"Allahuakbar Zhaaa!!"
Zae merintih kesakitan saat kaki nya terjepit bodi motor
"Tuh kan di bilangin jangan goyang goyang, nyusruk pan akhir na."
"Tong sok loba omong bule kw, ageh hudang keun ieu motor na suku aing nyeuri kehed." ( jangan banyak bicara kamu bule kw, cepet bangunin ini motor nya kaki aku sakit bangsat.)
Tezha meringis mendengar umpatan kasar Om nya itu. Dia pun dengan cepat membangun kan si Monic yang terguling tak berdaya nyusruk di siring irigasi.
"Aa...!"
Suara lembut nan halus terdengar di telinga mereka berdua. Bukan nya terpesona Tezha malah menyentuh tengkuk nya ngeri, dia begidig mendengar suara lemah lembut itu
"Om...Ini tempat angker ya, kok Ezha denger suara yang aneh sih."
Zae pun sedikit merinding mendengar ucapan keponakan tengil nya itu. Apa jangan jangan penghuni siring irigasi ini minta wadal.
"Aa ....!"
Suara panggilan itu terdengar lagi
"Tuhkan kadenge deui ( kedengeran lagi)".
Zae segera mungkin mengengkol si monik dengan menggunakan tenaga dalam
"Aaa...".
Suara itu semakin mendekat mengarah pada mereka berdua
"Cepetan atuh Om, ini kenapa lagi motor butut gak idup idup." Tezha yang jengkel malah menendang bokong si Monik, dan aksi nya mendapat pelototan tajam dari Zae.
Pukk...
"Allahuakbar...!" kedua nya bertakbir saat ada satu tepukan di pundak Zae
Zae yang sudah berkeringat dingin pun tidak berani menoleh. Sedangkan Tezha yang melihat sebuah tangan di bahu sang Om pun memberanikan diri untuk menoleh kebelakang.
Wooww....Impresife
Tezha mengerejap ngerejapkan matanya saat melihat makhluk apa yang sedari tadi membuat mereka berpikir aneh aneh
"Om... Kok penghuni nya kayak gini sih , mirip sama Mimih tampilan nya."
Zae yang mendengar gumaman Tezha pun mengerutkan dahi nya lalu segera dia menoleh kebelakang
Degh...
"Puspa...". Suara Zae terdengar seperti bisikan, sedangkan makhluk yang di panggil Puspa oleh nya hanya tersenyum manis.
"Aa kenapa gak denger aku panggilin dari tadi. Ini kenapa baju Aa pada kotor semua sih."
Zae mengerejapkan mata nya berkali kali, kemudian dia menoleh pada Tezha yang melihat aneh pada nya seolah bertanya siapa?
"Kamu udah pulang?" Zae tidak menghiraukan ocehan panjang lebar nya malah memberikan pertanyaan pada Puspa
"Iya."
"Kapan?"
"Kemaren sore."
Ada binar bahagia di mata kedua nya saat manik coklat mereka beradu pandang
"Ehemm...!"
"Ah iya, Aa kenapa ini kok pada kotor gini bajunya, terus tangan nya lecet lecet.",
Puspa membolak balikan lengan Zae sedangkan sang pemilik hanya diam mematung
"Ti susruk ka siring." ( masuk ke siring)
"Ya Allah, ya udah ayok atuh kita obatin dulu ke puskesmas. Kebetulan Puspa juga mau kesana."
"Mau ngapain?"
Puspa yang hendak berjalan mendahului pun menoleh kembali
"Mau ngasih berkas berkas buat kerja di sana, sekarang Puspa tugas nya disini A. Soalnya magang nya udah selesai."
Gadis yang bernama Puspa itu tersenyum lembut pada Zae
"Jadi kamu udah gak jauh jauh lagi. Udah di sini terus."
