Ajeng terus saja sesegukan, walaupun tangisan nya sudah berhenti namun air mata nya masih saja tetap mengalir.
"Sudah atuh neng jangan nangis terus nanti air matanya bisa habis." Bukan nya berhenti air mata Ajeng kembali mengalir.
"Iya neng bener kata bik Lastri, tenang aja si bule degleng itu udah di amanin sama mang Karta selaku hansip kampung kita."
Ajeng yang mendengar itu malah semakin menangis sambil mengeluarkan suara nya sekarang sembari menggeleng gelengkan kepalanya.
Sedangkan di rumah pak RT di sana sarat dengan warga kampung bojong soang yang mendadak berbondong bondong mendatangi rumah pak rt karena mendengar kalau seseorang sudah membuat Ajeng menangis histeris.
FLASSBACK
"*kamu..kamu udah nyium aku huuuuuaaa bapakkkkkk."
Suara tangisan Ajeng yang kencang membuat tetangga yang berada di samping rumah nya terkejut dan kebetulan dia hendak menyapu dihalaman rumah nya.
"Ya Allah neng Ajeng kunaon." si tetangga segera berlari ke rumah Ajeng sembari membawa sapu lidi yang dia gunakan untuk menyapu tadi.
Sesampainya di sana dia melihat Ajeng sedang menangis dan seorang pria berwajah bule tengah berlutut di dekat nya.
"Heh kamu apain neng Ajeng huh. Jangan jangan kamu mau ngelecehin anak gadis orang iya. Ayo ngaku!"
Belum sempat melakukan pembelaan si tetangga malah berlari keluar rumah dan berteriak keras sengaja mengundang para warga agar datang kesan dan akhir nya tanpa perlawanan mereka membawa Tezha ke rumah rt setempat*.
FLASSBACK OFF
Di hadapan Tezha kini sudah ada pak rt, pak hansip, bapak nya Ajeng, Abah ,Emak ,Serta Zae yang terlihat menatap iba pada wajah lebam namun sayang nya masih saja tampan walaupun sudah mendapat bogeman mentah dari salah satu warga yang main hakim sendiri.
"Jadi pemuda bule ini incu na mang Eman sama Bik Imas."
Abah terlihat menganggukan kepalanya lesu, sedangkan Emak mati matian menahan air matanya agar tidak jatuh melihat keadaan cucu nya sekarang.
"Mang eman tau kan apa peraturan di kampung kita." Abah Eman terlihat menganggukan kepalanya lagi sedangkan si terdakwa terlihat kebingungan dengan situasi saat ini. Sebenarnya apa salah dia sih, kenapa semua orang melihat nya seakan mau ngajak baku hantam. Bahkan saat dia belum siap pun satu bogeman sudah mendarat di sudut bibir serta pelipis nya yang mana membuat kepalanya sedikit berdenyut.
"Jadi kalau semuanya sudah setuju, berarti sekarang kita bisa menikahkan mereka berdua. Dari pada mengundang aib dan bala di kampung kita nanti."
Mata Tezha membulat seketika, menikah! Yang benar saja. Usia dia baru mau menginjak 19 tahun yang benar saja.
"Menikah? Why? Menikah dengan siapa?"
Semua orang yang ada di sana kembali riuh mendengar ucapan Tezha. Sedangkan Abah Emak serta Zae hanya terlihat pasrah mendengar ucapan sang tetua kampung.
Sedangkan bapak nya Ajeng terlihat menatap tajam pada pemuda bule itu. Membuat Tezha yang sekilas menatapnya langsung menurunkan pandangan nya.
Astaga tatapan nya sama dengan Papih , nyeremin!
"Kenapa? sodara masih tanya mengapa setelah apa yang sodara lakukan pada Neng Ajeng! Setelah sodara menodai anak gadis orang sodara masih mengelak dan tidak mau bertanggung jawab!"
Astaga jadi ini semua gara gara kesalahpahaman semata sampai sampai wajah limitide edition nya hancur tak berbentuk.
"Tap...."
"Tidak ada tapi tapian, sodara harus mempertanggung jawabkan semua nya berani berbuat harus berani bertanggung jawab."
Ya sallam
Bahkan Tezha baru hendak membuka mulut pak rt sudah menyalipnya tanpa aba aba. Tezha hanya menghela nafas nya kasar lalu menoleh pada keluarganya yang terlihat tidak bisa berbuat apa apa. sang Om malah terlihat menggeleng gelengkan kepalanya tak percaya.
'Aing yang mau ngelamar anak gadis orang, eh malah si bule kw yang nikah duluan, sialan anying!"
Zae hanya bisa mengumpati keponakan bule nya itu dalam hati. Dia juga tidak tahu bagaimana reaksi teteh pertamanya nanti kalau tau tau anak bujang nya sudah nikah tanpa sepengetahuan dia dan aa bule.
"Bagaimana pak Bandi, anda selaku orang tua serta wali dari neng Ajeng apakah anda menyetujui kalau mereka kita nikahkan saja walaupun hanya nikah agama agar menghindari fitnah aib dan dosa."
Bapak nya Ajeng terlihat bimbang, apa kah dia harus menikahkan putri semata wayang nya di usia muda. Tapi kalau putri nya tidak dia nikahkan pasti nanti putri nya itu menjadi bahan ghibah warga kampung ini. Bapak Ajeng tidak henti henti nya beristigfar dalam hati dan mulai memantapkan pilihan nya. Demi sang putri agar tidak menjadi bahan pergunjingan warga walaupun hati nya tidak ikhlas bahkan benar benar tidak ihklas kalau Ajeng putri semata wayang kesayangan nya harus dia nikahkan dengan pria bule yang dia kenal sebagai karyawan di perkebunan tempat nya mencari nafkah.
