Untuk sementara, Leo menuruti apapun yang dikatakan ninja hatori ini sampai ia bisa menemukan keberadaan istrinya dan memastikan bahwa Shena baik-baik saja. Dengan penuh waspada, Leo memerhatikan jalan disekitar tempat ia digiring keluar istananya. Ponsel yang tadi Leo gunakan sebagai penerang, juga sudah diambil alih oleh ninja hatori yang menodongnya saat ini.
Rupanya, pria tersebut membawa Leo ke sebuah pinggiran tebing jurang tidak jauh dari lokasi istananya sendiri. Di bawah tebing tersebut, terdapat pantai yang ombaknya lumayan kencang juga.
Awalnya Leo terkejut, karena dari kejauhan ia melihat Shena sedang ditodong pistol sama seperti yang ditempelkan dikepalanya oleh seseorang yang berpakaian sama pula dengan ninja hatori yang membawa Leo kemari. Shena dan kolega ninja hatori ini berdiri tepat dibibir tebing menunggu kedatangan Leo.
Tentu saja pemandangan yang ada dihadapannya membuat Leo marah, tapi ia tidak ingin bertindak gegabah. Sebab, kejadian ini sangatlah aneh karena 2 kecoak ini bisa masuk begitu mudah padahal sistem keamanan rumahnya sangatlah canggih. Selain itu, tak ada satupun pengawal yang datang kemari. Benar-benar mencurigakan.
“Siapa kalian? Apa yang kalian inginkan?” tanya Leo dengan ekspresi tenang setenang permukaan air kolam sambil terus mengamati istrinya. Ia pasti bakal bertindak jika sampai Shena kenapa-napa.
Sejauh ini, wanita yang sedang mengandung buah hati Leo itu masih terlihat baik-baik saja. Jadi, Leo masih bisa menahan untuk tidak membantai dua ekor kodok yang ada ditempat ini sekaligus mencari tahu apakah ada komplotan yang lainnya atau tidak.
“Huh, kau tidak perlu tahu siapa kami, serahkan saja semua aset berhargamu pada kami baru kami akan melepaskanmu. Cepat beritahu! Dimana kau sembunyikan semua asetmu itu? Jika tidak, maka istrimu yang kau cintai itu akan aku lempar ke bawah sana!” ancam pria berbaju hitam tersebut pada Leo.
Leo sendiri tak langsung bereaksi, ia terus menatap dan mengawasi Shena. Sedangkan Shena sendiri juga bersikap tenang karena perampok yang sedang menodongkan pistol padanya dan juga Leo adalah orang sewaan Shena yang sengaja di suruh Shena untuk bersandiwara membuat drama action perampokan untuk membuat Leo terkejut.
Setelah berhasil mengejutkan suaminya, barulah Shena mengucapkan ulang tahun atas kejutan yang ia berikan. Sebab itulah Shena masih tenang-tenang saja dan pura-pura ketakutan saat perampok sewaannya ini menodongkan pistol padanya.
“Hei, kau!” bisik Shena ketika Leo sudah tak lagi mengawasinya. “Jangan tekan tanganku kuat-kuat! Sakit, tahu! Akan aku potong bayaranmu nanti!” geram Shena karena ia merasa ini seperti sungguhan.
“Diam dan jangan banyak bicara!” bentak perampok itu.
"Dasar kau ini! Masih untung aku mau membayarmu! Kenapa kau kasar sekali pada orang yang menyewamu!” Shena menjadi sangat kesal dengan pria yang ia sewa ini, tapi demi memberikan kejutan untuk Leo, Shena harus bertahan sampai akhir.
Setelah mengetahui kondisi sekitarnya, Leo sudah mulai bisa menyimpulkan memang ada yang tidak beres disini. Cowok itu kembali menatap wajah tegang istrinya sambil mengedipkan salah satu mata sementara salah satu jari telunjuk tangan Leo ia tempelkan dimulutnya sebagai tanda agar Shena diam dan lihat saja.
Melihat kode dari Leo, Shena jadi semakin bingung, kenapa Leo seperti itu? Padahal ini hanyalah sandiwara yang dimainkan Shena. Tapi agar Leo tidak curiga, ia pun menuruti suaminya untuk diam saja sambil menganggukkan kepalanya.
"Ah ... lihat, disana!" seru Leo tiba-tiba mencoba mengalihkan perhatian. "Polisi!" tunjuk Leo ke arah lautan lepas yang ada dihadapannya.
Leo sangat hafal, di jam segini pasti ada pesawat tempur militer melintasi area ini untuk kontrol patroli harian yang dilakukan rutin setiap hari. Area sekitar kediaman Leo memang dekat dengan pangkalan udara yang dijadikan markas bear AU di negara ini. Tak heran jika Leo jadi hafal kapan pesawat patroli mereka muncul atau tidak.