Puspa menganggukan kepalanya sambil tersenyum
"YESSS!!!" Pekik Zae senang membuat Tezha yang ada di samping nya terlonjak kaget
"Ya udah ayok di obatin dulu luka nya biar nanti gak infeksi ."
Dengan senang hati Zae menuruti kemauan gadis itu. Sedangkan Tezha malah begidig geli melihat kelakuan sang Om yang seperti abg baru jatuh cinta
"Cantik ya Om."
Zae mendelik tak suka pada sang ponakan
"Itu jodoh Om jangan maen comot yak."
Tezha terkikik geli melihat raut galak Om nya itu, siapa juga yang bakalan suka sama wanita yang lebih cocok jadi tante nya itu.
***
"Udah selesai...!"
Puspa tersenyum kembali saat tugas mengobati luka luka di tubuh Zae.
"Sekarang giliran kamu."
Tezha mengambil alih kursi yang di duduki oleh Zae tadi
"Aa pada mau kemana sih kok bisa nyungsep di irigasi." Tezha sedikit meringis karena perih pada saat Puspa mengoleskan alkohol pada luka nya.
"Aa mau keperkebunan, nganter Tezha." Puspa mengangkat kepalanya dan menatap langsung pada pria muda yang tengah dia obati
"Ini siapa nya Aa?"
"Keponakan?"
"Anak nya Teh Deva atau Teh Qilla?"
"Teh Deva, kalo teh Qilla gak kesini."
Puspa menganggukan kepalanya kemudia memberikan perban di lutut Tezha
"Jangan kena air dulu ya biar luka nya cepet kering."
Tezha menganggukan kepalanya lalu bangkit dan duduk di dekat sang Om
Hening....
Tidak ada pembicaraan lagi diantara mereka bertiga terutama Puspa dan Zae
"Emm...Nanti malam Aa kerumah ya." Zae memecah keheningan diantara mereka
"Puspa tunggu, mamah sama bapak juga nanyain Aa. Katanya selama Puspa gak ada Aa gak pernah main kerumah."
"Arek naon kaditu gek mun nu di apelan na eweh mah." ( mau apa kesana juga kalau yang di apelin nya gak ada)
"Iya Aa jarang kesana, Insya Allah nanti malam Aa kerumah."
Puspa menganggukan kepalanya sembari masih sibuk menata peralatan medis yang dia gunakan tadi.
"Ya udah Aa pergi dulu ya, makasih udah ngobatin kita."
"Iya sama sama, hati hati bawa motor nya jangan sampe ti susruk deui."
Zae mengacungkan jempol nya sedangkan Tezha hanya mengangguk sebagai ucapan terimakasih pada Puspa
"TOLOOONGGG...TOOLLOOONGG...DOKTEEERRRR...BU BIDAAANNN TOLOOONGGG....!"
Terdengar teriakan dari arah luar puskesmas membuat Zae ,Tezha dan Puspa berhamburan keluar.
Terlihat sudah banyak orang saat mereka keluar dari ruangan pengobatan
"Aya naon mang." (ada apa mang)
"Itu Jang, anak nya mang Kodir yang tinggal di dayeuh ( Desa) Bojong Hayam di temuin warga gak sadarkan diri di area perkebunan."
"Semaput."
Orang itu menganggukan kepalanya
"Kurang darah paling mang makanya semaput Gek( juga)."
Belum sempat menjawab orang yang di panggil mang oleh Zae keburu meninggalkan nya
"Kenapa Dek." Zae bertanya pada Puspa yang kebetulan lewat sembari membawa beberapa alat alat medis
"Belum tau A, tapi badan nya pada lebam lebam. Puspa tugas dulu ya." Zae menganggukan kepalanya sembari tersenyum pada sang gadis manis itu.
"Hayuk Zha." Zae menarik baju belakang Tezha yang masih memperhatikan kerumunan warga di sana
🌴🌴🌴
"*Kayak nya habis di perkosa...!"
