Wanita muda yang ditodong senjata oleh Leo langsung terlihat panik. Ia sama sekali tidak menyangka, ada yang berani menodongkan senjata padanya. Padahal, wanita tersebut adalah putri tunggal salah satu firma hukum yang bekerja dikejaksaan agung di wilayah ini. Selama ini, tidak ada yang berani macam-macam dengannya apalagi sampai berani menggampar mukanya seperti yang dilakukan Shena. Tak bisa digambarkan betapa marahnya wanita itu.
“Istrimu sudah bersikap kurang ajar padaku. Apa kau tahu siapa aku? Kau akan menyesal jika sampai ayahku tahu apa yang sudah kalian berdua lakukan padaku,” ancam wanita itu.
Tanpa wanita itu tahu, Leo sama sekali tak mudah diancam oleh siapapun dan ia juga tak takut dengan segala macam bentuk ancaman. Suami Shena itu hanya tersenyum sinis dan terus menodongkan senjatanya tepat di depan wajah wanita itu. Ia mengeluarkan ponsel dari sakunya dan menelepon seseorang.
“Halo, Mr. Gandi, ini aku Leo. Aku ingin membatalkan hubungan kerjasama kita yang sudah kita rencanakan sebelumnya, kau tidak akan mendapat saham sepersenpun dari perusahaan kami. Kompensasi untuk pembatalan kontrak, akan aku kirim secepatnya. Tapi sebagai gantinya, aku ingin menuntut putrimu atas perlakuan tidak menyenangkan yang ia lakukan terhadap istriku, Shena. Pengacaraku akan mengurus semuanya, kita akan bertemu lagi dipengadilan secepatnya. Bye.” Leo menutup sambungannya dan menatap tajam mata wanita yang berdiri menganga didepannya.
Bagaimana wanita itu tidak terkejut, pria yang baru saja ditelepon Leo adalah ayahnya sendiri, Ma Gandi. “Apa yang kau lakukan?” teriak wanita itu semakin emosi, tapi ia tetap tidak bisa bergerak karena Leo masih terus menodongnya dengan senjata.
“Memberitahumu, apa yang aku tahu, tapi kau tidak tahu! Sampai ketemu dipengadilan dan akan kupastikan ayahmu sendiri yang akan menjadi hakimnya dalam kasus ini!” Leo memasukkan kembali pistolnya dan merangkul bahu Shena. “Kau baik-baik saja, Sayang?” tanya Leo sambil merapikan rambut Shena yang sedikit berantakan.
“Ehm, aku baik-baik saja, tapi tanganku jadi kotor kena make up wanita tadi.” Shena bergelut manja dibahu Leo sambil melirik wanita yang tadi digamparnya dengan senyuman liciknya.
Rasakan! Itu balasan dariku karena tadi sudah berani memaki-maki seorang kakek di hotel milik sumiku! Batin Shena senang.
“Baiklah, kita ke salon dulu untuk mencuci tanganmu yang kotor itu.”
“Oke, Sayang. tanganku lengket sekali!” Shena sengaja mengibas-ngibaskan tangannya agar wanita tersebut semakin panas hatinya. Merekapun pergi begitu saja meninggalkan hotel dengan menggunakan mobil ferrari Leo yang sudah diminta Leo kemarin.
“Awas kalian berduaaaaa!” teriak wanita itu sambil mencak-mencak dilantai. “Kenapa kau hanya diam saja?” ia pun beralih menyemprot kekasihnya yang sejak tadi hanya mengamati aksi Leo.
Pria bule yang berdiri di samping wanita itu terkesima melihat betapa kerennya Leo saat ini. Ia tak hanya anak sultan si tuan muda tajir melintir. Leo juga cerdas dan menakutkan, tapi yang lebih kerennya lagi, si sultan itu sangat mencintai dan melindungi wanitanya. Sungguh baru kali ini ia bertemu dengan orang seperti Leo. Walaupun ia kaya raya, cowok itu tetap bersahaja pada sesama tanpa membeda-bedakan kasta. Buktinya suami Shena rela memutus kerjasama yang pasti akan merugikan perusahaannya hanya demi membela kakek yang dimaki kekasihnya tadi. Benar-benar si tuan muda Leo luar biasa keren.