Para perampok itupun terkejut dan langsung percaya saja pada Leo dan mengira kalau pesawat itu benar-benat akan datang ketempat mereka sehingga untuk sesaat kedua perampok itu lengah karena terlalu serius memerhatikan pesawat itu lewat diatas laut yang terbentang luas dihadapan mereka.
Kesempatan itu Leo gunakan untuk merebut pistol perampok tersebut lalu memiting tangannya kebelakang dengan kuat sehingga perampok tersebut mengerang kesakitan. Secepat kilat, Leo langsung menembak kaki orang yang menyandera Shena.
Tembakan jitu Leo tepat mengenai sasaran dan berhasil membuat perampok itu tumbang tak berdaya. Tanpa sengaja perampok tersebut menjatuhkan pistolnya ke laut. Ia mengerang kesakitan karena kakinya tertembak. Darah segar mengalir deras dibetis perampok itu hingga menimbulkan bau anyir darah yang menyengat. Untung masa ngidam Leo sudah lewat, jadi Leo tidak muntah lagi kalau melihat darah. Sebaliknya, Shenalah yang jadi pusing tujuh keliling.
Sementara itu, Leo masih mencengkeram kuat tangan orang yang tadi menodongnya. Pria tersebut berusaha melawan tapi ia langsung ditodong balik oleh Leo dengan pistolnya sendiri.
"Kau tahu apa artinya ini? Ini namanya 'senjata makan tuan'. Beraninya kau mengganggu ketenanganku! Matilah kau!" Leo mematik bagian atas pistolnya dan hendak menembak kepala pria berbaju hitam itu tepat di bagian belakang kepalanya sementara tangan Leo yang lain masih memiting kuat tangan pria tersebut.
Shena yang mengetahui kalau situasinya jadi genting mencoba menghentikan Leo agar tidak membunuh perampok yang sebenarnya hanyalah orang sewaan Shena.
"Leo! Tunggu! Jangan bunuh dia! Kau sudah janji padaku untuk tidak membunuh siapapun selama aku hamil," cegah Shena. Ia berjalan pelan meninggalkan perampok yang habis ditembak kakinya oleh Leo dengan perasaan iba dan mendekat ke arah suaminya yang terlihat kalap.
"Ini pengecualian, Sayang. Mereka sudah berani menyentuhmu. Kau tahu aku tidak akan pernah memaafkan siapapun yang berani menyakiti istriku!" seru Leo masih dengan nada marah.
"Aku tidak apa-apa. Lihat! Aku baik-baik saja, lepaskan saja mereka!" pinta Shena.
"Bagaimana bisa kau memintaku melepaskan orang yang sudah berani mengusik ketenangan kita? Aku bukan tipe orang pemaaf! Siapapun harus menerima ganjaran setimpal karena sudah berani membangunkan singa yang sedang tidur." Leo hendak menarik pelatuknya tapi langsung dicegah lagi oleh Shena.
"Tunggu!" Shena menjulurkan kedua tangannya untuk menghalau Leo agar tidak menembak perampok sewaannya. "Aku mohon, jangan tembak mereka!" seru Shena jadi semakin merasa bersalah pada orang-orang yang disewanya.
Gawat! Leo benar-benar kalap. Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan? batin Shena. Ia memutar otak agar bisa membawa lagi perampok sewaannya ini. Shena tidak mungkin membiarkan orang-orang sewaannya ini mati sia-sia ditangan Leo.
"Meskipun kau akan menciumiku seperti waktu itu, Sayang. Aku tetap tidak akan melepaskan orang-orang ini!" ujar Leo seolah tahu apa yang dipikirkan istrinya.
Dor!
Suara tembakan terdengar kencang ditelinga Shena sehingga gadis itu langsung jadi panik ketakutan. Wajahnya seketika menegang melihat apa yang dilakukan suaminya.
"Bercanda, Sayang ... kenapa wajahmu pucat begitu? Perampok yang kau kira sewaanmu ini, masih hidup." Leo menyeringai senang karena berhasil membuat Shena terkejut sampai ia terhuyung mundur.
BERSAMBUNG
****
Ikuti kisah Leo selanjutnya ya ... nanti kalau senggang aku lanjut lagi. Jangan lupa like, vote, komentar dan hadiahnya ... hehe ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 323 Episodes
Comments
Sabrina Azzahra
Leo leo
2023-12-05
0
agustin puspita
leo gak asik ....
2023-11-17
1
inayah machmud
niat hati shena mau prank leo... akhirnya malah shena sendiri kena prank. ..
2023-05-20
0