Begitu Leo menerima kabar dari Roy kalau Shena berlari keluar rumah dan menuju ke jalan yang salah, ia langsung bergegas memanggil anak buahnya untuk membawakan helikopter sesegera mungkin agar mudah mencari Shena. Tak butuh waktu lama bagi Leo untuk menunggu kedatangan helikopter pribadinya sendiri.
Saat helikopter yang diminta Leo itu tiba, ia langsung masuk ke dalam dan memerintahkan anak buahnya mencari Shena. Dari petunjuk yang diarahkan Roy, Leo menyimpulkan bahwa Shena berlari kearah perkebunan cengkeh yang sangat luas sekali. Sangat susah keluar dari hamparan perkebunan tersebut jika tidak tahu arah yang benar. Kemungkinan besar, Shena juga tidak bisa keluar dari tempat itu.
Dan benar saja dugaan Leo. Shena memang tersesat dihamparan pekebunan cengkeh yang diperkirakan Leo. Gadis itu tidak tahu kemana lagi harus melangkah karena semua sisi disekitarnya terlihat sama. Ditambah lagi, Shena mengalami kesialan yang tak terduga. Beberapa preman yang tak sengaja ia temui sedang berniat jahat padanya.
Hampir 30 menit berlalu saat Leo terbang mengudara bersama beberapa anak buahnya untuk mencari keberadaan Shena dari atas. Dan dari kejauhan, Leo melihat ada beberapa orang sedang berkerumun di bawah sana. Leo hanya tersenyum menatap tajam semua orang yang ia lihat dibawah sana karena ternyata, orang yang ia cari juga berada dalam kerumunan itu.
“Tuan muda, sepertinya itu adalah nyonya Shena,” ujar pilot yang duduk disebelah Leo.
“Kau benar, sepertinya istriku itu sedang dalam masalah dan aku datang tepat waktu untuk menyelamatkannya. Kau tahu, aku sungguh ingin melakukan ini sejak dulu. Turun dari helikopter dengan gaya kerenku.” Leo tersenyum simpul mengingat kenangan saat ia menyelamatkan Shena diperkebunan teh setahun yang lalu.
Sayangnya, dulu Leo tidak bsia turun dari atas helikopter karena anak buahnya tidak membawa tangga tali. Namun, kali ini berbeda. Semua persiapan sudah Leo siapkan karena ia tahu kalau kejadian setahun yang lalu akan terulang lagi disini. Dan kini, impiannya itu sudah menjadi kenyataan.
Suara keras Shena saat memanggil namanya membuat Leo jadi semakin bersemangat ingin segera turun dari helikopter untuk memeluk istri tercintanya yang melarikan diri darinya. Bukan karena patah hati atau hubungan tak direstui seperti yang terjadi setahun lalu saat ayahnya memisahkan keduanya, tapi kali ini Shena kabur karena salah paham padanya.
Sungguh takdir yang benar-benar luar biasa unik. Bisa mengulang kajadian sama seperti ditahun sebelumnya, merupakan hal yang langka. Bahkan Leo tidak keberatan jika tiap tahun ia dan Shena terus mengulang momen romantis yang tidak akan pernah terlupakan itu.
“Turunkan tangganya, istriku sudah memanggilku!” perintah Leo dengan penuh semangat.
“Baik, Tuan muda. Apa kami juga harus turun? Tapi sangat sulit mencari area terbuka ditempat ini.”
“Tidak usah, aku ingin mengenang masa-masa indah bersama istriku tanpa harus diganggu oleh siapapun. Setelah kubereskan para kecoak itu, aku akan memanggil kalian kembali. Pergilah cari tempat untuk mendaratkan helikopter ini.”
“Baik, Tuan. Berhati-hatilah, sepertinya orang-orang itu berbahaya. Saya akan panggil polisi secepatnya.” Salah satu anak buah Leo membuka pintu helikopter dan menurunkan tangga tali tepat diatas Shena berdiri setelah mendapat persetujuan dari Leo.
Leopun ikut keluar dengan menuruni tangga tersebut sambil berteriak, “Aku datang, Sayang. Apakah kau merindukanku?” Leo menatap wajah istrinya yang berubah senang saat melihat kedatangannya.
Sedangkan semua orang yang ada disitu terperangah melihat tingkah orang yang tidak mereka kenal dengan gaya sok kerennya. Mulut mereka bahkan tak bisa menutup lagi begitu laki-laki tersebut turun dan mendarat sempurna tepat di depan wanita yang hendak mereka bawa pergi dengan paksa.
“Apa ... orang itu beneran suaminya?” gumam preman yang tadi hendak mendekati Shena. matanya masih menatap tajam gerak-gerik Leo penuh waspada.