Sedangkan kekasihnya, masih saja berteriak histeris karena kesal. Ini pertama kalinya ia diperlakukan kasar oleh orang biasa seperti Shena. Ia jadi semakin kesal lagi karena kekasihnya hanya diam dan melihat saja tanpa berbuat apa-apa.
“Kamu denger aku, nggak sih?” bentak wanita tadi.
“Denger, dan aku mau kasih tahu satu hal sama kamu, kita ... P U T U S! Pu-tus, oke!” tandas si pria itu dan berlalu pergi meninggalkan kekasihnya yang kini sudah menjadi mantan.
“Apa? Nggak bisa! Kamu nggak bisa mutusin aku. Ayah kamu nggak akan setuju! Hey! Berhenti! Kau akan menyesal karena sudah memutuskanku!” teriak wanita itu, tapi sama sekali tidak digubris oleh si pria yang namanya masih misterius.
Tak lama kemudian, ponsel si wanita yang patah hati itupun berbunyi dan ternyata dari ayahnya sendiri. Sepertinya, ayahnya terlalu shock setelah mendapat panggilan dari Leo. Ia langsung memarahi putrinya habis-habisan dan meminta anaknya segera pulang agar mendapat hukuman.
“Cepat pulang! Kalau tidak, akan aku coret kau dari daftar warisanku!” ancam pria yang berprofesi sebagai hakim sekaligus rekan bisnis Leo.
“Baik, Ayah.” Wanita itu buru-buru menutup sambungannya dan segera berlari keluar untuk pulang kerumahnya. “Sial! Awas saja! Akan aku balas kalian berdua nanti! Haaaaaahhh!” teriak wanita itu saat sudah berada di dalam mobil seperti orang yang sedang kesurupan.
***
Leo dan Shena, kini ada disebuah kafe dan sedang menikmati minuman serta sarapan yang mereka pesan. Hari ini sepertinya Shena sedang tidak berselera makan. Ia hanya memainkan makanannya sambil terus saja melamun. Sejak tadi Leo memerhatikan istrinya dan jadi penasaran, ada apa dengan Shena?
“Apa yang sedang kau pikirkan, Sayang? Kenapa makananmu tidak kau makan? Kau mau yang lain?” tanya Leo.
Shena meletakkan sendoknya dan hanya menatap nanar spaghetti kesukaannya. Ia benar-benar tidak berselera makan sama sekali.
“Kau mau aku pesankan makanan yang lain?” tawar Leo sedikit khawatir. Ia tidak ingin Shena menjadi lemah kalau tidak makan.
“Tidak usah, aku baik-baik saja. Mungkin karena terlalu banyak minum juz tadi pagi. Nanti aku akan bilang kalau ingin sesuatu, oke." Sebenarnya, memang ada yang sedang Shena pikirkan, tapi ia tidak ingin Leo tahu. Sesuatu itu sangat menggangu hati dan pikiran Shena dan ia berusaha menepisnya jauh-jauh. "Oh iya Sayang, aku penasaran, siapa menejer baru yang kau tunjuk. Dan bagaimana kau bisa secepat itu mendapatkan pengganti menejer yang kau pecat?”Shena mencoba mengalihkan pembicaraan.
Leo membuka dompetnya dan mengeluarkan kartu nama sama seperti yang diberikan Leo pada pria bule tadi. “Baca saja sendiri!” Leo memberikan kartu nama itu pada Shena.
“Roy?” mata Shena terbelalak. “Ini Roynya Laura? Sejak kapan dia jadi menejer hotelmu? Dia kan CEO diperusahaan ayahnya sendiri? Kenapa malah mau jadi menejer di hotelmu, Sayang?”
“Tadinya aku meminta Laura, tapi Roy ngeyel tidak mengizinkan istrinya bekerja denganku, sebagai gantinya dialah yang jadi menejer hotelku sementara sampai aku benar-benar menemukan orang yang cocok sebagai menejer hotel.”
“Apa?” Shena benar-benar shock. Ini kejutan luar biasa. Shena tidak pernah menyangka Leo bakal meminta sahabatnya sendiri menjadi menejer hotel. “Itu artinya, Roy dan Laura juga ada disini?” nada suara Shena meninggi saking senangnya.
