"Kemana dia?" Tezha celingak celinguk seperti orang hilang
Tidak lama orang yang dia cari tiba tiba muncul dari arah semak semak sembari terlihat tersenyum senang
"Pulang naon ti rungkun."(habis apa dari semak semak)
Tezha dengan cepat mengengkol motor antik itu lalu segera menyusul gadis yang sedari tadi dia ikuti
"Aahh lumayan, ga'e jangan engko sore."( buat sayur nanti sore)
Dengan riang Ajeng membuka sedikit rantang kosong yang dia bawa tadi, entah apa isi di dalam nya saat ini.
"Di oseng koyok'e enak, opo tak bakwan ae yo." Ajeng terus saja bermonolog sendiri hingga tidak sadar dia sudah berjalan melewati gerbang perkebunan
Ajeng terus berjalan sendiri menyusuri jalan raya yang lumayan sepi. Biasanya banyak kendaraan lewat kalau menjelang sore begini, tapi hari ini kenapa sepi sekali. Kalau ada kan lumayan buat nebeng muueehhheee...
"Motor butut sialan make modar deui!"
Tezha terus menggerutu pada motor yang tengah di tendangi nya itu. Bukan nya motor yang kesakitan tapi justru kaki nya yang sedikit ngilu.
Tezha mengalihkan pandangan nya kesembarang arah berharap ada yang menolong nya saat ini. Tapi sayang nihil, ponsel nya pun tidak dia bawa di rumah. Benar benar situasi ini membuat dia sadar kalau dia membutuhkan calon adik iparnya di sini untuk mengoprasi si antik bahenol monika motor antik yang hanya milik Zaenudin.
"Sitiuasi begini kenapa jadi kangen Regan. Astaga aku sudah gila, Mih Ezha udah gila kangen sama Regan. Bisa bisa di Tarok centong ku si Tata." Tezha malah terkekeh geli membayangkan wajah adik kembar nya itu.
"Nyusahin!!" Tezha menendang agi dan kemudian mengengkol nya.
Bruumm....
Si Monik menyala
"Nah gituh dong, kan cantik." Dengan hati riang gembira Tezha mengendarai monika menuju keluar gerbang
***
Ajeng mempercepat langkah nya saat dia melihat ada sebuah motor asing terus saja mengikuti nya.
"Ya Gusti lindungilah hambamu ini." Ajeng terus saja berdoa pada Tuhan agar selalu di lindungi nya
"Mau kemana Neng geulis yuk jeung Akang wae, urang dangdutan."
Langkah Ajeng terhenti saat motor itu menghalangi tepat di depannya
"Minggir!!!"
"Haduh Tong galak galak atuh neng, bikin akang takut aja."
Ajeng mulai jengah mendengar ocehan laki laki yang tengah menghambat perjalan nya ini. Apa lagi sok sok an masang muka sok ganteng dengan mengedip ngedip kan mata nya mirip orang cacing kremi an
Dengan kasar Ajeng menendang betis tepat di lutut nya laki laki itu hingga membuat nya menjerit kesakitan
Dukkk...
"Aaarrrggg...Anying tu'ur aing!" ( Anj*ng lutut ku)
Dengan kelabakan dia turun dari motor sampai lupa menyetandarkan nya hingga bodi motor itu menimpa kaki nya juga
"Aaaarrrggg....Anying, bebel, kehed,setan ,babi...!"
masih banyak lagi umpatan kasar yang keluar dari mulut laki laki itu
"Jongor, rasak no kowe! "
Dengan langkah cepat Ajeng pergi dari tempat itu. Dia juga masih mendengar umpatan yang di layangkan padanya oleh pria kremian yang tadi sok sok an menggodanya
"Wong sinting!"
Ajeng terus saja menggerutu kesal sembari mempercepat langkah nya
***
Tiiinnn....
"Opo neh sih"
Ajeng memutar kepalanya kebelakang saat terdengar suara klakson memekakan telinganya
Terlihat seorang pemuda tengah membuntutinya dengan santai
"Arep ngopo kui londo."
Tidak peduli Ajeng masih tetap mempercepat laju langkah nya
Karena merasa di abaikan pemyda itu pun menancap gas nya agar cepat menyusul gadis yang tengah Dia kuntit.
"Heiii!!!"
Ajeng tidak memperdulikan seruan itu, jantung nya dag dig dug, badan nya gemetaran saat pemuda itu mulai mengikis jarak dengan nya.
"Ya Allah gusti, tulung hambamu. Sempuro ne duso ku." ( Ya Allah gusti tolong hambamu. Ampuni dosa ku)
Ajeng terus saja bergumam sendiri, karena merasa takut Ajeng bahkan berlari kecil untuk menghindar
"Hei kenapa lari."
Langkah Ajeng terhenti saat sebuah sepeda motor antik menghalangi jalan nya
"Astagfirouloh...!" Ajeng memegangi dadanya karena kaget
"Kenapa lari hm."
"Iki wong sek takon wae, wes ngerti aku wedi karo de'e." ( ini orang masih nanya aja, udah tau aku takut dia)
"Kamu ngomong apa sih."