"Hus tong sok padu bae ngomong teh ( hus jangan suka sembarangan bicara tuh)
"Heh teu sembarangan, tingali atuh tadi bentuk na kumaha. Amburasud kituh jabage sararoeh bajuna."( heh bukan sembarangan, lihat dong tadi bentuk nya gimana. berantakan gituh juga sobek sobek bajunya)
"Heueuh sih, tadi abi gek ningali polisi loh datang ka ditu."(, iya sih, tadi aku juga lihat polisi loh datang kesana*)
Terdengar grasak grusuk warga tengah membicarakan gadis malang yang di temukan warga tadi.
"Ini neng Ajeng belanjaan nya."
"Ah iya teh makasih." Ajeng menerima satu kresek besar belanjaan dari Neneng dan bergegas meninggalkan warung yang tengah penuh dengar para pembeli itu
"Neng Ajeng hati hati ya, jangan suka keluyuran bahaya. Tuh lihat anak nya mang Kodir si Della , ih sararien aing mah."
Ajeng hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya pada sang ibu ibu yang niatnya menasehati tapi malah bergibah
"Koyok aneke apik wae."( kayak anak nya bagus aja)
Ajeng hanya bisa bergumam pelan dan berlalu menuju sepedanya
***
"Kayak nya kita harus nambah keamanan di perkebunan ini deh Om ." Zae yang sedang melihat catatan dari para mandor pun menoleh pada Tezha
"Kamu bener Zha, kita harus dan kudu nambah ke amanan di sini. Om gak mau perkebunan kita jadi hotel dadakan."
Tezha hanya mengerutkan dahinya mendengar ucapan sang paman
hotel dadakan? Naon sih!
"Geus ah hayuk urang ka mess heula, Om rek ngecek( udah ah ayok kita ke mess dulu, om mau ngecek) . Hayuk Zha malah bengong Jiga hayam katelo."
Zae pergi mendahuli Tezha yang masih loading pada istilah Hotel dadakan
"Eh ceunah si Jafar teh geus kaluar ti bui."( Eh katanya si Jafar udah keluar dari penjara)
"Heueuh abi gek ngadenge, maneuh na rek balik deui ka dayeuh urang." ( iya aku juga denger, dia mau balik lagi ke desa kita)
"Kumaha atuh, sararien aing mah."( gimana dong takut aku tuh)
"Geus lah engke urang omong keun ka pak Kades, amih bisa di musawarah keun ka warga."(Udah lah nanti kita bicarakan ke pak Kades, biar bisa di musawarah kan ke warga)
Tezha dan Zae yang baru melintas pun bisa mendengar jelas apa yang tengah di bicarakan oleh kedua orang itu
"Jafar saha Om?" ( Siapa om)
"Jafar...!" Zae terlihat termenung mendengar nama itu
***HOLLA EPRIBADEH KETEMU LAGI AMA NENG OTHOR
MON MAAP YA BARU NGE UP, DI DUNIA NYATA NENG MASIH RIWEH😭😭😭😭
TAPI DOAIN AJA YA NENG BISA NGEUP WALAUPUN GAK TIAP HARI, EEEMMM MINIMAL DUA HARI SEKALI😁😁😁😁
TONG HILAP VOTE,LIKE DAN KOMEN NYA YAAAAA
HATUR NUHUN SADAYANA...
MATUR NUWUN SANGET....
MINALAIZDHIN WALLFAIZDHIN***.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
Alexandra Juliana
Maaf Thor kata DAYEUH mah utk kota, harusnya lembur ( kampung )
2023-09-09
4
Dede Exis
thor cerita aqila ny mana dah?
kok d umpetin??
aq belum baca thor,kasihanilah diriku in wahai neng othor yg gelis😭
2022-06-16
0
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Thor gimana ceritanya aqillla,Bastian,dan Jack🤔🤔🤔🤔🤔🤔
2021-11-08
1