“Ehm, mereka baru tiba tadi. Mungkin sekarang mereka sudah istirahat divilanya. Kita akan mengunjunginya nanti.” Leo ikut tersenyum melihat Shena ceria lagi.
“Kenapa tidak bilang padaku? Apakah seseorang yang kau maksud itu adalah mereka?”
“Bukan, Roy dan Laura sedang berlibur di vila keluarga Laura. Aku baru saja diberitahu lokasinya. Kita akan kesana setelah kita menemui seseorang yang aku maksud. Aku masih punya banyak kejutan untukmu, Sayang. Bersiap-siaplah!”
Mendengar kata ‘kejutan’, Shena jadi murung dan sedih lagi. Ia menundukkan kepalanya sambil cemberut. Perasaanya jadi kacau kalau kata itu keluar dari mulut Leo.
Melihat hal itu, Leo berpindah posisi dan duduk disebelah Shena. Ia mengangkat dagu istrinya supaya mau menatapnya.
“Ada apa lagi, hm? Bukankah harusnya kamu senang?”
“Bagaimana aku bisa senang Leo, harusnya aku yang memberikan banyak kejutan untukmu, tapi malah kau yang selalu membuatku senang dengan kejutan-kejutan luar biasa darimu. Entah kenapa itu membuat suasana hatiku jadi buruk. Sebagai istrimu, aku payah sekali!” wajah Shena semakin cemberut akut.
Leo langsung mencium bibir istrinya dengan lembut supaya Shena tak lagi banyak bicara. “Dengarkan aku, Sayang. Kado terindah dalam hidupku adalah dirimu. Aku tidak butuh kejutan atau hadiah yang lain. Cukup kau ada disampingku, itu sangat membuatku bahagia. Aku sudah tidak menginginkan apapun lagi selain dirimu. Aku mencintaimu Shena. Jangan berkecil hati hanya karena gagal memberi kejutan ulang tahun untukku.” Leo mencium lagi bibir istrinya karena Shena sudah mulai berkaca-kaca.
“Mungkin kau lupa, atau bisa jadi tidak tahu,” lanjut Leo. “Hari dimana aku memaksamu menjadi kekasihku dan menyandera semua teman-temanmu, itu adalah hari ulangtahunku. Artinya, tepat setahun sudah kejadian itu berlalu dan kini ditahun ini, kau sudah menjadi milikku seutuhnya tanpa harus dipaksa. Ditambah lagi, akan ada Leo junior kita. Kebahagiaanku sudah sangat lengkap sekarang. Tidak ada lagi yang aku inginkan, karena sudah ada kau disampingku selamanya.” Leo mengusap lembut perut Shena dan lagi-lagi sentuhannya mendapat sambutan dari calon jagoan kecil Leo. “Lihat, Leo tengil saja setuju denganku, jangan menangis lagi, oke! Dan jangan berkecil hati lagi. Aku siap melakukan apapun untukmu asal kau bahagia, tapi jika kau masih saja menangis seperti ini, maka jangan salahkan aku kalau aku memaksamu mengunjungi Leo junior kita disini, sekarang juga!” ancam Leo dan lagi-lagi, ia mencium mesra Shena tanpa peduli kalau mereka sedang berada di tempat umum.
“Kenapa kau suka sekali mengancamku?” protes Shena.
“Karena aku jatuh cinta padamu,” jawab Leo seenaknya.
“Itu jawaban nggak nyambung!”
"Disambungkan saja!” Leo tertawa sambil menempelkan dahinya di dahi Shena tanpa mereka sadari bahwa semua pasang mata sedang memandang iri keromantisan mereka berdua termasuk yang sedang baca. Hehe ...
BERSAMBUNG
***
Part berikutnya, baper dikit ya ... tapi tetap seru kok. Nanti aku lanjut lagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 323 Episodes
Comments
Sabrina Azzahra
emang dasarnya tengil dih🤣🤣
2023-12-06
0
Anis Nur Azizah
mau dong rasanya di perhatikan kyak gitu hahahahha
2022-07-29
2
clararine
haduh si somplak leo bikin baper akut
2021-10-29
0