Ajeng menghela nafas nya perlahan mencoba menetralkan detak jantung nya yang berpacu cepat
"Maaf ya Mr bisa Anda minggir, Anda menghalangi jalan saya."
Pemuda itu menaikan sebelah alis nya sembari menyodorkan tangan nya pada Ajeng
Tampan
Satu kata yang ada di benak nya Ajeng namun dia segera menepis nya
"Tezha."
Kini giliran Ajeng yang mengerutkan dahinya heran
"Londo sinting."
Ajeng mengacuhkan uluran tangan nya Dia mengambil inusiatif melewati semak semak agar bisa menghindar dari hadangan Tezha.
"Eeehhh tunggu." Tezha turun dari motornya dan segera mencekal lengan Ajeng
"Apa sih."
"Kita pernah bertemu kan sebelum nya, emm... sekali, bukan bukan dua kali yakan. Pertama di sekolah, kedua di perkebunan waktu itu saat kau hendak buru diri. Dan ketiga hari ini ."
Ajeng menatap aneh pada pemuda bule yang tengah berceloteh panjang itu
"Lambemu loh, sopo sing arep bunuh diri."
Tezha mengerutkan dahi nya karena tidak mengerti apa yang di ucapkan oleh gadis di hadapan nya
"Aku tidak mengerti apa yang kau ucapkan. Bicaralah dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar."
Ajeng menghempaskan kasar tangan Tezha yang sedari tadi mencekalnya
"Yo sak karep ku lah, lambe lambe ku dudu lambe mu. Arep gae bahasa Indo kek ,inggris ,spanyol ,jepang, korea opo bahasa planet neptunus juga yo terserah ku. Opo urusan ne karo kowe!" ( Ya terserah aku lah, mulut mulutku bukan mulut mu. Mau pake bahasa indo kek, inggris, spanyol, jepang, korea apa bahasa planet neptunus juga ta terserahku. Apa urusan nya sama kamu)
Tezha malah makin menganga mendengar ocehan gadis ini. Bahasa apa lah yang dia bicarakan itu sama sekali tidak ada di dalam kamus otak nya.
"nyak geus terserah maneuh weh, aing gek lier ngadenge na. Nu penting ayena saha ngaran maneuh tong loba omong deui." ( ya sudah terserah kamu aja, Aku juga pusing mendengarnya. Yang penting sekarang siapa nama kamu jangan banyak bicara lagi)
Mata Ajeng membeliak saat mendengar dan melihat bule yang ada di hadapan nya ini bisa berbahasa sunda fasih walaupun terdengar kasar. Dia saja tidak bisa bisa berbahasa sunda walaupun sering bergaul dengan orang sunda. Lah ini bule jadi jadian kenapa dia sangat fasih berbahasa sunda Woooww impresif.
"Ehemm... Ajeng." Ajeng mengulurkan tangan nya, tidak salahkan dia menyebutkan namanya.
Si bule tengil itu malah menaikan sebelah alis nya tanpa membalas jabatan tangan Ajeng.
"Rasakan" batin Tezha
Dengan perasaan dongkol Ajeng menarik lagi uluran tangan nya
"Dasar londo sinting."
Ajeng terus menggerutu kesal sembari meninggalkan Tezha yang terus saja memanggil nya agar kembali
"HEIIII AKU SUDAH TAU NAMAMU, JADI JANGAN LUPA NAMA KU YAAAA RADEN AJENG AYUNDA MAHESWARIDININGRAT."
Degh...
Ajeng menghentikan langkahnya saat mendengar bule itu menyebutkan nama lengkap ny
"Dari mana dia tau nama lengkapku"
Ajeng memutar tubuh nya kembali, terlihat Tezha tengah tersenyum jahil sembari mengerlingkan matanya.
"Aku sudah tau namamu........ Ayy."
Ajeng membulatkan matanya mendengar ucapan Tezha
"Bener bener londo sinting."
***AHAIII UDAH AYY ,AYY AN GITUH SIH BWAAANGG BIKIN BUAPEERR ANAK GADIS ORANG AJA
JANGAN LUPA VOTW,LIKE DAN KOMEN NYA YANG SERU YA DI CHAPTER INI MAKASIH
HATUR NUHUN SADAYANA....
SALAM KANGEN DARI NENG OTHOR
SAMPAI JUMPA DI PART SELANJUTNYA
BABAAAYYYYY***......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
𝐝𝐞𝐰𝐢
𝐬𝐞𝐩𝐮𝐫𝐨𝐧𝐞 𝐭𝐡𝐨𝐫 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐦𝐩𝐮𝐫𝐨𝐧𝐞
𝐚𝐪 𝐰𝐨𝐧𝐠 𝐣𝐨𝐰𝐨 𝐥𝐨 𝐭𝐡𝐨𝐫 😁😁😁
2024-07-23
2
Ani Mak NitaAdelia
untung neng author baik hati,,tidak sombong dan rajin up,,sellu menyematkan arti dari kata kata mutiara nya🥰jadi ISO ngerti 😂
2024-06-22
0
Eka Chusnul Msi
bukan sempuro, tapi sepuro
2022-06-12
1