Ajeng terlihat masih menjemur baju yang baru di cuci nya tepat berada di samping rumah. Dengan bersenandung sendiri Ajeng begitu fokus pada kegiatan nya.
"Aku rak mundur mas teko hati mu...
masio sandaya rak ngerestui ku..."
Dan tanpa di sadari oleh Ajeng ada seseorang yang sedari tadi memperhatikan tingkah laku nya. Terlihat orang itu sengaja mengintip di balik pohon pisang yang ada di dekat rumah Ajeng.
Ajeng yang merasa ada seseorang yang terus memperhatikan nya pun menoleh ke kanan ke kiri.
tidak ada siapapun
Tapi kenapa dia merasa ada orang yang tengah mengawasi nya. Tanpa memusingkan semua itu Ajeng pun melanjutkan untuk segera menjemur bajunya.
Sedangkan di jalan kampung, terlihat seorang pria bule tengah berlari kecil. Dia menggunakan kaos putih polos serta celana olah raga hitam. Kaos putih nya sudah basah oleh keringat namun dia terus saja berlari tanpa menghiraukan apa pun karena satu buah headphone menyumbat pendengaran nya.
Namun saat matanya melihat seorang gadis yang tengah menjemur pakaian di samping rumah nya, dia pun menghentikan lari nya sejenak.
"Hallo Ayy."
Gadis yang sedang menundukan kepalanya itu pun segera mendongak mencari asal suara.
Setelah kedua netra coklat nya bertubrukan langsung dengan netra beda warna itu akhirnya dia tahu siapa yang berbicara tadi, berarti telinga nya tidak salah dengar.
"Mau ngapain."
Tanpa memperdulikan nya gadis itu terus melanjutkan pekerjaan nya yang sempat tertunda.
"Numpang lewat aja." Ajeng mengerenyitkan dahinya mendengar jawaban laki laki bule yang tengah tersenyum watados padanya.
"Kalo mau lewat ya tinggal lewat aja, ngapain pake nyapa nyapa segala."
Senyuman di wajah nya luntur seketika melihat wajah cuek dan jutek gadis yang ada di hadapan nya ini.
"Jangan galak galak atuh, nanti kalau suka bahaya loh." Ajeng membelalakan matanya mendengar itu. Astaga yang bener aja suka sama dia. Ok Ajeng akui memang tuh bule gendeng ganteng nya kelewatan, tapi sumpah menyebelin nya nauzdubilahhimindalik bikin Ajeng naik darah kalau ketemu apa lagi kalau sudah adu bacot.
Tanpa memperdulikan ucapan bule itu Ajeng pun mengangkat ember yang sudah kosong itu dan menghindar dari bule yang di anggap gendeng oleh nya. Namun si bule masih tetap setia berdiri di luar pagar bunga milik Ajeng.
"Ngapain masih di situ, pulang sana." Bukan nya pergi si bule tengil malah tersenyum manis lalu melangkahkan kaki nya masuk ke halaman rumah Ajeng yang mana membuat Ajeng gelagapan. mau ngapain tuh londo maen masuk ke area rumah nya. Bapak sedang di perkebunan lagi, karena sang Bapak juga menjadi keamanan di sana bukan hanya buruh perkebunan.
"Gak mau nawarin minum dulu gituh, aku haus nih." Sembari memegangi lehernya seolah olah memang benar benar ke hausan. Jakun nya naik turun menambah kesan kalau pria bule itu benar benar sedang ke hausan.
Ajeng yang masih punya hati pun mau tidak mau rela tidak rela, dia mengambil kan satu teko air dingin untuk tamu yang tidak di inginkan nya itu.
"Nih minum yang banyak, jangan sampai nanti kamu malah pingsan di sini." Ajeng meletakan teko berisi air serta gelas diatas meja di depan rumahnya.
Dengan senyum merekah Si bule tengil menuangkan air bening itu kedalam gelas dan meneguknya sembari berjongkok. Ajeng yang melihat pemandangan itu pun sedikit tertegun ternyata biarpun dia bule tapi dia sangat tahu sopan santun dan beradab dalam minum.
Ajeng jadi penasaran siapa sebenarnya pria bule ini , kenapa dia tiba tiba ada di kampung ini padahal setau Ajeng tidak ada orang bule di sini sebelum nya, kecuali.... Ingatan Ajeng berputar kewaktu belakang saat dia bertemu ibu ibu yang baru dia lihat di kampung nya. Ibu itu mengaku bahwa dia baru pulang kekampung ini setelah lama dia tidak pulang setelah tinggal di negara Kanada.