Bissmilah...
"Saya akan menikahkan putri saya dengan kamu, mau tidak mau kamu harus bertanggung jawab atas semua perbuatan bejad kamu terhadap putri saya."
Yassalamm....
💞
💞
💞
"SAHHHHHHHHH....!"
"Alhamdulilah hirobbillalamin...!"
Tezha hanya menunduk pasrah, sedangkan Zae Abah sudah ikhlas dengan semua ini kecuali Emak yang terus saja menangis melihat cucu kesayangan nya di nikahkan paksa oleh para warga dan pak rt. Emak yakin kalau cucu kesayangan nya itu tidak mungkin melakukan hal hal yang di larang agama pada salah satu gadis di kampung nya.
Tapi mau bagaimana lagi nasi sudah jadi bubur tinggal tambahin ayam kecap sama sambel jadi nikmati sajalah.
"Assalamualaikum...!"
Semua orang yang ada di sana langsung mengalihkan atensi mereka pada ketiga orang yang baru saja sampai di rumah pak rt.
"Waalaikumsallam...!"
Bapak Ajeng langsung bangkit dari duduk nya setelah mereka selesai membaca doa setelah ijab kobul.
"Ndok kamu tidak apa apa kan. Mana yang sakit bilang sama bapak. Apa yang dia lakuin sama kamu bilang sama bapak jangan takut."
Ajeng yang mendengar itu malah menubrukan tubuh nya kedalam pelukan sang bapak membuat semua orang di sana semakin geram terhadap Tezha dan semakin membuat mereka salah paham.
"Ayo Ndok bilang sama bapak, di apain kamu sama londo itu."
"Ajeng...A-Ajeng...di-dia...!"
"Iya ayo bilang sama bapak jangan takut bapak akan selalu ada disini buat jagain kamu Ndok."
"Dia...dia nyium jidat Ajeng paakkkk huuuuaaaaa!!!"
Astaga semua orang yang ada di sana melongo di buatnya. Jadi mereka cuma salah paham, mereka pikir Tezha sudah berbuat yang melewati batas melecehkan Ajeng pikir mereka. Karena saat tiba di rumah pak Bandi, Ajeng sedang nangis kejer seoalah olah dia telah mendapatkan hal hal yang tidak di inginkan. Di dukung dengan adanya Tezha yang tengah berlutut sembari memghapus air mata gadis itu.
"Laaahhh *ukur nyium tarang, sugan teh geus anu anu." ( Lahh cuma nyium jidat, kirain sudah anu anu)
"Kumaha atuh geus di kawin keun." ( gimana dong udah di nikahin)
"Ya nikmati aja lah, kumaha deui( gimana lagi*)."
Terdengar ucapan dari para warga yang ada di samping Ajeng membuat Ajeng menegakan kepalanya dan menghapus air mata serta air hidung nya pada kaos yang di pakai oleh sang Bapak.
"Siapa yang udah nikah."
Semua orang di sana hanya mematung tidak ada yang berani mengeluarkan sepatah kata pun saat ini. Ajeng menatap satu persatu orang orang di sana termasuk sang Bapak. Terlihat pak Bandi menghela nafas nya berat sangat sangat berat.
"*Ndok...."
"enjeh pak*"
"Kamu...Kamu yang sudah menikah, maafkan bapak yang terpaksa menikahkan kamu tanpa sepengetahuan kamu ndok. Kamu sudah bapak nikahkan dengan Tezha secara agama karena umur kalian yang masih terbilang sangat muda."
Bagai tersambar petir di siang bolong Ajeng membatu seketika. Menikah? satu kata itu yang membuat dia syok setengah mati. Menikah dengan Tezha? kok iso ( kok bisa)
"Kenapa pak, kenapa Ajeng bisa menikah sama dia."
Seluruh orang yang ada di sana hanya terdiam tidak ada yang berani menjawab. Ajeng mengedarkan pandangan nya pada semua wajah yang ada disana.
"Karena... Itu karena kami salah paham. Bapak dan warga kira kamu sudah di lecehkan oleh Tezha makanya mau tidak mau Bapak harus menikahkan kamu dengan dia hari ini."
BRUUKKKK....
Tubuh Ajeng seketika semaput mendengar ucapan bapak nya. Demi si Aleexxxxxxxx Ajeng nyesel sudah menangis kenceng cuma gara gara di cium di jidat oleh londo gendeng itu. Sekarang siapa yang harus di salahkan dia,Tezha,sang bapak atau para warga entahlah yang pasti Ajeng harus siap dengan status barunya begitu pula dengan Tezha yang sudah resmi jadi suaminya .
**BERSAMBUNGGG......
JANGAN LUPA LIKE VOTE AND KOMEN NYA YA...
GIMANA PART INI, SIAPKAN KOMENTAR KALIANNNNN...
SEE YOU NEXT PART
BABAYYYY...MUUUAAAACCCHHHHH.....😘😘😘😘😘😘**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
Ira Rachmad
wkwkkwkwkkwkw
2024-10-17
0
Erna Masliana
deuh drama maneh padahal mah bungah deuh
2024-07-06
1
Erna Masliana
Ajeng bisaan ngajebak s Bule na mah.. manfaatin adat kampung ✌️
2024-07-06
1