“Apa yang terjadi?” tanya Byon saat ia dan putranya sudah ada di dapur. Ekspresi wajah keduanya sudah berubah menjadi serius dan sangat berbeda saat mereka masih berada di dalam kamar Leo. Raut muka somplaknya sudah tidak terlihat lagi.
Para pelayan dan pengawal Byon juga berdiri di belakang mereka dan siap menunggu perintah dari sang majikan. Tapi Leo melarang mereka semua membantunya karena ia ingin Shena memakan makanan yang ia masak sendiri. Alhasil, para pelayan dan pengawalnya hanya berdiam diri saja dipojokan.
“Ada yang mencoba menyakiti Shenaku, Ayah. Tapi aku sudah membereskannya, saat ini mereka semua ada di ruang bawah tanah.” Leo menceritakan kronologi kejadian yang terjadi sebelum ayah dan ibunya datang kemari.
Setelah Leo selesai bercerita, Byon hanya diam sebentar sambil memikirkan sesuatu sebelum ia mengambil keputusan demi keselamatan keluarganya. Sesekali ia melirik putranya yang terampil juga saat mengolah masakan yang ia siapkan demi istri tercintanya.
“Kalau begitu, sore nanti kalian berdua, pergilah ke tempat dimana kau harus menemui seseorang. Orang itu pasti merindukanmu. Sudah saatnya juga kalian bertemu, perkenalkan juga Shena padanya. Surat izin penerbanganmu sudah keluar. Kau bisa menerbangkan pesawat baru yang sudah kubelikan untukmu.”
Leo langsung tersentak dan menghentikan aktivitasnya memotong bawang. Untuk sesaat ia tertegun mendengar apa yang baru saja dikatakan ayahnya. “Apa aku tidak salah dengar, Ayah? Benarkah itu? Aku ... sudah diizinkan menerbangkan pesawatku sendiri?” tanya Leo dengan mata berbinar-binar saking senangnya.
“Ehm, tentu. Sudah ku urus semuanya, kau pikir dengan apa aku datang kemari secepat ini. Pesawat yang aku belikan untukmu memiliki kecanggihan mesin yang baru, hati-hati saat menerbangkannya.”
“Terima kasih, Ayah!” Leo langsung memeluk tubuh ayahnya seperti anak kecil yang baru saja dibelikan mainan baru. Hanya saja, Byon tidak membelikan pesawat mainan, melainkan benar-benar membelikan pesawat sungguhan untuk putranya.
“Lepaskan aku bodoh! Kau ini mau jadi ayah, tapi kelakuanmu seperti bocah saja! Memalukan!” Byon berusaha melepaskan pelukan putranya dan beranjak pergi dari dapur.
Byon tidak menyangka putra semata wayangnya itu, kini sudah tumbuh dewasa dan sebentar lagi akan memiliki anak. Padahal, rasanya baru kemarin pria paruh baya itu menggendong bayi Leo saat ia pertama kali dilahirkan.
“Ayah! Kau tidak mau membantuku, ini juga demi cucumu!” seru Leo mengamati kepergian ayahnya.
“Aku tidak bisa memasak! Kau urus saja sendiri! Awas kalau tidak enak, pesawatmu aku tarik lagi,” ancam Byon setelah sampai di ujung pintu.
“Setidaknya, beritahu aku dulu ada dimana pesawatku?” seru Leo lagi.
“Selesaikan dulu masakanmu baru aku beritahu!” jawab Byon sesaat sebelum menghilang dari pandangan putranya.
"Ayaaaaahhh! Kau menghabiskan semua ayamnya?" teriak Leo kesal karena ia baru sadar, rupanya sejak tadi Byon sedikit demi sedikit telah menghabiskan semua ayam yang dimasak Leo untuk Shena. "Sial!" Leo semakin dongkol akut. Ia sampai melempar tepung yang ada didepannya. "Kalian semua! Cepat cari ayam lagi!" perintah Leo pada pelayannya yang berdiri dibelakangnya. "Bagaimana bisa si kakek tua itu tega menghabiskan seluruh ayam untuk cucunya sendiri," gumam Leo.
***
Setelah selesai membuatkan mi ayam untuk Shena dan keluarganya dihari ulang tahunnya sendiri. Leo dan Shena kembali bersiap-siap untuk melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat baru yang diberikan ayahnya sebagai hadiah ulang tahun Leo. Awalnya Shena terkejut karena ternyata suaminya itu bisa menerbangkan pesawat juga. Leo memang luar biasa. Tidak ada yang tidak bisa dia lakukan. Bahkan gengster kelas kakap seperti Leo, bisa memasak mi ayam terenak yang pernah Shena makan. Semakin kagumlah Shena dengan segala hal yang dimiliki suaminya. Ia merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia karena bisa memiliki Leo seutuhnya. Apalagi, suaminya ini juga sangat mencintainya melebihi apapun.
“Berhenti menatapku seperti itu, Sayang. Ronde ke 10 akan terjadi di dalam pesawat ini kalau kau terus saja menatapku begitu,” ujar Leo mulai mengotak-atik mesin kendali pesawatnya.
