Shena terperangah tak percaya kalau ternyata, Leo mengetahui dirinya telah menyewa perampok gadungan untuk mengejutkannya. Bukannya suaminya yang terkejut, tapi malah Shena sendiri yang shock. Leo benar-benar luar biasa. Entah makan apa dia sampai bisa tahu apa yang sudah direncanakan Shena. Gadis itu hanya meringis saat Leo menatapnya sambil terus memiting tangan perampok yang ia sewa.
Tiba-tiba saja dari kejauhan ada banyak orang datang berbondong-bondong menghampiri Shena dan Leo. Mereka semua adalah para pengawal Leo yang tadinya memang disuruh Shena sembunyi sementara sampai proses kejutan untuk Leo terlaksana. Sayangnya, rencana itu gagal total karena Leo sudah mengetahui semuanya.
“Kami mendengar suara tembakan tuan muda Leo, apa anda dan Nyonya Shena tidak apa-apa?” tanya salah satu pengawal berbaju hitam itu.
“Tidak apa-apa, nyalakan semua lampu rumah. Kejutannya sudah berakhir,” ujar Leo sambil masih terus menatap Shena. Sementara Pengawal Leo yang lainnya mengurus para perampok dadakan itu.
Namun, diluar dugaan saat Leo melepas pitingan tangannya pada perampok tersebut, dan hendak diambil alih oleh pengawalnya, tiba-tiba saja pria berbaju hitam ala ninja hatori itu mencoba melawan anak buah Leo dengan membenturkan kepalanya di kepala pengawal Leo hingga tangannya terlepas dan perampok itupun kembali bebas bergerak. Secepat kilat, pria tersebut berlari ke arah Shena lalu langsung merengkuh lehernya dengan paksa. Pria itu mengancam semua orang agar tidak ada yang mencoba berani mendekati keduanya jika tidak ingin Shena mati ditangannya.
“Jangan ada yang mendekat! Kalau tidak, akan aku bunuh wanita ini!” teriak perampok itu dengan lantang.
“Apa yang kau lakukan?” bentak Shena kesal. “Sandiwara kita sudah berakhir, kau tidak perlu melakukan ini. Suamiku sudah mengetahui semuanya.” Shena tidak habis pikir, padahal jelas-jelas mereka sudah ketahuan, tapi perampok sewaannya ini masih tetap saja berakting. Mana aktingnya tampak nyata lagi.
“Diam dan jangan banyak bicara kau!” perampok itu membentak Shena hingga gadis itu tersentak. “Sekarang kau adalah sanderaku! Berani bicara lagi, aku tidak segan-segan mematahkan tulang lehermu!” ancam perampok itu dan Shena langsung terdiam.
Sepertinya situasinya memang benar-benar genting sekarang. Perampok sewaaannya ini sengaja mau merampok beneran. Walau sadar Shena telah berbuat kesalahan, gadis itu berusaha tenang agar janin yang dikandungnya baik-baik saja. Ia tidak boleh panik ataupun ketakutan karena ia yakin suaminya Leo tidak akan tinggal diam.
“Dengarkan aku baik-baik, kalau kau ingin selamat, sebaikmya hentikan semua ini. Kau bukan tandingan suamiku!” ujar Shena sambil menatap Leo yang juga menatapnya.
Mata elang Leo langsung menyiratkan api kemarahan yang begitu besar. Tanpa ampun lagi, ia langsung menembak lengan orang yang mencoba menyakiti istrinya dan tentu saja langsung tepat mengenai sasaran. Meski ia diancam, Leo sama sekali tidak takut karena ia adalah penembak jitu dan terkenal di Jerman. Latihan yang diberikan ayahnya yang berprofesi sebagai mantan mafia sejak usianya masih anak-anak, membuat Leo tumbuh besar sebagai penembak terbaik disana. Tidak ada yang bisa mengalahkan kecepatan dan ketepatan Leo dalam menembak. Ia bahkan bisa menembak tepat sasaran meski hanya dengan mata tertutup apalagi dengan mata terbuka. Semua peluru yang diarahkan ke semua lawannya, tidak pernah meleset.
Cengkeraman tangan perampok itu langsung terlepas akibat lengan yang memiiting leher Shena terkena tembakan dari Leo. Gadis itu langsung berlari pelan sambil memegangi perutnya menuju ke arah Leo. Shena sama sekali tidak menduga orang yang ia sewa ternyata nekat menyakitinya.
“Maafkan aku Leo, aku tidak tahu kalau perampok yang aku sewa itu bakal bertindak sejauh ini?” ujar Shena jadi merasa bersalah dengan situasi yang terjadi.
“Kau tidak perlu minta maaf, Sayang. Mereka bukanlah orang yang kau sewa.” Leo merengkuh tubuh Shena dan menenangkannya, sesekali ia mengusap lembut perut Shena agar ia tidak lagi panik. “Kau baik-baik saja, kan? Bagaimana dengan Leo junior kita.”