Leo melompat turun dan langsung berdiri tepat di depan Shena yang sudah mulai berkaca-kaca saking senangnya melihat Leo, kini benar-benar ada dihadapannya. Sedangkan helikopter yang menurunkan Leo sudah pergi entah kemana.
“Leo, suamiku!” Shena langsung memeluk erat tubuh Leo. Meski ini sulit dipercaya, tapi orang yang ada dihadapannya ini nyata.
Tidak salah lagi, orang yang dipeluknya ini adalah Leo. Tangan Shena melingkar erat dipinggang suaminya untuk mencurahkan betapa bahagianya Shena saat ini. Sebab, memeluk Leo adalah hal yang sangat ingin Shena lakukan sejak tadi. Leopun membalas pelukan Shena sambil mengusap lembut kepala istrinya.
“Kau belum jawab pertanyaanku, Sayang. Apa kau merindukanku?” tanya Leo dengan suara menggoda. Wajahnya berseri-seri karena mereka berdua mengulang kembali kejadian sama seperti saat keduanya berada diperkebunan teh tahun lalu.
“Iya, aku merindukanmu, Leo. Sangat sangat sangat merindukanmu. Aku takut aku tidak bisa bertemu lagi denganmu, tapi sekarang aku bahagia. Aku sangat bahagia kerena ternyata masih bisa bertemu dengan suamiku lagi.” Shena melepaskan pelukannya dan menatap wajah suaminya yang memang amat sangat dirindukannya meski baru beberapa jam saja mereka tidak bertemu. Air mata Shena juga sudah tidak bisa terbendung lagi. “Maafkan aku, Leo. Aku sudah berbuat bodoh dengan melarikan diri darimu, aku sungguh menyesal. Tidak seharusnya aku berbuat seperti ini. Aku ....”
Sebuah ciuman manis mendarat dibibir Shena dengan mesra. Leo mengisap-isap lembut bibir ranum tersebut tepat dihadapan semua preman yang menyaksikan betapa gilanya mereka berdua karena telah berani berciuman di depan mereka tanpa rasa malu atau takut sedikitpun. Sedangkan anak remaja yang babak belur tadi hanya bisa menutup muka karena adegan itu belum saatnya ia lihat. Walaupun sebenarnya ia juga penasaran, tapi apa mau dikata, ia tetap tidak boleh melihatnya.
Leo mengusap sisa bulir air mata Shena dan menciumi kedua pipi istrinya secara bergantian sehingga para preman itu semakin panas melihat betapa mesranya Leo pada Shena.
“Huh, astaga ... baru kali ini aku melihat ada orang tak tahu malu seperti kalian berdua!” sindir salah satu preman yang posisinya paling dekat dengan keberadaan Leo dan Shena saat keduanya sedang bercumbu mesra.
Sayangnya, pasangan sejoli itu sama sekali tak menggubris sindirian preman itu dan malah terus sibuk dengan aktivitas romantisme mereka. Setelah puas menciumi wajah istrinya, Leo menatap tajam manik mata Shena sambil menghela napas panjang menahan amarah yang sejak tadi sudah ia pendam.
“Apa kau baik-baik saja, Sayang?” tanya Leo mengamati wajah cantik istrinya dan seluruh bagian tubuh Shena. Leo ingin memastikan apakah tubuh Shena ada yang terluka atau tidak.
“Ehm, kau datang disaat yang tepat. Aku dan Leo junior kita baik-baik saja. Aku sudah tidak takut lagi sekarang, karena sudah ada kau disini.” Shena merebahkan kepalanya di dada Leo. Dan suaminya itu kembali mengusap lembut rambutnya.
“Hei kalian berdua! Sampai kapan kalian mau peluk-pelukan, ha? Bikin mataku sakit saja!” bentak preman yang tadi hendak mendekati Shena.
“Aku paling tidak suka kalau ada yang mengganggu keromantisan kita, Sayang. Kau tidak keberatan kalau aku sedikit buat keributan disini?” tanya Leo meminta pendapat Shena sambil mengelus lembut perut istrinya.
Shena yang matanya berbinar-binar karena rindunya sudah terobati, menatap wajah suaminya lekat-lekat. “Habisi mereka semua, Sayang. Aku sama sekali tidak keberatan.”
Leo memegang kedua pipi istrinya sambil tersenyum simpul. Keduanya saling menatap mesra satu sama lain dengan hati dan pikiran masing-masing.
BERSAMBUNG
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 323 Episodes
Comments
Sabrina Azzahra
GK lihat sikon
2023-12-06
0
Silla
sempet2nya Leon mikir drama stahun yg lalu dn maunya tiap tau ada momen kek gitu🤦🏻♀️ bener2 somplak yg hakiki😂😂😂
2022-07-21
1
Ria Ana
aduhhhh jiwa ku meronta2😅😅
2022-04-19
0