Tak dapat dipungkiri Leo benar-benar luar biasa keren pakai banget saat ia serius menyalakan semua mesin pesawatnya. Sesekali Leo melirik Shena yang sejak tadi memandanginya tanpa kedip, tangan istrinya itu juga tak henti-hentinya mengelus lembut perut buncitnya.
“Bukan aku yang melihatmu, tapi Leo juniorku!” kilah Shena. Padahal jelas-jelas dia sendiri yang memang ingin terus melihat suaminya beraksi menjadi pilot dadakan.
Leo sendiri hanya tersenyum simpul mendengar jawaban asal Shena. “Kata ibumu, kau juga terpesona dengan ayahmu ini, apa itu benar?” tanya Leo sambil mengusap lembut perut Shena, ia pun langsung tertawa lagi karena merasakan ada gerakan kecil didalamnya. “Jika kau sudah keluar dari dalam perut ibumu, dan tumbuh besar dengan baik, ayah akan mengajarimu menerbangkan pesawat ini juga. Kau pasti bakal lebih keren dari ayah.” Leo tersenyum sendiri membayangkan apa yang dikatakannya akan menjadi nyata suatu saat nanti.
Shenapun ikut terharu mendengar kata-kata suaminya. Sejak menikah hingga sekarang, Leo sudah banyak berubah. Ia jauh lebih matang dan dewasa serta bertanggungjawab penuh padanya.
“Kapan kau belajar menerbangkan pesawat ini, Sayang? kau tidak pernah bilang padaku kalau kau juga bisa jadi pilot,” tanya Shena sambil mengamati Leo yang masih sibuk mengotak-atik kendali pesawatnya.
“Aku lupa persisnya kapan. Tapi Ayah sering mengajakku bepergian menggunakan pesawat yang ia terbangkan sendiri seperti yang kulakukan saat ini. Aku selalu duduk dimana kau duduk sekarang dan mulai belajar dari ayah setiap kali kami terbang. Ayah adalah pilot terbaik yang pernah aku kenal. Bahkan disaat genting sekalipun ayah bisa mendaratkan pesawat dengan aman.”
“Ayah memang sangat luar biasa. Sekarang aku tahu kenapa kalian benar-benar mirip.” Shena mengecup lembut pipi Leo sambil berkata, “Aku sangat mencintaimu.”
Leo menghentikan aktivitasnya mengotak atik tombol mesinnya dan beralih mencium bibir Shena dengan mesra. “Aku juga mencintaimu, Shena. Kau adalah hidupku. Sekarang, pakai sabuk pengamanmu, kita akan lepas landas.” Leo mulai mamakai sabuk pengamannya dan memberitahu pengawalnya yang berdiri di depan pesawatnya bahwa ia sudah siap terbang.
Pengawal Leo itupun mengerti, mereka memberikan aba-aba kemana dan kapan pesawat Leo bisa lepas landas dengan aman. Mata Leo terus mengikuti instruksi yang diberikan pengawalnya. Suara mesin yang bising membuat Leo harus lebih berkosentrasi lagi agar tidak melakukan kesalahan mengingat ini adalah penerbangan pertamanya bersama dengan wanita yang amat sangat dicintainya.
“Kau gugup Sayang?” Leo menggenggam erat tangan Shena saat pesawatnya sudah mulai berjalan dan hendak lepas landas. “Aku memang sudah lama tidak terbang, tapi percayalah padaku, aku juga tak kalah lihai dari ayahku.” Leo menarik kendali penerbangan dan menekan tombol memasukkan roda pesawat begitu badan benda besar itu mulai terbang melayang.
Shena memang sedikit terkejut dan juga gugup, tapi perasaan itu hilang ketika menyadari bahwa dirinya benar-benar terbang melayang diudara. Shena bahkan sangat senang karena ia bisa melihat pemandangan alam dari balik jendelanya. Karena ini disore hari, pemandangan dibawahnya benar-benar menakjubkan. Ia bisa melihat kediaman suaminya yang begitu luas dari dalam pesawat ini. Namun, Shena tidak bisa melihat lama-lama karena Leo harus terbang tinggi diatas awan. Hal itu dilakukan untuk menghindari turbulensi dan cuaca buruk. Selain itu, semakin tinggi pesawat itu terbang maka bahan bakar yang digunakan juga semakin sedikit.
“Kita mau kemana?” tanya Shena saat keduanya berada diatas ketinggian kurang lebih 30.000 kaki.
Leo ragu apakah ia harus memberitahu Shena atau tidak. Sebab, ia ingin memastikan dulu seperti apa orang yang akan ia temui sebelum ia mempertemukannya dengan Shena.
BERSAMBUNG
***
selama bulan Ramadhan aku up ya malm ya ... biar ibadah puasanya lancar dan tidak ternodai dengan sikap Leo kalau somplaknya lagi kumat.
siap-siap setelah ini pasti bakal seru ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 323 Episodes
Comments
Silla
iya itu udah mirip kek rakyak kek kita ini yg ketika bocah di belikan mainan yg di harapknnya. beli pesawat kek beli mainan di pasar😁
2022-07-20
0
clararine
aduh leo benar2 suami siaga dan multitalenta apapun bisa di lakukan jadi iri
2021-10-29
0
Nurulfajriyah
take oof
2021-07-18
0