“Aku dan Leo tengil kita tidak apa-apa. Kau jangan khawatir. Tunggu! Apa maksudmu perampok itu bukan orang yang aku sewa?” Shena mengernyitkan dahinya karena belum paham maksud Leo.
“Saat mati lampu tadi, aku melihat ada pesan masuk diponselmu, Sayang. Orang yang kau sewa sedang mengalami kebocoran ban sehingga mereka tidak bisa datang tepat waktu. Jika mereka tidak bisa datang kemari, maka dua orang berbaju ninja hatori itu pasti perampok sungguhan. Wajar kalau mereka menyakitimu!” terang Leo sambil menatap waspada dua penjahat yang terkapar tak berdaya akibat tembakannya.
Kini, mereka sudah tidak berbahaya karena tidak punya senjata. Hidup mati para perampok itu ada ditangan Leo sekarang.
“Hah?” semakin terkejutlah Shena mendengar penjelasan dari Leo. “Jika yang kau katakan itu benar, lalu ... siapa mereka?” tanya Shena penasaran siapa orang-orang ini.
Beraninya mereka datang kemari dan mencari gara-gara dengan Leo. Apa mereka tidak tahu kalau Leo lebih berbahaya daripada penjahat manapun yang ada di negara ini? Datang kemari dengan cara seperti itu, sama saja dengan setor nyawa gratis, pikir Shena.
Leo mengkode anak buahnya yang sudah berhasil mengamankan dua perampok itu untuk membuka topengnya dan betapa terkejutnya Shena setelah tahu siapa orang yang hampir saja membunuhnya.
“Bukankah ... dia ....” Shena tidak bisa meneruskan kalimatnya saking shocknya.
Untungnya, tangan kanan Leo yang bebas masih tetap memeluknya sehingga dengan cepat istri Leo itu menguasi emosinya. Dalam keadaan apapun, Shena tidak boleh panik karena ia tidak ingin terjadi apa-apa pada calon debaynya.
“Kau masih ingat Sayang, ia adalah dokter gadungan yang bekerjasama dengan Ramdani untuk menyabotase rumah sakit ayah hanya untuk menyamarkan tindak kejahatan yang telah mereka lakukan. Mereka semua adalah buronan polisi yang sudah lama paman Dilagara cari-cari. Ternyata mereka malah datang sendiri kemari. Sepertinya dihari ulang tahunku ini, aku sangat beruntung karena bisa melumpuhkan salah satu musuh yang berusaha merusak citra nama ayah dan keluargaku!” Leo mengecup lembut kening Shena. Ia senang Shena tidak terlalu panik meski awalnya gadis itu terkejut dengan semua kejadian yang terjadi disini.
“Dokter Tyo,” ucap Shena lirih. Masih teringat jelas dibenak Shena kejadian saat ia dan suaminya baru saja menikah beberapa bulan yang lalu. Dokter itu benar-benar kejam dan sangat tidak pantas disebut sebagai dokter.
“Dia sudah bukan dokter lagi, Sayang. Kini profesi barunya adalah ‘perampok’!” Leo meralat ucapan istrinya dan diikuti anggukan kecil dari Shena.
"Bedebah kau Leo! Lihat saja! Akan aku balas kau nanti!" Teriak Tyo masih sambil menahan rasa sakit akibat tembakan Leo di lengan kirinya.
"Huuuu ... aku ragu apa kau bisa membalasku atau tidak. Kau tahu kenapa? Karena hidupmu hanya tinggal menghitung waktu." Nada suara Leo terdengar menjengkelkan. Ia memang sengaja membuat Tyo semakin kesal padanya.
“Tuan muda, bagaimana dengan mereka!” tanya salah satu pengawal Leo saat rekan-rekannya yang lain juga sudah berhasil mengamankan komplotan penjahat yang menyerang Leo dan Shena.
Dari kejauhan, muncullah beberapa pengawal Leo dengan membawa tangkapan ikan yang besar. Siapa lagi kalau bukan rekan-rekan Tyo yang tidak lain adalah Mila. Dua orang besar yang dulu pernah ditendang Leo dan Shena keluar dari rumah sakit ayahnya. Ternyata mereka berdua merencanakan balas dendam pada Leo sekarang dan memanfaatkan situasi yang ia ambil dari Shena.
BERSAMBUNG
****
nanti aku up lagi ... tunggu ya ... dukung like dan komentarnya dong . Biar makin semangat gitu .... love you all ....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 323 Episodes
Comments
Silla
duh udh banyak lupa sama cerita awalnya Leon sama Shena nih. efek udah lama GK lihat novelnya si emak author yg keren ini. jadi pen baca dari awal lagi😂
2022-07-20
0
Cherry
Leo dilawan , apalagi menyakiti istrinya...bisa keok loe semua
2021-11-06
0
clararine
untung si leo multi talenta apapun masalahnya dg cepat bisa membereskan nya
2021-10-29
0