"Ayy...!"
Ajeng tersentak dari lamunan nya saat ada seseorang menepuk bahunya.
"Terimakasih minum nya."
"Sama sama."
"Seger...Apa lagi kalo di tambah sirup sama Es dan yang ngasih nya sambil senyum pasti tambah seger."
"Gak usah ngelunjak Al" Raut wajah Ajeng kembali masam membuat Tezha tertawa di buatnya. Seru juga ya membuat Ajeng kesal, dia belum menyadari panggilan Ajeng untuk nya.
"*Ayy..!"
"Dalem*."
Ajeng menutup mulut nya saat dia tidak sengaja berbicara halus pada bule tengil itu. Apa nya yang salah? sebenarnya gak ada yang salah sih cuma situasi nya saja yang salah. Tanpa di sadari Ajeng, Tezha yang sudah hampir di depan halaman kembali membalikan tubuhnya dan segera mengikis jarak padanya.
Ajeng yang masih termenung sendiri pun belum menyadari kalau Tezha sudah berada tepat di hadapan nya. Tinggi tubuh mereka pun benar benar jauh berbeda. Tinggi Ajeng hanya berada di bawah leher Tezha.
Ajeng tersentak saat tiba tiba ada hawa panas menerpa wajahnya nya. Mata nya melotot saat melihat wajah si bule tengil hanya berjarak beberapa centi meter dari wajahnya.
Seakan terhipnotis Ajeng tidak bisa menggerakan tubuhnya, seharusnya dia bisa menampar atau bahkan sekedar mendorong tubuh tegap itu menjauh darinya. Tapi apa sekarang bahkan tubuhnya sendiri tidak bisa di ajak kerja sama saat ini.
"Kenapa melamun hm...!" Detak jantung Ajeng semakin menggila saat merasakan sentuhan lembut di pipinya kemudian tangan itu menyelipkan anak rambut di belakang telinganya.
Sedangkan si pelaku malah tersenyum melihat wajah malu malu dog yang tengah menghiasi wajah gadis itu. Dan tanpa aba aba si bule tengil malah mendaratkan sebuah kecupan singkat di dahi Ajeng yang berkeringat membuat gadis itu semakin tersentak bagai tersengat listrik beribu ribu volt. Tubuh nya semakin membeku, namun matanya langsung mengarah tajam pada sang pelaku yang terlihat santai tanpa dosa.
astagfirouloh sempurane( maafin) Ajeng pak
"Masuk." Tezha mendorong pelan tubuh Ajeng yang membeku karena ulah nya itu sampai masuk kedalam rumah.
Setelah Ajeng masuk kedalam rumah senyum yang sedari tadi menghiasi wajahnya tiba tiba luntur, berganti dengan tatapan tajam yang menusuk terarah pada seseorang yang masih setia bersembunyi. Tezha tahu bahwa sedari tadi ada yang mengawasi gadis itu secara sembunyi sembunyi makanya Tezha dengan sengaja berhenti di sana. Saat Tezha hendak menghampiri orang yang sedari tadi mengawasi Ajeng itu, tiba tiba orang itu bergerak dari tempat persembunyian nya dan berlari kencang menghindari Tezha.
Saat Tezha hendak berlari mengejarnya langkah nya terhenti saat dia mendengar teriakan Ajeng dari dalam rumah. Tanpa pikir panjang dia pun bergegas masuk kedalam rumah.
Saat Tezha membuka pintu terlihat Ajeng tengah terduduk di dekat kursi sembari menangis
"Ayy...!"
Panggilan itu membuat Ajeng segera melayangkan tatapan nya sembari terus mengeluarkan air mata serta air hidung nya
"Kamu.... Kamu udah cium aku huuuuaaaaaa bapakkkkk...!!"
BERSAMBUNG....
TONG HILAP VOTE LIKE SARENG KOMEN NYA YA PEMIRSAAAAA....
HATUR NUHUN
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
SIAPA TU YG NGINTAI SI AJENG??? CURIGA SI JAFAR NARAPIDANA PENJAHAT KELAMIN..
2023-01-31
2
Is Wanthi
Nalo Nalo anak orang nangis kejet,😄😄😄😄
2022-06-08
0
Is Wanthi
othor jahat masa malu malu dog,🙂🙂
2022-06-08
0