tau nya eh eh eh anak nya cau boma😂😂🤤
2024-06-22
0
Sulaiman Efendy
KLO DENGAR EMAK IMAS BILANG 2 ORG CUCUNYA LGI ADA DILUAR NEGERI, BRRTI AQILLA JDI NIKAH MA BASSTIAN..
2023-01-31
1