Perlahan, Shena melangkah mundur dan langsung berjalan cepat tak tentu arah meninggalkan suaminya dengan wanita yang sedang dipeluknya. Bahkan tak hanya sekali dua kali Shena menabrak seseorang karena tak bisa berkosentrasi melihat jalan. Sambil memegangi perutnya, Shena terus berlari kecil sambil mengeluarkan air mata yang sudah tak bisa terbendung lagi. Langkahnya baru terhenti setelah ia merasakan sedikit keram diperutnya. Shena terduduk lunglai sementara dibangku kursi panjang sambil terus menangis tersedu-sedu.
Wanita itu ... wanita yang dipeluk Leo tadi, adalah wanita yang ada difoto bersama Leo, wajar kalau Leo langsung berlari memeluknya begitu keduanya bertemu, batin Shena sambil menahan rasa perih yang begitu dalam dihatinya.
“Dia ... pasti mantan terindahnya. Dan sampai sekarang, Leo tak bisa melupakannya. Kenapa jadi begini? Kenapa harus disaat seperti ini?” air mata Shena mengalir deras. Ia masih mengingat dengan jelas bayangan Leo saat memeluk wanita muda itu. Ekspresi wajah suaminya terlihat seolah sangat merindukan wanita muda yang dipeluknya. “Kau jahat Leo, kau bilang hanya aku yang kau cintai? Tapi kenapa kau masih saja belum bisa melupakan mantanmu, ha? Kau bohong padaku! Aku benci padamu. Aku sangat membencimu!” isak Shena sambil terus mengusap air matanya.
Shena melihat ada taksi kosong sedang melintas didekatnya, ia menghentikan taksi tersebut dan masuk kedalamnya. Sesampainya di dalam taksi, tangis Shena pecah lagi dan ia kembali menangis tersedu-sedu sampai sopir taksi yang sedang mengemudi jadi bingung harus bagaimana.
“Kita mau kemana Nona?” tanya supir taksi itu memberanikan diri.
“Lalan saja terus, Pak? Nanti akan aku beri tahu kalau sudah tahu kemana tujuanku!” jawab Shena masih sambil terisak. Supir taksi itupun menyodorkan tissu pada Shena supaya gadis itu bisa mengusap air matanya.
Kening supir taksi tersebut berkerut karena bingung menghadapi penumpang yang sepertinya sedang patah hati akut ini. Soalnya baru kali ini ia mendapat penumpang wanita hamil menangis sesenggukan sampai seperti itu. Sang sopir jadi ikutan sedih juga. Ia merasa seperti sedang syuting film drama indosiar.
Wah, pasti wanita ini sedang dicampakkan oleh suminya disaat ia sedang hamil. Dan lebih parahnya lagi, si wanita hamil ini pasti habis melihat suaminya bersama dengan wanita lain. Makanya ia nangis sampai sebegitunya. Ternyata drama ikan terbang semacam ini bisa terjadi juga didunia nyata, ya? Aku kira cuma ada difilm dan dicerita novel saja, batin sopir taksi itu menebak-nebak apa yang terjadi pada Shena.
Sesekali sopir taksi itu melihat Shena yang sedang memikirkan Leo. Wajahnya terlihat sangat berantakan karena kebanyakan nangis. Dalam sekejap, mata Shena juga langsung jadi sembab.
***
Dua jam kemudian, Shena akhirnya sampai disebuah Vila yang ada di puncak milik keluarga Laura. Begitu sahabatnya itu membukakan pintu, Shena langsung memeluk sahabatnya sambil menangis tersedu-sedu. Ia menangis histeris dipelukan Laura sehingga Roy yang tadinya ada di dalam, jadi ikutan keluar juga.
“Shena, ada apa? Kenapa kau menangis? Dimana, Leo?” tanya Laura sambil berusaha menenangkan sahabatnya yang masih saja menangis dipelukannya. Sementara Roy keluar rumah dan memeriksa halaman vilanya tapi tak mendapati siapapun lagi disini.
“Kau datang sendirian?” tanya Roy yang jadi ikut shock. Ia berlari ke dalam kamar dan hendak mengambil gawai untuk menghubungi Leo, tapi Shena langsung mencegahnya.
“Jangan hubungi, Leo! Aku akan mati bunuh diri kalau sampai kalian memberitahunya tentang keberadaanku disini!” teriak Shena, lalu ia kembali menangis lagi dipelukan Laura.
Roy dan Laura pun hanya saling pandang karena tidak mengerti apa yang sedang terjadi antara Leo dan Shena. Mereka berdua memutuskan untuk menunggu sampai Shena merasa tenang, baru menanyakan apa masalahnya hingga Shena yang sedang hamil ini harus datang kemari seorang diri dalam kondisi berantakan seperti kuntilanak jadi-jadian tanpa Leo disisinya. Padahal selama ini, sekalipun Leo tak pernah membiarkan Shena sendirian dimanapun ia berada. Kalau tiba-tiba Shena sendiri, pasti memang terjadi sesuatu.
Laura membuatkan teh herbal agar sahabatnya itu merasa tenang dan juga rileks. Sebagai sahabat, Laura hanya bisa berdoa yang terbaik untuk Shena. Apapun masalahnya, ia berharap sahabatnya ini tetap bahagia dan masalahnya dengan Leo cepat selesai.
“Katakan ada apa? Kenapa kau malarang kami menghubungi Leo? Apa kalian berdua bertengkar?” tanya Laura hati-hati takut membuat Shena sedih lagi.
Shena meminum teh herbal buatan Laura sambil sedikit terisak. “Sepertinya ... aku dan Leo ... sudah tidak bisa bersama lagi,” ujar Shena lirih tapi langsung sukses membuat dua orang yang ada didepannya tersedak karena terkejut saat meminum minumannya.
“Apa?” ujar Roy dan Laura Bersamaan.
“Kau jangan bercanda? Ini sama sekali tidak lucu,” ujar Roy. “Kau mau berpisah dari Leo? Apa kau mau cari mati, ha? Leo tidak akan membiarkanmu lepas darinya. Lagian kalian ini saling mencintai, bagaimana bisa kalian memutuskan untuk berpisah? Leluconmu ini sama sekali tidak lucu!”
“Aku tidak bercanda Roy, mungkin Leo tidak pernah mau melepaskanku, tapi akulah yang akan melepasnya supaya ia bisa kembali besama dengan mantannya.” Raut wajah Shena semakin murung. Matanya juga mulai berkaca-kaca lagi bila mengingat kejadian tadi.
Roy kembali tersedak saat ia meminum kopinya. “Apa?” teriak Roy seketika begitu pula dengan Laura yang lagsung shock berat. Pasangan suami istri itu tidak bisa percaya dengan apa yang baru saja dikatakan Shena.
“Ada apa ini? Apa maksud ucapanmu? Jelaskan padaku apa yang terjadi?” tanya Laura mulai ikut serius.
BERSAMBUNG
***
Up lagi nggak ya ... ehmm ... besok aja deh, biar pada penasaran, hehehe ....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 323 Episodes
Comments
clararine
shena salah paham kali gk mungkin kan leo yg bucin akut sama istrinya berpaling dari shena
2021-10-29
2
Ar_👻
Leo nakal ya,tp ini salah paham cantik 🥰
2021-09-06
0
Nurulfajriyah
pisah
2021-07-18
0